NovelToon NovelToon
Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / CEO
Popularitas:50.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ding-dong

hay guys,, ini novel pertama aku yang menceritakan seorang Presdir tampan, incaran banyak wanita, mempunyai sifat dingin seperti es batu dan berkuasa.

Sebenarnya sebelum dia di tinggalkan kekasih yang sangat dicintainya sifatnya tidak terlalu dingin kepada orang terdekatnya.

Adakah wanita yang bisa melelehkan es batu itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyuruh

"Om ini ngambil kesempatan dalam kepolosanku yah, sudah jauh-jauh sana" ucap Friska panik sendiri sambil mendorong tubuh Kenan ketika mendengar kata-kata yang di ucapkan Kenan.

"Sok polos banget sih kamu anak kecil" ucap Kenan.

"Aku emang masih polos om" ucap Friska tidak terima dengan ucapan Kenan.

"Mana ada polos tapi centil" ucap Kenan sinis.

"Yah adalah om, ini aku" ucap Friska sambil nyengir kuda.

"Ya udah pokoknya malam ini aku mau malam pertama" goda Kenan sambil mencolek dagu Friska.

"Benarkah om, ya udah ayo sekarang ajah om aku udah nggak sabar nih" ucap Friksa dengan genitnya sambil memeluk Kenan.

"Hee anak kecil jauh-jauh sana" ucap Kenan sambil mendorong tubuh Friska kemudian segera menuju kamar mereka.

Kenan memang hanya mau menggoda Friska saja.

"Katanya om mau malam pertama, massa gitu ajah kabur" ucap Friska sambil tertawa.

Ucapan Friska tidak digubris lagi dengan Kenan.

"Ya ampun, kenapa aku terus yang kalah kalau berurusan dengan anak kecil itu, kenapa dia menakutkan sekali" ucap Kenan sambil memperbaiki detak jantungnya. Lebih baik aku bersih-bersih kemudian tidur sebelum anak kecil itu berulah lagi sambung Kenan.

Friska pun selesai dengan kegiatannya di dapur setelah makan, dia pun bergegas ke kamarnya untuk segera bersih-bersih kemudian tidur karena dia juga sudah sangat lelah.

Pasti om itu sudah tidur kata Friska sambil berjalan di anak tangga.

Friska masuk ke kamarnya dan dugaannya salah ternyata Kenan belum tidur.

"Om belum tidur?" tanya Friska.

"Emang ini kurang jelas apa, mana ada orang tidur matanya masih terbuka lebar seperti ini" ucap Kenan yang lagi duduk bersandar di ranjang Friska.

"Santai ajah kali om" ucap Friska sambil pergi membersihkan dirinya di kamar mandi.

Selesai Friska membersihkan dirinya, dia melihat Kenan masih dengan posisi sebelumnya. Friska pun segera naik ke ranjang setelah mengganti pakaiannya dengan baju tidur.

"Kenapa om belum tidur?" tanya Friska sambil berbaring di samping Kenan.

"Aku takut kamu apa-apain, kenapa sih kamu itu centil banget" ucap Kenan.

Friska benar-benar tertawa mendengar kata-kata Kenan.

"Harusnya yah om, aku yang takut. Aku itu cuma centil sama om doang" ucap Friska masih dengan tawanya.

"Bohong banget, kamu itu centil sama semua laki-laki" ucap Kenan sambil melirik Friska.

"Yee dibilangin juga, mendingan om bobok disini deh, aku nggak bakalan ngapain-ngapain om" ucap Friska sambil menepuk bantal di sebelahnya.

Kenan pun mengikuti yang disuruhkan Friska.

"Om peluk aku dong, aku kan pengen rasain di peluk sama suami" ucap Friska lagi.

"Tuh kan kambuh lagi centilmu" ucap Kenan.

"Om massa peluk ajah nggak mau, peluk dong om" rayu Friska sambil meraba-raba dada Kenan.

Kenapa anak kecil ini menakutkan sekali batin Kenan.

"Ya sudah balik badan sana, aku peluk dari belakang saja, itu tanganmu nggak usah ambil-ambil kesempatan" ucap Kenan.

"Heheh kan selagi ada kesempatan om nggak apa-apa kali" ucap Friska sambil mengikuti yang disuruhkan Kenan.

Kenan pun memeluk Friska.

"Om sudah, aku cuma mau rasain sebentar ajah gimana di peluk sama suami" ucap Friska sambil mencoba melepaskan pelukan Kenan.

"kamu lebih baik tidur" ucap Kenan sambil mempererat pelukannya.

"Iya makanya lepasin pelukannya om, aku mau tidur" ucap Friska lagi sambil masih mencoba melepaskan pelukan Kenan yang semakin kuat dia rasa.

"Kamu nggak usah bawel, tidur sekarang" ucap Kenan sambil mencium leher Friska.

"Om geli tahu" ucap Friska.

"Makanya jangan bawel" ucap Kenan tapi masih saja meneruskan kegiatannya.

Friska pasrah saja, dia berusaha diam dan tertidur. Kenan masih saja meneruskan aktivitasnya sambil memeluk hingga akhirnya dia juga tertidur.

Pagi harinya Friska bangun dan terkejut karena Kenan masih saja memeluknya, Friska pun mencoba melepaskan tangan Kenan dan berhasil. Ketika dia sudah hampir bangun Kenan menariknya kembali lalu memeluknya lagi.

"Mau kemana?" tanya Kenan sambil masih menutup matanya.

Friska pun melihat Kenan.

"Mau mandi om, aku kan mau ke sekolah. Om bangun juga cepat kan mau ke kantor" ucap Friska sambil masih melihat Kenan.

"Aku udah izinin kamu dan aku juga nggak ke kantor hari ini, aku kan mau bawah kamu ke rumah baru kita. Jadi mendingan kamu tidur lagi" ucap Kenan yang masih memejamkan matanya sambil masih memeluk Friska.

"Oh gitu yah om, ya udah aku turun buat sarapan dulu deh" ucap Friska.

"Bentar, kalau suami bilang bentar yah bentar kamu harus nurut" ucap Kenan sambil mempererat pelukannya supaya Friska tidak pergi-pergi.

"Iya-iya" ucap Friska pasrah.

Kenan tersenyum mendengar ucapan Friska.

"Om pelukan ini nggak gratis loh, om harus tambahin uang jajanku" ucap Friska.

"Malas" ucap Kenan.

" Ya udah jangan peluk-peluk" ucap Friska sambil pura-pura ngambek.

"Pintar ngambek juga yah kamu anak kecil" ucap kenan tertawa sambil membuka matanya. Ya udah aku bakalan tambahin uang jajanmu sambung Kenan lagi.

"Beneran om" ucap Friska sambil melihat Kenan dengan mata berbinar.

Kenapa anak kecil ini sangat menggemaskan di pagi hari begini batin Kenan sambil melihat bibir merah Friska.

"Iya, tapi ada syaratnya" ucap Kenan.

"Om nggak ikhlas banget sih, ya udah apa syaratnya?" tanya Friska.

"Kamu harus melakukan sesuatu yang membuatku senang di pagi hari ini dan harus sekarang kamu ngelakuinnya" ucap Kenan.

Kenan memang sengaja memberi syarat seperti itu, dia ingin di cium Friska di pagi hari hanya dia gengsi untuk bilang. Kenan juga bingung kenapa dia ingin sekali dicium Friska sekarang.

Friska pun berpikir sejenak.

"Ya udah om, aku turun ke bawah dulu buatkan om sarapan yah. Biasanya perut yang kenyang akan mengakibatkan kebahagiaan" ucap Friska sambil tersenyum.

"Nggak mau aku masih kenyang dan aku maunya sekarang" ucap Kenan datar.

Friska berpikir keras, dia bingung apa yang bisa dilakukan sekarang yang bisa membuat Kenan senang. Tiba-tiba Friska mengingat sesuatu.

Tapi apa om bakalan senang, biasanya juga dia tidak terima. Tapi coba ajah dulu kalau dia marah tinggal aku rayu saja batin Friska.

Friska pun langsung mencium bibir Kenan. Tadinya Friska cuma mau mencium sebentar saja namun Kenan menahannya akhirnya ciuman mereka berlangsung lama.

Kenan melepaskan Friska karena melihat Friska yang sudah mau kehabisan nafas.

"Itu hukuman buat kamu karena selalu menciumku dengan seenaknya" ucap Kenan.

"Yah abis aku nggak tau lagi om mesti gimana, aku pernah dikasitau sama mama aku katanya papaku paling senang dicium kalau pagi jadi aku praktek ajah, tapi om jangan bilang-bilang yah ini rahasia kita" ucap Friska.

"Tapi aku nggak suka kalau dicium sama kamu seenaknya" ucap Kenan.

"Iya-iya tapi om jangan marah dulu sekarang, om senang dulu yah sekarang" ucap Friska sambil bergelayut manja di lengan Kenan dan menyandarkan kepalanya di dada Kenan dan terus merayu.

Gini yah kalau nikah dengan anak kecil, manja banget tapi gemesin batin Kenan sambil melihat Friska yang lagi bermanja-manjaan dengannya sambil mencoba merayu dirinya.

"Oke aku senang, karena kasihan lihat muka kamu itu" ucap Kenan mengelus rambut Friska sambil tersenyum.

"Beneran!!! berarti uang jajanku jadi di tambahin dong om?" tanya Friska antusias sambil melihat Kenan.

"Iya bawel banget" ucap Kenan.

"Makasih om" ucap Friska sambil mencium pipi Kenan.

"Cuma pipi om jangan marah" ucap Friska cepat. Om aku buatin sarapan yah. Ucap Friska lagi.

"Kamu disini saja dulu aku belum lapar" ucap Kenan sambil masih mengelus rambut Friska.

"Oh gitu yah om. Okelah kalau begitu" ucap Friska sambil mau beranjak dari tempat tidurnya namun di tahan Kenan.

"Mau kemana?" tanya Kenan.

"Mau ngambil hp ku om, aku mau ngabarin sahabat-sahabatku kalau hari ini aku masih izin" ucap Friska.

Pasti dia juga mau ngabarin anak cowok yang kemarin itu, centil banget batin Kenan.

"Kamu nggak perlu ngabarin, nanti aku menyuruh Juan memberitahu mereka langsung, sekarang buatin aku sarapan aku lapar" ucap Kenan datar dan dingin.

"Haaa!!! ucap Friska.

1
Handa yani
kok gak lanjut knpa
Handa yani
tor mana kelanjutannyaaa
Avril
*juan
Yayuk Irawati
sseru, kocak dan romantis,d tunggu kelanjutannya
Puspito Handayani
kapan ini di lanjut lagi
Avril
nah kan nyesal🤦🏻‍♀️
Avril
🤣🤣
Titik Wuryanti
iya G lanjut.. gantung jdny
Srinadi Putu
kisah novelnya bikin penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya /Proud//Proud/
Srinadi Putu
ya sudah lama tidak dilanjutkan, saya suka sekali dengan kisahnya
Mom's Nanda
TPI AQ curiga sm si Raka
Mom's Nanda
ternyata si Raka biang kerok x
Alfatia Desi
bagus cuman gantung
Kia Safana
kak kok gak dilanjut sih,padahal aku suka banget sama ceritanya
udah panjang juga bab nya
Nabila Amelia
kpn kelanjutanx ni
Nur Adam
lnjut
Bunda Fariz
apa kbr dg cerita novel ini 🤣udh gak ada kelanjutannya kah atau gimana 🤔🤔
Kute Yasti
tes
Didieyana Diwanzie Darwis
Romantik dan menyeronokkn baca
Sari Naufal
Bismillah
Assalamu'alaikum
Beib..
Apa kabar nya..
kuy.. sat.. set.. beib di terus kan cerita nya kami semua menunggu
Bismillah semoga ada kabar baik dari dirimu yupz beib
Thank you cinta❤😘
Sehat selalu..
Barakallahu Fiikum
sukses selalu yupz beib
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!