“Ck..!! Kenapa aku bisa lupa!!!” rutuknya sambil melempar sembarangan botol air mineral yang dipegannya dan tanpa sengaja botol air mineral itu menganai kepala salah satu cowok yang sedang berkumpul di depan Elisan.
“Mati aku!” gumam Elisa saat pria yang terkena lemparan homerun nya tadi berjalan ke arah nya.
Dan dari muka pria itu sangat jelas kalau dia sangat marah.”Padahal tidak sengaja kan?” batin Elisa.
“Milik mu?” tanya Pria itu sambil mengarahkan botol yang Elisa lempar tadi ke arah Elisa.
“Sepertinya iya.” Aku Elisa mau tidak mau. Mau bohong juga percuma, jelas banyak saksi yang melihatnya.
Pria itu menatap Elisa dengan tatapan geram sambil membuka botol air mineral itu dan dengan tatapan tajam dan penuh kemarahannya dia menuangkan air itu di atas kepala Elisa. “ini baru sepadan.” Ucap nya tersenyum smirk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#25
Elisa dan Alhen pun saling pandang sinis-sinisan yang kalau di lihat pakai mata batin, kedua nya sedang adu chidori dengan rasengan ala Sasuke dan Naruto.
Namun karena terlalu khusuk adu chidori dan rasengan, dua makhluk ini sampai tidak menyadari kalau di sana ada dua orang emak-emak dengan wajah berseri-sering sedang bersalaman sambil berkata,”Aduh aku gak nyangka akan secepat ini urusan nya, Besaan.” Ucap Jolie langsung cipika cipiki.
“Tapi gak usah malam ini ya, gimana kalau nikah nya besok aja?” balas Miranda sambil membalas cipika cipiki sama Jolie.
“Ya.. jangan besok dong! Sabtu aja gimana?” balas Jolie.
“Aduh jangan sabtu dong! kan ada ikatan cinta. Doi pindah tayang minggu ini.” jawab Miranda semakin absurd.
“Ya udah, kalau begitu minggu deh!” Tawar Jolie.
“Nah, minggu pas banget tu! Gak papa! Gak nonton Doraemon sekali.” Jawab Miranda.
Elisa dan Alhen yang tadi nya sedang adu tatapan sinis auto menoleh pada ibu nya Alhen dan tante nya Elisa.
“Siapa yang maau menikah?” ucap Alhen dan Elisa kompakan.
“Lah bukan nya tadi kalian yang sudah ready akan menikah?Udah! Keputusan udah kami ambil. Kalian menikah hari minggu besok! Karena hari sabtu ini tante nya Elisa mau nonton ikatan cinta katanya.
Goooooooong !
GoooooooooNG!
Terdengan dua bunyi gong besar di dalam kepala Elisa dan Alhen.
Mereka kini hanya bisa saling tatapan, dengan sorot mata saling menyalahkan.
Tapi ternyata keramaian siang itu tidak hanya sampai disitu, karena tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka lalu Luvia muncul dengan wajah berapi-api, siap untuk menyerang siapa saja yang menghampiri nya duluan.
“Alhen! Apa-apaan ini?”teriak Luvia dengan kobaran api PON di belakangnya.
“Hhhhuuu.. akhirnya senjata pamungkas ku datang! Ayoo Luvia! Batalkan rencana pernikahan ini!!” Sorak Elisa ala cheersleader di dalam sana.
“Kamu siapa?” tanya Miranda.
“Dia pacar nya Alhen yang aku ceritakan pada mu kemarin itu loh Miranda. Yang aku dan dady nya Alhen tidak setujui.” potong Jolie dengan muka tidak suka nya.
Padahal jelas-jelas, Luvia adalah anak tangan kanan nya Jolie di perusahaan tapi aneh nya Jolie terlihat tidak suka pada Luvia.
“Tante gak bisa seperti ini sama aku dan Alhen! Kami saling mencintai tante!! Tante gak berhak memisahkan kami.” Ujar Luvia yang wajah kesal yang tidak bisa dia sembunyikan.
Luvia hari ini benar-benar lelah bersembunyi di balik topeng wanita penyabar yang selama ini dia kenakan.
“Hmmm dengar tu! Ayoo tante, jangan halangi cinta anak mu!” Sorak Elisa dalam hati tapi yang tergambar jelas dari ekspresi nya saat ini.
“Kau lihat itu Alhen! Ini lah sifat asli kekasih mu itu! Dia tempramen! Dia egois! Dia tidak sopan pada orang lain. Jangan kan kepada orang lain nak, pada orang tua nya saja dia tidak sopan! Dia suka membentak orang tua nya Alhen! Mommy sudah lama tahu mengenai hal ini. Maka nya mommy tidk setuju kamu dengan Luvia.”Berang Jolie.
Alhen dengan wajah jutek nya auto melihat ke arah Elisa, yang dalam pandang Alhen bahkan lebih kasar dari pada Luvia. “Mommy ku belum tahu saja seberapa bar-bar calon memantu pilihan nya ini.”
Tapi Elisa yang sedang menghayati peran nya menjadi cheersleader, sama sekali tidak sadar kalau Alhen melihat nya.
“Ayoo Luvia! Jangan mau nyerah gitu aja! Pertahankan si muka kulkas ini sampai tetes darah penghabisan!” Sorak Elisa lagi dan lagi, walau hanya sebatas di dalam hati.