Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melenceng Dari Kesepakatan
Sesuai janjinya pada Ajeng. Sepulang kerja Riko mendatangi rumah Ajeng. Dilihatnya Nathan yang sedang menggendong Nadia. Tatapannya tajam saat kembali mengingat hasil tes DNA yang ia tukar.
"Apa jadinya kalau Nathan tau bahwa Dimas itu memang anak kandungnya?" Gumamannya buyar saat Ajeng datang menghampirinya.
"Kakak datang juga, enggak nyapa mas Nathan?" tanya Ajeng sedikit heran melihat Riko berdiam diri memperhatikan Nathan dari kejauhan.
"Kakak ingin bicara sama kamu."
"Kebetulan sekali aku juga ingin bicara sama Kakak." Ajeng langsung menyahuti Riko. "Kita ngobrol di taman belakang saja."
Mereka melangkah menuju halaman belakang. Riko duduk dengan pikirannya yang sedikit kusut.
"Kakak mau bicara tentang apa?" tanya Ajeng.
"Kau sudah mendapatkan Nathan sepenuhnya, setidaknya kau berikan sedikit saja kasih sayang Nathan pada anaknya yang lain." Jelas Riko.
"Kakak ini bicara apa? kok tiba-tiba bilang gitu?" tanya Ajeng sedikit kesal.
"Kakak sudah tidak mau ikut campur urusan kamu lagi. Sudah cukup Kakak terlibat dengan urusan kamu sama Bella." Timpal Riko dan langsung mendapat gembrakan meja dari Ajeng.
"Kok kak Riko malah begitu? Kakak sudah janji sama aku bakalan terus mendukungku buat menghancurkan Bella dan menjauhkannya dari mas Nathan!" pekik Ajeng.
"Kakak sudah melakukannya. Dan sekarang kakak sudah tidak mau lagi membantu kamu." Ajeng menatap tajam ke arah Riko. "Apa? kamu marah sama kakak?" timpalnya lagi.
"Jangan bilang kakak suka sama dia?" sahut Ajeng dengan sedikit penekanan.
Riko tidak menjawab. Ia memilih untuk bungkam. "Kakak jawab pertanyaanku?!" pekiknya sambil melototkan matanya.
"Itu bukan urusanmu!" Riko membalas tatapan Ajeng dengan tatapan yang lebih mematikan.
"Ha, hahahahaha." Ajeng tertawa kemudian ia bertepuk tangan. "Hebat! Waw! Hahahaha. Seorang Riko... Bisa tergila-gila dengan seorang Janda yang memiliki anak satu dan itu..-" katanya terpotong saat Riko mencengkram pipi Ajeng.
"Tutup mulutmu!" matanya melotot tak suka saat Ajeng menjelek-jelekan Bella.
Ajeng menepis tangan Riko. "Kakak sudah masuk ke dalam jebakannya dia. Kakak sadar dong, Bella itu masih berusaha supaya mas Nathan mau membagi sebagian hartanya untuk dia terutama anaknya!"
"Sekali lagi kau menjelek-jelekan dia, Kakak akan membongkar semuanya di hadapan Nathan." Ancam Riko.
"Salah kalau kakak menggilai wanita itu! dia janda kak, janda. Apalagi dia mantan istrinya mas Nathan. Aku tidak terima!" pekiknya lagi.
"Apa ini ribu-ribut?" Seru Nathan di ujung teras sana.
Ajeng mendadak tegang, spontan ia menutup mulutnya, takut kalau Nathan mendengar pertengkarannya dengan Riko.
Riko hanya tersenyum sinis saat melihat Adiknya yang ketakutan.
Nathan menghampiri mereka berdua. Ia memperhatikan Ajeng yang berdiam diri. kemudian ia menoleh ke arah Riko.
"Kenapa kalian ribut?" tanyanya pada mereka berdua.
"Em. Mas ini tidak seperti yang mas Nathan liat. A-aku hanya sedikit kesal sama Kak Riko. Ternyata Kak Riko diam-diam... sudah bertunangan, iya kak Riko sudah bertungan tanpa sepengetahuan aku mas, makanya aku marah."
"Benar bang Riko sudah bertunangan?" tanya Nathan. Namun Riko masih diam.
Riko berdiri, kemudian ia tersenyum pada Nadia yang di gendong Nathan. "Doakan saja agar semuanya lancar. Aku harus buru-buru pulang." Ucapnya pada Nathan.
"Ajeng." Panggil Riko dan langsung di sahuti Ajeng. "Kakak pamit." Ucapnya tanpa menoleh ke arah Ajeng.
Riko berjalan keluar dari rumah Nathan. Tiba-tiba Bayang-bayang Bella melintas di benaknya. "Kau harus jadi milikku dan kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi dengan diriku." Gumamanya. Setelah itu ia memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan halaman rumah Nathan.
Sementara Ajeng, ia semakin geram terhadap Bella. Kesal karna Bella sudah membuat Kakaknya melenceng dari perjanjian yang sudah mereka sepakati.
"Aku tidak akan membiarkanmu menang Bella. Tidak akan pernah. Lihat saja nanti." Gumamnya dalam hati.
.........
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja