Apa jadinya seorang Polisi hebat memiliki mata iblis yang dapat melihat apa saja?. Dengan kekuatan yang ia miliki ia membantu Nakamoto Sakurai dalam menyelesaikan kasus undangan berdarah. Kasus yang sangat mengerikan yang dialami oleh Nakamoto Sakurai.
Namun ada misteri yang tersembunyi dibalik identitas Inuzuka Kira yang memiliki kekuatan mata iblis itu. Nama aslinya siapa?. Apakah ia abadi alias tidak bisa mati?. Dan apa maksud kontrak yang terjalin antara Inuzuka Kira dengan Nakamoto Sakurai?.
"Heh!. Aku ini adalah manusia abadi yang memiliki kekuatan iblis. Akan aku lihat semua yang kalian sembunyikan dariku." Kira berkata dengan penuh percaya diri.
Akan tetapi pada saat itu ia terkena tembakan, Sakurai sangat takut karena dokter mengatakan jika Kira telah meninggal. Jantungnya terkena tembakan?. Saat itu Sakurai ingat sesuatu tentang bagaimana caranya menghidupkan kembali Kira. Hatinya yang bergejolak mencoba melakukannya. Apakah Kira memang manusia abadi setelah ditembak seseorang yang tidak dikenal?. Temukan jawabannya dalam kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retto fuaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEKUATAN ANEH MACAM APA ITU?
...***...
Kira on.
Hai, pembaca tercinta. Sepertinya masalah ini semakin panjang. Dan kami masih terjebak di kawasan amekaze karena dituduh telah membunuh seseorang. Tapi tenang saja. Aku telah memikirkan cara terbaik untuk melakukan itu semua. Jadi simak terus ceritanya supaya tidak bingung dengan jalan ceritanya. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta yang telah mendukung karya ini dengan sepenuh hati.
Kira off.
...***...
Masih di kawasan Amekaze.
Saat ini Kira, Sakurai, Matsunaga Shohei dan Hirogashi Ken sedang berada di ruang mayat. Itu karena Kira ingin melihat apakah masih ada orang lain yang terlibat dalam kasus undangan berdarah itu, sekaligus ingin mengetahui identitas wanita bertopeng itu. Ia sangat yakin wanita bertopeng itu telah melakukan sesuatu pada Takahashi Mizuki. Siapa lagi yang melakukan itu jika bukan wanita jahat bertopeng itu dalangnya?.
"Apa yang dia lakukan dengan menatap mata takahashi mizuki yang telah lama meninggal?." Matsunaga Shohei merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Kira. "Dia memang orang gila. Hanya orang gila yang melakukan itu." Merinding melihat apa yang dilakukan Kira?.
"Diam lah sebentar. Jangan ganggu konsentrasinya." Sakurai memperingatkan Matsunaga Shohei agar tidak cerewet bertanya padanya. "Lagipula aku tidak bisa menjelaskan pada kalian apa yang sedang ia lakukan?! Karena aku juga tidak mengerti!." Tiba-tiba saja ia memiliki kepribadian pemarah seperti itu.
"Cih! Lakukan sesuka hati kalian." Matsunaga Shohei sangat jengkel dengan apa yang mereka lakukan. "Ada-ada saja kelakuan aneh kalian." Ia malah merungut dengan kesalnya.
"Sebenarnya dia mau melakukan apa? Kenapa ia malah melakukan hal aneh? Rasanya aku seperti melihat dukun dari pada seorang polisi." Matsunaga Shohei sangat tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Kira yang sedang menatap mata Takahashi Mizuki. Saat ini ia tenggelam dalam ingatan Takahashi Mizuki sejak ia melakukan kejahatan.
"Sebanyak ini ingatannya membunuh orang lain? Bahkan ketika ia masih remaja telah memiliki hasrat membunuh yang sangat kuat." Kira melihat semua lembaran kumpulan ingatan yang dilakukan Takahashi Mizuki selama ia hidup.
Di bawah alam sadarnya, ia berdiri melihat semua lembaran itu dalam ingatan Takahashi Mizuki?.
"Dia ini lebih seram dari yang aku bayangkan." Kira sedikit bergidik ngeri melihat itu. "Ternyata dia lahir dari iblis tipe pembunuh berdarah dingin, wajar saja wanita bertopeng itu mengajaknya bergabung melakukan pembantaian tamu undangan berdarah."
Kira memperhatikan semuanya dengan detail, apa saja yang dilakukan oleh Takahashi Mizuki di masa lalu.
"Tapi sungguh sangat mengerikan apa yang mereka lakukan, sangat tidak manusiawi." Kira mencoba mendekati ingatan Takahashi Mizuki saat ia datang ke sebuah tempat.
Wanita itu juga ada di sana?. Kenapa selalu ada wanita bertopeng itu juga laki-laki yang sama sekali tidak ia kenali?. Apa hubungan keduanya?. Kira ingin menyelam lebih jauh lagi.
"Mungkin aku akan kembali ke ruangan itu, aku ingin melihat wanita itu berdiri di posisi mana ketika kejadian itu?." Kira masih penasaran siapa yang berdiri di depan pintu sebelah barat ketika Sakurai sampai di sana.
Kira terus berjalan mencari kemungkinan disaat ia melihat wanita itu bersamanya. Apakah ia harus mengitari ingatan Takahashi Mizuki untuk mencari kebenarannya?.
"Heh!." Kira menemukan ada hal yang aneh ketika mereka berada di ruangan hitam. "Jadi? Mereka mengunci rapat tentang identitas wanita itu?." Kira sangat heran dengan yang mereka lakukan. "Jika saja aku bisa melihat wajah wanita itu." Ia terus berjalan mencari celah, namun sepertinya ia telah berjalan terlalu lama.
Deg!!!.
Kira terlempar ke luar dari ingatan Takahashi Mizuki. Sepertinya ia terlalu lama memasuki kawasan itu. Tubuhnya memiliki batas yang tidak boleh dilanggar begitu saja. Ia tidak boleh menyakiti tubuhnya jika ia ingin membantu Sakurai menemukan kebenaran dari kasus itu.
"Uhuk!!!." Kira terbatuk keras, dan ada darah yang ia muntahan.
"Kira!." Sakurai sedikit terkejut, tapi setelah itu ia kembali bersikap normal. Ia berusaha untuk menekan perasaannya agar tidak terlalu khawatir dengan keadaan Kira yang telah ia lihat beberapa kali seperti ini jika Kira memaksakan diri.
"Hoi! Kau baik-baik saja?." Hirogashi Ken terlihat sedikit khawatir melihat kira yang seperti itu.
"Bagaimana kira? Kau telah menemukannya?." Ia berusaha tidak panik. "Apakah kau mengetahui siapa yang telah melakukan itu pada takahashi mizuki?." Sakurai menepuk pundak Kira dengan pelan.
"Aku hanya menemukan sedikit saja." Jawab Kira sambil mengatur nafasnya dengan pelan. "Tapi aku tidak tahu apakah itu sangat membantu atau tidak? Karena lumayan sulit menyelami pikirannya selama hidupnya yang dipenuhi dengan kejahatan yang sangat kejam."
"Kalian ini polisi atau pemburu jejak para normal? Sungguh tidak masuk akal atas apa yang kalian lakukan!." Matsunaga Shohei sangat heran dengan apa yang dilakukan Kira tadi. "Sungguh tidak masuk akal sekali dengan apa yang kalian lakukan!." Entah kenapa ia sangat emosi karena apa yang ia lihat diluar akal sehat dan nalar manusiawi.
"Sebaiknya kalian segera tinggalkan tempat ini! Kami tidak mau berurusan dengan kalian yang tidak normal seperti kalian!." Lama-lama Hirogashi Ken merasa kesal dengan apa yang dilakukan Kira dan Sakurai. "Kali ini kalian kami bebaskan dengan aman! Tapi jika kalian masih kembali lagi ke daerah ini?! Maka akan aku bunuh kalian berdua!." Amarahnya tidak bisa ia tahan lagi, rasanya sangat menguras emosi melihat Kira.
"Heh! Bukankah kalian ingin mengetahui bagaimana takahashi mizuki dibunuh?." Sakurai mendengus kesal. "Lantas kenapa kalian malah mengusir kami? Dasar plin-plan dan tidak berpendirian." Sakurai sangat kesal mendengarkan ucapan mereka.
"Tidak usah!." Responnya cepat. "Sebaiknya kalian pergi dari sini segera mungkin! Kami anggap kalian tidak pernah melakukan apapun di kawasan amekaze!." Matsunaga Shohei muak dengan apa yang mereka lakukan. "Aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi!." Raut wajahnya memang terlihat tidak bersahabat sama sekali.
"Ya, pergilah segera mungkin dari sini!." Hirogashi Ken juga bahkan mengusir Kira dan Sakurai. "Pergilah dan jangan kembali lagi ke daerah ini! Simpan saja rahasia apa saja yang telah kalian ketahui tentang wilayah ini!." Lanjutnya sambil melotot lebar.
"Tentu saja akan pergi segera mungkin, karena kami ingin mencari keberadaan salah satu tersangka yang harus bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan sepuluh tahun yang lalu." Sakurai tidak akan melepaskan mereka begitu saja tanpa mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan selama ini?. "Kira, tidak usah banyak membuang-buang waktu. Kita harus segera menemukannya sebelum orang-orang itu mendahului kita." Sakurai langsung meninggalkan ruangan mayat.
"Ryoukai! Sakurai sama." Kira memberi hormat, setelah itu ia bergegas menyusul Sakurai yang tidak sabar lagi mendatangi lokasi berikutnya.
"Mereka benar-benar tidak waras. Apakah dia tidak tahu caranya seorang polisi mencari barang bukti fisik?." Matsunaga Shohei merinding membayangkan ada polisi yang seperti itu. "Mereka pikir polisi itu paranormal? Sehingga dengan cara seperti itu mereka bekerja." Sangat menyebalkan memang berurusan dengan hal yang aneh.
"Mungkin mereka memang tidak waras! Mana mungkin dengan cara seperti itu ia bisa memberat seorang pelaku dengan cara aneh seperti itu?." Hirogashi Ken juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya. Apakah keduanya bisa membuktikan melalui bukti fisik siapa dalang dari masalah ini?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di suatu tempat.
Sayaka dan Nyonya X sedang memperhatikan beberapa orang yang telah ia siapkan dalam sebuah pertunjukan?. Apakah itu benar pertunjukkan drama atau apa?. Karena masalahnya adalah ini kasus pembunuhan?. Tapi pertanyaannya adalah, sejak kapan mereka menyukai sebuah drama yang membosankan seperti itu?.
"Apakah cara seperti ini akan ampuh nyonya?." Ia sedikit meragukan apa yang dilakukan wanita itu. "Apakah mereka tidak akan curiga dengan apa yang akan kita lakukan setelah ini?." Sayaka sedikit ragu dengan apa yang akan ia lakukan.
"Aku yakin itu tidak akan terjadi, meskipun dia bisa melihat apapun." Ia mengamati keadaan sekitarnya. Aku yakin dia tidak akan bisa melihat apa yang terjadi di sini dengan jelas." Matanya semakin liar memperhatikan orang-orang dengan kemampuan tidak biasa. "Karena dia tidak akan mungkin melihat kejadian itu melalui mata mayat."
"Hanya khawatir saja. Jangan sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan." Respon Sayaka dengan perasaan begitu cemas.
"Kau tenang saja. Untuk sementara waktu kau cari tahu identitas aslinya." Balas Nyonya X. "Bisa jadi dia aku gunakan untuk membuat kasus baru, untuk memecahkan konsentrasinya." Ia tersenyum lebar. "Jika banyak orang yang tidak puas dengan cara kerjanya, maka akan mudah menekannya." Membayangkan semua rencananya berjalan dengan sangat lancar. "Gerakan mereka akan terbatas, pasti tidak akan bisa menolak menyelesaikan masalah baru ini."
"Ide nyonya sangat hebat sekali." Sayaka sangat terkesan. "Sepertinya saya memang harus banyak belajar dari nyonya dalam mengatur strategi menjebak musuh."
"Hahaha! Kau bisa saja." Nyonya X merasa senang mendengar ucapan Sayaka, sehingga ia tertawa.
Nyonya X on.
Aku ingin melihat sejauh mana dia memiliki kemampuan untuk melihat apa saja yang tersembunyi darinya. Jika memang dia adalah pemegang kekuatan iblis tertinggi, maka aku harus melakukan cara lain untuk membunuhnya. Tidak akan biarkan dia mengacaukan semuanya. Siapa dia sebenarnya?. Kenapa dia begitu kuat?. Sehingga aku sedikit ketakutan karena ia akan menghentikan apa yang telah aku lakukan selama ini dalam kegelapan.
Nyonya X off.
...***...
Kira dan Sakurai telah meninggalkan kota seram itu, dan kini telah sampai di rumah malam hari.
"Senpai, aku menginap di sini." Ia langsung rebahan di sofa, ia merasa lelah.
"Terserah kau saja." Sakurai langsung masuk ke dalam kamarnya, ia juga merasa lelah setelah melakukan perjalanan yang jauh.
Kira memaksakan dirinya untuk bergerak menuju kamar satunya lagi. Pikirannya masih terasa kusut memikirkan apa yang telah ia lihat sebelum pergi meninggalkan kota Amekaze.
Kembali ke waktu itu.
Kira hendak menuju mobilnya, namun saat itu ia melihat ada seorang lelaki tua yang duduk sendirian. Matanya terus memperhatikan kakek tua itu, dan rasa penasaran memenuhi pikirannya.
"Apa yang kau lakukan di sini kakek tua? Bagaimana kalau ada anak kecil yang melihat tampang seram mu ini?." Kira memperhatikan orang-orang sekitarnya agar tidak menganggap dirinya gila karena telah berbicara sendirian.
"Memangnya aku mau ke mana lagi? Aku telah terjebak di sini selama bertahun-tahun." Responnya sedikit galak. "Tidak ada satupun orang yang bisa melihat aku, kecuali kau yang memiliki kekuatan iblis penghubung masa lalu dan masa depan."
"Ho? Rupanya kau mengetahui kemampuan yang aku miliki." Kira merasa tertarik dengan ucapan itu, sehingga ia berpura-pura minum agar tidak terlihat aneh.
"Aku ini telah berpengalaman, tentu saja dengan mudahnya aku mengetahuinya." Kakek tua terlihat percaya diri. "Kau terlalu muda untuk menyembunyikan kekuatan yang kau miliki."
"Ya, ya, ya, kau benar kakek tua." Respon Kira dengan jengkelnya. "Kau terlalu percaya diri, karena itulah kau mati dengan mengenaskan di sini, sebagai lelaki tua yang dibuang keluarganya."
"Mulutmu terlalu pedas anak muda." Kakek tua merasa sedih mendengar ucapan Kira. "Apakah kau tidak kasihan padaku?."
"Aku sangat kasihan padamu, sehingga aku ingin menangis." Kira berpura-pura menangis.
"Hei!." Kakek tua merasa tidak terima. "Aku peringatkan kau ya anak muda kejam! Dalam waktu dekat ini kau akan mengalami bahaya!." Tunjuknya kasar tepat di depan mata Kira. "Sebaiknya kau berhati-hati dalam bertindak! Apalagi kau sedang melindungi seseorang yang di masa hidupnya mengalami kesulitan karena kasus masa lalu!."
Deg!.
Kira terkejut mendengar ucapan itu, rasanya sangat menusuk tepat di jantungnya.
"Angin kadang bersahabat, tapi bisa menjadi jarum mematikan jika tidak dikendalikan dengan baik." Kakek tua terus memberikan sebuah nasihat pada Kira. "Kau jangan sampai tertipu oleh senyuman palsu dan kebaikan seseorang, kau akan mengalami masalah yang sangat rumit jika tidak segera menyingkirkan orang itu."
"Orang itu?." Kira tampak bingung.
"Aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang-orang yang ingin kau berhenti menyelesaikan kasus undangan berdarah." Ucap Kakek tua. "Tapi aku harap kau berhati-hati pada orang baru, karena kedatangannya memiliki tujuan yang tidak baik."
"Orang baru?." Kira memikirkan ucapan itu. "Orang baru yang datang hanya sayaka. Tentu saja aku mengetahui niat buruknya, hanya saja aku tidak mengetahui identitas aslinya." Kira merasa lelah dengan keterbatasan kemampuannya yang itu. "Dia diselimuti hawa hitam yang mengerikan."
"Kau jangan sampai tertipu dengan sifat pendiam yang dia tunjukkan! Kau bisa membahayakan nakamoto." Kakek tua menyipitkan matanya. "Kau adalah satu-satunya harapan baginya bertahan sejauh ini."
"Kakek tua, kau memang sangat luar biasa sekali bisa mengetahui ini." Kira mengacungkan jempolnya. "Kekuatan iblis mu dalam meramal, dan melihat masa lalu seseorang sangat hebat sekali."
"Aku hanya tidak ingin kau mengalami kesulitan." Responnya.
"Apakah kau bisa melihat wajah wanita bertopeng itu? Aku kesulitan membuka topengnya." Kira menyipitkan matanya. "Apakah aku bisa minta tolong padamu, melihatnya memalui masa lalu yang pernah aku lihat mengenai wanita bertopeng itu?."
"Aku tidak bisa melihat wajah wanita bertopeng itu." Wajah Kakek tua terlihat kecewa.
"Kenapa tidak bisa?." Kira juga tampak kecewa.
"Wanita itu adalah iblis penikmat suasana pembunuhan sadis." Kakek tua bergidik ngeri. "Aku tidak sanggup meramal, ataupun melihat masa lalunya." Entah kenapa ia merasa jengkel.
"Baiklah, terima kasih atas nasihatmu kakek tua." Kira hanya bisa pasrah saja. "Kalau begitu sampai jumpa." Kira melempari kertas penyegel jiwa tersesat. "Beristirahatlah dengan baik." Kira hanya merasa kasihan pada kakek tua tu.
Kembali ke masa ini.
"Sayang sekali, aku tidak bisa mengetahui wajah wanita bertopeng itu." Dalam hati Kira merasa kesal.
Kira mencoba membaringkan tubuhnya ke kasur, mencoba menenangkan pikirannya supaya lebih tenang. Apakah yang akan dilakukan Kira untuk membantu Sakurai dalam memecahkan masalah undangan berdarah yang terjadi sepuluh tahun yang lalu?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Next.
...***...
sama sama pemalas dan makan gaji buta🤣😤
punya kasus kok malas malas an/Facepalm/