NovelToon NovelToon
Kedua Tanpa Cinta

Kedua Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ni R

Kanaya Anastasia, harus rela menikah dengan pria yang sudah beristri demi menyelamatkan panti asuhan agar tidak di gusur oleh keluarga Alexander.

Pernikahan tanpa cinta dari kedua belah pihak, Kanaya hanya di jadikan babu oleh istri pertama yang bernama Bella dan suaminya yang bernama Melvin.

Anehnya, sikap Melvin suka berubah-ubah hingga membuat Naya dilema. Jika tidak ada Bella, sikap Melvin sangat baik pada Naya dan sebaliknya, jika ada Bella maka Melvin akan bersikap jahat pada Naya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25.Tangkap Dia

Sesak sekali perut Naya pagi ini, seperti ada batang kayu yang menimpa perutnya. Wanita langsung membuka mata dan mendapati tangan Melvin sudah berada di atas perutnya. Bukan hanya itu saja, posisi mereka sangat dekat bahkan Naya dapat merasakan hembusan nafas hangat suaminya.

Naya yang tidak pernah berada di posisi ini langsung mendorong tubuh Melvin agar menjauh darinya.

"Ada apa?" Melvin bertanya dengan suara seraknya. Lelaki ini mengucek kedua matanya lalu mengubah posisi menjadi duduk.

"Siapa yang mengizinkan mu untuk memeluk ku hah?"

"Tidak ada!" jawab Melvin setengah sadar, "apa salahnya jika seorang suami memeluk istrinya?" pria ini bertanya balik, membuat Naya tidak bisa menjawabnya.

"Lain kali jangan begitu ya...!" Naya yang kesal langsung turun dari atas tempat tidur.

"Lain kali aku akan melakukan yang lebih!" sahut Melvin tidak di hiraukan Naya.

Naya yang baru selesai menggosok gigi dan mencuci wajah langsung pergi ke dapur. Naya memanggang dua potong roti dan membuat dua gelas susu hangat.

"Punya susu kok bikin susu!" ucap Melvin langsung membuat mata Naya melebar.

"Melvin, kenapa mulut mu ini sangat kotor hah?"

"Kau kan berkata benar!" Melvin membela diri.

Naya mendengus kesal, menatap suaminya dengan tajam sambil mengunyah rotinya.

"Kenapa melihat ku seperti itu? apa aku tampan?"

"Entah kenapa kau ini semakin aneh sejak berpisah dari Bella. Jika kau depresi karena perceraian mu, mari kita ke Dokter!"

"Kau kalau bicara sembarang saja. Aku memang seperti ini, apa yang salah dari ku?"

"Diih,....apa kau lupa, jika dulu kau selalu saja menghina ku. Mulut mu itu sangat kejam!"

"Aku minta maaf, saat itu aku berhasil di hasut oleh Bella!" ucap Melvin yang entah sudah berapa kali.

"Aku akan mandi. Setelah ini aku akan pergi ke panti asuhan. Masalah ini harus secepatnya selesai," ujar Naya langsung beranjak dari tempat duduknya.

Melvin hanya mengiyakan, pria ini menghabiskan sarapannya kemudian menyusul Naya ke kamar. Berhubung kamar mandi sisa satu, jadi mereka berdua bergantian.

Sudah rapi dan wangi, Naya dan Melvin bersiap pergi ke panti asuhan.

"Kenapa?" tanya Melvin ketika melihat Naya mengusap dadanya.

"Dada ku berdebar, apa semuanya akan baik-baik saja Melv?"

Wajah Naya terlihat sangat khawatir.

"Yang kau ungkap adalah kebenaran, Jadi jangan takut. Aku akan selalu ada untuk mu," ujar Melvin memberi semangat.

Naya meraih tangan Melvin lalu menggenggamnya erat. Melvin dapat merasakan jika telapak tangan istrinya dingin karena gugup.

"Terimakasih," ucap Naya.

Melvin hanya tersenyum, pria ini langsung mengajak Naya pergi. Sepanjang perjalanan menuju panti asuhan, Melvin terus memberi Naya semangat.

Setibanya di panti, seperti biasa Naya akan di sambut anak-anak. Senang sekali rasanya ketika melihat orang lain bahagia.

"Kenapa kalian tidak memberitahu jika hendak datang kemari?" tanya Amber yang tidak berani bersikap kasar pada Naya di hadapan Melvin.

"Sebenarnya bukan hanya kami. Tapi ada mereka juga!" jawab Melvin langsung memanggil beberapa polisi. Amber yang melihat beberapa orang polisi masuk kedalam ruangannya langsung kebingungan.

Amber menoleh ke arah Melvin, "ada apa sebenarnya nak Melvin?" tanyanya bingung.

"Tangkap dia....!" titah Melvin.

Polisi langsung memborgol Amber, wanita ini berontak berusaha melawan.

"Ada apa ini Naya? kenapa polisi menangkap ku?" tanya Amber yang belum tahu di mana letak kesalahannya.

"Sudahlah bu, jangan bersikap munafik lagi. Apa anda melupakan bagaimana aku menjadi seorang yatim piatu?"

Jleb,....

Mata Amber melebar, wanita ini langsung ingat kemana arah perkataan Naya ini.

"Apa maksud mu hah?" Amber pura-pura tidak mengerti.

"Sebaiknya ibu jelaskan di kantor polisi...!" ucap salah seorang polisi lalu memerintahkan bawahannya membawa Amber.

Pagi itu, suasana panti mendadak riuh atas penangkapan Amber. Para pengurus panti bergegas memerintahkan semua anak-anak agar masuk kedalam kamar mereka.

"Naya, fitnah apa yang sedang kau berikan pada ku hah? lepaskan aku!" Amber berusaha berontak.

Naya dan Melvin diam saja, sepasang suami istri ini mengikuti mobil polisi dari belakang.

Setibanya di kantor polisi, Amber langsung di masukan kedalam sel agar tidak bisa melakukan tindakan yang membahayakan.

"Putar rekamannya!" titah Melvin.

"Rekaman apa yang kalian maksud hah?" Amber terus berteriak dari dalam sel.

"Kecelakaan yang ku alami beberapa tahun silam. Yang membuat kedua orangtua ku meninggal, anda harus bertanggung jawab!" ucap Naya yang sebenarnya menahan tangis.

"Kau memfitnah ku, aku bahkan tidak kenal dengan orangtua mu!" kilah Amber.

"Lihat itu....!" Naya menunjuk layar laptop, "ayah ku adalah seorang pengacara yang menangani kasus kematian suami mu. Kau yang tidak ingin tertangkap atas kejahatan mu sehingga kau memanipulasi kecelakaan malam itu. kau pembunuh ibu Amber. Kau adalah pembunuh!"

Naya berteriak histeris, Melvin langsung memeluk istrinya.

"Sabar!" ucap Melvin menguatkan.

"Dan kau juga sudah membunuh suami ku secara perlahan. Kau dan Dokter bajingan ini bekerja sama untuk membunuh suami ku!"

Tiba-tiba saja Margareta masuk bersama dengan seorang laki-laki yang sudah terborgol tangannya.

Amber melotot lebar, wanita ini mundur selangkah.

"Siapa aku sebenarnya nyonya Margareta?" tanya Amber mendadak panik.

"Siapa pun aku, kau tidak perlu tahu. Sudah berapa nyawa yang kau habisi di masa lalu, sudah waktunya kau mendapatkan balasan dari kejahatan mu!" ucap Margareta yang masih bisa tersenyum tenang.

"Kau dan anak mu sama-sama penipu. Membohongi ku selama bertahun-tahun!" Melvin juga geram melihat Amber.

"Anak, siapa anak ku?" Amber masih bersikap tidak tahu.

"Ibu,....!"

Tiba-tiba saja Bella di dorong masuk dengan tangan terborgol membuat Amber syok.

"Dia anak mu kan? anak dari suami yang sudah kau bunuh!" kata Melvin membuat Amber terkejut besar kerena rahasia yang selama ini dia simpan rapat terbongkar.

"Kalian tidak memiliki bukti dalam tuduhan ini. Jadi, lepaskan aku!"

"Halbert,....tunjukan!" titah Margareta.

Amber syok, tadi rekaman sekarang setumpuk bukti yang dia simpan rapat.

"D-dari mana kalian mendapatkan ini semua?" tanya Amber panik.

"Kamar yang selalu kau jaga, menurut mu dari mana lagi?" Naya tertawa sinis.

"Bagaimana bisa...?" lirih Amber, bukankah setelah dirinya kembali dari liburan Amber sudah mengecek semuanya dan masih utuh.

"Ibu, aku tidak mau di penjara!" Bella menangis, namun Amber hanya diam saja.

"Mengenai panti asuhan, aku sudah menemukan siapa nama pengganti pemiliknya sekarang. Kau sangat serakah Amber, mengatasnamakan anak-anak yatim demi menumpuk harta mu." Margareta geram sendiri.

"Anda harus bertanggung jawab atas kecelakaan malam itu. Kau sudah membuat ku menjadi yatim piatu dan hidup dalam penderitaan. Melvin, aku mau di hukum...!" Naya memohon pada suaminya.

Melvin kembali memeluk Naya, mengiyakan apa saja permintaan wanita ini. Sekarang mereka bisa melihat Amber dan Bella berada di dalam satu sel.

"Maaf nyonya, panti akan segara di gusur. Mereka sudah mendengar berita penangkapan Amber. Mereka tidak akan menggusur panti jika Amber tidak di bebaskan!" Halbert memberitahu informasi yang baru saja dia dapat pada Margareta.

"Mah,....!" Melvin panik begitu juga dengan Naya.

"Lakukan apa yang harus di lakukan Melv!" titah Margareta.

"Haha,...kalian tidak bisa membuang ku ke penjara busuk ini. Cepat bebaskan aku!" Amber dengan sombongnya mencibir.

1
Dyah Oktina
ceritanya kok ngak d lanjut thor.. pdhal seru.. mana dah ganti tahun nih.. bukan 2023 lagi..
Dyah Oktina
kuatir pd bella...bukan pd naya
Dyah Oktina
kata2nya banyak yg kurang thor.. tolong d revisi ya.. 💪
Dyah Oktina
iya lah apa2.. lah sudah ada yg servis kamu ya bella
Dyah Oktina
hah...malvin.. punya istri matre.. ngak bakal mau d ajak susah.. jahat pula.. sudah buta matamu krn cinta sama bella
Dyah Oktina
ibu pantinya jahat ya
Dyah Oktina
kurang lengkap tulisannya...harusnya dgn putra tunggal ......
Maria Margaretha Supiana
lho kok ceritanya berhenti, terus dong sedang seruuuu
✨viloki✨
Bwahahhaha kepala terongnya nunggu dibalado tuh Nay wkkwkw


Toorrr ayo mangaat dilanjut lagi, seru lhoo ini ceritanya !!!
✨viloki✨
Semoga gara2 ini naya jd bucin ya sama melvin 😅
✨viloki✨
Nayaaa jangan digalakin teruslaah laki lu, gitu2 jg dia yg nolong lho
✨viloki✨
Ayooo bikin kehangatan yg laen melvin xiixixi
✨viloki✨
Cewe mah gitu bang sekalinya lu punya salah bakal diinget & diungkit terooos
Forgive but no forget ! 😝
✨viloki✨
Lha si amber jg ogeb sih ngapain bukti kejahatan dikumpulin
✨viloki✨
Ayooo kumpulin semuanya !
✨viloki✨
Ada gitu ya yg jahat mamfaatin dana anak yatim piatu
✨viloki✨
Ayo melvin bikin naya jatuh cinta dong jangan digalakin aja
✨viloki✨
Tu otak dipake buat kriminal ajaaa
✨viloki✨
Jarang2 tuh cewe nolak duid
Kezie Fitri
ka novel ini di lanjut ga sih, mff ya nanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!