NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Renata seorang gadis miskin, terpaksa mau menikah dengan pria tampan yang lumpuh akibat kecelakaan,yang menimpanya. Pria itu bernama Arya Pramana Biantara, pewaris dari sebuah perusahaan besar. Renata mau menikah karena ibu dari pria itu menjanjikan akan membiayai pengobataan ibunya yang menderita kanker paru-paru.
Arya sangat membenci Renata, karena dia yakin kalau wanita miskin itu, mau menikah dengannya hanya karena harta, berhubung sebelum mereka menikah, mereka sebenarnya sudah lebih dulu saling mengenal, karena Renata adalah sahabat dari gadis yang dicintainya.
Tanpa sepengetahuan orang tua Arya, mereka berdua membuat perjanjian, kalau Renata akan pergi dari hidup Arya begitu pria itu nanti berhasil sembuh.Arya yang awalnya tidak memiliki semangat untuk sembuh karena patah hati pada sahabat Renata yang sudah menikah, begitu mendengar janji Renata langsung bersemangat untuk sembuh, karena dia benar-benar ingin lepas dari Renata.
Apakah Keduanya akan berpisah begitu Arya sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke kantor.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa kalau sudah tiga bulan berlalu semenjak Renata melihat perubahan Arya yang bersikap manis padanya. Walaupun memang kadang-kadang masih kembali seperti di awal. Tapi, setidaknya Arya sudah hampir tidak pernah memanggilnya dengan sebutan wanita sialan itu.

Sedikit informasi juga, Arya juga sudah rutin melakukan terapi dengan dokter yang didatangkan ke rumah. Taman belakang sengaja disulap menjadi tempat terapi yang mirip dengan di rumah sakit. Selain itu, Renata juga ikut ambil alih untuk membantu Arya dalam melakukan terapinya.

"Apa aku memang harus ke kantor hari ini?" tanya Arya dengan raut wajah malas.

"Kenapa? apa kamu mau berubah pikiran?" tanya Renata sembari meletakkan pakaian yang hendak dipakai oleh Arya ke atas ranjang.

"Emm, boleh tidak lain kali saja? aku merasa tubuhku kurang enak," sahut Arya, dengan sengaja membuat raut wajah memelas.

"cih, bilang saja kalau kamu memang tidak mau. Kamu masih belum siap kan kalau karyawan-karyawan di sana melihat kondisimu?" ejek Renata, mengejek.

"Bukan seperti itu. Aku memang lagi kurang enak badan," sahut Arya berusaha meyakinkan.

Namun, bukan Renata namanya kalau cepat percaya. Dia sudah bisa membaca kalau suaminya itu hanya berusaha mencari alasan saja.

"Kak Arya, jangan coba-coba mencari alasan lagi dong. Aku yakin kalau kamu hanya mencari alasan saja. Kalau kemarin-kemarin aku bisa percaya, tapi sekarang tidak lagi!"

Arya sontak mengembuskan napasnya. Dia merasa kali ini kalau dia tidak akan berhasil mengelabui Renata.

"Sudah, sudah! sekarang kamu ganti pakaianmu! atau kamu mau aku yang menggantikannya untukmu?" pancing Renata.

"Boleh, kalau kamu mau!" Arya mengerlingkan matanya, menggoda.

Mata Renata sontak membesar karena tidak menyangka kalau Arya akan memberikan jawaban seperti itu. Karena biasanya pria itu akan selalu menolak keras kalau Renata menggodanya.

"Enak saja. Kamu kan bisa sendiri! aku tidak mau!" tolak Renata dengan cepat.

"Kenapa kamu tidak mau? bukannya kamu yang menawarkan tadi? kamu kenapa jadi plin-plan? kamu takut tergoda ya?" Arya kembali menggoda.

Renata merasa kalau Arya sedang menantang keberaniannya dan merasa yakin kalau ia tidak akan berani melakukan permintaan pria itu.

"Baik, siapa takut?" pungkas Renata sembari meraih kembali kemeja Arya dari atas ranjang dan menghampiri suaminya itu

Walaupun jantungnya berdetak begitu cepat, Renata tetap berusaha untuk bersikap santai dan memakaikan kemeja ke tubuh Arya.

Jantung Renata semakin berdetak kencang, begitu menyadari kalau Arya tengah menatapnya dengan intens tak berkedip.

"Sudah selesai!" Renata mengembuskan napas lega seperti terbebas dari himpitan batu begitu dia berhasil memakaikan kemeja ke tubuh suaminya itu.

"Oh, sudah selesai ya?" Arya juga sontak tersadar. "Kenapa cepat selesainya?" imbuhnya lagi.

"Heh?" Renata mengrenyitkan keningnya. "Cepat bagaimana? padahal aku merasa udah cukup lama," gumam wanita itu lagi yang tentu saja masih bisa didengar jelas oleh telinga Arya.

"Oh, kalau begitu terima kasih! sekarang kamu bisa pergi, biar celananya aku pakai sendiri!" titah Arya yang tidak mau memperpanjang pembicaraan yang bisa-bisa malah membuat dia nantinya terjebak sendiri dengan ucapannya sendiri.

Renata mendengkus, kesal. Namun, dia tetap berjalan keluar dari kamar untuk membiarkan Arya memakai celananya sendiri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil yang membawa Renata dan Arya kini berhenti di depan sebuah gedung tinggi yang tidak lain adalah gedung perusahaan milik Adrian.

Hari ini Arya sebenarnya masih sangat enggan untuk masuk kantor, karena kakinya yang belum sepenuhnya sembuh. Namun, entah kenapa dia tidak bisa menolak permintaan Renata.

"Aku masih belum bisa berjalan, jadi aku tidak perlu dulu ke kantor," ucap Arya saat itu, mencoba untuk tetap menghindar agar tidak pergi ke kantor.

"Yang tidak bisa bergerak itu kakimu. Otak kamu kan masih bisa bekerja?" begitulah jawaban Renata, yang akhirnya mematahkan harapannya untuk bisa tetap berada di rumah.

Renata mendorong kursi roda Arya memasuki kantor. Kehadiran pria itu, tentu saja langsung mendapatkan perhatian dari para karyawan. Semua mata menatap ke arah Arya dengan tatapan yang berbeda-beda. Ada yang menatap kasihan, ada yang biasa saja, dan bahkan ada yang mengejek walaupun memang tidak terlalu diperlihatkan.

"Kamu jangan pedulikan mereka! Walaupun kamu masih duduk di kursi roda, kamu harus tetap percaya diri dan tunjukkan wibawamu!" bisik Renata memberikan Arya semangat.

Arya yang tadinya sudah hampir menundukkan kepalanya, kini kembali menegakkan punggungnya dan menatap lurus ke depan, dengan raut wajah datar yang sukar untuk dibaca.

Setelah masuk ke dalam lift dan berhenti di lantai 19, akhirnya Arya dan Renata sudah tiba di ruangan Arya.

"Aku menginginkan kopi, bisa kah kamu bantu buatkan untukku? " titah Arya, dengan lembut.

Ayara menganggukkan kepalanya dan beranjak ke luar dari ruangan Arya.

Renata baru saja hendak masuk ke dalam ruangan pantry, namun dia mengurungkan niatnya untuk masuk, karena dia mendengar dua orang wanita sedang mengobrol di dalam sana.

Renata memang selama ini tidak terlalu ambil pusing dan tidak ingin tahu apa yang dibicarakan oleh orang lain. Akan tetapi Kali ini dia mendengar dua wanita di dalam sana, ada menyebut nama Arya.

"Tampan sih, tapi sayangnya dia cacat. Kalau bukan karena dia orang kaya dan pewaris perusahaan, aku mah ogah kalau seandainya diminta untuk menjadi istri Pak Arya," ucap salah satu dari wanita itu yang langsung disambut tawa pecah dari rekannya.

"Setuju! tapi karena dia itu pewaris perusahaan Pak Adrian, kalau aku diminta untuk menikah dengan anaknya itu, aku pasti mau. Kan Sayang kalau kesempatan itu sia-siakan! tidak peduli dia cacat, yang penting bisa hidup mewah. Untuk mendapatkan kebahagian, kan bisa membayar laki-laki di luar sana. Sekarang yang penting itu "uang yang banyak. Semuanya pasti bisa dibeli termasuk pria-pria tampan di luar sana.

" Kenapa emangnya kalau Pak Arya cacat? Apa kalian mengira karena dia sudah cacat, dia akan mau menerima siapa saja yang mau menikah dengannya? sayangnya yang ada di pikiran kalian berdua itu tidak akan terjadi, karena walaupun dia cacat, dia sama sekali tidak punya niat untuk menjadikan salah satu dari kalian berdua sebagai istrinya! karena kalian berdua sama sekali tidak pantas!" celetuk Renata yang membuat dua Wanita di dalam sana tersentak kaget.

"Hei, jaga bicaramu! kamu itu hanya seorang pengasuh tapi berani-beraninya kamu berbicara seperti itu ke kami!" bentak salah satu dari wanita itu dengan sorot mata kesal.

"Aku rasa, nominal gajiku lebih besar dari kalian berdua sekalipun aku ini hanya seorang pengasuh." sahut Renata dengan tatapan mengejek.

"Lagian kenapa kalian sampai berpikir kalau kalian pantas untuk diminta menikah dengan Pak Arya? apa kalian mengira karena dia cacat, Pak Adrian dan Ibu Tiara akan mau menikahkan anaknya dengan siapa saja yang penting Pak Arya bisa menikah, begitu? kalian kira Pak Adrian dan Ibu Tiara akan rela merendahkan diri mereka untuk memohon pada kalian agar mau menikah dengan putranya? Mereka tidak sebodoh itu!" sambung Renata kembali

tbc

1
Kamaratih Basagita
Ceoat senbuh thor
Jika thor berkenan, minum madu assalamah
Suamiku sdh sampai dirawat di IGD krn gerd kambuh dan efek ke jantung.
Alhamdulillah cocok dan tdk kambuh lagi yg oenting jaga pola hidup
Semoga cocok dan lekas membaik yaa /Smile/
antha mom
Luar biasa
antha mom
makanya itu Arya kasih lah kepastian SE jelas jelas nya ke Renata, Kamu juga buat perjanjian konyol itu kalau udah sembuh Renata harus pergi dari hidupmu,lah sekarang udah sembuh gimana ceritanya ini lanjut atau pisah
Fe
mengandung bawang 😭😭
dahliya
bagus
Ari_nurin
katanya seorang dokter yg notabene nya berpendidikan tinggi dan pasti orang cerdas tp kok kenyataan kayak orang bodoh dan ga berpendidikan si Raka 😏🤨
Ari_nurin
yups keterlaluan sekali memang Arya manggil orang seenak jidat nya sendiri 😡😡
Swan Lake
Luar biasa
Sita Sit
hmm hmmm,
Sita Sit
makanya jangan marahin Renata Mulu,ntar. dia pergi kamu depresi ar
Sita Sit
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/nah tuh jadi cowok kayak dr Raka gentle,
Sita Sit
mulai cemburu ya ar /Facepalm//Facepalm/
Sita Sit
kerjain terus tuh suami mu ren,/Facepalm//Facepalm/
Sita Sit
kerjain aja tuh si arya ren ,sok bgt jd cowok
eva murjani
Author yg sangat Luar biasa
Novelmu sll mudah di cerna dan tidak bertele-tele.
lupyuuu author 😘😘🌹🌹🌹🌹
eva murjani
satu kata buatmu Author
Novelmu Luar Biasa 😘👌
Bunda SalVa
luar biasa ceritanya
Esih Mulyasih
Luar biasa
Esih Mulyasih
karena obsesi dg Arya, malah berakhir mjd tindak kriminal...dan di penjara Kanaya... Kanaya...😤 kurang bersyukur dg keluarga yang sayang sama kamu 😑😞
Esih Mulyasih
hamil tuh Renata...
tapiii...kn Lom jebol gawang yaa... kumaha bs hamil euyy 🤔🤔... atau ini trik mama Tiara yaa 🤔🤭
lanjut Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!