Garis besar cerita ini kelanjutan dari novel Aku mencintai istri kontrak ku 2, kedua anak Antonio dan Isabella sudah dewasa.
Awal cerita Isabella harus kembali terjun ke dunia mafia bersama dengan Antonio, hal itu mau tidak mau membuat Dua anak Isabella harus mengikuti jejak kedua orang tuanya.
Apalagi ditambah dengan Putra Paman Ridwan yang terjerumus pada lembah kegelapan karena dijebak oleh seorang wanita, cinta romansa ketiga orang itu membuat Isabella dan Antonio harus menghadapi begitu banyak permasalahan dengan dunia bawah tanah atau bisnis gelap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersama
Sebuah obsesi bisa dikatakan adalah ungkapan perasaan dari seseorang namun jika obsesi itu terlalu berlebihan Maka hal itu akan menyakiti seseorang dan menyakiti diri sendiri.
Di sebuah pusat perbelanjaan, akhirnya Ricardo telah mengantarkan istrinya. tatapan mata seorang pria menatap Aselia yang berpakaian sederhana dan make up yang terlalu tipis. walaupun seperti itu gadis yang berusaha berusia memasuki 21 tahun itu memiliki Aura yang begitu memikat lawan jenisnya.
"Mau belanja apa sayang?" tanya Ricardo kepada sang istri.
"Sudah Sayang, lebih baik kita pulang. aku malas berjalan-jalan menyusuri pusat perbelanjaan ini." jawab Aselia.
"Apakah semua ini tidak kurang?" tanya Ricardo .
"Kalau kurang kan nanti kita bisa menelpon salah satu langganan tempat para pelayan yang ada di rumah memesan bahan-bahan makanan." jawab Aselia. Ricardo menganggukkan kepalanya, terlihat mereka keluar hanya berdua tanpa diikuti oleh pengawal atau siapapun.
Seorang pria terus menatap Aselia yang berada tidak jauh darinya, terlihat tatapan itu begitu tertuju pada Aselia. hingga membuat pria itu tidak mengalihkan pandangannya sama sekali.
"Ada apa, Tuan?" tanya salah satu anak buah pria itu. Julius, salah satu pengusaha yang ada di Moskow sekaligus musuh bebuyutan dari Ricardo.
"Apakah kalian tahu mengenai wanita yang bersama dengan Ricardo itu?" tanya Julius kepada salah satu anak buahnya.
"Apakah Tuhan tidak melihat pemberitaan yang ada di media sosial?" tanya salah satu anak buari Julius.
"Memangnya ada apa?" tanya Julius.
"Dia adalah istri dari Ricardo yang beberapa waktu lalu dia nikahi." jawab anak buah Julius.
"Bukankah pria itu itu kekasih dari Gabriella?" tanya Julius kembali.
"Yang saya tahu, kalau Nona Gabriela sudah berpisah dengan Tuan Ricardo beberapa tahun yang lalu. kelihatannya wanita itu mencari mangsa baru untuk membuat dirinya menjadi wanita sosialita yang paling kaya." jawab anak buah Julius.
"Tentu saja dia adalah wanita matre yang akan selalu jatuh ke pelukan para pria kaya, Setelah dia puas dia akan meninggalkannya." ucap Julius.
Tatapan mata Julius menatap Aselia yang terus bersama dengan Ricardo, bahkan pria itu terus memeluk erat pinggang sang istri karena tidak ingin melepaskannya.
"Apakah kau tahu dari mana wanita itu berada?" tanya Julius.
"Yang Saya dengar kalau dia adalah Putri salah satu dari pengusaha paling kaya yang ada di Paris, dan yang saya tahu kalau Ibu dari wanita itu adalah salah satu pengusaha kosmetik dan beberapa perusahaan yang dia miliki." jawab Salah satu anak buah Julius.
"Siapa nama mereka?" tanya Julius.
"Mereka adalah tuan Antonio dan nyonya Isabella." jawab anak buah Julius kembali. tatapan mata Julius terperangah saat mendengar jawaban dari anak buahnya, seorang wanita yang terkenal dengan julukan Nyonya mafia. ternyata Ricardo adalah menantu wanita yang paling menakutkan di kalangan para mafia.
"Apakah kau yakin kalau Nyonya mafia itu adalah ibu dari wanita itu?" tanya Julius.
"Tentu saja Tuan, saya bisa mengenalinya dari video yang sudah tersebar di beberapa media sosial." jawab anak buah Julius.
"Jika itu benar terjadi maka Ricardo benar-benar akan menjadi penguasa di Moskow. Bagaimana tidak, Ternyata mertua dari pria itu adalah orang yang begitu hebat." jawab Julius.
"Lalu apa yang akan kita lakukan, Tuan?" tanya anak buah Julius.
"Tentu saja kita akan mencari cara bagaimana kita akan menghancurkan Ricardo, karena aku tidak akan membiarkan pria itu menjadi penguasa di Moskow." jawab Julius.
Ternyata Julius dan Ricardo adalah musuh bebuyutan semenjak mereka masih berusia remaja, entah apa yang pernah dilakukan oleh pria itu hingga membuat Julius begitu membencinya.
"Apakah Tuan masih dendam karena kekasih tuan meninggalkan, Tuan. karena ingin bersama dengan Tuan Ricardo?" tanya anak buah Julius. tentu saja pria itu tersenyum sembari menatap anak buahnya.
"Tentu saja tidak aku membenci pria itu, karena persaingan kami di dalam usaha bukan karena wanita buat. apa kami bersaing karena itu, toh Wanita Masih banyak di dunia ini." jawab Julius.
"Aku tidak pernah habis pikir Tuan, Mengapa anda selalu bersaing dalam hal bisnis dan wanita?" tanya salah satu anak buah Julius.
"Kau jangan banyak bicara, lebih baik kalian kerjakan tugas apa yang akan kuberikan pada kalian." jawab Julius yang kemudian meminta salah satu anak buahnya untuk melakukan sesuatu pada salah satu perusahaan Ricardo.
"Di sebuah rumah yang begitu tenang dengan penjagaan yang begitu luar biasa. Ricardo dan Aselia benar-benar sedang menjalani kehidupan yang baru mereka jalani. kehidupan sebagai sepasang suami istri yang akan membuat mereka saling mengerti satu sama lain.
"Sayang, Cepatlah kau turun dan makan. kau akan ke kantor pukul berapa ini sudah siang!!" seru Aselia yang berteriak kepada sang suami.
Terlihat Ricardo baru turun sembari membawa dasi yang ada di tangannya,
"Ini.." ucap Ricardo sambil memberikan dasi dan meminta sang istri untuk memakaikannya.
"Kau ini manja sekali ya." ucap Aselia yang kemudian mengambil dasi dan memasang di leher suaminya.
"Sudah selesai, Cepat kau makan karena nanti kita akan telat ke perusahaan." ucap Aselia yang kemudian menyiapkan bekal makanan untuk mereka bawa ke perusahaan. ternyata Aselia sudah meminta sang suami untuk mengisi lemari es dan menaruh mikrowave di ruang pribadi mereka yang ada di kantor Ricardo.
Tentu saja pria itu menyanggupinya, karena dengan begitu istrinya tidak akan keluar dari perusahaan sampai mereka pulang.
** bersambung **