Diusir saat malam pertama pernikahannya,Kimmy Kandrina merasa hidupnya benar benar menyedihkan
"Mas..kumohon percayalah!"
Isakan tangis Kimmy tak membuat Yusril Maulana melunak dan mempercayainya
"Percaya padamu?,jangan harap!,pergi dari sini dan jangan harap aku akan menceraikanmu!.Kau akan hidup menjadi janda bukan wanita bersuami juga bukan!.Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia!"
Setahun kemudian mereka bertemu kembali sebagai boss dan asisten.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24. Melepas rindu
Hy, readers. Untuk kedepannya, novel ini akan up setiap hari SELASA, KAMIS, SABTU. Semoga bisa up tepat waktu dan tidak ada halangan atau gangguan yang menghambat waktu update.
terima kasih atas dukungan kalian, yang setia membaca novel ini. I love you reader.
SELAMAT MEMBACA😘😘
-----------------------------------
"Mas, ka-mu tahu darimana kalau a-ku disini?" tanya Kimmy dengan gugup.
"Siapa Avatar?" Yusril tidak menjawab pertanyaan Kimmy. Ia justru membalasnya dengan pertanyaan yang lain. "Dia laki-laki, kan?" tanya Yusril dengan pandangan dingin menusuk ke arah Kimmy, seolah membekukan darah Kimmy.
"Ya, dia laki-laki, tapi …." Ucapan Kimmy terputus karena Yusril membekap mulut Kimmy dengan mulutnya. Kimmy diam dan tidak bergerak sedikitpun.
"Jangan berani bermain-main di belakangku, Kim!" Yusril mengancam Kimmy dengan bibir bergetar. Yusril kedinginan karena tubuh basahnya.
"Masuklah dulu! Aku bisa jelaskan semuanya, Mas. Kumohon percayalah padaku," ucap Kimmy.
"Aku pernah sekali, tidak mempercayaimu dan aku menyesalinya sekarang. Jadi, aku akan percaya padamu untuk saat ini dan kedepannya."
Kimmy mengajak Yusril masuk dan kemudian menutup pintu. Kimmy bernapas lega setelah Yusril memutuskan untuk mempercayainya. Setidaknya, Kimmy bisa menjelaskannya dengan tenang. Tidak seperti kejadian setahun lalu, saat Yusril sama sekali tidak memberikan kesempatan pada Kimmy untuk menjelaskan. Bahkan setelah Kimmy bersumpah, Yusril tetap tidak percaya.
"Em, di sini tidak ada pakaian pria. Apa, Mas membawa baju ganti?"
"Tidak. Hanya yang aku pakai," jawab Yusril.
"Kalau begitu, Mas mandi saja dulu! Ada handuk kimono di kamar mandi. Pakai itu saja dulu! Nanti kita pesan baju ke pegawai penginapan."
"Hem," jawab Yusril singkat. Ia sudah menggigil kedinginan. Yusril segera menyalakan kran air hangat dan berendam di bak mandi untuk menghangatkan kembali tubuhnya. Yusril tersenyum karena ia bisa berdua dengan Kimmy. Meskipun karena keadaan terpaksa. Setelah selesai berendam, Yusril membasuh tubuhnya dan memakai handuk kimono yang ada di kamar mandi. Ia keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"Mas belum jawab pertanyaanku. Darimana Mas tahu kalau aku disini?"
"Okan yang memberitahu. Okan tahu kamu disini dari ibumu."
"Oh."
Kimmy duduk di ranjang dengan gelisah. Walaupun Yusril adalah suaminya, tetapi Kimmy tetap merasa gugup. Di dalam keheningan ruangan, terdengar suara ketukan pintu. Yusril segera bangun dan mengikuti Kimmy yang berjalan mendekati pintu. Kimmy membuka pintu, kali ini tamunya benar-benar Avatar.
"Avatar," sapa Kimmy.
Yusril mengepalkan tangannya saat melihat pemuda bernama Avatar yang berdiri di depan pintu. Ia memberikan sebuah plastik hitam, entah apa isinya.
"Apa ini?" tanya Kimmy saat menerima kantong plastik itu.
"Aku melihat dia berlari hujan-hujanan dari depan menuju kesini. Aku pikir, dia pasti membutuhkannya. Aku pamit," ucap Avatar sambil berbalik pergi.
"Terima kasih!" Kimmy sedikit mengeraskan suaranya karena Avatar sudah berjalan pergi. Hujan yang masih turun dengan deras juga membuat suara Kimmy sedikit teredam. Avatar hanya melambaikan tangan tanpa menoleh ke arah Kimmy. Kimmy tersenyum dan menutup pintu kembali. Kimmy membuka plastik dan melihat isinya adalah pakaian ganti pria. "Oh, dia selalu tahu apa yang aku butuhkan. Lihat! Dia membawakan baju ganti buat kamu, Mas."
"Aku tidak mau pakai." Yusril cemburu melihat Kimmy tersenyum membicarakan Avatar.
"Kenapa? Cemburu? Dia Avatar. Orang yang tadi membuatmu penasaran. Aku baru mengenalnya tadi sore, tapi dia sudah membuatku melupakan masalahku. Dia cukup menghibur dan dia juga tahu semua yang aku butuhkan."
"Aku makin cemburu mendengar ceritamu." Yusril memasang wajah cemberut.
Kimmy mendekati Yusril dan duduk di sampingnya. "Dia terkena kanker otak stadium empat. Dia menghibur semua orang dengan ikhlas, membuat orang yang sedang murung menjadi ceria kembali. Dia juga membuatku menyadari hal lain. Berapapun beratnya beban hidup, kita harus menghadapinya. Aku akan menemui Dinar dan menyelesaikan masalah diantara kami. Agar kedepannya, aku bisa hidup denganmu tanpa beban. Tinggal kamu yang harus berusaha mengambil hati ibuku."
"Syukurlah, kalau dia tidak berniat merebut kamu dariku. Mana sini! Aku mau pakai kalau begitu." Yusril mengambil plastik dari tangan Kimmy. Yusril mengganti bajunya di kamar mandi, karena ia tahu Kimmy tidak akan nyaman melihat Yusril berganti baju di depan matanya.
***
Okan duduk di balkon kamarnya. Sudah berbatang-batang rokok yang dihisap Okan. Dia yang biasanya tidak merokok, malam itu ia butuh pelampiasan rasa sedih di hatinya. Malam kian merayap meniti waktu yang semakin larut.
"Semoga kamu bahagia, Kim. Kebahagiaanmu adalah hal paling penting untukku saat ini." Okan mematikan rokok terakhirnya. Dalam satu jam, ia menghabiskan satu bungkus rokok. Setelah batang rokok terakhirnya habis, Okan pergi ke kamar mandi dan menyikat giginya setelah selesai ia pergi tidur.
***
Di penginapan, Kimmy dan Yusril berbaring seranjang dengan Kimmy. Mereka saling berhadapan dengan tatapan penuh cinta. Yusril membelai wajah Kimmy dengan lembut.
"Mau berapa hari berlibur di sini?"
"Aku sudah izin seminggu pada Mama. Mas, mau berapa hari?"
"Mengikuti kamu. Kita pulang bareng nanti," ucap Yusril. Yusril menarik Kimmy ke dalam pelukannya. "Hangatnya," gumam Yusril.
"Apanya?" tanya Kimmy.
"Pelukanmu, hangat. Kim," panggil Yusril.
"Apa?" tanya Kimmy pelan.
"Boleh tidak?"
"Apanya yang boleh?"
Yusril menjawabnya dengan tindakan. Ia mengecup bibir Kimmy dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Kimmy. Permainan lidah Yusril telah membakar gairah Kimmy. Kimmy membalas permainan lidah Yusril dengan tidak kalah lihainya. Yusril membuka baju yang ia pakai dan tangannya mulai bergerilya menyusuri setiap lekukan tubuh Kimmy.
Kimmy memejamkan mata, merasakan sentuhan-sentuhan tangan Yusril yang lincah menyentuh bagian sensitif di tubuh Kimmy. Entah sejak kapan, dua insan dimabuk asmara itu telah terbaring polos di balik selimut. Yusril dan Kimmy masih asyik berpagut mengecap madu cinta di bibir mereka. Puas saling memberi rangsangan, Yusril mematikan lampu tidur di nakas dan pergumulan dua insan itu pun terjadi.
Penyatuan dua insan yang saling memendam kerinduan yang dalam. Kimmy dan Yusril mencurahkan segala kerinduan mereka di malam ini. Malam berhujan yang dingin membuat mereka semakin asyik masyuk memadu kasih, mengecap madu cinta yang begitu manis dan indah. Setelah mereka mendaki berkali-kali, mereka terbaring kelelahan dengan peluh yang membasahi tubuh. Yusril mengecup kening Kimmy.
"Terima kasih, sayang." Yusril mendekap erat tubuh Kimmy. Seakan Yusril takut saat terbangun nanti, ternyata ia hanya bermimpi dan Kimmy tidak ada disisinya. Mereka beristirahat sejenak lalu membersihkan tubuh mereka bergantian ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri, mereka kembali berbaring berpelukan dan terlelap dengan senyuman yang menghias bibir keduanya.
------------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️
mampir dong di karyaku derita cinta online sicantik berhati baja
macam perempuan murahan
disemak semak lho menguntit...
serem amat rumah yusril tor....