Kehidupan Zhen Yuan yang mendapatkan tadir bersama dengan Xiao, dewa pengetahuan agung yang mendapat berkah dari surga sekaligus kutukan pembawa kehidupan roda kelahiran kembali...
update tiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Nurwahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 25
“Patriak, sepertinya kita tidak akan bisa untuk mendapatkan
lebih banyak tempat untuk tahun ini.” Yan Yocai segera menyela dengan penuh
sopan setelah mendengar sindiran dari patriak.
“Apa maksudmu? Apa kau tidak yakin keluarga Yan kita tidak
mampu untuk mendapatkan tempat tahun ini?”
“Benar, kalian berlima merupakan generasi penerus dari
keluarga kita, dan hanya beberapa generasi muda yang mampu bersaing dengan
kalian dari berbagai keluarga besar.”
“Apa kalian meresa lebih lemah dari para generasi muda
keluarga rendah itu?”
Para tetua segera mengeluarkan pendapat ketidak setujuan
mereka pada Yan Yocai. Menurut mereka Yan Yocai sangat pesimis dan tidak yakin
akan kekuatan yang ia miliki. Namun beberapa orang disana juga tidak merasa
seperti itu, termasuk patriak dan empat orang lainnya.
Patriak Yan Gizau sebelumnya telah mendapatkan informasi dan
sangat setuju dengan pendapat dari Yan Yocai. Menurutnya tahun ini adalah tahun
yang berat bagi keluarga Yan untuk maju dalam kontes bakat.
Jika kontes bakat tahun ini tidak mendatangkan keuntungan
bagi keluarga Yan maka kedepannya keluarga Yan pastinya akan menurun, ini yang
tidak diinginkan oleh keluarga Yan khusunya patriak. Begitupula dengan pendapat
tetua Yan Men dan tetua Yan Yu.
Mereka berdua juga mengetahui saingan tahun ini sangat berat
dan mereka juga merasa sangat pesimis dengan anak- anak mereka, Yan Yocai dan
Yan Yu untuk maju dalam kontes bakat. Namun selepas dari pemikiran mereka
berdua, beberapa tetua kembali maju dan menuduh Yan Yocai memberikan ‘Semangat
palsu’ pada rekan- rekannya.
“Yan Yocai, saya akui beberapa generasi muda keluarga
Cenglou lebih unggul daripada kita namun setidaknya kita masih berkesempatan
besar untuk mendapatkan tempat kedua atau setidaknya ketiga dalam kontes tahun
ini.” ucap tetua Yan Wei dengan sinis.
Adapun Yan Yocai tidak lagi bisa berkata- kata setelah
mendengar ucapan Grand Eder Yan Wei. sejujurnya ia ingin membantah ucapan Yan
Wei namun setelah dipikir kembali, ia tidak memiliki status dan posisi untuk
melakukannya.
Tetua Yan Wei merupakan Grand Elder dari keluarga Yan. Salah
satu anaknya juga merupakan generasi muda berbakat keluarga Yan, Yan Poi. Anaknya
hanya kalah dengan Yan Sennai yang merupakan murid langsung dari patriak Yan
Gizau.
Mendengar sindiran dari Grand Elder Yan Wei membuat wajah
Yan Men menjadi muram, jelas ia merasa sangat tersinggung dengan ucapan dari
grand elder Yan Wei.
“Tetua Yan Wei, apa maksudmu dengan itu? kau sungguh merasa
Yan Poi sangat hebat hingga mampu meraih tempat kedua atau ketiga? apa kau
melupakan Yan Sennai, ada juga beberapa generasi muda keluarga Cenglou yang leih
hebat dari anakmu” tetua Yan Men balik membalas.
Walaupun Yan Wei merupakan Grand Elder dari keluarga Yan
namun statusnya saat ini tidaklah lebih rendah dari Yan Men yang merupakan
tetua terhormat desa Cenglou. Belum lagi kekuatan dari tetua terhormat desa
bukanlah sesuatu yang bisa dibandingkan dengan kekuatan dari grand elder
keluarga Yan semata. Sebab itulah Yan Men sama sekali tidak takut dengan posisi
Yan Wei sebagai Grand Elder.
“Tetua Yan Men sepertinya saya harus sering menegurmu dimasa
depan. Kau tidak lagi menghargai grand elder keluarga Yan!”
“Grand Elder, jaga batasmu! Saya Yan Men adalah tetua
terhormat desa Cenglou saat ini! kau tidak pantas untuk berbicara seperti itu
denganku!!”
“Yan Men, kau sepertinya sudah sangat lupa diri dengan statusmu sebagai anggota keluarga Yan.
Walau kau telah menjadi kepala desa sekalipun tapi kau tetap akan menjadi
keluarga Yan dan saya sebagai grand Elder dari keluarga ini sangat berhak untuk
menegurmu.”
Yan Men dan Yan Wei sepertinya tidak lagi mengingat alasan
mereka berdua berkumpul hari ini. Keduanya telah tenggelam dengan perkelahian
mulut yang tidak ada habisnya itu. Patriak Yan Gizau memiliki ekspresi muram saat
ini melihat mereka berdua.
“Para tetua, sejujurnya ada beberapa hal yang kami
sembunyikan dengan kalian sehubungan dengan pernyataan Yan Yocai” Patriak
memilih untuk menengahi setelah melihat para tetua mulai berdebat.
“Apa maksudnya patriak?” Grand Elder Yan Wei tentu tidak
senang setelah mendengar patriak menghentikannya dan membantu tetua Yan Men.
Sebab itu ia tidak sesopan biasanya ketika bertanya pada patriak Yan.
“Huh! Sungguh tidak sopan!” Sela tetua Yan Men, ia tentu
tidak ingin melepaskan kesempatan untuk menjatuhkan Yan Wei dihadapan patriak
Yan.
“Mohon maaf patriak, para tetua, Grand Elder!” tepat ketika
Patriak Yan Gizau ingin menjelaskannya pada tetua Yan Wei, entah mengapa Yan
Yocai memotong ucapan patriak.
Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk menjelaskan
pada tetua Yan Wei alasan dari perkataannya. “Ini tidak lain adalah karena saya
bersama dengan Yan Niau mengetahui kekuatan dari beberapa generasi muda
keluarga Cenglou setara dan bahkan bisa jadi lebih kuat dari kita. Mungkin
hanya senior Yan Sennai yang mampu mengalahkan beberapa dan mampu imbang dengan
jagoan nomor satu generasi muda keluarga Cenglou.
Dengan begitu senior Yan Sennai dapat mengambil tempat kedua
dalam kontes bakat tahun ini. Namun beberapa hari yang lalu, saya bersama
dengan Yan Niau beruntung mengetahui kekuatan dari Zhen Yuan jauh lebih kuat. Bahkan
mungkin tidak mustahil baginya untuk mengalahkan senior Yan Sennai dengan
mudah.