NovelToon NovelToon
Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:778k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nicegirl

Kisa cinta semasa SMA antara Tatiana dan Arga terjalin begitu indah... begitu murni....
Tidak ada siapapun yang mampu memisahkan mereka berdua

Akan tetapi dengan hadirnya orang ketiga...
Bukan hanya mampu memisahkan mereka..
Tapi juga membangkitkan kenangan masa lalu yang berusaha ditutup rapat

Mampukah Arga melepaskan Tatiana...?

Mampukah Tatiana move on dari Arga...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Buruk Itu Datang Kembali

"Kakak lagi bikin apa?"

Gue masih sibuk bikin istana pasir jadi gue cuekin anak kecil yang bertanya dibelakang gue itu, istana pasir ini harus sudah jadi sebelum adik gue Ajeng datang, biar dia senang liatnya

Sengaja pagi-pagi kesini mumpung Ajeng masih tidur di hotel

"Kak..."

Anak kecil itu sekarang jongkok didepan gue

"Masa nggak tau ini apa" jawab gue sekenanya

Anak kecil itu terus melihat keistana pasir gue, matanya mengikuti gerakan tangan gue

Gue lirik anak itu sekilas, anak kecil ini mungkin umurnya 5 tahun, seumuran Ajeng. Rambutnya dikuncir dua dengan boneka ditangan kirinya, tangan kanannya sibuk nyentuh istana pasir gue

"Jangan dipegang nanti rusak!" teriak gue kesal, sudah capek-capek bikin buat Ajeng, awas aja kalo anak ini ngerusakin

Anak itu kaget dengar teriakan gue, mukanya memerah tanda bentar lagi bakal nangis. Gue arahin mata gue kesekeliling pantai ini, berharap ada orangtua anak ini, repot juga kalo nangis

Tapi ternyata kosong, cuma ada gue sama anak ini, dan beberapa pasangan muda mudi yang berjalan santai dibibir pantai sambil main ombak, terlalu muda untuk jadi orangtua anak ini

Hari ini memang bukan musim liburan, jadi pantai ini terlihat lebih sepi

"Kamu boleh liat, tapi jangan dipegang ya.. kasian kan kalo istananya rusak, nanti tuan putri mau tinggal dimana...?" bujuk gue

Anak itu langsung ngeliat gue dengan muka ceria, senyum lebarnya membuat anak itu terlihat menggemaskan

"Kalo tuan putri tinggal disini, terus pangerannya dimana kak...? nanti pangerannya datang kan kak buat nyelamatin tuan putri?" tanya anak ini dengan mata berbinar-binar

Hadeehh salah ngomong gue, jadi banyak nanya deh anak ini, anak cewek dan cerita dongeng memang nggak pernah bisa lepas

Gue diemin anak itu, berharap anak itu jadi bosen dan ninggalin gue

"Kak kita main yuk, aku jadi putri kakak jadi pangerannya"

Yaah malah tambah parah

"Mana ada putri jelek kaya kamu"

Gue cuma asal ngomong, tapi anak ini nanggapin serius omongan gue. Anak itu langsung diri melototin gue sambil berkacak pinggang, bibirnya cemberut bikin pipinya terlihat tambah tembam

"Kata mama aku cantik kaya princess!" katanya kesal sambil ngentak-ngentakin kedua kakinya

Gue ketawa dengarnya, semua ibu pasti bakal bilang anak ceweknya cantik

Melihat gue ketawa anak itu tambah ngambek, dia tendang gerbang istana yang gue buat, terus langsung lari ninggalin gue

Gue rapihin lagi gerbang yang rusak sambil menggerutu kesal, gue liat lagi anak itu yang sekarang sedang berusaha ngelepas tangannya dari ibu-ibu

Mungkin ibu itu mamanya, ibu itu mengatakan sesuatu sambil jongkok sejajar dengan tinggi anak itu, kemudian berdiri lagi dan menuntun anak itu, tapi anak itu berusaha ngelepas lagi tangannya, akhirnya ibu itu menggendong anak itu dan berjalan menjauhi pantai

Gue langsung ngikutin diam-diam, curiga sepertinya ada yang tidak beres

Ibu itu tidak berbelok kekiri, kearah hotel, tapi dia belok kekanan, gue masih terus ngikutin sambil sembunyi-sembunyi

Akhirnya ibu itu berhenti, dia tengok kanan kiri sebelum akhirnya masuk kedalam bangunan seperti gudang yang sudah tidak terpakai, gue langsung deketin gudang itu, baru jalan dua langkah, gue liat ibu itu keluar lagi dari gudang, gue langsung sembunyi lagi

Setelah gue rasa aman, gue langsung lari kegudang itu, terdengar suara tangisan anak kecil didalamnya setelah gue sampai didepan pintu, gue buka pintu yang tidak terkunci itu dan masuk kedalamnya

Suasana gudang itu gelap dan pengap, kaca-kaca semua ditutup kertas koran jadi tidak ada sinar matahari yang masuk, banyak sarang laba-laba disana sini, gudang ini benar-benar tidak terurus

Gue terus ngikutin arah suara tangisan itu, makin kedalam makin kencang terdengar, sampai akhirnya gue melihat sosok anak perempuan yang berjongkok ketakutan disudut ruangan

"Mamaaa... huhuhu mamaaaaa...." isak tangis anak itu

Gue langsung dekatin dia, gue pegang pundaknya, anak itu malah tambah mojok ketakutakutan, menyembunyikan mukanya dikedua lututnya

Aku jongkok didepan anak itu

"Hai ini kakak..."

Mendengar suara gue anak itu langsung mendongak, dia langsung nubruk meluk gue, sampe gue jatuh terduduk

"Kak.... aku takut... huhuhu... aku mau mama... huhuhu... papa... mama..."

Anak itu menangis histeris sambil meluk gue erat-erat, air matanya membasahi kaos gue

"Udah jangan nangis, yuk kita keluar dari sini"

Gue berusaha diri sambil melepaskan pelukan anak itu, tapi dia nggak mau lepasin pelukannya, badannya masih gemetar ketakutan

Gue harus cari cara buat nenangin anak ini, biar dia ngelepas pelukannya, gue nggak kuat gendong anak ini, biarpun cuma selisih 2 tahun sama gue, tapi anak ini lumayan montok dan berat

"Tuan putri, tolong lepasin pelukannya dari pangeran, supaya pangeran bisa selamatin tuan putri" bujuk gue

Ajaib, anak itu langsung ngelepas pelukannya, gue langsung diri dan ngulurin tangan gue keanak itu, membantunya berdiri

"Kakak mau jadi pangeran, tapi kok istananya gelap dan kotor?" tanyanya sambil ngelap airmatanya dengan telapak tangannya

"Udah yang penting kita keluar dulu yuk, sebelum penyihir yang tadi datang lagi"

Mendengar kata penyihir anak itu langsung meluk gue lagi, jadilah gue jalan kearah pintu keluar sambil digelendotin anak ini

"Terima kasih pangeran Naveen"

"Arga.. nama gue Arga"

"Pangeran Naveen..." rengeknya sambil ngentakin kedua kakinya

"Iya.. iya... tapi kenapa harus pangeran Naveen?

"Karena namaku Ti..."

Ocehan anak itu terhenti karena tiba-tiba pintu terbuka, dan ibu-ibu yang tadi kembali masuk kedalam gudang, anak itu langsung ngumpet dibelakang gue, kedua tangannya menggenggam erat kaos gue

Dengan mata melotot tajam, Ibu itu terus maju nyamperin gue dan anak itu, keranjang bawaannya dia lempar kesampingnya

PLAK...

Tamparan keras mendarat dipipi gue, bikin gue terjatuh

"Pangeran Naveen....!!"

Terdengar teriakan anak kecil itu sebelum gue kehilangan kesadaran

"Ga.... Arga... woii bangun..."

Seseorang menepuk-nepuk pipi gue, gue pegang tangan itu gue tarik dan gue kunci badannya di bawah gue

"Woii bgsd, jijik banget gue!" teriak orang itu sambil dorong gue sampai terjungkal kebelakang, pantat gue mendarat keras dirumput sebelah kolam ikan

Gue gelengin kepala keras-keras, dan natap orang yang udah dorong gue tadi, orang itu yang ternyata Riko lagi melototin gue

"Lo mau mati ya?!" teriak gue sambil berdiri

"Lo yang mau mati kalo gue nggak banguninlo, ngimpi apaan sih lo sampe kaya orang ketakutan gitu..? ketindihan lo ya...? makanya jangan biasain tidur dikebon!" suntuk Riko

Dia jalan kearah gue dan langsung pegang jidat gue

"Nggak panas, berarti nggak kesambet"

Gue tepis tangannya

"Suweee lo!"

Sambil menghela nafas panjang, gue duduk lagi di gazebo

"Yah malah duduk lagi, udah ditungguin sama anak-anak PA, jadi rapat gak sih?"

"Lo duluan sana nanti gue nyusul"

"Dasar autis, kerjaannya kalo nggak baca yaa tidur, cih" gerutu Riko sambil jalan keluar taman

Itu bukan mimpi, itu kenangan pahit gue yang pengen gue lupain. Kenangan yang bikin gue merasa bersalah sampai saat ini.

Kalau bukan karena gue yang udah bikin anak kecil itu marah, mungkin anak itu masih main istana pasir sama gue, dan dia nggak diculik ibu-ibu gila itu

Sampai sekarang gue belum tau bagaimana keadaan anak itu, apa yang terjadi padanya setelah gue pingsan, apa dia juga selamat?

1
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kak onellllllll lanjutin ini gakkk😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
nungguin up rania bca ini,
ika
ote"...
pia"...
bakwan sayur...
Anisatul Azizah
aplikasi apa Thor???? udah kadung jatuh cinta sm ceritanya😭😭😭
Anisatul Azizah
waah ternyata Arga pangerannya Tatiana dulu
Anisatul Azizah
kok riko?
Anisatul Azizah
"biar bini gue, gue yg urus" lanjut Arga dalam hati, ciye ciye🤗
Anisatul Azizah
pernah juga ngerasain ini😜
Anisatul Azizah
laki laki dan isi pikirannyaaaa😅
Anisatul Azizah
si Arga nih kayanya juga demen
Anisatul Azizah
dan ketua osis kakel itu sekarang jd suamiku, ya ampuun jd pen balik SMA
Anisatul Azizah
aaaah serasa bernostalgia sm suamiku jaman SMA dulu🥰
najidaltaqy
gua juga dulu cintanya diem dieman, kirain doi gua ga cinta, gua deket yang lain juga akibat cemburu dan berusaha balas sikap dia yang deket sana deket situ, tapi ternyata dia....... ah ga taulah..... /Joyful//Facepalm/ waktu yang terbuang /Sob/ kenapa baru tau sekarang...... /Facepalm/
najidaltaqy
mos pertama gua hampir telat dan duduk hampir paling belakang...... wkwkwkk /Facepalm/
Diana Krismawan
pindah ke lapak mana sih Thor?
Yashlaura
kutunggu kelanjutannya kak
Anneke
lanjut 🙏
Yani Cuhayanih
Aku merasa bernostalgia di SMA jaman 25 thn yg lalu oalah masih berkesan.....so sweet....
M.ASROR EL HUDA
Luar biasa
Hasunah Setiadi
menarik sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!