Plaakkk...
Plakkkk...
Dua tamparan mendarat mulus dipipi Raisa.
"Gue minta Lo pergi jauh-jauh dari hidup Arsya, jika perlu Lo gugat cerai dia, karena Arsya itu cuma milik gue seorang, dan sampai kapanpun akan tetap menjadi milik gue paham nggak Lo" ucap orang misterius itu sambil menarik kuat jilbab Raisa.
" aakkkhhhhh" jerit Raisa yang terdengar pilu.
" kamu siapa? apa salahku? aku nggak pernah merasa merebut siapapun dari orang," ucap Raisa dengan nada bergetar sembari menahan sakit.
"hahaha, nggak usah pura-pura bego Lo, wanita sok suci kayak Lo nggak pantas tau nggak buat Arsya, yang lebih pantas itu gue bukan Lo, dasar wanita murahan" ucap orang misterius itu dengan menatap tajam Raisa.
"Arsya? apa yang kamu maksud itu Arsya suamiku?"
" cih, suami Lo? dia itu pacar gue yang udah Lo rebut, Lo itu udah ngehancurin hidup gue, dasar wanita jalang" umpat orang misterius itu.
" maaf saya nggak pernah merebut Arsya dari anda"
"dasar wanita jalang, Rendi terserah Lo mau apakan tuh wanita jalang, mau Lo habisin juga nggak apa-apa, yang terpenting dia nggak ada lagi di dunia ini, hahaha" bengis orang misterius itu dan berlalu meninggalkan tempat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizaUtami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 25
"Arsya Widiansyahputra?" panggil seseorang, sontak membuat Arsya yang sedang sibuk dengan laptopnya pun seketika langsung menoleh ke sumber suara itu, ternyata pemilik suara tersebut adalah Rico teman dekat Arsya.
" lo co ternyata gue kira siapa" ucap Arsya datar.
"ya elah pak CEO sibuk amat kayaknya, sampe gue masuk aja Lo nggak tau" cengengesan Riko.
Arsya pun diam tak menanggapi Riko, dan kembali fokus pada laptop dihadapan nya.
Rico yang melihat Arsya mengacangi dirinya menjadi kesal, dan duduk disofa sudut ruangan dengan gayanya yang sok sambil memainkan gawainya.
"eh sya tau nggak lo dua hari yang lalu gue ketemu sama Tika sya, Tika mantan pacar Lo dulu" terang Rico, namun Arsya hanya diam tak menanggapi.
" ahh elah Lo sya gue ngomong Lo kacangin terus, sakit tau nggak sya, sakitnya tuh disini" dramatis Riko sembari menunjuk dadanya.
Arsya yang melihat tingkah Riko pun hanya diam dan geleng-geleng kepala.
" huftt,,terus apa hubungannya sama gue?" tanya Arsya datar.
"Lo nggak kaget gitu sya, kok Lo biasa aja?" tanya Riko bingung melihat ekspresi Arsya yang datar-datar saja.
"terus maksud Lo, gue harus jingkrak-jingkrak gitu, harus teriak-teriak gitu, harus bahagia gitu,?"ucap Arsya dingin dan menatap tajam kearah Rico.
" ya nggak gitu juga sih sya," ucap Riko sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" yaudah kalo gitu bisa diem nggak Lo, gue lagi sibuk nih, ganggu konsentrasi gue aja Lo" ucap Arsya dingin.
" ya elah ya,,,ya gue tau seorang CEO kayak Lo pasti sibuk banget, tapi ada hal penting ni yang mau gue omongin" ucap Rico yang mulai menunjukkan wajah serius.
" yaudah cepat bilang, gue nggak punya banyak waktu" ucapa Arsya datar sembari melirik kearah Rico.
"sya gue waktu itu kan pergi ke club malam gue lihat Tika lagi minum, banyak banget sya botol-botol minuman keras itu, pas gue samperin sih Tika dalam keadaan mabuk berat kayaknya, gue tanya kenapa dia bisa jadi begini sekarang, eh dia bilang sejak 3 tahun yang lalu tempat itu menjadi rumah keduanya, tempat dia melepaskan beban, awalnya gue nggak percaya sya, setau gue Tika nggak gitu apalagi selama Lo pacaran sama dia." jelas Rico dengan serius nya, Arsya pun hanya diam dan fokus kembali pada laptop dihadapannya.
"terus dia bilang dia begini gara-gara Lo sya, dia pengen balikan lagi sama Lo, gue udah bilang kalo Lo udah punya istri, Lo udah bahagia dengan kehidupan Lo yang sekarang, tapi dia bilang nggak ada yang bisa memiliki Lo selain dia, dia juga maksa gue buat ngasih tau siapa istri Lo, tapi gue nggak ngasih tau, karena gue tau kalo Tika adalah orang yang nekatan, pas gue tanya masalah Toni, Tika malah marah-marah dan ngebentak gue katanya Toni laki-laki yang sudah merampas kehidupan nya, dan mencampakkannya, waktu gue bilang itu karma dia malah makin berang sama gue, gue cuma nggak habis pikir aja dia yang udah mengkhianati Lo eh dia juga yang gencar buat balik lagi sama Lo" sambung Rico panjang lebar.
" yaudah lah itu sih hak dia co, lagian gue nggak ada hubungan apa-apa sama dia, kalo Lo mau yaudah ambil gih sono, kan udah dibuang tuh sama si Toni, lagian Lo kan jomblo" ledek Arsya, Rico pun menatapnya tajam.
" cih, ogah gue barang bekas" kesal Rico, Arsya pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rico.
"Lo aja sono, kan dia maunya sama Lo, kasian Lo anak orang sampe nggak waras gitu" ledek Rico, sontak membuat tawa Arsya sirna seketika dan langsung menatap tajam Rico.
"enak aja Lo gue udah punya bini, lagian Lo kan katanya mau cepat-cepat punya bini, lah itu dikasih nggak mau" ejek Arsya yang membuat Rico kesal.
" Diam lah sya, mau Lo gue sumpel pake bangkai tikus biar nyahok tuh mulut nggak omes lagi ngatain gue" bentak Rico yang terlihat sangat kesal, sembari melempar bantal sofa kearah Arsya namun tidak kena karena Arsya berhasil menghindar.
Arsya pun tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi wajah Rico yang terlihat sangat kesal.
Rico pun keluar dari ruangan Arsya dengan wajah yang terlihat memerah akibat kesal karena ejekan dari Arsya.