Follow medsos author 👇
FB Susinyasigit
IG Susin59
Biar tau jadwal updatenya
Pengkhianatan yang dilakukan Raka padanya. Menjadi berkah tersendiri untuk Aira. Dari situlah, ia benar-benar menemukan cinta sejatinya. Suraj, yang selama ini dia anggap perusuh, ternyata pria itulah yang mampu memberikan kebahagiaan untuknya.
Raka mengkhianatinya dengan ibu yang selama ini, ia anggap sebagai pahlawan. Ternyata mereka berdua adalah sepasang kekasih yang memanfaatkan dirinya sebagai tameng belaka.
Ungkapan cinta yang keluar dari mulut Raka. Ternyata hanya palsu, sebuah akting untuk menutupi perbuatan busuknya bersama Citra. Wanita yang merawatnya sejak kecil.
Setelah tahu, perselingkuhan mereka. Aira masih berbesar hati untuk bisa menerima Raka dengan syarat. Pria itu harus meninggalkan Citra. Dan pergi bersamanya dari rumah itu. Alih-alih mau menyelamatkan rumah tangganya. Aira justru dipermalukan di depan mereka berdua. Di saat itulah Suraj datang menawarkan kebahagiaan. Yang langsung disambut hangat oleh Aira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Nya Sigit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Video itu
"Ayo Kak, buka!" seru Bellian tak sabar ingin membongkar semuanya. Agar Aira tahu, siapa Raka sebenarnya.
"Kamu ngirim apa sih, Yan?" tanya Aira fokus pada benda itu. Jari lentiknya mulai memainkannya.
"Kakak liat aja sendiri. Nanti juga tahu," jawab Bellian tidak mengatakan langsung kebusukan Raka.
Setelah menekan aplikasi berwarna hijau, Maya Aira fokus pada video yang di kirim Bellian. "Video apa ini, Yan?" tanya Aira lagi, sambil mendownload video tersebut.
"Kakak liat aja sendiri!" ujar Bellian gemas. Tak sabar melihat ekspresi Aira, setelah tahu pria yang diidamkan itu adalah berondong ibunya.
"Emm, sinyalnya susah. Nanti aja lah, kalau udah di rumah. Lagian, kasihan sama Winda, ngurusin pelanggan sendiri." Aira kembali mematikan ponselnya, lekas pergi meninggalkan Bellian.
"Kak, tunggu!" cegah Bellian tak diindahkan oleh Aira. Gadis itu tetap melanjutkan langkah kakinya. Menguat Bellian menghela napas kasar. "Ya Tuhan, susah banget sih kasih tahu kak Aira."
Merasa ada yang aneh dengan gelagat Bellian, mengundang perhatian Suraj yang sejak tadi memperhatikan. Pria itu mendekati Bellian. Ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi.
"Video apa yang kaku kirim ke nomor Aira?" tanyanya penasaran.
Bingung, Bellian mengira kalau Suraj belum tahu perselingkuhan Raka dan Citra. Sehingga, dia ragu untuk memberitahu semuanya pada pria itu.
"Em, itu Mas. Video ...." Ucapan Bellian tertahan. Wajahnya masih menunjukkan keraguan pada Suraj.
"Apa itu ada hubungannya dengan Aira?" Kemudian Siraj membuka suara lagi. "Atau, ada hubungannya dengan kekasih Aira?"
Terkejut, Bellian tidak menyangka. Kalau Suraj tahu banyak hal tentang Aira. Bahkan kekasihnya juga.
"Mas Suraj tahu tentang Raka?" tanya Bellian untuk memastikan.
"Iya, aku tahu semuanya." Suraj menjawabnya dengan wajah penyesalan. Karena hal itulah, yang membuat Aira marah padanya.
"Aku merekam video mesin mereka berdua, Mas. Aku kirim ke hp kak Aira. Tapi, sepertinya ...." Bellian tak melanjutkan kalimatnya, setelah ekor matanya menangkap seorang wanita yang baru masuk ke dalam cafe. Wanita berumur, tapi masih terlihat cantik. Karena kebantu skin care berjalan menuju ke arahnya. "Aku ke sana dulu, Mas."
Tidak ingin membuat Citra curiga, Bellian bergegas pergi dari sana. Diikuti oleh Suraj, yang juga keluar dari tempat itu.
Saat berpapasan dengan Citra, langkah terhenti. Wanita itu menegurnya dengan sangat manis. "Eh, ada kamu di sini?" Senyum yang merekah di bibir wanita itu, seolah menjadi isyarat. Kalau Citra mengangguminya.
"Iya, Mi. Saya permisi dulu." Tak ingin lama-lama berada di tempat itu. Suraj pamit, dan lekas beranjak.
"Tunggu dulu! Mami mau tanya sama kamu. Kapan acaranya jeng Yuni?" cegah Citra.
"Acara?" Suraj balik bertanya. "Acara apa?"
"Kamu nggak tahu ya? Kok mami kamu gak cerita. Sini, mami Citra cerita in. Kita duduk di sana dulu, yuk!" Citra menarik paksa baju Suraj, agar mengikutinya.
"Maaf Mi, saya gak bisa. Saya ada urusan penting," tolak Suraj dengan senyum getir.
"Saya permisi dulu, ya?"
"Ok, Suraj! Sampai ketemu lagi, ya?" teriak Citra pada Suraj yang sudah mulai menjauh.
**************
Usai menghitung income yang masuk sela satu bulan ini, Aira merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia tersenyum puas, dengan kemajuan cafenya per satu bulan ini.
"Kalau gini terus, insya Allah bisa nabung dikit-dikit. Tanpa mami tahu," gumam wanita itu menyeringai. "Oh iya, tadi Bellian ngirim video apa sih!" sambung wanita itu mencari ponselnya. Yang ternyata tergeletak di meja.
Sambil menunggu hasil mendownload video itu, Aira meletakkannya di bantal. Ia pergi ke kamar mandi sebentar untuk membuah hajat yang tertahan.
"Video apaan sih!" gumam wanita itu, setelah kembali dari kamar mandi. "Bikin penasaran aja, sampe segitunya nyuruh aku buka."
Video sudah berhasil di download oleh Aira. Ia mulai menontonnya. Setelah memutar beberapa detik, dadanya bergemuruh melihat sosok yang ia kenal sedang bercumbu mesra. Akan tetapi, dia belum bisa melihat dengan jelas, siapa lawannya. "Mami, ya Tuhan." Aira menutup mulutnya yang menganga.
Hampir satu menit ia menyaksikan video itu, barulah sadar. Kalau sosok pria yang sedang bercumbu dengan maminya adalah orang yang mirip dengan Raka. Karena posisinya membelakangi kamera, sedikit kesulitan untuk mengenali siapa orangnya.
"Ini kayak mas Raka," ujar Aira memegang dadanya yang sesak. "Tapi, nggak mungkin itu mas Raka." Air matanya mulai keluar dari pelupuk. Membayangkan, kebenaran itu.
"Mami, mas Raka."
Gemuruh di dadanya tidak bisa di tahan lagi. Melihat video itu, membuatnya sesak. Tak tinggal diam. Aira pun beranjak, mulai berjalan mencari Citra di kamarnya. Untuk menanyakan kebenaran itu.
Sampai di depan kamar Citra. Sayu-sayu ia mendengar wanita itu sedang berbicara dengan seseorang. Membuatnya ragu untuk membuka pintunya. Takut menerima kenyataan itu.
ngk ad ending ny
jd gelandangn kn kamu
nth kpn sh surasd jmp ma Aira...
dteng kn mama ny sh aira
macem ngk ad brondong laen ja..