Puspa Melita seorang gadis berusia 14 tahun yang harus kehilangan Ibunya dengan cara yang mengenaskan diakibatkan orang ketiga, kematian Ibunya membuat seorang gadis yang dulunya ramah, penuh senyum, dan juga ceria berubah 360° menjadi gadis yang pendiam dan penuh dengan dendam.
Puspa sudah menyusun rencana yang sangat matang untuk membalas dendam kepada orang yang sudah menghancurkan Ibunya.
" Kau hancurkan Ibuku, Ku hancurkan keluargamu. " Puspa melita dengan segala dendam kesumatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Setelah cukup lama diam akhirnya dokter Ayu mulai membuka suaranya.
" Untuk Pak Ferry hasilnya sangat bagus, sel spermanya sehat dan dapat membuahi dengan baik. " Dokter Ayu menjelaskan hasil pemeriksaan Ferry namun dokter Ayu menjeda ucapannya.
" Alhamdulillah. " Ferry mengucap syukur karena hasil pemeriksaannya baik dan sesuai dengan harapannya.
" Kalau saya bagaimana dokter pasti hasilnya baik juga kan sama seperti milik suami saya? " Vera menimpali karena dirinya sudah sangat tidak sabar mendengar hasilnya.
" Sebelumnya saya mau bertanya dulu, apa selama ini Ibu Vera tidak mengalami yang namanya menstruasi? " dokter Ayu bertanya sembari menatap wajah Vera dengan serius.
" Tidak dok memangnya kenapa? Bukannya itu normal ya? " Vera menjawab dengan santai sementara dokter Ayu menahan napasnya mendengar jawaban pasiennya yang terlihat begitu santai.
" Dari mana Ibu tau kalau tidak menstruasi itu sebuah kondisi yang normal? " ujar dokter Ayu bertanya.
" Ya tidak dari mana-mana dok, dari pada menstruasi setiap bulannya itu sangat merepotkan dan menjijikkan, jadi menurut saya yang tidak menstruasi seperti saya itu lah yang normal. " Vera menjawab tetap dengan gayanya yang santai dan lagi-lagi dokter Ayu hanya bisa menahan napasnya sambil menggelengkan kepala.
Dokter Ayu sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran dari pasiennya yang satu ini, jika pasiennya yang lain akan merasa sangat khawatir jika tidak menstruasi namun untuk yang kali ini ia malah santai dan terlihat bahagia jika tidak menstruasi.
" Tapi sebelumnya mohon maaf Ibu Vera, tapi apa yang Ibu Vera alami merupakan sebuah kondisi yang tidak normal dan menstruasi yang di alami oleh seorang wanita merupakan hal yang sangat normal bahkan sangat baik, jadi sekali lagi saya mohon maaf dengan berat hati berdasarkan hasil tes yang sudah Ibu lakukan semalam jika Ibu Vera di diagnosa tidak bisa memiliki keturunan karena Ibu Vera tidak memiliki rahim atau yang biasa disebut dengan MRKH syndrome . " Akhirnya dokter Ayu memberitahukan prihal kondisi Vera yang sebenarnya.
Jedeeer...
Bak tersambar petir di siang bolong Ferry sangat terkejut saat mendengar penjelasan dari dokter Ayu,, Ferry sampai membulatkan kedua matanya dan dia sampai tidak bisa berkata-kata saat mendengar kenyataan yang ada. Namun berbeda dengan Vera yang malah tertawa kecil dan menganggap penjelasan dari dokter Ayu adalah sebuah lelucon.
" Hihihi dokter Ayu lucu juga ya? Ayolah dok ini bukan bulan April jadi jangan membuat April mop dan dokter jangan lagi bercanda. " Vera berucap dengan gayanya yang masih juga terlihat santai dan sepertinya apa yang di ucapkan oleh dokter Ayu bukanlah sebuah masalah yang besar bagi Vera.
" Maaf Ibu Vera tapi apa yang saya katakan adalah sebuah kenyataan, Ibu Vera tidak pernah mengalami menstruasi di sebabkan karena Ibu Vera tidak memiliki rahim dan dengan terpaksa saya kembali mengatakan jika Ibu Vera tidak akan pernah bisa mengandung. " dokter Vera menyahut sembari mempertegas diagnosanya.
" Ini gak mungkin dokter, dokter pasti berbohong. " Vera langsung mengambil surat hasil pemeriksaan tersebut dan kedua matanya langsung melotot saat membaca hasilnya.
" Ini gak mungkin dokter, ini pasti salah, ini gak bener. " Vera menggelengkan kepalanya dengan kuat karena tidak terima dengan hasil pemeriksaan tersebut.
Vera yang tadinya masih bisa tertawa sekarang sudah berderai air mata saat mengetahui sebuah fakta besar yang akan merubah hidupnya mulai hari ini.
" Hasilnya tidak mungkin salah Ibu Vera, karena kami sudah mengeceknya sampai beberapa kali dan hasilnya tetap sama. " Dokter Ayu menjawab ucapan Vera yang masih juga belum percaya.
" Jika Ibu Vera masih ragu, Ibu bisa memeriksakan kondisi Ibu Vera di rumah sakit lain dan saya yakin 100% jika hasilnya pasti akan sama. " ucap Dokter Ayu memberi saran.
" Tidak usah dokter karena kami percaya dengan hasilnya, kalau begitu kami permisi dulu selamat siang. " sambung Ferry yang langsung keluar dari dalam ruangan dokter Ayu tanpa mengajak istrinya.
Melihat suaminya yang tiba-tiba pergi Vera ikutan bangkit dan mulai melangkah mengikuti suaminya yang sudah terlebih dahulu keluar dari ruangan dokter Ayu.
" Kamu mau kemana Mas tungguin. " Vera memanggil suaminya yang tiba-tiba pergi tanpa mengajak dirinya.
Tanpa mengucapkan permisi Vera langsung keluar begitu saja dari dalam ruangan dokter Ayu mengejar suaminya yang sudah melangkah jauh. Ferry yang benar-benar sangat kecewa sekaligus terpukul terus melangkah dengan lebar menuju ke parkiran dimana mobilnya berada, tidak dia pedulikan suara istrinya yang terus menerus berteriak memanggil dan mengejar dirinya.
Sampai di parkiran Ferry langsung masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan istrinya yang masih memanggil dan terus mengejar dirinya.
" Bodoh kamu Ferry bodoh, bagaimana mungkin kamu tidak sadar jika Vera tidak pernah menstruasi selama ini? " Ferry memaki dan merutuki kebodohannya yang tidak pernah menyadari jika selama mereka menikah Vera memang tidak pernah mentruasi atau datang bulan.
" Bodoh kamu Ferry bodoh. " Bukan hanya merutuki kebodohannya, Ferry juga memukul kepalanya sendiri berkali-kali.
Ferry melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah luar kota, namun dia sama sekali tidak memiliki tujuan yang pasti karena yang dia butuhkan saat ini adalah menenangkan diri dari kabar yang sangat mengejutkannya.
Ferry terus dan terus melajukan mobilnya hingga tidak terasa dari matahari yang masih berada di singgasananya hingga sang Surya kembali ke peraduan barulah Ferry menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan yang dirinya sendiri tidak tahu sekarang ada dimana, tapi yang pasti dari tempatnya sekarang ia dapat melihat deretan lampu rumah warga yang menyala dan juga lampu mobil yang berjajar seperti seekor ular yang sedang meliuk-liuk. Setelah mobilnya berhenti Ferry keluar dari dalam mobil lalu berteriak sekencangnya hingga urat lehernya menegang.
" Haaaaaaa BERENGSEK. " Ferry berteriak sambil memaki.
" Kenapa semua ini harus terjadi? sekarang apa yang harus aku lakukan? Kalau tetap bersamanya aku tidak akan pernah memiliki keturunan sementara aku sudah sangat menginginkan hadirnya seorang buah hati. " Ferry terus berteriak mengeluarkan beban yang ada di hatinya.
Setelah puas berteriak hingga tenggorokannya terasa sakit, Ferry naik ke atas kap mesin mobil lalu merebahkan tubuhnya sana sambil memandang langit hitam yang berhiaskan bintang. Tidak ada yang Ferry lakukan di sana, ia hanya diam sambil memandang langit malam. Di dalam mobil sudah berpuluh-puluh kali ponselnya berbunyi namun Ferry sama sekali tidak berniat untuk menjawabnya. Telponnya terus berdering hingga berhenti dengan sendirinya karena kehabisan daya baterai.
Ferry terus berada di sana hingga tanpa terasa ia ketiduran dan tepat saat tengah malam dirinya baru masuk ke dalam mobil karena tidak tahan dengan hawa dingin yang menusuk kulit hingga tembus sampai ke tulang, apa lagi ditambah banyaknya nyamuk yang menggigit.
Saat dirinya akan memejamkan matanya kembali, Ferry baru teringat akan hadiah pemberian Lita yang belum di buka saat melihat jok samping hadiah tersebut sudah tidak ada lalu Ferry menghidupkan lampu plafon mobil dan mencari hadiah tersebut dan akhirnya ketemu juga di bawah.
Karena penasaran Ferry langsung membuka hadiah tersebut yang isinya terdapat sebuah kotak yang berisi surat dan sebuah test peck dengan dua garis merah yang sangat terang, walau pun dia belum pernah memegangnya namun Ferry mengetahui jika itu benda tersebut adalah sebuah test peck.
" Test peck? kenapa Lita memberikan test peck ini padaku, apa jangan-jangan. " ucap Ferry tertahan lalu dirinya segera membaca surat yang ada di dalam kotak tersebut.
ANAK2 DELIA SEMUA JUTEX SOMBONG YA GAK ADA YG RAMAH BAIK SAMA ART KASAR SOMBONG🙈😡