Nanda ananta andreansyah seseorang polos lugu ,cupu penampilan yang begitu cupu siapa pun pasti akan membully nya , namun jangan salah sangka dia adalah anak orang terkaya di dunia namun dia selalu mengabaikan ibu nya dan ayah nya demi mengejar cinta nya dari seseorang bernama ,
Xavier Alexander seorang dingin, irit bicara,dan ketua geng motor arlon orang yang di sukai oleh Nanda , namun dia sangat acuh dan selalu memaki nya karena dengan begitu Nanda pasti akan berhenti untuk mengejar nya pikiran nya
namun salah bukanya berhenti tapi Nanda masih mendekati terus menerus nya meskipun pernah di Katai dan di maki namun suatu hari dia sangat lelah dan tidak percaya memang dirinya sudah terbiasa dengan maki" namun knp ini rasanya sakit banget
pada akhirnya dia ketabrak mobil
" Xavier aku mencintaimu selamat tinggal " ucap Nanda dan menutup mata nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon author Rhs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25:
Kring kring
bel pulang berbunyi Xavier pun membereskan buku sekolah kedalam tas nya dan barang lain
" udah yok " ucap naren melihat Xavier sudah membereskan barang, Xavier pun meganguk
" yuk " ucap Xavier dan berjalan bersama dengan naren sedangkan Alva dan varo sedang ke ruang guru, untuk lomba olaraga bersama sekolah lain, Alva yang sebagai wakil osis dikelas dan varo sebagai ketua kelas
" oh ya lo nanti malam datang ? " ucap naren bertanya kepada Xavier karena sudah menjadi rutinitas mereka, setiap malam datang dipembalap motor, atau nongkrong di cafe . dan tadi anak buah Xavier bilang bahwa ada yang menantang nya dibalapan malam nanti, jadi Xavier antara mau atau ngak karena jika ada kendala, urusan keluarga nanti akan diwakilkan ke naren, intinya sesuai keputusan Xavier sang ketua geng motor arlond
" gw lihat aja nanti " ucap Xavier dia sedang ngak mood lagian ada naren yang bisa diandalkan, dia lelah tau karena ujian dadakan tadi,
" katanya dia ngak mau diwakilkan, mau nya sama lo " ucap naren sambil menunjukkan ponsel dimana ada grup geng motor.chat bersama anak-anak
𝙖𝙧𝙡𝙤𝙣𝙙 📵 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙥𝙖𝙢
ᴅᴀɴɪ : ʙᴏs ᴀᴅᴀ ʏᴀɴɢ ɴᴀɴᴛᴀɴɢɪɴ ʟᴏ ɴɪʜ
ᴀʀᴇɴ : sɪᴀᴘᴀ ʟᴀɢɪ ɴɪʜ ʏᴀɴɢ ɴᴀɴᴛᴀɴɢɪɴ ʙᴏs
ʙᴀɴʏᴜ : ᴘᴀʟɪɴɢᴀɴ sɪʜ ʀᴇɴᴏᴠ ᴅɪᴀ ᴋᴀ ʏᴀɴɢ sᴇʀɪɴɢ ɴᴀɴᴛᴀɴɢɪɴ ʙᴏs
ᴀʀɪs : ʀᴇɴᴏ ʙᴀɴ ʙᴜᴋᴀɴ ʀᴇɴᴏᴠ
ʙᴀɴʏᴜ : ʙᴏᴅᴏ ᴀᴍᴀᴛ ᴋᴇsᴇʟ ɢᴡ sᴀᴍᴀ ᴅɪᴀ, ᴋᴀʟᴀʜ ᴛᴀᴘɪ ɴɢᴀᴋ ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴜᴊᴜɴɢ-ᴜᴊᴜɴɢɴʏᴀ ᴀᴘᴀ ʙᴇʀᴀɴᴛᴇᴍ ᴋᴀɴ ᴋᴀʏᴀ sᴇᴍɪɴɢɢᴜ ʟᴀʟᴜ
ᴠᴀʀᴏ : ʏᴀ ᴇʟᴀʜ ᴅɪʙᴀᴡᴀ sᴀɪɴs ᴀᴊᴀ ʟᴀɢɪᴀɴ ᴅɪᴀ ᴊᴜɢᴀ ʏᴀɴɢ ᴍᴀʟᴜ ᴡᴋᴡᴋᴡᴋ
ʙᴀɴʏᴜ : ᴡᴋᴡᴋᴡᴋ ɢᴡ ɪɴɢᴇᴛ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴡᴀᴋᴛᴜ ᴅɪᴀ ᴍᴀʀᴀʜ ᴋᴇɴᴀ ᴛᴜᴍʙᴜᴋ sᴀᴍᴀ ʙᴏs, ᴀʟ ʜᴀsɪʟ ᴅɪᴀ ᴊᴜɢᴀ ʏᴀɴɢ ᴋᴀʙᴜʀ sᴀᴍᴀ ᴀɴᴀᴋ ʙᴜᴀʜ ɴʏᴀ
ᴠᴀʀᴏ : ᴍᴀᴋᴀɴʏᴀ ᴅɪʙᴀᴡᴀ sᴀɪɴs ᴀᴊᴀ ʟᴀɢɪᴀɴ ᴋɪᴛᴀ ᴊᴜɢᴀ ᴇɴᴀᴋ ᴋᴀɴ, ɴᴀɴᴛᴀɴɢɪɴ ɴʏᴀ ʙᴀᴡᴀ ᴅᴜɪᴛ ʙᴀɴʏᴀᴋ ʙᴇɴᴇʀ sᴏʜ ʙᴏs ᴋᴀɴ ᴊᴀᴅɪ ᴇɴᴀᴋ
ᴀʟᴠᴀ : ʙᴏs ʏᴀɴɢ ᴇɴᴀᴋ ᴀᴘᴀ. ᴋɪᴛᴀ ʏᴀ ᴍᴏʜᴏɴ ᴍᴀᴀᴘ ᴛᴜʜ ᴅᴜɪᴛ ʙᴜᴀᴛ ᴅɪᴍᴀʀᴋᴀs ʙᴜᴋᴀɴ ʙᴜᴀᴛ ʙᴏs
ᴠᴀʀᴏ : ʏᴀᴇʟᴀʜ ᴘᴀᴋᴇ ɴɢɪɴɢᴇᴛɪɴ ʟᴜ ᴋᴀɴ ʙᴏs ᴊᴜɢᴀ ɴɢᴇʀᴀsᴀɪɴ ᴅᴜɪᴛ ɴʏᴀ ʙᴜᴀᴛ ᴍᴀᴋᴀɴ ᴍᴀᴋᴀɴ ᴅɪ ʀᴇsᴛᴏ ᴋᴀʟᴏ ɴɢᴀᴋ ᴅɪᴡᴀʀᴜɴɢ ʙᴜ ᴊᴀʀᴛɪ
ᴀʟᴠᴀ : ɪʏᴀɪɴ ᴀᴊᴀ ʟᴀʜ, ʟᴀɢɪ ᴍᴀʟᴇs ʀɪʙᴜᴛ
ᴀᴡᴏʏ : ᴛᴜᴍʙᴇɴ ʙɪᴀsᴀɴʏᴀ sᴜᴋᴀ ɴɢᴀᴊᴀᴋ ʀɪʙᴜᴛ ᴛᴇʀᴜs ᴠᴀ ʟᴀɢɪ ᴘᴍs ʏᴀ
ᴀʟᴠᴀ : ᴋᴀɢᴀᴋ ʟᴀɢɪ ᴄᴀᴘᴇ ɢᴡ
sᴀᴋᴀ : sɪʜ ᴀʟᴠᴀ ᴍᴀʜ ʟᴀɢɪ ɢᴀʟᴀᴜ ɢᴇs ᴛᴀᴅɪ ʙɪᴋɪɴ sᴛᴏʀʏ ᴅɪ ɪɢ
ᴀʟᴠᴀ : ᴅɪᴇᴍ ɴɢᴀᴋ ʟᴜ
ɴᴀʀᴇɴ : ʙᴇʀɪsɪᴋ ᴊᴀᴍ ʙᴇʀᴀᴘᴀ ᴅᴀɴ?
ᴅᴀɴɪ : ᴡᴀᴋɪʟ ᴍᴜɴᴄᴜʟ ʟᴀɴɢsᴜɴɢ ᴘᴀᴅᴀ ᴅɪᴇᴍ ᴋᴀɴ ʟᴜ ᴘᴀᴅᴀ
ɴᴀʀᴇɴ : ᴅᴀɴɪ
ᴅᴀɴɪ : ʜᴇʜᴇʜᴇ ᴍᴀᴀᴘ ʙᴏs ɪᴛᴜ ᴊᴀᴍ 𝟷𝟶 ʙᴏs ᴅɪᴍᴀᴊᴜɪɴ 𝟷 ᴊᴀᴍ
ɴᴀʀᴇɴ : ᴛᴜᴍʙᴇɴ
ᴅᴀɴɪ : ɴɢᴀᴋ ᴛᴀᴜ sɪʜ ʀᴇɴᴏᴠᴀɴ ɢɪᴛᴜ ᴋᴀᴛᴀɴʏᴀ ɴɢᴀᴋ ʙɪsᴀ ᴊᴀᴍ 𝟿 , ᴀᴅᴀ ᴜʀᴜsᴀɴ ᴋᴀᴛᴀ ɴʏᴀ ᴅɪᴀ.
sᴀᴍᴀ ᴅɪᴀ ɴɢᴀᴋ ᴍᴀᴜ ʙᴀʟᴀᴘᴀɴ sᴀᴍᴀ ʟᴏ , ɴɢᴀᴋ ᴀᴅᴀ ᴋᴀᴛᴀ ᴡᴀᴋɪʟ ᴋᴀʟᴏ ᴍɪsᴀʟᴋᴀɴ ʙᴏs ɴɢᴀᴋ ᴍᴀᴜ ᴛᴜʀᴜɴ ᴋᴀᴛᴀɴʏᴀ ᴘᴇɴɢᴇᴄᴜᴛ ,
ɴᴀʀᴇɴ : ʜᴀᴅᴇʜ ɴɢᴀᴋ ʙᴏsᴀɴ ᴀᴘᴀ ᴛᴜʜ ʙᴏᴄᴀʜ ɴɢᴀᴊᴀᴋ ʀɪʙᴜᴛ ᴛᴇʀᴜs
ᴀᴡᴏʏ : ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴀᴊᴀ ᴋᴀʟɪ ʙᴏs ʟᴜᴍᴀʏᴀɴ ᴛᴜʜ ᴅᴜɪᴛɴʏᴀ
ɴᴀʀᴇɴ : ʙᴇʀᴀᴘᴀ ᴇᴍᴀɴɴɢɴʏᴀ
ᴅᴀɴɪ : 𝟻𝟶 ᴊᴜᴛᴀ ʙᴏs ʙᴀɴʏᴀᴋ ᴋᴀɴ ᴋᴀᴘᴀɴɴ ʟᴀɢɪ ᴄᴏʙᴀ
ɴᴀʀᴇɴ : ᴏᴋᴇ ᴛᴜɴɢɢᴜ ᴋᴀʙᴀʀ
ᴀʀɪs : sɪᴀᴘ ʙᴏs
Xavier menghela nafas sih reno lagi.
" ya udah nanti gw turun " ucap Xavier mendengus kesal musuh nya ngak pernah kapok meskipun sudah kalah terus, padahal sudah dia beri pelajaran masih mau menantang nya lagi, tapi apa yang dibilang sama angota anak motor ada bener juga meskipun Xavier, sangup memberikan uang untuk markas besar, namun kalo ada uang dari musuh kenapa ngak dipake aja uang yang ada dirinya buat sebagai saksi kalo mereka ketangkap polisi aja, kalo kebutuhan hasil dari pembalap
saat Xavier menujuk lantai satu tanpa sengaja bertatapan dengan nanda, tatapan yang dulu begitu hangat, begitu binar sekarang berubah menjadi asing seolah-olah mereka tidak pernah kenal, naren yang baru mengabari anggota kalo bos mau turun, setelah selesai melihat Xavier dan nanda bertatapan
ekhem
naren berdehem membuat mereka berdua tersentak dan memutuskan pandangan dan nanda segera pergi bersama Alex yang disamping dirinya, sedangkan posis Xavier dia baru nyadar ada Alex disamping nanda melihat mereka saling bergandengan, ada rasa panas dihati Xavier tapi buka api,
ekhem
sekali lagi naren megangu Xavier yang sedang melamun menatap kepergian nanda dan Alex
"cie kayanya bener nih ada yang mulai suka sama dia " ucap naren mengoda Xavier membuat Xavier kesal dengan naren
" emangnya kenapa kalo gw suka sama dia, ketimbang lu suka kok sama cewek kpop " ucap Xavier sinis dan berjalan mendahului sang sahabat sedangkan naren meganga dan membuka mulut lebar, dia tidak nyangka bakal dapat jawaban gitu tapi juga kok ada suara patah bukan kayu,
hap
" huek sapa nih yang lempar gw pake kertas, " ucap naren dengan marah sesaat Alva dan varo tertawa saat tidak sengaja melihat naren meganga dan mulut lebar,
" maap ngak sengaja gw mah salah lu sendiri mangap ( mangap itu artinya buka mulut nya gede) " ucap Alva dengan jahil varo pun tertawa disamping Alva
" nyeselin lu va etdah " ucap naren yang jahil Alva tapi yang kena pukul varo , membuat varo kesal
bug
" narennnnnnn " ucap varo teriak saat naren langsung berlari saat salah meninjuk orang, bukan salah sih cuma karena varo disamping dirinya, langsung mukul sedangkan Alva malah tertawa sesaat, karena ketemu pandangan mata dengan seseorang
varo saat berlari mengejar naren,tiba tiba berhenti saat tidak melihat Alva disamping
dja pun menengok ke belakang saat melihat Alva terdiam ditempat, tidak ada orang siapa pun disana, apakah sahabat nya seorang indigo yang katanya bisa liat apa yang tidak bisa kita lihat, segera varo berlari ke Alva dan langsung menyeretnya baju kerak belakang Alva, membuat Alva tersentak
" gw ngak mau lu kenapa napa, ayok pulang " ucap varo dengan gelisah kepada Alva, Alva yang mengerti khawatir sahabat nya mencoba menenangkan
" iya tapi ngak usah narik gini " ucap Alva melepaskan tangan varo dibelakang baju nya, dan setelah terlepas dia merangkul varo
" ya maap gw ngak mau lu kaya dulu lagi loh va "
" sans aja selama ada lu gw aman "
" gw ngak bisa selalu ada buat lo "
" ron gw tau, lo ngak bisa jagain gw terus tapi lo percaya kan kalo gw bisa jaga diri jangan khawatir oke "
" ya gimana ngak khawatir lo suka banget bikin gw panik "
" gw ngak bakal kenapa napa, gw bisa jaga diri lu harus percaya itu "
" oke lo harus jaga diri, ingat kalo ada bahaya lo hubungi gw langsung kalo, gw bisa bantu "
" iya bawel lu " ucap Alva, Alva dan varo sudah bersahabat sejak sekolah dasar di kelas 4 sampai saat ini sedangkan Xavier dan naren mereka bertemu di restoran dan awal SMA , membuat mereka lengket akhirnya menjadi sahabat . ada sesuatu yang terjadi dengan Alva dulu sebelum bertemu Xavier , dan varo tau kejadian itu semenjak itu varo jadi takut kalo Alva kenapa kenapa, karena dia sudah menggangap Alva sebagian dari kehidupannya, namun dia tidak ingin Alva bergantung dengan nya karena, siapa tau saja dia pergi dan tidak bisa disamping Alva,
varo sebagai sahabat selalu mengingatkan sahabat bahwa hanya diri sendiri yang bisa menolong, saat kita sedang terpuruk jika tidak ada yang percaya Alva atau mempunyai kesibukan lain
sedangkan di posisi nanda setelah tidak sengaja bertatapan dengan Xavier pun, langsung menuju parkiran bersama Alex, dia berhasil membuat para murid tidak memandang rendah lagi
" nan " ucap Alex pelan saat melihat nanda memakai helem
" hm " nanda yang sedang memakai helm pun menatap Alex
Alex menahan tangan nanda dan membantu nanda memasangkan, kunci helm
" kalo mau masang itu yang bener, nah udah "
ucap Alex membuat nanda tersipu malu, menunduk sebentar dia, lalu menatap Alex
" terimakasih "
" sama sama, hem omong omong nanti sibuk nga nanti malam " ucap Alex sambil menatap nanda
" ngak sih kenapa emangnya " ucap nanda dengan Heran saat ditanya ,
" aku mau ngajak jalan jalan mau ngak "ucap Alex yang ternyata ingin mengajak jalan jalan bersama nanda,
"mau kebetulan. gw lagi pengin keluar nanti malam " ucap annda membuat Alex antusias
" beneran nih mau ada yang marah nga nih " ucap Alex mengoda nanda siapa tau nanda diam diam mempunyai hubungan dengan seorang kan pikir Alex
" santai aja kali ngak ada yah marah kok, paling bapak kalo pulang malem "
" ya udah kalo gitu nanti aku yang jemput ya "
" oke ntar gw serlok, gw pulang duluan ya soalnya emang udah chat suruh pulang "
" oke nanda hati hati dijalan " ucap Alex nanda pun memberikan respon jempol ,
segera setelah nanda pergi angota Alex pun mendekati bos
" cie cie bos "
suit suit, ekhem ekhem
godaan dari para angota membuat Alex menatap datar,
" udah ayok pulang "
diposisi nanda
saat sedang dijalan sepi,seperti biasa nanda memotong jalan,agar tidak kena macet, tiba-tiba dia terheran-heran dengan satu motor, dengan kecepatan tinggi dan melakukan aksi, dijalanan sepi lalu tak seberapa lama, ada banyak motor dibelakang nanda membuat nanda, waspada namun ada kejadian mencengkang kan membuat nanda berhenti dan melongo melihat kejadian itu
"PULANG NGAK LU BOCIL "
" ngak mau gw mau balapan kenapa lo larang hah "
" GW NGAK IJININ LO BUAT BALAPAN YA "
" PULANG SEKARANG ATAU DORAEMON LO GW BAKAR NANTI " ucap seseorang pria dengan menbawa doraemon milik sang adik, membuat sang adik berhenti saat dihadang dengan sang abang
" AGH NGANCEM TERUS " ucap bocah perempuan yang dilihat nanda dan merengek kepada orang yang di hadapan nya, bisa nanda ada seorang pria turun dari motor dan menjewer telinga cewek, yang tadi sempat melakukan aksi dijalanan dan dipukul dengan sapu, lalu digendong ditaro dibelakang pria itu,
dan motor itu pun dibawah sama pria lain juga nanda menghitung ada 10 orang pria dan satu cewek, yang membuat nanda melongo itu orang pria yang membawa sapu seolah-olah dia sedang memarahi anak nya, seperti emak nanda kalo melakukan kesalahan makanya, dia melongo
maaf sebelumnya saya ingin memberikan saran, di bab ini banyak sekali pengulangan kata yang sama dalam satu paragraf,dan banyak sekali salah huruf disetiap kata.
maaf sebelumnya kalau bisa athor sunting dulu sebelum di upload ke NT untuk episode selanjutnya ♥️♥️♥️🙏