Bermain games memang sangat menyenangkan, terutama permainan truth or dare. Namun, bagaimana jika permainan itu justru menyebabkan kamu terperangkap dalam lembah cinta si mafia kejam?
Itulah yang dialami Quennara Azwa Walters, gadis cantik berusia 20 tahun yang merupakan putri dari Salman Walters, pimpinan Walters group yang dikenal hebat.
Queen harus menghadapi masalah besar, dimana dia menjadi incaran mafia kelas kakap yang tak lain ialah Bryce Jeevan Ivander, atau yang biasa orang kenal sebagai 'mister Jeevan'.
Semuanya terjadi akibat Queen mengikuti permainan truth or dare bersama teman-temannya, dia harus melakukan dare yakni mencium pria tampan di dalam cafe yang mana pria itu adalah Jeevan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25. Mencoba kabur
Dinda bersama Salman dan para pasukan pria itu pun tiba di kediaman Jeevan, sesuai petunjuk Dinda akhirnya mereka berhasil menemukan tempat tersebut.
Terlihat Dinda tampak cemas memikirkan teman-temannya, ia terus celingak-celinguk mencari keberadaan mereka di sekitar sana tapi tak kunjung ditemukan.
"Kamu cari siapa Dinda?" tanya Salman.
"Ah eee sa-saya cari teman-teman saya om," jawab Dinda gugup.
"Memangnya mereka kesini juga?" tanya Salman.
"I-iya om, mereka emang tadi kesini buat cari Queen dan bebasin Queen. Aku khawatir mereka kenapa-napa om!" jawab Dinda.
"Waduh! Kalo gitu kita harus bergerak cepat, jangan sampai teman-teman kamu itu ketangkap lebih dulu sama mereka! Atau semua rencana kita bisa gagal dan berantakan," ucap Salman.
"Iya om, apa aku coba telpon mereka aja kali ya? Siapa tahu mereka masih ada di sekitar sini om," tanya Dinda.
"Jangan Dinda! Saya curiga teman-teman kamu itu sudah masuk ke dalam, kalau kamu telpon mereka, nanti mereka bisa ketahuan," ucap Salman.
"Oh gitu ya om, yaudah deh saya nurut aja sama om. Terus, selanjutnya kita ngapain om? Saya bisa bantu apapun itu kok," ucap Dinda.
"Gausah Dinda, kamu disini aja tunggu sampai saya kembali! Kalau kamu ikut ke dalam, saya jadi gak fokus untuk cari Queen," ujar Salman.
"Ta-tapi om—"
"Dinda, kamu nurut sama om! Terimakasih atas informasinya tadi, tapi untuk sekarang kamu disini aja dan jangan kemana-mana!" potong Salman.
"Ba-baik om! Tapi, om sama yang lain hati-hati ya!" ucap Dinda.
"Kamu tenang aja Dinda, saya udah biasa seperti ini!" ucap Salman sambil tersenyum.
Dinda mengangguk pelan.
"Saya pergi dulu ya? Kamu doakan saja supaya saya berhasil temukan Queen dan teman-teman kamu, lalu bawa mereka semua dari tempat ini!" ucap Salman.
"Siap om!" singkat Dinda.
"Ayo semuanya, kita bergerak sekarang! Cari dan temukan putri saya di dalam sana!" perintah Salman pada para anak buahnya.
"Siap!!" jawab mereka serentak.
Tanpa basa-basi lagi, Salman dan pasukannya pun bergerak cepat memasuki area rumah Jeevan yang berpagar tinggi itu.
Sementara Dinda tetap menunggu di luar gerbang, ia sangat panik dan terus berharap-harap cemas mengenai kondisi teman-temannya.
"Duh, semoga aja om Salman dan yang lain bisa selamatin Queen dari sini!" lirih Dinda.
"Dinda!" gadis itu terkejut saat suara berat memanggilnya, ia menoleh dan mendapati Tom ada di dekatnya.
"Hah? Tom, lu kok ada disini? Yang lain mana? Lu gak tinggalin mereka kan?" tanya Dinda.
"Gue gak nyangka ternyata lu pengkhianat Din, gue pikir lu sahabat setia Queen, tapi ternyata lu malah khianati dia. Buat apa lu kasih tahu bokapnya Queen soal ini semua coba? Lu lupa pesan Queen, ha?" ujar Tom.
"Sorry Tom! Gu-gue gak ada pilihan lain, gue cuma mau Queen selamat. Bukannya gue gak percaya sama lu, tapi lawan kita berat Tom. Mana mungkin kita bisa nyusup kesini gitu aja?" ucap Dinda.
"Lo cerdas Din! Tapi sayang, lu gak bakal bisa bebasin Queen dengan cara ini. Gue yakin banget, si Jeevan itu malah semakin marah kalau tahu om Salman datang sama pasukannya," ucap Tom.
"Gue yakin om Salman pasti bisa bebasin Queen!" ucap Dinda.
"Ikut sama gue yuk!" ajak Tom.
"Kemana?" tanya Dinda sedikit takut.
"Udah, lu ikut aja dulu!" paksa Tom.
Tom langsung menarik tangan Dinda dan membawa gadis itu pergi secara paksa.
•
•
Jeevan masuk ke kamar Queen setelah mematikan ponsel miliknya untuk memastikan tidak akan ada gangguan yang lain lagi.
Jeevan tidak mau jika permainannya tertunda lagi kali ini, dia ingin menuntaskan semuanya agar bisa beraktivitas seperti biasa.
Ceklek
Queen yang tengah berbaring reflek bangkit dari tempat tidur begitu pintu kamarnya dibuka, ia syok melihat Jeevan kembali kesana.
"Lo mau ngapain lagi sih? Belum puas lu udah bikin gue menderita?!" sentak Queen.
"Heh!" Jeevan langsung bergerak mendekati Queen dan mendorong wanita itu hingga terlentang di atas kasur.
Pria itu pun menjatuhkan tubuhnya di atas Queen, mencengkram kedua tangan wanitanya lalu mulai mencumbui leher wanita itu.
"Engghh sialan! Lepasin gue mesum! Gue gak mau jadi pemuas lu lagi!" geram Queen.
Plaaakk
"Diam!" Jeevan membentak kasar Queen sembari menamparnya.
"Lo gak bisa kayak gini terus, gue udah gak tahan!" ucap Queen dengan tegas.
Bughh
Queen berhasil membuat tekad Jeevan runtuh dengan menendang bagian sensitif pria itu.
"Akh sial!" Jeevan mengumpat sambil memegangi bawahnya yang terasa amat nyeri.
Sementara Queen kini bangkit dengan cepat, ia memanfaatkan kesempatan selagi Jeevan masih kesakitan.
"Woi jangan kabur kamu! Kamu harus jadi pelayan saya!" teriak Jeevan.
Namun, Queen telah berhasil keluar dari kamar itu. Jeevan sendiri tidak mampu berdiri dan mengejar Queen, bagian bawahnya terlalu sakit saat ini.
Wanita itu berlari menjauh, ia melihat ke sekeliling dan bingung harus kemana. Akhirnya Queen memutuskan pergi ke bawah agar bisa keluar dari tempat itu.
"Gue harus keluar dari sini, gue udah muak sama semua ulah cowok mesum itu!" ujar Queen.
"Queen?" suara tersebut mengejutkannya, Queen pun menoleh ke atas melihat Fritzy berdiri disana.
"Kamu mau ngapain?" tanya Fritzy bingung.
"Haish, tuh orang kenapa pake muncul segala sih?" lirih Queen.
Akhirnya Queen pergi tanpa berbicara.
"Eh eh kok kabur? Queen tunggu!" Fritzy yang bingung pun coba mengejarnya.
Queen terus berlari tak memperdulikan teriakan Fritzy yang semakin mendekatinya di belakang sana, ia hanya berpikir untuk bisa keluar dari tempat itu dengan segera.
"Gue gak boleh ketangkap, gue harus kabur dari sini!" ujar Queen.
"Queen tunggu! Kamu mau kemana? Kenapa kamu lari?" teriak Fritzy sembari berlari.
Queen menoleh sekilas tanpa menghentikan lajunya, tapi naas kejadian itu membuatnya tersandung dan jatuh ke lantai.
Bruuukkk
"Awhh akh!!" Queen sontak meringis menahan sakit sambil memegangi kakinya.
"Queen, kamu gapapa?" tanya Fritzy sembari berniat membantu Queen.
"Ih ini gara-gara lo tau gak! Ngapain sih lo kejar gue kayak gitu?" sentak Queen.
"Ya maaf! Abisnya aku bingung kenapa kamu lari Queen? Emang kamu mau kemana sih?" ucap Fritzy.
"Kepo banget sih lu! Harusnya lu urus aja tuh kerjaan lu sana, jangan ngurusin gue!" ujar Queen.
"Gak bisa dong, aku kan diminta bos Jeevan buat jaga kamu juga. Lagian kamu mau kemana? Terus bos Jeevan dimana?" ucap Fritzy.
"Tau ah!" kesal Queen.
Queen pun bangkit kembali dengan bantuan Fritzy, tetapi ia langsung menyingkirkan tangan gadis itu.
"Gausah sentuh-sentuh gue!" tegas Queen.
"Iya, aku cuma mau bantu kamu kok. Sekarang kita kembali ke kamar yuk!" ucap Fritzy sambil tersenyum.
"Haish, gagal deh rencana gue buat kabur!" batin Queen penuh penyesalan.
Kedua wanita itu melangkah pelan menuju tangga, namun tiba-tiba ponsel milik Fritzy berbunyi sehingga ia terpaksa berhenti untuk mengangkat nya.
Drrttt
Drrttt
"Hp lu bunyi tuh, diangkat aja dulu! Gue bisa balik ke kama sendiri kok," ucap Queen.
"Okay!" Fritzy menurut saja dan mengambil ponselnya.
Queen menyeringai, lalu pergi dengan cepat meninggalkan gadis itu. Tentu saja dia bukan berniat kembali ke kamarnya, melainkan keluar dari rumah itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
tapi si Fritzy apa mengenal Queen 🤔
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗