NovelToon NovelToon
My Special Boyfriend

My Special Boyfriend

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:8.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

"Lo tau Asam Sulfat? Tapi, itu belum cukup buat lelehin hati lo yang beku. Tapi, gue juga gak bakal Nyerah semudah itu"

~ Arfenik Arkasa

Arfen, si Bocah Sains sang badboy ahlinya PHP, Pemecah rekor murid terlambat setiap hari. Paling enggak bisa patuh sama peraturan.

Arfen yang gak bisa nurut peraturan terlalu hobi mengganggu Lathifa si gadis Hukum yang identik dengan peraturan dari kelas IPS Satu.

Siapa yang sangka, Gangguan iseng Arfen setiap harinya berakibat jatuhnya ia terlalu dalam pada cinta nya Lathifa.

Mampukah Arfen menaklukan Hati beku Lathifa? Apakah Lathifa si gadis hukum mau menerima sang BadBoy?

Ingin tau kisah nya?
Cek yuk ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

***

Untuk yang minta terus up. Nih Author kasih. Hehe. Niat nya sih Author enggak pengen up hari ini yah. Eh,  ternyata level Author naik. Jadi makin semangat buat up. Makanya,  terus like,  komen di setiap Chapter,  dan jangan lupa untuk rate,  vote,  dan Favorit yah. ^^

love yuuu

***

Cuppp

Satu kecupan singkat Arfen daratkan di kening Thifa. Thifa tertegun. Membuat Anggi dan Melia tertegun. Meski duta gosip,  mereka baru pertama kalinya melihat adegan live seperti ini. Membuat hati mereka berdebar.

"Ar--fen?  Elo? "

"Gue sayang ke elo Thif... Berapa  kali pun lo nyakitin gue,  gue bakal tetep sayang ke elo. " Seru Arfen,  sekali lagi mendarat kan kecupan manis nya di pucuk kepapa Thifa.

"Thif,  Thif,  buruan kesempatan nih... " Heboh Anggi,  menyenggol - nyenggol lengan Thifa. Membuat Gadis mungil itu berdecak kesal.

"Arfen... Sebenarnya Thifa it--"

"Diem deh!  Rese!! " Bentak Thifa memotong ucapan Melia.

"Janhan kasar dong Thif,  Calon gue nih " bela Fandri,  merangkul Melia.

Anggi dan Thifa melotot tak percaya. Sejak kapan mereka menjadi sedekat itu.

"Oh pantes Melia dukung keras Thifa jadian sama Arfen. Ternyata oh ternyata,  ada main sama temen nya Arfen. " celetuk Anggi, tentu ia kesal.

"Lah,  lo Nggi?  Ngomong kayak lo jomblo aja. " sambar Hasan.

"Gue emang Jomblo yah. But,  gue itu jomblo terhormat. "

"Lo jomblo? Gue jomblo? Gimana kalau kita melebur menjadi satu. Mengurangi populasi manusia Jomblo di indonesia. " tawar Hasan,  menatap penuh makna Anggi. Bukan nya baper,  Anggi malah bergidik ngeri.

Tawa mereka semua pecah seketika.

***

"Jadi,  Elo enggak marah sama gue? " tanya Thifa,  sesaat setelah Arfen melajukan mobil nya.

"Gue enggak marah. Cuma gue kecewa. Kecewa aja lo enggak percaya sama gue. " sahut Arfen,  tak karuan rasa hati nya. Bahagia atau sedih?

"Gue bukan nya enggak percaya sama lo. Cuman,  Gue sadar diri. Kita emang gak pacaran. Gue enggak ada hak buat curiga,  Cemburu,  apalagi ngelarang lo deket sama siapa aja. Itu hak elo,  bukan kewajiban gue."

"Jadi karna itu semua,  bukan karna lo masih ngehargai perasaan Zefan? "

" lo kok mikirnya gitu sih Fen?  Okeh,  Gue akui. Emang gue dulu suka banget sama Zefan. Tapi itu dulu, Sekarang gue sama sekali enggak ngerasain apapun ke Zefan. Gue serius" terang Thifa serius. Membuat Arfen sedikit tertegun, ia berusaha keras menutupi senyuman tipis nya.

"Kalo ke gue. Perasaan lo gimana? "

"Perasaan Lo ke Gue gimana? " sahut Thifa, ia membalikkak pertanyaan Arfen.

"Gue ke elo,  namanya cinta. Enggak usah tanya sejak kapan? itu gak penting. Atau jangan tanya sebesar apa?  Lo gak bakal pernah bisa ukur. Yang jelas harus lo tau. Gue cinta elo,  hari ini ... Besok...  Dan selamanya  ...." Alden menoleh seketika,  sekali lagi mengecup pucuk kepala Thifa sebentar,  di lanjutkan dengan mangacak gemas rambut gadis mungil itu.

Thifa diam,  jantung nya berdegub begitu kencang. Sangat tak beraturan. Pipi nya panas merona,  Thifa semakin yakin. Bahwa ia memang menyukai Arfen.

Apa ini waktunya?

Batin Thifa,  ia mulai berpikir untuk menyatakan perasaan nya pada Arfen.

"Oh yah,  satu lagi Thif. Meski kita emang gak pacaran. Gue kasih lo hak penuh buat curiga sama gue,  cemburu, atau bahkan minta cewek lain jauhin gue. Itu semua hak dan kewajiban elo."

Deg.

Semakin cepat,  ini terasa sangat mendebarkan untuk Thifa sendiri.

***

Thifa membaringkan badan nya pelan,  mengelus Kening nya lembut. Ia ingat,  hari ini,  setidak nya Arfen sudah tiga kali mengecup lembut kening nya. Membuat jantung Thifa mau copot rasanya.

Sekarang Gue sadar. Gue ke Zefan itu sayang,  dan karna gue udah terbiasa sama dia. Gue keliru, rasa itu bukan cinta. Tapi, rasa gue ke Arfen. Itu berbeda.

Batin Thifa,  ia tersenyum menatap langit - langit kamar nya. Ada rasa bahagia yang tak bisa ia suarakan lagi.

***

Bruakkkhh!! 

Bukhhhh!!

Zefan dengan penuh emosi memukul samsak yang menggantung di depan nya. Sorot matanya begitu tajam,  memancarkan aura kebencian. Ia terus memukuli samsak nya dengan brutal. Keringat mengucur deras dari badan kekar milik nya.

Tendangan demi tendangan,  terus Zefan layangkan.

"Arrghhhhh!!!  Arfen sialan!!! " Frustasi Zefan. Ia memukul brutal samsak nya setelah menyebut nama Arfen.

"Thifa!!  Lo juga kenapa?! Kenapa lebih milih Arfen!  Lo juga kenapa mau balik sama Arfen!  Kenapa lo gak mau balik  sama gue!! Kenapa Arfen!  Arfen!  Arfen!! "

Teriak Zefan keras. Sembari masih terus memukul samsak nya. Membayangkan bahwa yang ada di hadapan nya adalah Arfenik Arkasa.

Zefan ingat,  ia menunggu Thifa untuk pulang bersama tadi. Tapi,  tiba - tiba Arfen datang, mengacaukan segala rencana Zefan.

Bukhhh!!!

Kemarah Zefan memuncak, saat ia mengingat. Arfen dua kali mengecup kening Thifa lembut.

"Kenapa Thif?!  Kenapa lo mau dekat sama dia!  Tapi,  sama gue enggak!!! "

"terus lo sendiri? Lo enggak sadar diri. Kenapa lo marah?  Bukan nya lo suka nya ke Raisa?  Lo bilang gitu kan ie Thifa?? "

Zefan tertegun. Matanya membulat.

***

Nexttt??

Lanjuuttt??

1
Aik Unique
Luar biasa
Siti Nina
oke
Qaisaa Nazarudin
Lja emang setiap kali loe deketin,Ervan nolak mentah2,Loe nya aja yg gak tau malu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Aurel kah??
Qaisaa Nazarudin
Thor mau dong lapaknya Raisa🙏🙏😁😁 Aku suka banget baca verita cewek tangguh yg bisa ilmu bela diri,jutek dan dingin..
Qaisaa Nazarudin
Hanya karena Cinta gak kesampaian loe pindah,Lebay banget..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Yang di kejar gak dapat,yg di gendong berciciran..itu mah peribahasa yg pas buat Zefan..👎👎👎
Qaisaa Nazarudin
Ciih KETOS cemen,
Qaisaa Nazarudin
Noh beneran ngadu tuh si BOCIL 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lha yg punya emak siapa yg ngerasa punya anak siapa??🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Astaga Arfen, Besok2 pasti anak cowoknya lebih badboy dari Arfen..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Dasar Arfen,Aku yg cengar cengir kek org edan..😂😂
Qaisaa Nazarudin
mengagumi doang,Tapi sayangnya loe udah terlambat mau sama Thifa juga,Thifa udah Zonk sama loe..
Qaisaa Nazarudin
Aku heran sebenarnya perasaan Zefan ke Thifa itu gimana sih? Katanya cuman sahabat doang,Kok marah gitu..Terus Raisa dia kemanain coba..Dasar bunglon..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Tumben pinter..😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu bukan orang pacaran lagi,Udah kayak valon istri itu mah..Aku yg baper..😜😜😍😍
Qaisaa Nazarudin
Nah gitu dong Fa kasih kepastian, gak enak lho di gantungin..
Qaisaa Nazarudin
Sayang sih sayang,Cinta sih cinta tapi jangan sampai makan diri..
Qaisaa Nazarudin
Ciihh kompor..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apa Zefan cuman bertepuk sebelah tangan ya ke Raisa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!