NovelToon NovelToon
Geeky Girl

Geeky Girl

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:71.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Gadis cantik berpenampilan culun bernama Diana sarasvati, dia sudah beberapa kali pindah sekolah karena ada sesuatu yang tidak menyenangkan. Banyak sekali siswa laki-laki di sekolah lamanya yang menyukainya karena kecantikannya, dan membuat dia dimusuhi oleh teman wanitanya. Untuk menghindari hal tersebut dia merubah penampilannya menjadi culun, dan menjadi siswa baru di SMA Nusa Bangsa. Ternyata di sekolah baru bukan menyelesaikan masalah justru karena penampilannya yang seperti orang culun, banyak teman yang membullynya.

Ada seseorang teman laki-laki tampan namanya Galen Ray Suhendra. Dia salah satu siswa yang mau berteman dengan Diana, dan membela Diana saat dibully.

Untung saja Diana siswa yang pandai, dan karena kecerdasannya itu mengharumkan nama sekolah. Dan semenjak itu dia mulai mempunyai teman banyak, walaupun masih ada yang tidak suka dan membully.

Mari kita simak bagaimana perjuangan Diana menghadapi teman- temannya, apakah Diana akan merubah penampilannya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lomba Di Sekolah

Luka yang kemarin saja belum kering malah di tambah lagi, lutut Diana terasa sakit tetapi demi ikut lomba ia menahan rasa sakit itu.

"Maaf, saya terlambat," ucap Diana.

Bu Mirna tersenyum bahagia melihat Diana datang, lalu beliau menyuruh Diana untuk duduk. Lomba memang belum di mulai, karena waktunya belum sampai. Semua peserta diminta untuk berdoa dan mempersiapkan diri, agar nanti bisa menjawab. Akan ada 10 soal yang harus mereka jawab secara berebut dan 5 soal harus dikerjakan dalam waktu sepuluh menit.

Pengawas saat ini mulai membagikan kertas kosong dan alat tulis untuk mencoret-coret, semua keperluan lomba sudah disediakan.

Kondisi di lapangan sekolah saat ini sedang ramai, karena ada lomba sepak bola juga antar sekolah.

Ray sudah selesai mengikuti lomba yang pertama, sekarang ia hendak ikut bermain sepak bola. Dilihatnya segerombolan teman sekelasnya, tetapi tidak melihat keberadaan Diana. Yang dia lihat hanya Siska dan teman-temannya bersorak mendukung perwakilan dari sekolah, ada juga siswa yang berteriak memanggil nama Ray.

Diana yang baru saja selesai lomba, langsung berlari ke arah lapangan, Dia hendak mendukung Ray dan teman-temannya. Tetapi siapa sangka saat ia berlari dengan kencang, tak sengaja menabrak seorang peserta lomba dari sekolah lain.

"Kalau jalan pakai mata dong!" bentak anak itu, membuat Diana kaget dan memundurkan diri ke arah belakang.

"Maaf... aku tidak sengaja," kata Diana dengan pelan.

"Diana!" kaget anak itu ketika melihat Diana dengan jelas.

Ternyata anak itu bernama Surya, dia adalah teman Diana di sekolahnya yang dulu. Surya dulu suka dengan Diana, hingga membuat temannya iri kepada Diana.

"Surya! kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Diana.

"Aku ikut lomba," jawab Surya. Kenapa penampilan kamu jadi seperti ini," Lanjutnya.

Diana tersenyum lalu mereka berdua duduk di depan perpustakaan sembari mengobrol untuk menanyakan kabar. Surya termasuk teman yang baik sebenarnya, tetapi sok kegantengan. Di depan teman Diana yang kira-kira menyukainya, pasti berpura-pura tidak baik pada Diana untuk mencari simpati mereka.

Dari kejauhan Maura dan Cika melihat Diana sedang mengobrol dengan seseorang yang mereka anggap keren, lalu mereka berdua melaporkan pada Siska.

"Siska, lu tau gak si culun lagi sama siapa? cowok yang keren tadi," kata Cika.

"Apa! gue harus buat perhitungan sama culun," ujar Siska yang sudah seperti orang kebakaran jenggot.

Mereka bertiga kemudian menuju dimana Diana berada, Ray tidak sengaja mendengar percakapan mereka lalu mengikuti. Untung saja lomba sepak bola belum mendapatkan giliran, jadi Ray bisa mengikuti Siska dan teman-temannya.

"Culun, ternyata kamu disini! lu tau gak kalau sekolah kita butuh dukungan, malah enak-enakan berdua," kata Siska menatap sengit Diana.

Surya kemudian berdiri, lalu memperkenalkan diri pada Siska dan kedua temannya. Siska begitu sangat bahagia, bisa berkenalan dengan Surya. Mereka bertiga juga memuji Surya, hingga membuatnya terbang ke angkasa.

Diana yang mendengar percakapan mereka diam-diam pergi meninggalkan mereka, berjalan dengan pelan agar mereka tidak mengetahui. Namun Ray malah mencekal tangan Diana, hingga membuatnya hampir terjatuh.

"Mau kemana kamu?" tanya Ray masih mencekal tangan Diana.

"Galen, lepaskan! aku harus pergi dulu," ucap Diana.

Diana menoleh ke arah Surya dan Siska, untung saja mereka tidak melihatnya. Dia kemudian menarik tangan Ray agar menjauh dari mereka, karena Siska dan teman-temannya hanya akan mempermalukannya.

Ray meminta Diana melepaskan tangannya, dia juga mengajak Diana untuk melihat pertandingan bola. Sebenar lagi perwakilan dari sekolah mereka dimulai, Ray meminta agar Diana tidak pergi kemana-mana.

"Galen, semangat ya! pastikan kalau sekolah kita bisa menang," ucap Diana saat Ray hendak ke tengah lapangan.

Ternyata sekolah ini melawan sekolah milik Surya, padahal sekolah Surya selalu menang jika ikut lomba. Diana tetap memberikan dukungan pada Ray, dia sangat berharap sekolahnya bisa menang.

Pertandingan berjalan dengan lancar, tetapi sekolah Diana harus menerima kekalahan di babak pertama dan saat ini mereka sedang beristirahat.

Ray menghampiri Diana, karena tadi menitipkan tasnya pada Diana. Walaupun banyak yang menghina karena berteman dengan Diana, Ray tidak pernah malu ataupun langsung menghindari Diana. Dia justru memperlihatkan semua, karena Diana menurutnya anak yang baik dan suka menolong.

"Sekolah kita kalah, Diana," ucap Ray dengan wajah capeknya. Merasa sangat bersalah, karena tidak bisa memenangkan pertandingan sepak bola.

"Ini minum dulu," ucap Diana menyerahkan sebotol minuman dingin.

Ray langsung menerima minuman itu, dan meneguknya sampai habis. Dia merasa sangat kehausan, dan kelelahan.

Diana memberikan semangat untuk Ray dan teman-temannya, masih ada waktu untuk merebutnya. "Semangat buat kalian semua, jangan bersedih lagi," ucapnya.

"Diana, kenapa kamu tidak memberikanku semangat," kata Surya yang tiba-tiba ada disebelah Diana.

Seandainya Surya mewakili sekolah yang sekarang pasti dengan senang hati Diana akan mendukung Surya,

Tak lama kemudian mereka melanjutkan pertandingan sepak bola, karena waktu istirahat mereka juga sudah habis.

"Ray, kamu pasti bisa! semangat... !" teriak Diana dari pinggir lapangan.

Surya yang mendengar teriakan Diana menatap sengit Ray, dia langsung menghampiri Ray karena tidak terima.

"Jadi nama kamu, Ray! cowok yang mendekati Diana? awas saja kalau sampai Diana kenapa-napa," kata Surya dengan berbisik sembari merebut bola yang ada di kaki Ray. Namun usahanya sia-sia, teman Ray sudah mengamankan bola itu.

"Gol!" teriak Diana lagi dan lainnya.

Surya sangat geram, melihat orang yang dia sukai mendukung orang lain. Tim mereka juga harus menerima kekalahan, padahal dibabak pertama mereka sudah menang. Kekalahan saat ini membuat mereka kehilangan semangat, jadi hanya bisa pasrah. Karena hendak melanjutkan percuma, waktu tinggal beberapa menit.

Karena kurangnya konsentrasi akhirnya tim sekolah milik Surya kalah, membuat para pendukungnya kecewa.

Siska langsung berlari menuju ke arah Ray, dia memberikan minuman dan mengucapkan selamat atas kemenangannya. Ray memilih mengambil minuman yang dipegang oleh Diana, dan mengucapkan terimakasih pada Diana karena sudah mendukungnya.

"Awas saja Culun! beraninya kamu deketin Ray," gerutu Siska.

"Kita kerjain lagi aja yuk! biar kapok itu culun pinky, kesel gue," ujar Cika menjadi kompor.

"Gue juga setuju! itu anak sudah mengambil pesona kita bertiga, Ray kan milik kita," timpal Maura.

Mereka bertiga kemudian menyusun rencana untuk mengerjai Diana, kali ini rencana mereka sangat buruk. Siapa sangka ada seseorang yang mendengar percakapan mereka bertiga dari balik pintu, orang itu kemudian berlari agar tidak ketahuan oleh Siska dan kedua temannya. Orang itu lalu mencari dimana keberadaan Ray, untuk memberitahukan rencana buruk Siska dan kedua temannya.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
eh dah the end aja🤭
pєkαᴰᴼᴺᴳ: dari pada sedekah 🤭😂
total 1 replies
Andariya 💖
siska, siska ulangan sj gak bisa jawab..sok pintar 🤣🤣🤣🤣🤣
Andariya 💖
apa diana, ini dengan mama reni
Andariya 💖
keren ray, ini icah ingin menguasai harta mu🤭🤭🤭
Andariya 💖
airin ini kok, manja banget sih🙈🤗
Andariya 💖
kasihan diana😍
.
Diana demam apa itu 😊
.: oke siap kak ...otw 🤣🤣🏃🏻‍♀️
total 2 replies
.
aduh ksian banget Diana
jangan ngancam donk ray
.
wah Diana ga fokus deh parah karna Ray
.
wah Diana mulai bucin
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
jgn ancam ray.. kan diana tmbh takut🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
gegara jantung jd g fokus🤭
Myra Myra
deg deg....perasaan suka
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Masa sih kak🤭
total 1 replies
.
akhirnya tampak juga kecantikan asli diana di depan.teman2 nya...gitu donk Thor
jangan di sembunyikan dan di zholimi mulu ....
.
apakah bnar Melia itu mama nya Amanda ?
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
wah.. jangan2.. jangan2 nich🤭🤭.. aku sich yes mah, kalo bener apa yg aku pikiran adalah mamah Airin dan mamah Reni mah menjodohkan Ray dan Diana🤭🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
hadeeh, kapan matinya sich itu si Cika sama Siska?? si Beno lagi, cowok kok gak tau diri banget, pengen gw tabok aja tuch cowok🙄🙄.. semoga Diana gak percaya sama hasutan nenek lampir satu itu
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
meninggoy gak🤭
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Mentang" horang kaya jadi sombong dan bnyak tingkah
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Ray yg ga mau deket dengan kalian, orang lain yg di salahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!