NovelToon NovelToon
Cinta Yang Menunggu Waktu

Cinta Yang Menunggu Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Single Mom
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Amoreiza Aneta

Andira merupakan seorang wanita yang di tinggal oleh suaminya ketika pernikahan mereka memasuki usia 6 tahun. suaminya meninggalkannya karena meninggal pada saat kecelakaan. Andira terpukul dan sedih karna harus merelakan suaminya pergi untuk selamanya. menjelang 4 bulan kepergian suaminya banyak cinta yang datang kepadanya tetapi dia tidak terlalu menanggapinya sampai akhirnya ada yang muncul dan itu cinta pertama nya, akhirnua dia menerima tapi banyak cobaan dan godaan yang dialamin mereka tapi pada akhirnya mereka bisa sampai pada jenjang pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amoreiza Aneta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba Adil

"Ini untuk Mbak Imel dan ini untuk Reno," ucap Andira sambil menyerahkan amplop cokelat berisi uang tunai sepuluh juta masing-masing untuk kedua kakak Renaldi.

"Loh, kok cuma segini?" ucap Imel dengan nada tinggi sambil memutar bola matanya.

"Iya, Mbak. Saya bagi merata, Mbak dan Reno jumlahnya sama tanpa ada perbedaan," jawab Andira.

"Makasih ya, Mbak," ucap Rendi kepada Andira.

"Tidak bisa! Saya yang tertua jadi bagian saya harus besar!" hardik Imel.

"Mbak syukuri saja. Masih mending Mbak Andira kasih bagian kita," ucap Rendi menenangkan kakaknya itu.

"Tidak bisa! Pokoknya tidak bisa! Saya yang harus dapat banyak!" ucap Imel sedikit angkuh.

"Apa-apaan kamu, Imel! Bikin malu saja! Memangnya nafkah dari saya kurang? Ini bukan warisan! Ini hak Andira sebagai istri Renaldi! Kamu bersyukur sudah dibagi sedikit itu karena Andira menghargai kamu dan Rendi sebagai saudara Renaldi!" ucap Ikbal yang berusaha menjadi penengah.

"Bela terus, Mas, si mandul ini biar dia besar kepala!" ucap Imel.

"Bukan begitu, Imel. Kita harus bersyukur," ucap Ikbal lagi.

"Bersyukur apanya? Ini uang adik saya, kan?" Imel tidak mau kalah.

Ikbal sedikit emosi dengan ucapan-ucapan Imel yang dirasa memalukan dia sebagai suami.

"Ayo kita pulang!" Dengan emosi Ikbal menarik tangan istrinya.

"Tidak mau!" teriak Imel.

Plak... Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi mungil milik Imel.

"Kalau kamu tidak mau mendengar saya, maka kamu tetap tinggal di sini. Tidak usah pulang ke rumah!" ucap Ikbal.

Imel sedikit emosi tapi juga takut. Akhirnya ikut suaminya pulang.

"Mbak, maaf ya atas sikap Mbak Imel," ucap Rendi.

"Iya, Ren. Mbak tidak marah kok. Mbak tau sikap Mbak Imel dan Mbak sudah banyak makan asam garam atas sikapnya," ucap Andira.

"Mbak, terima kasih banyak ya," timpal Lia.

"Sama-sama, Lia. Kita keluarga. Sudah seharusnya kalian juga dapat bagian dari uang Jasa Raharja ini," balas Andira.

Lia dan Rendi berpamitan dan meninggalkan rumah Andira. Mereka kembali ke rumah mereka karena sudah larut malam dan kedua anaknya ditinggal sendiri di rumah.

"Dasar serakah! Pantasan tidak bisa punya anak," tulis Imel di status WA-nya.

Andira sempat membaca karena dia sudah paham betul sikap iparnya itu. Jadi setelah mereka pulang dia iseng buka aplikasi hijaunya itu. Andira hanya mengelus dadanya setelah membaca status WA itu.

"Kok hanya dilihat sih, tidak dibalas," Imel membatin.

"Tidur sudah kamu. Ini sudah larut malam, Imel," ucap Ikbal.

"Iya, Mas," ucap Imel memelas.

Bukannya tidur, Imel masih sibuk dengan aplikasi hijaunya.

"Dasar mata duitan."

"Jangan-jangan uang itu mau dipakai untuk bayar lelaki."

"Mandul, pembawa sial, serakah."

"Awas saja kamu! Saya akan buat perhitungan," tulis Imel rentetan di status WA-nya.

Dan Andira hanya membaca tanpa membalas satu kata pun.

"Apa salah dan dosa saya sehingga seakan Mbak Imel begitu membenci saya?" Andira membatin.

"Lihat saja tidak balas juga. Dasar mandul! Tidak mengapa, yang penting sudah kamu baca biar sadar diri sedikit, hah," Imel tersenyum puas penuh kemenangan.

"Mas, bangun! Sudah pagi," ucap Imel sambil menggoyangkan badan suaminya.

"Sedikit lagi. Mas masih ngantuk," ucap Ikbal.

Imel tidak menanggapi. Dia langsung turun dari tempat tidur menuju dapur. Dia begitu senang dengan uang yang dia terima semalam dari Andira.

"Setelah Mas ke kantor dan anak-anak ke sekolah, saya kan bisa ke mal untuk membeli tas terbaru," Imel membatin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!