Reina mentari seorang gadis pekerja keras, ceria, dan pantang menyerah. Kehidupannya berjalan normal sampai suatu hari ia bertemu dengan Saina putri kecil Revan yang mengubah seluruh alur cerita kehidupannya yang biasa saja.
"Menikah lah denganku" hal itu tentu menjadi kata paling bahagia untuk semua wanita yang ada di dunia, tapi tidak untuk Reina karena Reina tahu Revan tidak mencintainya. Namun demi Saina gadis kecil yang merindukan sosok seorang ibu di hidupnya sehingga mau tidak mau Reina harus menekan sedikit egonya untuk kebahagian Saina.
Perlahan alur kisah Reina mulai berubah, tabir rahasia yang ditutupi orang tuanya selama ini ikut naik kepermukaan meluluhlantahkan hatinya.
Akan kah Reina menerima Revan? Rumah tangga seperti apa yang akan dialami Reina? mampukah Reina melewati segala kesulitannya? ikuti terus kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Memang kalau aku kenapa?
...Ketika Reina akan bertanya lagi tiba tiba Reina kemudian mendengar langkah kaki menuruni anak tangga mendekat ke arah dapur....
Tap tap tap
Deg
" Mati aku kalau sampai Revan tahu aku mengorek kehidupan pribadinya" ucap Reina dalam hati.
Suara itu semakin dekat dan semakin dekat hingga kemudian suara itu menghilang.
" Loh eh bukan ya." Ucap Reina dalam hati sambil menengok mbok yem yang malah sedang asyik membersihkan berbagai macam buah buahan.
" Dor mami hehehehe" suara Saina yang tiba tiba mengejutkan Reina.
" Oh astaga Sain mami terkejut, mami kira tadi kamu dady " ucap Reina yang kemudian langsung berbalik dan sedikit membungkuk sambil menyentuh hidung mancung milik Saina.
...Sedangkan mbok yem yang melihat interaksi tersebut tersenyum sambil bersyukur karena Saina mendapat ibu sambung namun terasa seperti ibu kandung untuknya....
Tanpa di sadari mereka bahwa Revan juga perlahan menuruni anak tangga.
" Memang kenapa kalau saya." Ucap Revan yang sontak langsung membuat Reina terkejut.
" Eh anu anu.." ucap Reina terbata.
" Anu apa? Hemmm...?" Ucap Reina sambil mengambil minum di tangannya dengan tampilan yang sudah rapi siap pergi ke kantor.
" Anu .... Makanannya sudah siap yuk kita sarapan." Ucap Reina sambil membawa satu persatu masakannya ke meja makan dengan sedikit gugup karena hampir saja ketahuan.
...Seperti tadi malam Reina dengan cekatan mengambilkan nasi serta lauk pauk ke dalam piring Revan dan Saina tak lupa juga memberi segelas jus apel di sebelah piring Saina....
" Nanti boleh aku bawa Saina ke toko van?" Ucap Reina hati hati meminta izin karena sudah hampir setengah bulan lebih ia tidak mampir ke tokonya.
" Ya, dengan satu syarat jangan pulang terlalu lama dan jangan coba coba untuk naik motor sambil membawa Saina." Ucap Revan tidak ingin di bantah.
" Baiklah, oh ya apa kau mau ku antar makan siang sekali ke kantormu?" Ucap Reina
" Tak perlu nanti aku ada meeting di luar kantor jadi mungkin sampai sore aku tidak ada di kantor. " Ucap Revan dengan nada datar.
" Oke " jawab Reina.
................
...Reina dan Saina pergi ke toko dengan taksi, sebenarnya Revan kemarin menawarkan salah satu mobil kesayangannya untuk di pakai Reina namun Reina tidak ingin memakainya takut jika terjadi apa apa pasti Revan si mulut pedas itu akan memarahinya....
Sesampainya di toko Reina langsung membawa Saina ke ruang kerjanya di atas.
" Sain main di sini dulu ya, mami mau kerja dulu. Nanti setelah selesai mami janji akan bawa Saina ke mall kita akan ke play ground nanti untuk bermain." Ucap Reina pada gadis kecil itu.
" Benelan ya mi?" Ucap Saina kegirangan.
" Iya sayang " ucap Reina sambil mengelus puncak kepala Saina.
...Ketika Reina sedang asyik berbicara dengan anak sambungnya itu tiba tiba suara pintu terbuka dengan kerasnya menampakkan sosok Fina di sana....
Brukkkk
" Lo gak bisa ya bahkan hanya mengabari gue saja ha........?Loh eh ada tamu hello?" Ucap Fina saat mendapati ada gadis kecil di sana.
Sedangkan Saina yang melihat sikap bar bar Fina sembunyi di belakang Reina ketakutan.
" Fin bisa gak sih lebih kalem sedikit" ucap Reina memperingatkan Fina.
" Hehehe habisnya lo udah hampir satu bulan gak ada kabar, gue kira lo udah keekkkk" ucap Fina sambil memperagakan gaya tercekik yang lantas membuat Reina tertawa.
" Sain kenalkan ini tante Fina dan untuk Fina kenalkan ini Saina" ucap Reina memperkenalkan ke dua nya.
" Hello tante..." Ucap Saina sambil tetap bersembunyi dibelakang kaki Reina.
" It's ok Sain tante Fina baik kok jadi gak usah takut ya." Ucap Reina memberi pengertian kepada Saina setelah mendengar itu barulah Saina tidak bersembunyi lagi lalu duduk di sofa memainkan boneka barbie nya.
Sedangkan Reina dan Fina duduk berdua di meja kerja Reina.
" Lo kemana aja Rein gue sampai cemas banget tapi gak berani telpon karena lo udah bilang lagi ada masalah." Ucap Fina
" Ya memang ada beberapa masalah yang harus gue selesain waktu itu jadi gak kabarin lo sorry ya." Ucap Reina sambil terus melanjutkan sketsanya.
" Terus itu anak siapa?" Tanya Fina dengan penasaran.
" Anak tem..." Belum selesai Reina menyelesaikan kata katanya Saina tiba tiba memanggilnya.
" Mami lapal " ucap Saina dengan nada polosnya.
...Fina yang mendengar hal itu langsung seketika melotot sambil memandangi Reina seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Sementara Reina yang ditatap hanya bisa cengengas cengenges melihat ke arah Fina....
" Mami? " Ucap Fina
" Hehehe"
Saina berjalan mendekat ke arah Reina dan Fina untuk mengatakan keinginannya lagi.
" Mami mami lapal" ucap Saina lagi.
" Iya sayang bentar lagi ya mami ambil tas dulu sekalian kita jalan jalan ke mall" ucap Reina yang ditanggapi Saina dengan melompat kegirangan.
" Reinnnnnnnaaaaa, lo harus jelasin bagaimana bisa lo tiba tiba punya anak segede gini tanpa gue tahu." Ucap Fina dengan berkaca pinggang memandangi Reina.
" Iya nanti gue jelasin ya, sekarang anak gue lapar jadi harus pergi lagi titip toko lagi ya, gue percaya sama lo. Untuk gaji tenang saja bulan ini gaji lo naik 2 kali lipat ok. " Ucap Reina sambil menuntun Saina pergi meninggalkan ruangan kerjanya dan bergegas ke mall.
...Setelah keluar dari tokonya Reina sedikit bisa bernafas lega setidaknya dia bisa lolos dari Fina kali ini, sambil memikirkan alasan apa yang akan Reina berikan untuk Fina Reina menyetop sebuah taksi untuk ia tumpangi sampai ke mall bersama Reina tentu dengan argo yang terus berjalan....
Reina sampai di salah satu pusat perbelanjaan di ibu kota, ia kemudian lantas mengajak Saina untuk ke konter makanan terlebih dahulu untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Sambil menunggu pesanannya datang Reina mengajak Saina untuk main tebak tebakan.
" Sain coba tebak huruf kelima dalam alfabet apa coba? " Ucap Reina
" A B C D E ... E kan mi " ucap Saina dengan bersemangat.
" Wah betul Saina pintar ya.." ucap Reina memberi pujian sambil mencubit gemas pipi chuby Saina.
" Oke kalau huruf ke 8 dalam alfabet?" Ucap Reina lagi.
...Belum sempat Saina menjawab tebak tebakan yang di berikan Reina, tiba tiba di kejutkan dengan suara laki laki yang memanggil nama Reina....
" Reina? Benar Reina kan?" Ucap pria itu kemudian berhenti di depan Reina dan Saina.
" Iya siapa ya?" Ucap Reina sambil terus mengingat ingat siapa laki laki ini.
" Aku putra, mahasiswa fakultas teknik dulu apa kau lupa?" ucap pria itu yang ternyata adalah putra teman masa kuliahnya dari fakultas teknik.
" Ah putra yang dulunya culun itu kan?" Ucap Reina sambil mengingat ingat masa kuliahnya dulu.
" Boleh aku duduk?" Ucap Putra sambil mengambil kursi di depan Reina untuk ia duduki
" Bukankah kau sudah duduk put " ucap Reina yang langsung membuat gelak tawa antara Reina dan Putra.
...Sementara Reina dan Putra tertawa dengan lepas tampak dari kejauhan Revan tengah memandang ke arah Reina dan Putra dengan tatapan geram....
Bersambung
Waduh ada yang cemburu nih...
Apa yang akan dilakukan Revan ya
Ikuti terus kisahnya
see you