Pernikahan yang sengaja dia rencanakan untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya.
Syakira, wanita yang di pilih Alif untuk memuluskan rencananya, setelah berhasil menikahi, Syakira. Berbagai siksaan fisik mau pun batin yang wanita itu rasakan, Hingga membuat wanita itu trauma dan berubah menjadi wanita dingin yang tidak tersentuh.
Setelah berpisah dengan Alif, Syakira memimpin sebuah perusahaan, hingga dia bertemu dengan seorang lelaki yang tanpa sengaja bertabrakan dengan dirinya. Siapa sangka, pertemuan nya justru semakin memikat dirinya dengan lelaki bernama Arion, hingga dirinya di pinang oleh lelaki itu.
Tapi saat Sya belum memutuskan untuk menerima Arion, Alif yang menyesal karna perbuatan nya dulu pada Sya, datang kembali untuk memperjuangkan kembali cinta nya.
Siapakah yang di pilih oleh Syakira, apakah Alif mampu membuat wanita yang dia cintai kembali padanya, atau Sya memilih jalan nya sendiri? Klik membaca untuk tau kelanjutan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
Bersusah payah Bi Rahma membelikan testpack untuk, Syakira, akhirnya dia bisa juga membawa pulang benda kecil itu dan memberikan pada Sya tanpa sepengetahuan anak buah yang selalu mengikuti nya.
"Nona, ini testpack nya, bibi permisi dulu." ujar bibi sambil menyerahkan alat kecil itu, dia melirik ke sana kemari, berharap tidak ada penjaga yang melihat nya memberikan alat itu pada Sya.
Bukan tanpa alasan, Bi Rahma hanya tidak ingin mereka mengadu pada Alif, membuat Alif semakin murka pada Syakira.
"Baik, terimakasih banyak ya, Bi!" pinta Syakira.
Bibi hanya mengangguk, dia keluar dari dalam kamar Syakira, sementara pemilik kamar masih berdiri dengan bersandar di daun pintu sambil memeluk benda tipis panjang itu.
"Haruskah aku mencobanya?" gumam nya dengan lirih.
"Tapi untuk memastikan, aku akan mencoba sekarang." Syakira memutuskan untuk mencoba nya, dia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengetesnya.
Setelah menunggu beberapa saat, Syakira kembali berjalan meski dengan gontai dan juga degupan jantung tak karuan, dia mengambil testpack dan melihat nya.
Mata Syakira seketika memanas, tubuhnya lemas hingga terhuyung ke belakang hingga bersandar pada dinding kamar mandi, tangan nya bergetar, hingga menjatuhkan testpack ke lantai, lutut nya tak bertenaga, membuat nya perlahan terduduk di lantai kamar mandi.
Air mata tak dapat di bendung saat melihat garis dua pada alat tes kehamilan itu, seharusnya sebagai seorang istri dia senang di saat mengetahui dirinya tengah hamil, akan tetapi dia beda, dia bukan kebanyakan istri di luar sana yang di harapkan kehadiran nya. Syakira hanyalah wanita malang yang di nikahi oleh lelaki pendendam, yang hanya ingin melihat dirinya tersiksa.
Bahkan Alif telah bersumpah akan melenyapkan dirinya, lalu kenapa dia malah hamil, apa dia akan rela mati di saat ada dua nyawa dalam satu raga.
"Kamu hadir di saat yang tidak tepat, Nak!" lirih nya, dia memegang perut yang masih merata dengan tangan masih bergetar. Syakira memikirkan kehidupan nya ke depan akan bagaimana.
"Mama tidak tau, apa kamu akan bisa lahir ke dunia ini, atau kita akan sama-sama pergi untuk selamanya." lanjut Sya, dia tampak sangat rapuh, selama ini siksaan yang di berikan Alif sudah sangat membuat nya trauma, di tambah sekarang ada calon anak nya yang harus dia lindungi.
Untuk sesaat, dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya, dan ini buka yang pertama kali, dari pertama menjalani rumah tangga yang selalu menyiksa raga dan jiwanya, Syakira selalu berpikiran untuk bunuh diri, akan tetapi dulu dia masih memikirkan Papa dan Mama nya, merekah pasti sangat sedih jika tau dirinya bunuh diri. Dan sekarang ada janin dalam perutnya, akan kah dia juga tega melenyapkan anak yang bahkan belum bernafas di dalam perutnya.
Syakira bangkit, setelah membuang testpack yang tadi dia gunakan ke dalam tempat sampah, dia keluar dari dalam kamar mandi. Kini dia duduk merenungi nasibnya sendiri.
Meski doa selalu dia panjatkan setiap selesai shalat, akan tetapi nasibnya masih sama, dan keluarga nya masih mengira jika dirinya baik-baik saja.
"Ya Allah ... Apa yang harus aku lakukan, apa aku bisa mempertahankan anak ini?" gumam nya dengan lirih.
Tatapan wanita itu tanpa sengaja melirik jam di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul satu siang. Dia baru ingat, Syakira belum melakukan apapun sampai sekarang, padahal lemah dan rasa mualnya sudah berkurang.
"Lebih baik aku solat dan membantu bi Rahma, dia pasti sedang ada pekerjaan." Syakira menyeka air matanya, setelah itu kembali melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
...Gimana tuh Syakira, di tengah rumitnya masalah mu, hadir sosok anak dimana biasanya jadi kebahagiaan bagi setiap orang tua, tapi Alif tidak tau akan menerima nya atau tidak....
...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang....