Sepuluh tahun lalu Xuan Ji menggunakan seni beladiri rahasia Klan Xuan untuk mengalahkan Kaisar Iblis. Setelah itu ia tiba-tiba menghilang dan dalam catatan sejarah, tidak ada nama Xuan Ji yang menaklukkan Kaisar Iblis tersebut.
Setelah Sepuluh tahun Perang melawan Kaisar Iblis, di Sekte Pedang Abadi muncul seorang Penatua bernama Xuan Ji juga. Namun, basis Kultivasinya sangat rendah dan mata duitan.
Ketua Sekte Pedang Abadi tidak ingin Penatua Xuan Ji hanya makan gaji buta saja. Kemudian ia memaksa Penatua Xuan Ji turun gunung untuk merekrut murid. Xuan Ji tidak boleh kembali sampai ia harus membawa minimal Sepuluh murid.
Xuan Ji dengan sombong mengatakan akan membawa murid baru dan menjadikan mereka sebagai Kultivator terkuat di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jurus Kura-kura Surgawi
“Tentu kecuali aku yang bijaksana ini,” kata Xuan dengan bangga.
Dia melambaikan tangan, energi spiritual berbentuk cangkang kura-kura memblokir serangan Sesepuh Klan Lu.
Seni beladiri yang digunakan oleh Xuan Ji adalah Jurus Kura-kura Surgawi Sekte Pedang Abadi dan muridnya yang bertubuh gemuk, alias Yan Chung yang menggunakan seni beladiri tersebut.
Xuan Ji kembali melambaikan tangan ke arah depan, kemudian mengepal tangannya. Energi spiritual berbentuk kura-kura tersebut menindih Sesepuh Klan Lu.
“Sial! Lepaskan aku!” teriak Sesepuh Klan Lu tak bisa bergerak karena ditindih oleh energi spiritual berbentuk kura-kura tersebut. “Kalau kau membunuhku, maka kalian akan menyesalinya. Klan Lu pasti akan melakukan serangan balasan yang jauh lebih kejam!” ancamnya.
“Maksudmu Sekte Serigala Surgawi brengsekk itu akan membantu kalian?” cibir Xuan Ji yang membuat Sesepuh Klan Lu terkejut, karena tidak menyangka Sekte Pedang Abadi sudah mengetahui dalang dibalik kejadian ini. “Baiklah, aku akan menunggu mereka di sini!”
Tiba-tiba tubuh Sesepuh Klan Lu hancur berkeping-keping.
Meng Xi dan Ketua Klan Qing tidak menyangka Penatua Puncak Qianyun ternyata sangat kuat sekali, walaupun basis Kultivasinya hanya Ranah Raja Bumi saja.
Namun, Meng Xi tiba-tiba sadar ada yang salah di penginapan mawarnya.
“Oh, tidakkkkkk! Seharusnya kalian bertarung diluar sana, semua hancur dan para pelanggan juga kabur tanpa membayar!” Meng Xi berteriak histeris.
Xuan Ji dengan santai mengambil semua cincin dimensi milik Kultivator Klan Lu, kemudian berkata, “Apa yang dikhawatirkan oleh nona Xi? Klan Qing akan bertanggungjawab menanggung biaya kerusakan ini. Bukankah mereka yang menyewaku untuk menghadapi musuh tadi.”
Mata Meng Xi berbinar-binar, ia langsung mengambil sempoa dan menghitung biaya kerusakan properti Penginapan Mawar dan biaya yang belum dibayar oleh pelanggan serta kompensasi atas hilangnya pendapatan hari ini.
“Ah, eh … baiklah,” sahut Ketua Klan Qing tersenyum masam, terpaksa menutupi semua kerugian Penginapan Mawar. Dia terpaksa menurutinya karena tidak ingin menjadi musuh Xuan Ji yang dengan santai melenyapkan Raja Matahari.
Ketua Klan Qing mengeluarkan kantong kulit berisi Seribu Koin Emas dari cincin dimensinya dan menyerahkannya pada Xuan Ji.
“Karena keributan kecil ini sudah beres, maka aku akan pulang. Kalau lama-lama di sini, nanti cucu … eh, maksudku murid termudaku menangis dan menghancurkan koleksi lukisanku di Paviliun Puncak Qianyun,” kata Xuan Ji setelah menyimpan uang pemberian Ketua Klan Qing.
“Eh, Master Ji akan pulang sekarang? Cepat sekali,” sahut Meng Xi.
“Bagaimana bila Sekte Serigala Surgawi atau Klan Lu datang menyerang?” Ketua Klan Qing langsung ketakutan saat membayangkan ribuan Kultivator menyerbu Kota Qingxuan dan menghancurkan Klan Qing-nya.
“Tenang saja, kami sudah mengirim seseorang mengatasi mereka. Tunggu saja, dalam beberapa hari akan ada kabar baik kalau Sekte Serigala Surgawi mundur atau mungkin saja dihancurkan,” sahut Xuan Ji dengan percaya diri.
Ketua Klan Qing langsung menduga-duga, mungkinkah Sekte Pedang Abadi juga memiliki pendukung kuat dari wilayah tengah. Karena cuma itu jawaban yang paling tepat, karena yang terkuat di Sekte Pedang Abadi hanyalah seorang murid Ranah Kaisar Bumi.
Kalau yang ia duga memang benar, maka ia tidak perlu khawatir Klan Qing diserang oleh Sekte Serigala Surgawi manapun oleh Klan Lu. Kini ia bisa tidur dengan nyenyak bersama istri mudanya.
“Bagaimana kabar Meng‘er, Master Ji?” tanya Meng Xi penasaran dengan anak perempuan karyawannya yang meninggal dimakan oleh Siluman Ikan Sapu-Sapu tersebut.
Dia khawatir Meng Meng tidak pandai berbaur dengan murid-murid Sekte Pedang Abadi, karena gadis itu sangat pendiam dan tidak mau berteman dengan remaja seusia dengannya setelah kedua orangtuanya meninggal.
Xuan Ji yang telah terbang sepuluh tombak dari permukaan tanah menjawab, “Nona Xi tidak perlu khawatir, Meng‘er baik-baik saja. Bahkan basis Kultivasinya kini sudah di Ranah Pembentukan Dantian.”
Meng Xi sangat senang mendengarnya, ternyata Meng Meng berlatih dengan giat hingga basis Kultivasinya telah naik dua tingkat setelah mulai berkultivasi.
Ketua Klan Qing tiba-tiba teringat dengan putra tertuanya yang juga telah lama menjadi murid Sekte Pedang Abadi dan dulu sempat menjadi murid terkuat di sana. Namun, saat ia hendak menanyakan kabar Qing He, Xuan Ji telah menghilang dari pandangannya—padahal ia baru saja mengedipkan mata.
“Ha-ha-ha … sepertinya aku harus mengunjunginya suatu hari nanti dan membujuknya agar mau kembali ke Klan Qing untuk mewarisi posisi Ketua Klan,” gumam Ketua Klan Qing.
“Totalnya 500 Koin Emas, Ketua Qing!” seru Meng Xi yang membuat Ketua Klan Qing terbatuk-batuk, karena kompensasi yang harus ia bayar mahal sekali.
Dia mengerutkan kening saat menatap Meng Xi dan berpikir mungkin Meng Xi sengaja menaikkan biaya kompensasinya karena memiliki pendukung Penatua Puncak Qianyun.
Kalau Penginapan Mawar tidak memajang Plakat nama Penatua Puncak Qianyun, maka ia juga akan menaikkan upeti tahunan sepuluh kali lipat. Namun, ia tidak bisa melakukan hal itu karena takut Xuan Ji meratakan kediaman Klan Qing.
...***...
Saat Xuan Ji pulang ke Sekte Pedang Abadi, Zhuo Fan justru baru saja menginjakkan kaki di Kota Canglan.
Seperti yang dikatakan oleh Ketua Sekte Pedang Abadi, murid-murid Sekte Serigala Surgawi kini berlalu-lalang dengan santai di dalam Kota, seolah-olah Kota Canglan adalah wilayah kekuasaan mereka.
“Apakah leluhur merasakan aura Kultivator kuat di kota ini?” Zhuo Fan bertanya kepada Leluhur Klan Zhuo melalui telepati.
“Auraku tidak bisa menjangkau seluruh kota, tetapi aku merasakan aura beberapa Ranah Raja di kediaman Klan Lu,” sahut Leluhur Klan Zhuo.
“Klan Lu, ya,” gumam Zhuo Fan teringat dengan masa lalunya yang terlibat konflik dengan Klan Xiao. Sejak peristiwa itu, ia sangat membenci Klan yang bersikap arogan dan bila ada tuan muda sebuah Klan yang membuat masalah padanya, maka ia akan memusnahkan Klan mereka.
“Mulailah penyelidikan dari rumah bordil, di sanalah para Kultivator nakal biasa berkumpul,” kata Leluhur Klan Zhuo.
Zhuo Fan setuju dengan pendapat Leluhurnya itu. Para pemabuk biasanya tidak dapat merahasiakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dikatakan, tetapi karena haus akan pujian maka mereka secara tidak sadar akan membocorkan informasi rahasia.
Kebetulan juga, Matahari sudah tenggelam. Para pemabuk, pria hidung belang dan penjudi mulai mendatangi tempat itu.
Para wanita penghibur langsung mengerumuni Zhuo Fan saat ia baru melangkahkan kaki ke dalam rumah bordil. Ketampanannya menyihir mata gadis-gadis cantik tersebut dan mereka berharap dipilih oleh Zhuo Fan menemaninya malam ini.
Para pelanggan pria yang baru saja datang dan berharap dilayani oleh wanita cantik langsung mengeluh, kenapa tidak ada gadis-gadis yang merayu mereka.
Mereka juga mengutuk Zhuo Fan karena terlalu tampan dan mencibir kenapa ia malah mendatangi rumah bordil ini.
“Bubar kalian semua!” Tiba-tiba terdengar suara yang wanita yang sangat menggoda.
Para wanita penghibur yang mengerumuni Zhuo Fan langsung menjauh darinya, kemudian terlihatlah gadis cantik berdada besar berjalan melenggak-lenggok mendekati Zhuo Fan.
“Akh, kenapa bidadari Ling Yan malah mendatanginya? Menjadi tampan ternyata merupakan sebuah anugrah!” gerutu seorang pelanggan Pria cemburu wanita penghibur nomor satu di Kota Canglan itu mendekati Zhuo Fan.
Tidak sembarang Pria yang dapat meniduri Ling Yan. Bila mereka ingin menidurinya, maka mereka harus menyediakan Seribu Koin Emas dan tentunya harus berwajah tampan.
...***...
Catatan: Terimakasih untuk Sam Bang Dolan atas hadiah transferannya, semoga rejekinya semakin berlimpah 😁😁😁
Untuk yang mau donasi juga (cuan/pulsa), chat aja atau gabung grup chat Babang Tampan.