NovelToon NovelToon
Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Menantu Pria/matrilokal / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Romansa
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.4
Nama Author: Mr. Jay H

"Akhirnya! Akhirnya aku menceraikan sampah ini. Aku sangat bahagia!" Lily memeluk surat perjanjian perceraian itu dan menghela napas lega. Wajahnya dipenuhi sukacita dan kegembiraan.

"Pergi dari sini," bentak Justin. Jika tidak sedang lemah tanpa kultivasi, dia sudah akan menampar wajah jelek Lily.

"Kenapa aku harus keluar? Dasar Bajingan!" Lily mencibir dan berkata, "Kuberi tahu saja, aku akan menikahi Soren pada tanggal lima belas bulan depan. Apa kamu sangat sedih? Meski begitu, jangan mati pada hari aku menikahi Soren. Jangan memberi kami kesialan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Jay H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Justin menatap Bennett dengan dingin sembari tersenyum sinis. "Bennett, aku tidak tahu sudah berapa kali kamu meniduri Alivia. Kalau kamu memang jantan, jangan pelit dan belikan dia liontin yang sama."

Justin meraih tangan Norah, lalu melangkah pergi setelah mengatakan hal itu.

Sementara itu, Bennett hampir menangis.

Bennet membatin, harganya lebih dari tiga ratus ribu dolar. Apa kamu ingin aku menjual organ tubuhku untuk membelinya?

Namun, Alivia merasa bahwa Justin mengatakan hal yang benar. Dia merangkul lengan Bennett seraya berkata, "Bennett, aku juga ingin liontin yang dipakai Norah."

"Nah, Alivia..." Wajah Bennett memucat. Dia berharap bisa menggali lubang, lalu bersembunyi di dalamnya. Mengapa Alivia menganggap serius perkataan Justin?

"Aku menginginkannya." Bibir Alivia mengerucut, dia kembali bertingkah seperti anak kecil yang manja.

Bennett begitu putus asa. Dia benar-benar tidak punya pilihan, jadi dia bertanya, "Lalu, maukah kamu menurut padaku?"

"Aku selalu menurut." Alivia senang. Alivia pun berpikir, apa dia setuju membelikannya untukku?

Namun, yang dikatakan Bennett selanjutnya membuat Alivia marah.

"Kalau begitu, menurutlah. Dengar, kita tidak perlu membelinya." Bennett menyeringai, lalu berlari usai mengatakannya.

"Bennett! Jangan lari! Berhenti!" Alivia dengan marah memukul dadanya sendiri sembari menghentakkan kakinya. Kemudian, dia berusaha menyusul Bennett.

Namun, pegawai yang melayani mereka tadi sangat marah.

"Dasar pasangan kurang ajar! Kalian membuatku memperlakukan orang kaya tadi sebagai orang miskin. Sekarang kalian melarikan diri, bahkan tanpa membeli cincin yang hanya senilai lima puluh ribu dolar. Aku akan mengutuk kalian."

Setelah Justin dan Norah meninggalkan toko itu, mereka jalan-jalan berdua cukup lama. Baru pada pukul sembilan malam, mereka naik taksi untuk kembali ke daerah rakyat jelata.

"Justin, terima kasih karena sudah memberikanku hadiah yang sangat berharga dan mentraktirku makan makanan yang enak. Hari ini adalah hari terindah yang pernah kualami sejak aku kecil," ujar Norah malu-malu saat Justin mengantarnya hingga ke depan rumah. Jantung Norah berdebar dengan begitu kencang.

Norah merasa bahwa inilah awal yang baru baginya dan Justin.

"Ini bukan apa-apa. Lihatlah betapa senangnya dirimu. Aku akan mengajakmu keluar untuk bersenang-senang lain kali," sahut Justin.

Secara mengejutkan, terdengar sebuah suara penuh kemarahan tepat ketika Justin menyelesaikan ucapannya.

"Tidak akan ada lain kali. Hari ini, aku akan mematahkan kakimu!"

Seorang pria paruh baya bergegas keluar dengan membawa tongkat kayu yang digunakan untuk mengunci pintu.

"Sialan!" umpay Justin sembali berbalik untuk berlari.

"Ayah! Apa Ayah sudah tak waras?" Norah tercengang.

"Aku akan berurusan denganmu nanti!" Dustin menatap marah putrinya. Kemudian dia berusaha mengejar Justin.

"Justin, jangan lari. Aku akan mematahkan kakimu hari ini,

jangan sampai kamu merusak putriku!"

"Apa kamu gila, Dustin? Mengapa aku merusak putrimu?" tanya Justin sambil berlari.

"Kalau kamu tidak merusaknya, lalu mengapa kamu terlambat membawanya pulang? Aku curiga kalau kamu sudah merusaknya!" seru Dustin sambil berlari.

"Persetan denganmu! Kamu tidak peduli dengan reputasi Norah, tapi aku tetap peduli dengan reputasiku. Aku gagal menjadi benalu karenamu. Aku akan menghancurkan restoran cepat sajimu."

"Kamu berani mengancamku? Berhenti. Aku akan membunuhmu!"

Setelah dikejar-kejar oleh Dustin di tiga jalan, Justin akhirnya berhasil melepaskan diri. Dia memutuskan untuk pergi ke tepi sungai pinggir kota untuk berkultivasi.

Awalnya, Justin ingin memberikan gelang yang tadi dibelinya kepada ibunya, tetapi dia gagal kembali ke rumah. Dia mengambil gelang itu untuk berkultivasi saat memikirkan bahwa akan ada banyak hadiah pertunangan yang berharga ketika dia menjadi menantu Keluarga Webster.

Bulan bersinar di langit. Kultivasi Justin nyaris tidak mencapai puncak Pemulihan Energi.

Semakin tinggi kultivasi seseorang, semakin lambat kemajuan kultivasinya.

Ketika Justin bangkit dan hendak pergi, dua sosok yang tak asing mendekatinya.

"Jihan."

"Tiger."

"Tuan Dirgantara!"

Mereka berdua pun membungkuk dengan hormat kepada Justin.

Mereka sering berlatih bela diri di tempat ini. Namun, mereka tidak menyangka akan bertemu Justin lagi hari ini. Justin baru saja duduk bersila, jadi Jihan dan Tiger tidak berani mengganggu Justin karena takut akan memengaruhi kultivasi pria itu. Jihan dan Tiger baru berani mendekati Justin ketika pria itu bangkit.

Mereka tidak tahu cara memanggil Justin yang tepat karena Justin adalah seorang dokter yang genius dan seorang kultivator yang sangat baik. Jadi, mereka memanggil Justin dengan Master Dirgantara.

"Oh, Jihan, Tiger. Kalian ada di sini. Aku menerima delapan juta dolar kemarin. Lumayan, kalian pintar." Justin tersenyum.

Jihan dan Tiger sangat gembira ketika mendengarnya. Mereka tahu bahwa Justin sudah memaafkan perilaku tidak sopan mereka kemarin.

"Master Dirgantara, apa Anda akan menikahi Vina?" tanya Jihan.

"Aku tidak akan menikahinya, tapi aku akan menjadi benalu." Justin menyeringai.

Jihan terpaku.

Orang yang luar biasa seperti itu akan menjadi benalu?

"Kenapa kamu menanyakannya?" tanya Justin.

"Begini," sahut Jihan dengan hormat, "menurut informasi yang terpercaya, keluarga Webster sudah mengumumkan tentang perekrutan menantu di masyarakat kelas atas Ibu Kota dan Kota Silvia..."

"Aku tahu itu. Tidak ada yang bisa merebut wanita yang kuinginkan," sela Justin memotong ucapan Jihan.

"Tentu." Jihan awalnya tertegun, lalu dia tersenyum.

Asalkan lawannya bukan dari keluarga bangsawan teratas di Ibu Kota dan Kota Silvia, nyaris tidak ada orang yang bisa bersaing dengan Justin.

Namun, para putra dari keluarga teratas di kedua kota itu tidak akan menikah dengan keluarga kelas dua seperti Keluarga Webster. Oleh karena itu, lawan Justin seharusnya tidak terlalu kuat.

"Namun, Master Dirgantara. Saya ingin mengatakan bahwa Anda harus memperhatikan keselamatan Vina," kata Jihan serius.

Justin mengernyit sembari bertanya, "Apa maksudmu?"

Jihan menjawab, "Alasan mengapa Gilbert tergesa-gesa mencari suami untuk Vina adalah karena dia tahu bahwa dia akan segera meninggal. Setelah dia meninggal, Keluarga Webster akan dibagi antara tiga keluarga besar lainnya di Weston. Namun, tiga keluarga besar lainnya sudah memikirkan hal ini. Bagaimana mungkin mereka bisa membiarkan Gilbert berhasil mendapatkan suami untuk Vina?"

"Kalau saya tidak salah, tiga keluarga lainnya pasti sudah merencanakan cara untuk menyingkirkan Vina. Asalkan Vina tiada, Keluarga Webster tidak akan bisa mendapatkan menantu bangsawan. Kalau Gilbert meninggal, Keluarga Webster akan musnah."

Justin merasa bahwa perkataan Jihan masuk akal, tetapi Justin tidak menduganya.

"Kalau begitu, tolong kirim seseorang untuk melindungi Vina secara diam-diam. Kalau aku tidak salah, Keluarga Webster akan mengirim seseorang yang akan menyuruhku untuk menyelamatkan Gilbert dalam satu atau dua hari lagi," kata Justin.

"Saya sudah mengirim orang untuk mengawasi Vina."

"Bagus sekali, Jihan. Kamu benar-benar tahu cara mengerjakan pekerjaanmu."

"Vina adalah wanita yang Master Dirgantara sukai. Bagaimana mungkin saya tidak menjaganya?"

Berita pagi Weston hari ini melaporkan bahwa Justin menyebabkan sensasi besar di Klinik Tradisional Pusaka kemarin.

1
Ali Rahman
udah 2026 nih novel kaga lanjut² malah gantung ceritanya
azizan zizan
perrrgggg mc belom bertarung lagi memang hebat lah kau Thor sampai dua tiga bab hanya bacut bacutan....
azizan zizan
banyak bacut pula tuh..adehhh
azizan zizan
udah itu beban di bawanya juga udah tahu setiap jalan yang ia lalui bakal berdarah... hero Tamil bener Nih ..
azizan zizan
lah ini mana si mcnya kok sebelom2 ini terlalu sombong bicaranya eh malah diem...
azizan zizan
seorang isteri yang mempunyai latar belakang yang hebat bijak pandai pun tolol...padahal udah beberapa kali berlaku sesuatu didepan mata itu aja ngak boleh mikir... wahhh payah beno..
azizan zizan
kopinya habis Thor kilangnya udah tutup...🤭🤭🤭🤭
azizan zizan
mc terlalu bersemangat untuk membunuh orang lain tapi tidak becus terhadap keadaan sekelilingnya terutama isteri atau keluarga... hebat tapi tiada guna...
azizan zizan
Omar siapa pulak Thor..
azizan zizan
bina itu baru aja cakap akan percaya pada mc...sekarang nah jadi tidak yakin pula gimana tuhhh...
azizan zizan
hebat banget sampai di ulang...👍👍👍👍🤣🤣
azizan zizan
ATHOR kurang cukup tidur Nih sampai di ulang penulisannya...🤣🤣🤣👍
Amir Hasan
lanjut aja dulu🤭
Amir Hasan
ribet amat balas dendam
LING
udah tau translate tapi gada usaha buat perbaikan, apa kek gini yg KATANYA penulis ?
Rai Gojess
lanjut la Thor...mau dekat setahun gak ada update, jangan jadi author kalau gantungin cerita
Suradi Radi
bagus sekali
Azka fernando
mantap thoor
Fatkhur Kevin
cerita e menggantung
OI
mc nya banyak bacot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!