"Ini semua bukan kemauan aku kan, aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi, hanya saja kesalahan ku dalam memilih pasangan membuat aku terpaksa menerima perjodohan ini,...." Yunda menundukkan kepala nya berusaha menyembunyikan air mata nya yang hampir menetes,
Yuda yang duduk didepan nya hanya memutar bola mata malas, ia sangat benci melihat wanita menangis...
"Ingat Yunda, aku menyetujui pernikahan ini karna papaku, jadi jangan pernah berharap lebih dari hubungan ini,..."Ujar Yuda dengan tegas kemudian berdiri lalu meninggalkan Yunda yang hanya menunduk diam...
Akankah pernikahan kedua adik kakak ini berjalan mulus tanpa hambatan, atau malah akan hancur berantakan karna tidak ada nya cinta antara kedua nya???....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26) Kabar bahagia
Satu bulan telah berlalu, hubungan Yunda dan Yuda pun semakin membaik, tapi belum ada tanda-tanda adanya cinta diantara mereka,.....
"Yund sebaiknya kabar bahagia ini kita sampaikan kepada kedua orang tua khi, agar nantinya mereka tidak terlalu terkejut, mereka juga berhak tau kan kalau kamu sedang hamil..."saran Yuda melihat istrinya yang sedang memperhatikan perutnya yang masih rata....
"Aku juga berpikir begitu kak, aku takut nantinya mereka kecewa karna kita terkesan menyembunyikan kehamilan ku, mungkin kita bisa memberitahu mama sama papa dulu setelah itu kita kerumah orang tuaku...."Yunda duduk ditepi ranjang, menyampaikan maksud nya, matanya terlihat berbinar kala menyebut kedua orang tua nya, sejak menikah Yunda jarang menemui kedua orang tua nya, dia akan berkunjung kerumah mama dan papa nya kala waktu libur bekerja saja....
"Terserah kamu aja yang penting kamu seneng....."Ujar Yuda mengelus lembut kepala Yunda, kedua nya pun memilih tidur karna waktu sudah menunjukkan larut malam.....
.......
Pagi harinya, seperti yang Yunda dan Yuda sepakati, mereka pun memberitahu perihal kehamilan Yunda kepada mama Laras dan papa Irfan, keduanya begitu terkejut kala mengetahui jika Yunda telah hamil dan sudah memasuki bulan kedua, tentunya papa Irfan begitu senang lain hal nya dengan Mama Laras dia terlihat biasa-biasa saja saat Yuda memberitahu jika Yunda sedang hamil....
"Pa, ma, aku mau kasih kabar gembira untuk kalian, tapi sebelumnya kami minta maaf karna sempat merahasiakan perihal ini...."Ujar Yuda kala melihat papa nya yang sudah selesai dengan sarapan, terlihat lelaki itu menunggu apa yang Yuda ingin sampaikan....
"Yunda sekarang sedang hamil, dan usia kandungan nya sudah memasuki bulan kedua...."kelakar Yuda dengan raut wajah bahagia, mata papa Irfan berbinar mendengar kabar bahagia yang disampaikan oleh putra semata wayangnya.....
"Alhamdulillah, akhirnya Yunda hamil, ma sebenarnya lagi kita akan menjadi Oma dan Opa, sebentar lagi kita memiliki cucu, papa sangat senang mendengar nya Yuda,...."Papa Irfan begitu senang mendengar berita itu, Yunda melirik mama mertua nya yang tak menunjukkan reaksi apapun, sudah Yunda tebak jika berita kehamilan nya sama sekali tak akan merubah sikap mertua nya pada nya, entah dengan berita apa lagi dan cara bagaimana lagi yang harus Yunda lakukan agar mama mertua nya itu mau menerima kehadiran nya.....
Bukan hanya Yunda, Yuda dan papa Irfan pun memperhatikan reaksi mama Laras tapi wanita berusia 48 tahun hanya diam saja tanpa ekspresi, papa Irfan melirik menantu nya hanya hanya menunjukkan senyuman paksa menyadari liriknya papa mertua nya yang seolah meminta maaf atas sikap mama Laras pada Yunda, sementara Yuda hanya bisa menggenggam tangan sang istri dibawa meja, Yuda menoleh kesamping dan tersenyum hangat yang dibalas senyuman oleh Yunda....
"Mama udah selesai makan pa, mama tunggu diruang keluarga ya, soalnya disini gerah..."mama Laras langsung berdiri meninggalkan ketiga orang yang masih stay dimeja makan, papa Irfan menggelengkan kepala nya melihat sikap sang istri pada menantu nya.....
"Maafkan sikap mama mertua kamu ya Yund, semoga saja ada keajaiban yang bisa merubah sikap nya dan dia bisa menerima kamu sebagai menantu kesayangan nya, papa yakin suatu saat nanti mama akan menerima kamu...."Papa Irfan benar-benar tidak enak hati atas sikap sang istri,....
"Yunda ngak apa-apa kok, Yunda akan berusaha sabar menunggu waktu itu tiba, Yunda juga yakin jika suatu saat mama akan menerima Yunda....."walaupun belum tau kapan dan bagaimana caranya, Yunda yakin suatu saat mama Laras akan menerima nya dan menyayanginya seperti anak sendiri.....
Usai sarapan, Yunda pun berangkat bekerja bersama Yuda, walaupun berkali-kali Yunda menolak karna takut jika Yuda terlambat kekantor jika harus mengantar nya, tapi dengan segala paksaan dari Yuda, Yunda pun menurut saja untuk diantar oleh sang suami.....
"Kak kamu bekerja dikantor yang mana sih, udah 3 bulan loh kita bersama tapi aku belum tau kamu bekerja dimana?...."akhirnya Yunda pun mempertanyakan keberadaan tempat kerja Yuda....
Yuda bingung harus mengatakan apa, dia sebenarnya ingin jujur jika dia bekerja di perusahaan tempat Yunda bekerja dan dialah yang memimpin perusahaan itu tapi Yuda ingin memantau Yunda langsung,.....
"Di Perusahaan besar Yund, kami yang bekerja disana tidak boleh membocorkan nama perusahaan nya termasuk kepada istri atau bahkan orang tua sendiri....."jawab nya asal, Yunda memiringkan tubuhnya menelisik kebohongan dimata Yuda....
"Kamu jangan gitu dong Yund, ingat sekarang kamu sedang hamil, duduk yang benar...."Tegur Yuda kala melihat posisi duduk Yunda....
"Masa sih kak nama perusahaan nya ngak boleh dibocorkan, terus bagaimana perusahaan tempat kaka bekerja melakukan kerja sama dengan perusahaan lain?..."Yunda seakan tidak percaya dengan ucapan Yuda yang seolah dibuat-buat, baru kali ini Yunda mendengar peraturan aneh seperti itu.....
"Sudah sampai, kamu jangan kerja yang terlalu berat, ingat kandungan kamu, nanti aku jemput, terus kita kerumah papa Ilham, kita nginap disana mumpung besok weekend,....."
Seketika mata Yunda berbinar kala mendengar kata-kata menginap dirumah orang tua nya, dia langsung memeluk lengan Yuda karna bahagia....
"Makasih ya kak, kakak janji loh kita nginap disana, jangan telat jemput aku, jam 4 sore ngak boleh telat,...."Ujar Yunda menunjuk Yuda, lelaki itu hanya terkekeh melihat tingkah Yunda uang menggemaskan dimatanya, Yuda pun mengangguk pasti....
Setelah memastikan jika sang istri telah masuk kedalam perusahaan, Yuda pun memarkirkan mobilnya ditempat biasa, ia menuju ruangan nya melewati jalan khusus, bukannya Yuda tidak ingin memberitahu status nya pada Yunda, hanya saja Yuda ingin menjaga sang istri dari jauh, apa lagi Yuda sering mendapatkan informasi jika Marko sering memperhatikan Yunda....
Yuda masuk kedalam ruangan nya dan langsung menarik kursi kebesaran nya kemudian menjatuhkan bobot badannya disana, belum lama dia duduk, terdengar pintu ruangan nya diketuk,....
"Masuk...."
Pintu perlahan terbuka, dan terlihat Sera masuk membawa beberapa berkas penting untuk ditandatangani Yuda,....
"Maaf ya aku tak sempat menjemput mu, aku tadi mengantar istri ku dulu, jadi tak sempat menjemput kamu...."Ujar Yuda kala Sera meletakkan berkas itu diatas meja kerjanya....
"Tidak apa-apa Yud, lagian istri kamu lebih penting dari aku,...."Sera hanya tersenyum tipis membuat Yuda merasa bersalah, karna tidak mengabari Sera lebih dulu.....
Yuda mengambil berkas itu dan menandatangani nya, usai mendapatkan tanda tangan dari sang bos, Sera pun langsung mengambil berkas itu kemudian pamit pergi,....
"Kalau gitu aku permisi dulu ya mau mengirim berkas ini, bekerjalah dengan baik jangan sibuk dengan ponsel mu saja,...."Ujar Sera tersenyum manis kemudian berlalu dari ruangan Yuda....