Warning+++ cerita Dewasa!
Bijaklah dalam memilih bacaan
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itulah pepatah yang tepat ditunjukkan untuk Valeno Waradhana, yang mengikuti jejak sang daddy di masa mudanya.
Bagaimana tidak, karena setiap malam Valeno selalu ditemani wanita yang berbeda untuk memuaskan nafsunya di atas ranjang.
Tinggal jauh dari kedua orang tua dan juga kedua saudaranya, membuat Valeno leluasa melakukan apa yang di inginkannya.
Hingga Valeno harus menerima perjodohan saat dirinya kembali ke Indonesia, dengan Fillea Abraham gadis yang ditemuinya di club malam. Yang membuat kesepakatan dengan dirinya.
Fillea Abraham gadis arogan yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
Karena kesepakatan keduanya harus menjadi sepasang suami istri dan terjebak di dalamnya.
Saat keduanya baru menyadari bahwa keduanyalah yang di jodohkan oleh kedua orang tua masing-masing.
Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga karena perjodohan?
Akankah ada cinta yang tumbuh di antara keduanya? Atau sebaliknya?
Cover by Enka Idris
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 Tanggung Jawab
"Lea, sial!" teriak Valeno sambil memegangi juniornya kesakitan saat Fillea dengan sengaja menendang juniornya dengan kencang.
"Makanya juniormu kondisikan jangan berdiri sembarang tempat, tidak tahu malu, itu baru di tendang belum aku suntik kebiri biar tidak bisa berdiri lagi," ucap Fillea yang langsung berjalan menuju ruang ganti tidak peduli pada Valeno yang masih meringis kesakitan.
"Sial tenaganya sudah seperti tukang bangunan, sekali lagi kena tendang bisa tidak berfungsi junior ku," gerutu Valeno sambil mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur dan memandangi juniornya yang baru saja terkena tendangan maut. Hingga terdengar ketukan pintu dari luar kamar Fillea membuat Valeno langsung menyuruh orang tersebut masuk saat Valeno tahu siapa yang datang.
Mario yang baru saja masuk kedalam kamar Fillea sambil menarik koper milik Valeno langsung tertawa kencang mendapati jubah mandi yang bosnya kenakan.
"Hentikan tawamu, jangan sampai besok kamu tidak bisa tertawa lagi," ancam Valeno sambil mengambil koper yang berada di tangan Mario dan langsung membukanya.
"Maaf pak, tapi aku harus mengabadikan ini terlebih dahulu,"
"Mario!"
"Tidak pak," sambung Mario yang langsung keluar dari dalam kamar Fillea.
"Aku harus berjaga jaga dan jangan percaya seratus persen pada buaya kampret," ujar Fillea yang baru keluar dari ruang ganti dan Fillea langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan saat mendapati Valeno hanya menggunakan kain segitiga.
"Leno bisa tidak jangan mencemari mata polosku, kalau ingin mengganti pakaian bisa dikamar mandi!" tariak Fillea yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Tidak usah ditutupi begitu, lihatlah saja jangan malu-malu mau merasakan juga boleh," ledek Valeno sambil tersenyum.
"Leno jangan kurang ajar," ucap Fillea yang langsung berlari menuju keluar kamarnya.
Valeno yang sedang berada di ruang tamu bersama papah Fillea langsung menatap dan memperhatikan Fillea yang sedang sibuk menyiapkan makan malam.
"Kalau ada kesempatan dan Lea tidak sibuk pasti Lea yang menyiapkan makan malam untuk papah nak Leno, papah juga tidak tahu dia belajar masak dari mana karena masakan yang dimasak rasanya tidak kalah dari menu makanan di restoran," ucap papah Fillea yang langsung mengalihkan pandangan Valeno dari Fillea.
"Oh iya. Aku jadi tidak sabar ingin mencicipi nya," sambung Valeno sambil tersenyum ke arah papah Fillea.
"Oh ya nak Leno, sekarang Lea sudah menjadi istrimu, dan tanggung jawab Lea papah serahkan kepadamu sepenuhnya, Lea anak yang sangat keras kepala, papah harap kamu bisa memaklumi nya dan bisa membawa perubahan baik pada Lea, dan papah harap kamu bisa menghentikan hobi Lea yang bisa membahayakan dirinya sendiri,"
"Tenang pah, aku akan mengambil tanggung jawab sepenuhnya pada Lea dan papah tidak perlu kuatir lagi aku pasti bisa menghentikan hobi Lea yang ekstrim itu,"
"Terima kasih nak Leno, papah percaya padamu," ucap papah Fillea sambil menepuk punggung Valeno. "Sekarang mari kita makan malam," ucap papah Fillea yang langsung mendapat anggukan dari Valeno sambil mengikuti papah Fillea menuju meja makan saat Fillea sudah siap menyiapkan makan malam.
"Lea kamu sudah menjadi istri Leno seharusnya kamu menyajikan makanan di piring Leno jangan biarkan suamimu mengambil makan sendiri, itu salah satu cara istri yang baik dan berbakti pada suami," nasehat papah Fillea saat Fillea sudah asyik menyantap makanan di piringnya.
"Oh iya aku lupa pah, aku kira yang duduk di sampingku bayangan," ujar Fillea sambil tersenyum kemudian dirinya langsung mengambil makanan dan menaruhnya di piring Valeno.
"Menyusahkan saja kamu punya tangan buaya kampret, kamu bisa mengambil sendiri," gerutu Fillea saat sudah selesai menyiapkan makanan di piring Valeno.
"Apa kamu tidak mendengar nasehat papah? Aku sekarang suamimu dan kamu harus melayani ku," bisik Valeno di telinga Fillea saat Fillea duduk tepat di sampingnya. Membuat Fillea langsung menatap tajam kearah Valeno yang sedang tersenyum padanya.
"Lea…," ucapan Valeno berhenti saat Fillea menyumpal makanan ke mulut Valeno setelah dirinya dengan sengaja menginjak kaki Valeno dengan kencang.
"Suamiku jangan bicara lagi, makan yang banyak agar kamu tetap sehat," ujar Fillea sambil menyuapi Valeno hingga Valeno tersedak makanan. "Oh maaf suamiku silahkan diminum, makanya makan pelan-pelan," ujar Fillea lagi sambil menyodorkan gelas berisi minuman kehadapan Valeno, dan dirinya langsung menyantap makanan nya kembali sambil tersenyum puas telah mengerjai Valeno.
"Awas saja tunggu pembalasanku," bisik Valeno di telinga Fillea.
"Aku tidak takut," bisik Fillea balik di telinga Valeno.
"Leno, Lea ini di meja makan, selesaikan makan malam kalian terlebih dahulu, nanti teruskan lagi kemesraan kalian jika sudah dikamar," ujar papah Fillea sambil tersenyum ke arah keduanya.
*
*
*
Bersambung...........
JD ingat kisah hidupku yang ditinggal bercerai orang tua,,aku jg adekku ketika itu msh blm TK,,dan BPK merawat kami berdua
pus kus...kek aneh wae rasane.
kakak ipar mario...👍