Ujian Cinta, keyakinan dan masa depan.
Muhammad Fahri dan Anindya Iskandar .
“Tuhan mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Tapi kita di pertemukan lebih cepat sebelum keadaan berubah, tidak ada yang salah, tapi memang keadaannya yang belum tepat”
Semua orang berhak merasakan cinta, dan jangan pernah menyalakan cinta karena memang kodrat manusia untuk mencintai dan dicintai. Tapi mungkin cara kita dalam mencintai yang salah.
👌Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KU merindukan mu
Hari hari dilalui Fahri tanpa kabar dari Nindy pacarnya. Fahri tetap menjalankan aktivitas sehari harinya di Jogja dengan produktif.
“Sabar Fahri, sebentar lagi.”Batin nya menyemangati diri sendiri.
Tiap pagi nya Fahri pergi kursus bersama dengan Jihan yang rumahnya sangat dekat dengan sang nenek. Pasalnya setelah mama papa Jihan balik dari luar kota , Jihan kembali ke rumah nya. Fahri juga tiap hari menjemput Jihan karena di suruh sama sang nenek.
Pagi ini Fahri akan bersiap siap untuk kursus. Tapi tidak tau kenapa perutnya tiba tiba sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidur nya.
Dengan susah paya Fahri mengambil hp nya di meja untuk menghubungi Sinta.
“ halo dek, ke kamar kakak sekarang ya , perut kakak sakit.”
“Apa?? Kakak sakit?” Teriak Sinta dan langsung bergegas menuju kamar kakak nya.
Dilihatnya kakak nya terbaring sangat lemah. Sinta mendekati kakak nya dan memeriksa suhu tubuh nya. Tapi dia tidak tau apa yang terjadi dengan kakak nya. Dia memanggil nenek nya untuk melihat keadaan kakak nya.
“Astaga perut kamu sangat kosong Fahri, kamu gak makan semalaman ya?? Tanya neneknya sambil terus mengecek perut Fahri.
“Iya nek.” Jawab Fahri.
“Asam lambung mu kambuh, nenek bikinin bubur ya, biar Sinta yang keluar beli obat maag.”
Sinta dan neneknya meninggalkan Fahri di kamar. Dalam kesakitannya fahri terus terus mengecek hp nya dan tidak ada satupun notif dari Nindy .
“Apa dia gak khawatir sama aku? Bisa nya dia tega seperti itu.” Batin Fahri
Fahri membalikkan badannya dan berusaha untuk duduk dari tempat tidur . Dia membuka hp nya dan melihat foto foto nya bersama Nindy.
“Aku sangat merindukan mu sayang.” Ucapnya sambil mencium foto Nindy.
Tidak lama kemudian nenek nya datang dan membawa semangkuk bubur hangat untuk Fahri.
“Kenapa gak makan semalam nak?” Tanya nenek nya
“Lagi gak nafsu aja nek, gak tau kenapa”. Jawab Fahri berusaha menyembunyikan kerinduannya terhadap pacar nya.
“Mungkin kamu kecapean, kamu habis in buburnya nanti kalo Sinta sudah datang bawa obat, lngsung diminum yah obatnya.” Ucap nenek nya dan berlalu meninggalkan Fahri seorang diri di kamar.
Tidak lama kemudian Sinta juga datang dengan membawa obat untuk Fahri.
“Kakak harus kuat dong, aku tau kakak sedih tapi kakak gak boleh sakit dong.” Ucap Sinta pada kakaknya yang sangat dia sayangi.
Fahri hanya tersenyum pada adiknya berusaha kuat. Padahal perutnya terasa sangat nyeri.
“Kakak baik baik aja kok dek.” Ucap Fahri
“Bagaimana baik baik saja, berdiri saja gak bisa .” ucap Sinta dengan muka khawatir.
“Kakak kan pahlawan nya kamu, pasti KakaK kuat buat kamu dek.”
Sinta yang terharu mendengar ucapan kakak nya langsung memeluk kakak nya saat itu juga.
“Kak aku hubungi Jihan dulu ya, suruh izinkan kakak di tempat kursus.”
Fahri hanya mengangguk.
“Halo Jihan?”
“Iya kenapa sin, Fahri mana ya, aku dari tadi nunggu dia kok gak datang datang.” Ucap Jihan di telepon.
“Kakak kU lagi sakit kak, sepertinya dia tidak bisa masuk hari ini.”
“Apa?? Fahri sakit? Sakit apa?”
“Udah baikan kok kak, asam lambungnya kambuh”
“Oh iya , salam sama Fahri ya, ntar sehabis kursus aku ke situ buat jenguk dia.”
Tut tut
Telepon di tutup
Fahri hanya tersenyum mendengar bahwa Jihan ingin datang.
“Nindy kamu dimana sih, kamu baik baik aja kan.” Ucap Fahri dalam hati.
“Kakak pasti lagu mikirin Nindy , Nindy juga sih punya rencana kok sadis banget, kakak kU kan jadi sakit.” Batin Sinta sambil mengingat perjanjiannya dengan Nindy . Dia berniat menceritakan semuanya ke kakak nya tapi dia sudah janji ke Nindy.
Sinta ingin meninggalkan kakak nya untuk istirahat di kamar sendiri tapi Fahri mencegahnya.
“Dek mau kemana?? Temani Kakak ya”
Sinta tidak bisa menolak permintaan kakak nya dan kemudian duduk di samping kakak nya.
Tring tring
Telepon dari mama Fahri masuk
“Halo sin, kata nenek kakak mu sakit??”
“Mama bicara sama kakak aja deh” ucap Sinta dan langsung memberikan hp nya kepada Fahri.
“Halo ma, aku baik baik aja kok, cuman asam lambung kU naik gara gara lambat makan”
“Kamu jaga kesehatan ya”
“Aku rindu sama mama dan papa.”
“Kamu baru di Jogja aja udah gitu, gimana kalo udah ke luar negeri. Sepertinya kamu sudah bisa di nikahkan , biar ada yang ngurus kamu di sana .”
“Apa?? Mama apaan sih.”
“Kamu istirahat ya, mama tutup telepon nya.
Tut tut
Telepon ditutup
Waktu menunjukkan pukul 12.30, suara adzan dari masjid berkumandang. Fahri yang tidak tenang langsung berusaha untuk bangun dari tempat tidur untuk sholat.
“Dek bantu kakak, kakak mau sholat.”
Sinta membantu membangunkan kakak Ny dari tempat tidur dan dengan badan yang masih agak lemah Fahri tetap sholat dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Fahri akhirnya melawan sakit di perutnya dan segera mengambil wudhu kemudian sholat .
sinta terus memperhatikan perjuangan kakak nya untuk sholat.
“kakak kU benar benar orang baik, sehatkan kah dia selalu ya Allah.”
Fahri dan Nindy kemudian sholat berjamaah di Musholla rumah.
Setelah sholat dia berdoa kepada sang pencipta.
“Ya Allah semoga Nindy baik baik aja, dan semoga kami segera dipersatukan.
Sinta yang melihat kakak nya berdoa langsung nyeletuk.
“Kakak berdoa apaan, kakak do’ain Nindy ya” goda Sinta.
“Apasih kamu dek.”
Tidak lama setelah sholat Jihan datang dan membawakan makanan buat Fahri.
“Hai RI ini buat kamu.” Ucap Jihan sambil menyodorkan makanan yang ia bawa untuk Fahri.
“Makasih Jihan, kamu baik banget.” Ucap Fahri.
“Gimana keadaan kamu RI.” Tanya Jihan
“Aku udah mendingan kok.”
“Baguslah.”
Fahri yang tidak mau mengecewakan jihan yang sudah memberinya makanan langsung membuka makanan yang dibawa Jihan dan langsung memakannya, padahal dia sudah sangat kenyang dengan bubur buatan nenek nya.
“Wah enak banget Jihan”
“Habisin lah Ri.”
“Sepertinya Jihan menyimpan rasa sama kakak kU , pasalnya dia sangat perhatian sama kakak, dari pertama ketemu juga dia sudah menunjukkan rasa suka nya pada kakak,” batin Sinta Yang terus memperhatikan gerak gerik Jihan terhadap kakak nya.
Sinta mengajak Jihan untuk memberi waktu sendiri buat Fahri. Mereka menuju ruang keluarga menemui nenek nya. Sementara Fahri lagi lagi dan terus ngecek hp nya menunggu kabar dari pacarnya, namun belum juga ada satupun notif dari Nindy .
“Kamu kenap sih nin, aku rindu sama kamu , aku gak bisa berhenti mikirin kamu.” Ucap Fahri pelan.
*****
Bersambung
Makasih buat kalian yang sudah mau baca. Jangan lupa dukung author ya dengan klik vote dan like nya.
Makasih
semangat selalu
salam dari This is Our Love
yuuk mampir di karyaku author
Salam manis dari Bunda Merry Hanya Milik Kami