NovelToon NovelToon
Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:249.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Elvan begitu mencintai istrinya. Begitu juga istrinya yang sangat mencintainya. Namun, setelah menikah tiga tahun lamanya, Clara yang merupakan istri Elvan mulai berubah sikap. Di sela-sela rumah tangganya yang tak baik-baik saja, Elvan terjebak satu malam bersama Rania yang merupakan office girl yang bekerja di kantornya.

Akankah Elvan mempertanggung jawabkan perbuatannya? Ataukah dia tetap pada pendiriannya untuk tetap setia dengan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.25

''Jelaskan sama mamah. Ada hubungan apa antara kalian berdua?'' Bu Rosma bertanya sambil menatap keduanya.

''Mah, mamah jangan berpikiran yang tidak-tidak,'' Elvan beranjak dari duduknya. Lalu dia mendekati ibunya dan memegang tangannya.

''Jika tidak ada yang di sembunyikan, kamu tidak mungkin terlihat takut seperti ini,'' Bu Rosma sangat paham dengan raut wajah anaknya.

''Aku ke belakang dulu,'' Rania merasa canggung berada disana. Dia hendak melangkah pergi, namun Bu Rosma menghentikan langkahnya.

''Duduklah! Jangan ada yang pergi,'' ucap Bu Rosma.

Rania menurut, dia kembali duduk di tempat semula. Perasaannya tak tenang. Dia takut jika Bu Rosma memarahinya.

Elvan sudah kembali duduk. Begitu juga dengan ibunya yang kini duduk di sebelahnya.

''Coba jelaskan sama mamah! Sebenarnya ada hubungan apa di antara kalian berdua? Mamah rasa kalian itu tidak sedekat ini untuk berduaan di dalam apartemen, kecuali jika ada hubungan?'' Bu Rosma menatap keduanya penuh selidik.

''Aku takut mamah marah kalau mendengar ini,'' Elvan merasa sedikit ragu untuk menjelaskan semuanya.

''Mamah tidak akan pergi jika kamu belum juga menjelaskan,'' ucap Bu Rosma.

Sejenak Elvan menatap Rania yang duduk di hadapannya. Lalu dia mulai berkata kenyataan yang ada.

''Aku dan Rania sudah menikah. Tidak ada orang lain tahu selain Bi Darmi. Kami sengaja menyembunyikan semuanya,'' kata Alan.

''Apa?'' Bu Rosma terkejut saat mendengar perkataan anaknya. Karena sebelumnya sama sekali tidak mengira jika anaknya mempunyai hubungan yang seserius itu dengan Rania.

''Maaf, Tante. Saya memang bukan menantu yang pantas untuk tante,'' ucap Rania sambil menunduk.

Elvan melihat istrinya yang terlihat tak tenang. Dia berpindah duduk sehingga kini berada di sebelah istrinya. Dia mengusap punggung istrinya agar istrinya lebih tenang.

''Jangat takut! Biar aku jelaskan semuanya ke mamah.''

Rania hanya menganggukkan kepalanya.

''Cepat jelaskan, Van! jangan membuat mamah bingung,'' pinta Bu Rosma.

''Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya,'' sejenak Elvan menghentikan perkataannya. Dia menarik napasnya, lalu menghembuskannya perlahan. Mencoba mempersiapkan diri dengan apa pun nanti tanggapan dari ibunya. Semoga saja ibunya tidak memarahinya.

Bu Rosma tampak serius menatap anaknya, menunggu apa yang akan di jelaskannya.

''Aku tak sengaja menodai Rania dan membuat dia hamil,'' belum juga selesai bicara, Bu Rosma sudah menyerobot perkataannya.

''Jadi selama ini kamu lelaki itu? Kenapa kamu tidak bilang sama mamah?''

''Aku takut kalau mamah marah. Apalagi aku kan masih punya istri.''

Bu Rosma beranjak dari duduknya, lalu mendekati anaknya.

''Dasar anak nakal. Siapa yang mengajarkanmu menanam benih sembarangan?'' Bu Rosma menarik telinga anaknya.

''Aduh, Mah. Jangan tarik-tarik, sakit tahu,'' Elvan mencoba melepaskan tangan ibunya. Dia mengusap telinga yang sedikit sakit saat ibunya baru melepaskan tangannya.

''Untung wanita itu Rania. Bagaimana kalau wanita itu seperti modelan Clara, bisa-bisa kamu di pecat jadi anak,'' ucapnya.

''Jadi mamah tidak marah?''

''Tidak, mamah setuju dengan hubungan kalian. Tapi, kapan kamu akan menikahinya?'' tanya Bu Rosma.

''Kami sudah menikah, Mah.'' ucap Elvan.

''Dasar anak nakal, nikah tidak bilang-bilang,'' Bu Rosma hendak menarik lagi telinga anaknya namun Elvan keburu menjauh, sehingga Bu Rosma tidak mengenainya.

''Maaf, Mah. Kami menikah langsung ke KUA. Aku takut kalau mamah tidak setuju, jadinya nikah diam-diam.''

''Jadi selama ini kamu sudah menduakan Clara?'' Bu Rosma terlihat tersenyum.

''Ini bukan soal menduakan atau selingkuh. Tapi aku melakukan apa yang harus aku lakukan. Aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah di perbuat,'' ucap Elvan.

''Mamah suka gayamu, Van. Akhirnya mamah punya menantu yang baik, tidak seperti Clara yang tidak bisa mengurus rumah,'' Bu Rosma terlihat senang.

''Tapi saya takut, saya tidak mau di cap sebagai orang ketiga dalam pernikahan orang lain,'' Rania ikut menyahut pembicaraan mereka.

''Tidak usah takut, Nak. Lagian sebentar lagi Elvan dan Clara juga akan berpisah. Namun menunggu sampai anak itu lahir.''

''Apa gara-gara aku, jadi Mas Elvan mau berpisah?" Rania bertanya kepada suaminya.

''Bukan. Kamu jangan berpikiran seperti itu. Aku memang sudah meragukan Clara, apalagi dia berselingkuh di belakangku,'' ucap Elvan.

''Tapi bagaimana dengan anak kalian, jika kalian berpisah?'' tanya Rania.

''Setelah anak itu lahir, aku akan melakukan tes DNA,'' kata Elvan.

''Kenapa harus menunggu anak itu lahir, Van? Bukankah sebelum lahir juga kamu bisa melakukan tes DNA?"

''Iya sih, hanya saja aku tidak ingin jika nantinya Clara menyakiti anak di dalam kandungannya jika semisal hasil tes DNA menyatakan jika anak itu bukan anakku. Mamah tahu sendiri kan kalau sampai sekarang Clara masih tidak mau jika nantinya aku ceraikan. Aku takut dia melakukan segala cara agar aku bersimpati kepadanya,'' kata Elvan.

''Benar juga sih. Tapi bagaimana jika Clara memanipulasi hasil tes DNA itu?'' tanya Bu Rosma.

''Mamah tenang saja. Aku tahu kok apa yang harus aku lakukan,'' jawab Elvan.

''Lalu, jika ternyata anak itu anak kandung Mas Elvan. Apa Mas Elvan tidak jadi berpisah?" Rania bertanya kepada suaminya.

''Aku akan tetap menceraikannya. Untuk anak itu, jika memang anakku, aku akan menafkahinya.''

Rania merasa senang, karena ternyata suaminya tidak akan menceraikannya setelah melahirkan nanti. Malah istri pertamanya yang akan di ceraikan. Namun dia kasihan sama Clara, jika dia merawat anak itu sendirian.

.......

Clara yang masih tidak mau berpisah dengan Elvan, dia akan mencoba bersikap manis dan perhatian kepadanya. Semuanya dia lakukan mulai hari ini.

Tepat pukul enam pagi Clara sudah berada di depan rumah Elvan. Dia membawa rantang kecil berisi makanan. Dia berniat untuk memberikan makanan itu kepada Elvan.

Clara mengetuk pintu rumah itu, namun belum juga ada sahutan dari dalam. Setelah sepuluh menit menunggu, akhirnya ada yang membukakan pintu. Namun yang membukakan pintu itu pembantu.

''Mas Elvan ada?'' tanya Clara.

''Tuan Elvan beberapa hari ini tidak pulang,'' jawabnya.

''Tidak pulang?'' Clara sedikit heran.

''Benar, Non.''

Sejenak Clara berpikir, dan pada akhirnya dia tahu kemana dia harus pergi.

Saat ini Clara ada di perjalanan menuju ke apartemen Elvan. Dia yakin, pasti Elvan ada disana.

Tak lama, dia sampai juga di depan apartemen.

Ting tong

Clara memencet bel apartemen. Dia juga sedikit merapikan rambutnya yang tergerai.

Pintu apartemen terbuka, ternyata Rania yang membukanya. Clara terlihat marah sekali melihat Rania.

''Ngapain kamu kembali kesini? Kamu tidak jera juga ternyata, dasar pelakor.'' Clara mendorong tubuh Rania, namun untung saja Elvan menahan tubuhnya, sehingga Rania tidak terjatuh.

''Apa-apaan kamu, Cla? Lebih baik kamu pergi dari sini. Kedatangan kamu hanya merusak ketenangan kita saja,'' Elvan tak suka melihat kedatangan Clara.

''Harusnya wanita ini yang pergi. Karena dia yang sudah merusak rumah tangga kita,'' kata Clara, sambil menunjuk Rania.

Elvan langsung saja menutup pintunya. Dia mengabaikan Clara yang masih berbicara.

Elvan melihat Rania yang terlihat sedih. Dia merengkuh tubuhnya ke dalam pelukannya.

''Sudah, jangan pedulikan Clara. Dia memang seperti itu. Aku akan menjaga kamu. Jangan takut ya,'' Elvan mengusap pelan punggung istrinya.

''Terima kasih, Mas.''

''Sama-sama, itu sudah kewajibanku sebagai suami.''

Rania merasakan kehangatan di pelukan suaminya. Dia tidak memungkiri jika sekarang dia sudah jatuh cinta kepada suaminya.

1
Selamet Turipno
WOI AUTHOR ANJING KATANYA JUDUL ISTR YG SELINGKUH INI MALAH BANYAK CERITA ELVAN DAN RANIA BENAR BENAR AUTHOR ANJING
Aldi ana
trs di genjot
Aldi ana
di genjot trs
hellena jsn
novel pertama Yang aku baca watak lelaki nya bodoh cam elvan...bkin malas baca Kalo watak kelewat bodoh
Aan Darian
Roy sama Clara... di rantau bareng wkwkkwkwk
Aan Darian
nak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Aan Darian
enak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Simon Tambun
Rania hamil lagi ya pasti dong...wong digenjot terus sama Elvan koq
Simon Tambun
Itu aja jadi pembahasan ya
Simon Tambun
Pasti biar sekalian ya maksud si Elvan
Simon Tambun
Diajak berhubungan badan aja biar mulut nya mendesah nggak diam terus seperti itu
Simon Tambun
Dasar Reno tukang ngadu dia itu...dulu sewaktu mau didekatkan sama Ningsih sok jual mahal
Simon Tambun
Asal aja bukan didasari sifat licik nya si Roy
Simon Tambun
Emang nya kenapa dengan status pembantu ya???
Simon Tambun
Ada-ada aja Ibu mertua dan menantu nya ini
Simon Tambun
Bingung si Reno nya ya..... Tapi si Ningsih cantik kagak menurut kamu Reno😂😂😂
Simon Tambun
Dengan anak mu apa dengan Rania istri mu😂😂😂
Simon Tambun
Gimana sih Bu Rosma ini...kalo sama Elvan anak nya nggak mungkin lah😁😁😁 pasti nya ke si Reno dong
Simon Tambun
Ningsih apakah akan sementara bekerja pada keluarga Elvan atau untuk selama nya yaaa
Simon Tambun
Terlalu betul kalau Elvian macam-macam ya Thor...karna semua tau kan bagian itu pasti ada jahitan nya😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!