Dipo, seorang Demon Lord dengan sifat rendah hati dan kemampuan elemen yang luar biasa, telah menjelajahi dunia selama ribuan tahun, melindungi mereka yang lemah dan mencari kekuatan sejati yang disebut "Power of Light". Namun, keinginannya untuk menemukan cinta sejatinya tidak pernah pudar. Suatu hari, di tengah padang rumput yang luas, takdir membawanya bertemu dengan Mika, seorang putri pemalu dan berambisi dari Kerajaan Aisha.
mereka memicu sebuah perjalanan epik, mengembara bersama dalam pencarian kekuatan dan tujuan yang lebih tinggi. Mika, dengan sifatnya yang berambisi namun pemalu, membawa semangat baru dalam perjalanan Dipo. Bersama-sama, mereka membangun ikatan yang kuat, mengatasi rintangan yang sulit, dan menemukan keajaiban dalam setiap sudut dunia yang mereka jelajahi.
Tidak lama kemudian, di tengah petualangan mereka, mereka bertemu dengan dua pemuda luar biasa. Ven, pemuda dengan kekuatan transformasi Ace dan transformasi Taka dan agus dengan transformasi goustnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velerithing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ch 25 lagu ao no waltz dan insiden Mika dan Josse sulit bangun
Pada malam yang sunyi, Ven duduk dalam meditasi tengah malam, berusaha memulihkan kekuatan dari transformasi Ace-nya. Namun, ia terganggu oleh kehadiran Josse yang datang karena tidak bisa tidur.
"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Ven dengan lembut.
Josse menggosok matanya dengan lembut,
"Aku tidak bisa tidur, Ven Nii-chan."
Ven mengajak Josse untuk berbaring di pangkuannya. Ini adalah kali pertama Ven menyanyikan lagu untuk membantu seseorang tertidur. Ven meminta Josse untuk tidak memberi tahu siapa pun, dan Josse dengan setujuan setuju untuk tetap diam.
Melodi yang merdu pun memenuhi ruangan:
Natsukashisa ni oboreta mada aokatta bokura
Kumo ga nokoru aima tada taiyou wo miteita
Ozanari na bokura afuredashita koe ga
Tada taisetsu na koto wa tsutawaranai you ni dekiteta
Katachi no nai iromi wo dakishimete mita no
Kitai to fuan no hibi wo koukai no aji de shitta
Shiranai sekai e te wo nobashitakute
Tsuyogari no uso nado poketto ni shimatta
Yasashisa wo tsutsumu itami mo zenbu oboeteitakute
Tada negatte negatte umarekawatte mo
Futashika na mirai wo utatte wa furetakute
Tsutatte tsutatte hoho wo nagareru
Sono namida no aji wa itsuka no yakusoku
Tada hai ni natte oboroge ni natte
Tooku dokoka e kono yoru wo koete ao ni somaru
Yo mo sugara yume wo harimegurashita omoi wo
Mitsukaranai mama tsuki wa kage wo otoshita
Ne mo yarazu akete te mo hanasenakute
Akogareru kimi wo toozakete shimatta
Ano hi no boku no manazashi mo zenbu kasunde shimatte
Tada itakute itakute tamaranai
Sora no aosa wa fukaku iro wo harande wa tsumetakute
Tsutatte tsutatte yoseau kata wo
Furuwaseta kasuka na nukumori wo idaite wa
Mada minu sekai e hana wa kaze wo matte
Tooku doko ka e kono yoru wo koete ao ni somaru
Okashite kita ayamachi mo sono koukai sae mo
Kakegae no nai mono dakara
Tada negatte negatte umarekawatte mo
Futashika na mirai wo utatte wa furetakute
Tsutatte tsutatte hoho wo nagareru
Sono namida no aji wa itsuka no yakusoku
Tada hai ni natte oboroge ni natte
Tooku dokoka e kono yoru wo koete ao ni somaru
(dalam bahasa indonesia)( jika pembaca tidak mengerti bahasanya)
Kita yang masih muda tenggelam di dalam nostalgia
Melihat matahari di antara awan-awan yang tersisa
Suara yang meluap dari kita yang lelah akan hidup
Keluar begitu saja tanpa menyampaikan hal yang berharga
Aku mencoba memeluk warna yang tak memiliki bentuk
Menyadari hari penuh harapan dan keraguan dengan penyesalan
Aku menggapaikan tangan ke dunia yang tak diketahui
Mengantongi kebohongan berpura-pura kuat ke dalam saku
Aku ingin mengingat semua rasa sakit yang menyembunyikan kebaikan
Hanya berharap dan terus berharap, meski terlahir kembali
Aku ingin menyentuh dan menyanyikan masa depan yang tak pasti
Sampaikan, terus sampaikan, meski mengalir di pipi
Rasa air mata itu adalah janji yang terucap di masa lalu
Hanya berubah menjadi abu, lalu menjadi buram
Menuju tempat yang jauh, melalui malam ini dan terwarnai oleh biru
Pada perasaan yang merenungkan mimpi di sepanjang malam
Bulan menciptakan sebuah bayangan tanpa dapat ditemukan
Di saat fajar ketika tak bisa tidur, aku tak dapat melepaskannya
Sosokmu yang kukagumi lambat laut menjadi semakin jauh
Semua hal yang telah kulihat di hari itu menjadi semakin memudar
Hanya terasa sakit dan sakit, hingga tak terbendung
Biru langit yang dikotori oleh warna lebih pekat terasa dingin
Sampaikan, sampaikan, pada bahu yang berdampingan
Dengan memeluk sedikit kehangatan yang terus menyala
Menuju dunia yang belum diketahui, bunga pun menunggu angin
Menuju tempat yang jauh, melalui malam ini dan terwarnai oleh biru
Kesalahan yang dilakukan dan juga penyesalan
Adalah sesuatu yang tak dapat tergantikan
Hanya berharap dan terus berharap, meski terlahir kembali
Aku ingin menyentuh dan menyanyikan masa depan yang tak pasti
Sampaikan, terus sampaikan, meski mengalir di pipi
Rasa air mata itu adalah janji yang terucap di masa lalu
Hanya berubah menjadi abu, lalu menjadi buram
Menuju tempat yang jauh, melalui malam ini dan terwarnai oleh biru
Tak disengaja, Mika terbangun oleh melodi yang indah itu. Wajahnya terpana dan tertegun. Ven bisa bernyanyi! Ia memandangi Mika dengan wajah terduduk di pintu ruang tamu, membawa Josse yang tertidur.
"Apa yang kamu lakukan di dekat pintu?"
Ven bertanya dengan bingung.
Mika, panik, menjawab,
"Aku... aku ingin ke kamar mandi."
Ven mempercayai Mika dan kembali ke kamar dengan membawa josse yang tengah tertidur.
Ia memperingatkan Mika untuk berhati-hati di kamar mandi. Sambil merenung,
Mika berpikir,
"Mungkin suatu hari nanti, aku akan meminta Ven untuk menyanyikan lagu ini untukku sebelum tidur."
Dengan pikiran yang dipenuhi oleh melodi, Mika akhirnya tertidur dalam ketenangan malam.
Pagi hari tiba dengan kebiasaan mereka yang sudah terbangun. Dipo, Ara, Ven, yuuka, Amon.dan Airi mulai beraktivitas seperti biasa. Namun, demon lord dipodan Ara curiga karena Mika dan Josse masih belum bangun. Biasanya, keduanya adalah yang pertama bangun.
Sementara itu, Mika dan Josse masih terhanyut dalam melodi lagu yang dinyanyikan oleh Ven semalam. Mereka terlelap oleh melodi yang begitu indah. Tiba-tiba, Ven muncul di kamar Mika dan membangunkan mereka dengan lembut. Dia menyadari bahwa lagu yang dinyanyikannya semalam terlalu memikat dan membuat mereka sulit untuk bangun.
"Jika kalian masih belum bangun, aku tidak akan menyanyikan lagu untuk kalian berdua,"
bisik Ven lembut ke telinga mereka berdua.
Kedua orang itu spontan terbangun dan terkejut melihat orang-orang di sekeliling mereka. Mereka segera meminta maaf karena bangun terlambat, lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Mereka bertiga kemudian bergabung dengan yang lainnya di ruang tengah, siap untuk memulai hari ini dengan semangat baru. Mika dan Josse berterima kasih kepada Ven atas lagu yang indah dan bersumpah untuk tidak terlalu larut tidur lagi.
Hari itu berlalu dengan ceria, dipenuhi dengan tawa dan kebersamaan. Semua orang merasakan kehangatan keluarga yang terjalin di antara mereka. Setiap saat berharga dan penuh makna.
Mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya. Di dalam perjalanan, Demon Lord demon lord dipotidak bisa menahan rasa penasarannya dan akhirnya bertanya pada Ven tentang kejadian tadi pagi.
"Ven, aku tidak tahu kau bisa bernyanyi. Apa lagu apa yang kau nyanyikan tadi malam hingga membuat Mika dan Josse bangun terlambat?" tanya demon lord Dipo, penuh dengan rasa ingin tahu.
Semua orang yang ada di sekitar mendengar pertanyaan demon lord dipodan mereka juga ikut penasaran. Ven tersenyum dan menjawab dengan hangat,
"Aku menyanyikan lagu waltz berwarna biru. Itu adalah lagu yang dulu dinyanyikan oleh ibuku."
Mika terkejut mendengar jawaban Ven. Tanpa ragu, dia mencubit pipi Ven dengan lembut,
"Kamu selalu saja membuatku terkejut, terutama dengan nyanyianmu tadi malam. Hampir saja aku tidak bisa bangun."
Ara yang berada di sampingnya juga ikut tersenyum dan mencubit pipi Ven dengan lembut. Josse, yang sebelumnya sulit untuk bangun, sekarang tersenyum.
demon lord dipo dan Amon, yang melihat kejadian tersebut, langsung lari dan menghilang sejenak. Mereka berdua merencanakan sesuatu dengan senyuman jahil di wajah mereka.
Ven pun, atas permintaan dari Mika dan Ara, dengan senang hati menyanyikan lagu pada perjalanan berikutnya. Suara indahnya mengisi udara, membawa ketenangan dan kehangatan di antara mereka.
Hari itu diisi dengan tawa, lagu, dan cerita-cerita indah. Mereka semua merasakan betapa istimewanya momen yang mereka bagikan bersama.