Viona Adisti wanita berumur 25 tahun adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, akibat kecelakaan pesawat ketika itu Azlan selaku suami dari Viona yang menjadi pilotnya.
Viona menikah kembali dengan Zico Wijaya Kusuma 29 tahun, pemilik perusahaan terbesar WK Group selaku suami dari sahabatnya yaitu Alea Anggita Winarti, Alea telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang putri cantik bernama Alika Queenara Kusuma.
Alea meminta Zico suaminya agar menjadikan Vio sebagai ibu sambung Alika yang masih berusia enam bulan, bisakah Vio menjadi ibu yang baik buat Alika dan bahagiakah Zico dengan Vio...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter SSS 25
Zico tak bisa lagi menahan tawanya melihat ekpresi sang istri, tawanya lolos begitu aja hingga membangunkan Alika yang tengah tertidur pulas.
Huuuaaaa huuuaaaa huuuaaaa
Tangis Alika menggema didalam kamar itu, sampai Vio reflek keluar dari kamar dan memarahi Zico yang menyebabkan Alika terbangun, Zico melongo tak berkedip sedikit pun matanya saat melihat Vio keluar dari dalam kamar mandi dengan te*****ng.
"Masss kamu gimana sih ketawanya keras banget, bangun kan jadinya si Alika" ucap Vio yang sudah berdiri di depan Zico.
Zico tak menjawab sedikit pun ucapan Vio dia masih tetap memandang tubuh Vio, Vio mencoba memanggil Zico berkali-kali tetap saja tak ada jawaban dari Zico, Vio yang di pandangi seperti itu jadi bingung dan mengikuti arah pandangan mata Zico, setelah Vio tau arah pandangan mata Zico, Vio pun sadar kalo dia keluar dari kamar mandi tidak memakai apa apa.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Vio sambil menutupi kedua area sensitif nya.
Zico yang tersadar akan teriakan Vio reflek menutupi tubuh Vio pakai handuk yang dipegangi, lalu beranjak dari depan Vio menuju box bayinya Alika, Zico menggendong Alika dan membawanya keluar dari kamar.
Zico membawa Alika ke ruang keluarga dan mengajaknya bermain mainan puzzle, sambil bermain puzzle dengan Alika fikiran Zico kembali mengingat tubuh Vio polos tanpa sehelai benang pun.
Vio selesai memakai pakaiannya, Vio keluar dari kamar menuju ruang keluarga, rasanya Vio enggan untuk bertemu dengan Zico karna malu, tetapi mengingat Zico yang belum mandi dan kelaparan akhirnya Vio memberanikan dirinya untuk bertemu Zico dan mengambil alih Alika.
"Mas Zico biar aku jagain Alika, mas buruan mandi gih abis itu turun makan ya tdi Vio udah masak sama bibik" ucap Vio dengan menundukkan wajahnya.
"Iya Vio mas ke atas dulu ya" jawab Zico dan tersenyum melihat Vio yang malu bertemu dengannya.
Zico berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kamar, ketika melintas didepan Vio yang sedang menunduk malu, Zico sejenak menghentikan langkah nya, Zico menunduk dan mendekatkan mulutnya ke telinga Vio.
"Kamu seksi sekali Vio bikin aku jadi tegang" bisik Zico di telinga Vio dan tersenyum meninggalkan Vio yang seketika membulatkan matanya mendengar ucapan Zico barusan.
Vio menoleh kearah Zico yang terus melangkah menuju kamar, lalu Vio berteriak memanggil nama Zico.
"Mas Zicoooooo reseeeee" teriak Vio dan wajahnya pun memerah kembali seperti kepiting rebus karna mengingat ucapan Zico.
🌠🌠🌠
Malam itu Zico dan Vio tengah bersiap siap untuk menghadiri pesta pernikahan Tari, Zico yang selesai duluan turun kebawah dimana Alika tengah bercanda dengan bik Mina, lalu Zico duduk di sofa ruang tamu menunggu Vio selesai berdandan dan berencana mengantarkan Vio ketempat pesta yang akan dihadiri nya.
Vio selesai berdandan natural menambah kecantikan dirinya, Vio turun kebawah dan melihat Zico yang tengah duduk di sofa ruang tamu.
"Loh mas.. kamu belum berangkat?" tanya Vio.
"Be-belum Vio..." ucap Zico tergagap karna terpesona melihat penampilan Vio yang sangat cantik malam itu.
Vio memakai mini dress berwarna dongker, dengan rambut digerai dan make up yang natural.
"Kayaknya aku gak jadi datang ke pesta pak Handoko deh" ucap Zico
"Loh kenapa mas?" tanya Vio.
"Kamu cantik banget malam ini Vio, aku takut kamu di godain laki-laki hidung belang saat di pesta nanti jadi aku ikut kamu aja ke pesta sahabat kamu" ucap Zico.
"Kamu lebay deh mas, jadi aku malam ini doang ya cantik nya, kemaren kemaren enggak?" tanya Vio.
"Ya cantik juga lah, tapi.. malam ini kamu cantik banget Vio"
"Huuuu ngegombal aja" ucap Vio malu menundukkan kepala agar Zico tak melihat wajahnya yang lagi lagi sudah merona merah bak kepiting rebus.
"Eh tapi mas, kamu tadi bilang pak Handoko? kok kayak nama bapaknya si Tari ya? teman aku yang lagi ngadain pesta" ucap Vio baru ingat kalo tadi Zico menyebutkan nama rekan bisnis yang telah mengundangnya.
"Hhmmm jadi kamu mau menghadiri acara pernikahan Tari? tempat nya di Dharmawangsa Hotel kah?".
"Iya mas... Tari itu sahabat aku waktu kuliah, dan dia juga yang sudah pesan gaun di butik aku".
"Berarti kita satu tujuan dong? ah elah ngapain gak kepikiran sih semalam buat nanya tempat" ucap Zico.
"Yaudah yuk berangkat..." ucap Zico.
Lalu mereka pamit pada bik Mina sambil menitipkan Alika.
"Bik titip Alika ya..." ucap Vio.
"Iya Nyonya Tuan bibik bakal jagain nona kecil".
"Bik nanti bibik ajak tidur dikamar Alika aja, terus bibik temenin tidur sekalian, takutnya aku sama Vio kemalaman pulangnya bik, kasian kalo dia sendiri dikamar" tutur Zico.
"Baiklah tuan bibik akan temani nona kecil tidur" ucap bik Mina.
Zico dan Vio pun berangkat pergi menuju The Dharmawangsa Hotel. di perjalanan Vio baru mengingat kalau suaminya itu juga mengajak Randi.
"Oh ya mas kamu kan ngajak Randi?" tanya Vio.
"Iya Randi berangkat sendiri pake mobilnya, sebenarnya sih dia juga di undang" jelas Zico.
"Oooohh" ucap Vio membulatkan mulut dan Zico semakin gemez dibuatnya.
Semenjak kejadian tadi Sore Zico merasa bergetar melihat Vio, masih terbayang bayangan olehnya Vio yang tak memakai benang sehelai pun di tubuhnya, membuat birahi Zico bergejolak dan Zico sebenarnya sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.
Di perjalanan ke tempat pesta tak ada percakapan apa apa di antara mereka, Vio hanya sibuk melihat ke arah luar menampakkan begitu ramai kendaraan yang berlalu lalang, tak lama fikiran Vio tertuju pada Gavin yang sempat bertemu dengannya ditaman.
Bakal ada Gavin nanti, dan untungnya aku sama mas Zico ternyata dapat satu undangan yang sama, aku akan kenalin mas Zico sama Tari dan Gavin, semoga Gavin berhenti buat mengharapkan aku lagi~ batin Vio.
Mereka sampai di tempat tujuan, Zico memarkirkan mobilnya, dia turun dari mobil dan berjalan menuju pintu mobilnya sebelah kiri lalu membukakan pintu mobil untuk Vio, Zico dan Vio masuk ke dalam gedung hotel tersebut bergandengan tangan.
Ketika masuk banyak orang orang yang memandangi mereka dengan takjub, lalu banyak juga yang tengah berbisik membicarakan mereka karna yang mereka tau Zico belum menikah lagi sejak ditinggal mati istrinya almarhum Alea.
Zico dan Vio tak menghiraukan bisikan dari para tamu undangan, mereka terus berjalan dan mereka bertemu dengan Randi yang sudah sampai ditempat itu duluan.
"Randi, udah nyampe duluan aja kamu" ucap Zico.
"Iya Zi.. kamu kan bilang mau antar Vio dulu" ucap Randi lalu memandang Vio takjub.
"Ini Vio.. kakak ipar aku?" tanya Randi
"Iya ini istri aku, dan ternyata kita dapat undangan yang sama" ucap Zico mengenalkan Vio pada Randi yang memang belum pernah bertemu sekalipun.
"Aku Randi sepupunya Zico" ucap Randi seraya mengulurkan tangannya ke Vio dan di sambut oleh Vio "Benar ya apa yang mama bilang waktu itu kalo kamu cantik hampir mirip dengan almarhum Alea" ucap Randi lagi.
"Kamu bisa aja Randi.. aku sama almarhum kan udah kayak saudara, jadi ya sedikit kita ada kemiripan" ucap Vio terkekeh.
.
.
.
.
.
Happy Reading 😊😊
Jangan lupa like, komen, rate 5, favorit sama vote juga buat dukung karya aku ini😊😊 dan terimakasih yang udah memberikan vote sama likenya tanpa kalian karyaku gak berarti apa apa.
Sini aku cium jauh dulu😙😙😘😘😘
See you next chapter 😘😘😘
#CemangattThor😍