NovelToon NovelToon
Rumah Di Samping Kuburan

Rumah Di Samping Kuburan

Status: tamat
Genre:Horor / Tamat
Popularitas:275.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Semalaman suara gaduh di atas genteng itu membuat bulu kuduk merinding.
Entah apa yang tengah ribut di atas genteng sana. Karena, tak terlihat wujudnya.

Karena gangguan itu, akhirnya yang punya rumah membiarkan rumahnya kosong. Namun, Bu Heni tidak membiarkannya kosong begitu saja. Dia menawarkan rumah itu untuk di kontrakan dengan harga yang sangat murah.

Setiap Orang yang menempati rumah itu selalu merasakan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Seperti munculnya bayangan hitam yang tinggi besar di ujung teras.

Terror bercak darah di sekeliling rumah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi tengah malamnya muncul Makhluk aneh yang menyeramkan. Pundak terasa di tindih balok es yang super dinginpun di rasakan oleh Bunga, orang yang kesekian yang menempati rumah itu.

Bunga dan Angga tetap mencoba untuk bertahan, hingga akhirnya mereka kalah dan mundur dari rumah itu. Setelah Bunga melihat Makhluk aneh yang berwujud ular berkepala manusia yang berambut panjang serta memakai mahkota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara ribut di dapur.

Ma'af ya...Buku " Rumah di samping kuburan " baru bisa update lagi hari ini.

Sebelum baca, tolong like, rate, nya ya.. Terimakasih 🙏.

Selamat membaca...

Malam itu beberapa hari setelah Bunga dan Angga pulang dari Rumah Sakit.

Malam itu, terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya.

Terasa begitu sunyi dan mencekam, mungkin karena malam itu di iringi hujan rintik-rintik sejak sore tadi.

Lolongan anjing hutan Terdengar sayup-sayup dari kejauhan.

" Aung... Aung... " Suara itu makin menambah mencekamnya malam itu.

" Kriik... Kriiik...Kriiik..." Suara jangkrik pun ikut berdendang malam itu.

Tiap rumah seakan tidak ada penghuninya.

Karena, tidak terdengar sedikitpun orang yang berbicara.

Rupanya, semua sudah terlelap tidur di buaian mimpinya masing-masing.

Ternyata tebakan itu salah besar, karena di rumah yang di tempati Bunga dan Angga,. tidaklah seperti di rumah-rumah yang lainnya.

Karena, di sana nampak sekelebatan bayangan masuk ke sela-sela ventilasi rumah itu.

Lalu... Mengitari seluruh ruangan depan, atau ruang tamu rumah itu.

Berlanjut ke dapur.... Kemudian..

" Praaang..." Terdengar suara barang yang jatuh ke lantai.

" Haah!... Suara apa itu?... " Bunga terbangun dari tidurnya, diapun lalu duduk, telinganya mencoba menangkap suara itu lagi. Pandangannya dia edarkan ke sekeliling ruangan kamar itu.

Angga, Suaminya masih terlelap di sampingnya.

" Mungkin aku salah dengar saja, masih malam, baru jam satu kurang sepuluh menit, lebih baik aku tidur lagi saja ah." Gumamnya.

Diapun lalu merebahkan tubuhnya kembali, ditariknya selimut untuk melindungi tubuhnya dari udara malam, yang begitu dingin menusuk hingga ke sumsum tulangnya.

" Bismillahirrahmanirrahim... Bismika Allahuma ahya wabismika ammut..." Ucapnya, lalu dia pejamkan kedua kelopak matanya. Mencoba untuk menyambung mimpi Yang terputus tadi.

Namun, baru saja beberapa menit dia merebahkan tubuhnya,dan memejamkan matanya.

Tiba-tiba...

" wuuush..." Hembusan angin menerpa wajahnya, seperti ada seseorang yang meniup wajahnya.

" Haaah... Apa ini?... Astaghfirulahaladziiim!..." Bunga segera terbangun dan membuka matanya, dia edarkan pandangan matanya ke sekeliling, namun tidak terlihat apapun. Semuanya tetap seperti semula.

" Glombraaang!... " Suara itu terdengar sangat kencang sekali.

" DEG... DEG..." Degup jantungnya memburu seketika.

" Ya Allah... Suara apa itu?... Kenapa bulu kudukku jadi merinding begini?..." Gumamnya, dia meraba tengkuknya yang bulu-bulunya mulai terasa merinding.

" Kenapa Bang Angga tidak mendengar suara itu?... Dia malah makin lelap tidurnya." Gumamnya lagi, di tatapnya wajah Suaminya itu. Dia tak tega untuk membangunkannya, sepertinya dia begitu lelap.

" Wuuush..." Hembusan angin itu lagi! Kini meniup telinganya.

" Abaang... Bangun Bang!..." Hembusan angin itu membuatnya segera membangunkan Suaminya, dia mulai merasa ketakutan.

"Eaaah... Ada apa?..." Angga mengucek matanya yang masih terasa berat untuk melek.

" Ada suara ribut-ribut di dapur, dan barusan ada yang meniup Wajahku..." Ujar Bunga dengan wajah yang tegang, karena ketakutan.

" Tikus mungkin, masa ada yang niup wajah kamu, ada-ada saja." Angga malah menjawab cuek.

" Benar Abang... Makanya bangun dulu! Biar percaya. Aku enggak bohong." Ucapnya sambil merengek minta di temenin.

Dengan rasa malas, Angga bangun dari tidurnya. Lalu duduk menyender, malas. Matanya hanya terbuka setengah saja. Ditariknya selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.

" Weeeer.... " Kran air wastafel sepertinya terbuka.

" Dengar Bang!..." Bunga terlonjak kaget.

" Aduuuh... Bunga... Bunga... Ada apa lagi sih?..." Dengan malasnya dia bertanya, dia tatap wajah Isterinya dengan mata yang sedikit terbuka.

" Weeeer...." Suara air yang tercurah dari keran wastafel dapur, masih kedengaran nyaring.

" Tuh, dengar! Suara air keran di dapur kita. " Ujar Bunga dengan mata yang terbelalak.

" kamu lupa nutup krannya mungkin." Ujarnya, diapun beringsut hendak bangun dari tempat tidur.

Bunga segera memegangi lengan Suaminya, dia tidak mau di tinggalin sendirian.

" Kenapa?..." Angga menatapnya.

" Aku ikut... Aku takut kalau di sini sendirian." Ucapnya manja.

Angga bangkit dari tempatnya, kemudian dia beranjak dan berjalan menuju ke dapur. Dia mau melihat ke dapur, apa yang sebenarnya terjadi di dapur.

Sesampainya di dapur, terlihat kran air sudah terbuka dengan sendirinya. Air nyiprat kemana-mana.

" Mungkin tadi kamu kurang kuat nutupnya." Ucapnya sambil menutup keran air itu kembali.

" Ayo! Kita tidur lagi, masih malam tuh." Lanjutnya lagi.

Angga berlalu menuju ke kamarnya untuk meneruskan tidurnya kembali.

" Tadi aku menutupnya dengan kuat." Sahut Bunga sambil mengikuti Suaminya dari belakang.

Belum sampai keduanya di pintu kamar, tiba-tiba... Kran air itu sudah terbuka kembali.

" Weeeer... " Suaranya sangat kencang lebih dari tadi.

Angga menatap wajah Isterinya, mimik mukanya nampak sangat heran. Dahinya mengkerut penuh dengan kebingungan.

Bungapun melakukan hal yang sama, dia tatap lekat wajah Suaminya, dia genggam erat-erat tangan Suaminya. dia merasa sangat ketakutan.

" Tuh kan?... " Bisik Bunga ketakutan.

" Iya... Sebentar, aku periksa lagi."

Angga melangkahkan kakinya.

" Aku ikut..." Bunga tak mau melepaskan tangan Suaminya.

Perlahan-lahan keduanya melangkahkan kakinya, menuju ke dapur lagi. Keran wastafel di dapur memang sudah terbuka kembali. Airnya menggelontor keluar dengan derasnya, hingga membasahi seluruh permukaan wastafel, dan juga perabotan yang ada di sekitarnya.

Angga mengulurkan tangannya, untuk mematikan keran air itu.

Tapi...

Air keran itu menyiprati mukanya

Angga, hingga basah kuyup.

Angga terlonjak kaget, dia mundur beberapa langkah.

" Ini sepertinya bukan karena keran yang tidak kencang." Gumamnya.

" Sepertinya ada makhluk yang tak terlihat oleh kita, dia ingin bermain-main dengan kita." Ucapnya lagi.

" Maksudnya, ada makhluk gaib, dapur kita ada setannya?..." Bunga menerka ucapan Angga dengan berbisik.

" Ssst... Kita harus hati-hati." Angga mengisyaratkan supaya tidak berisik.

" Tik... Tik..." Air yang mengalir deras itu berubah menjadi tetesan-tetesan air, yang menetes satu persatu.

" Abaang..." Bunga memeluk suaminya ketakutan.

" Tenangkan dirimu." Ucapnya mencoba menenangkan Isterinya.

" Aku... Aku ketakutan bang... Kenapa... Kenapa... Air kerannya bisa... Berhenti sendiri." Bunga bicara tergagap ketakutan.

" Sebaiknya kita lanjutkan tidur lagi, ayo!..." Ujar Angga.

" Tapi... " Bunga tidak melanjutkan ucapannya, matanya terbelalak ke atas, entah melihat apa.

Yang pasti, Bunga terkulai lemas tak sadarkan diri.

" Bunga... Bunga... Kamu kenapa?... Bunga... Bunga... Bangun, bangun." Angga panik melihat isterinya tidak sadarkan diri.

Segera di bopongnya tubuh isterinya yang terkulai lemas itu, lalu dia baringkan perlahan.

Dengan perlahan pula, dia oleskan minyak angin di bawah hidungnya Bunga.

Dipijat-pijatnya pelipis Bunga dengan lembut, berharap Bunga segera siuman.

Hampir satu jam Bunga tidak sadarkan diri, ini membuat Angga panik dan juga khawatir.

Apalagi Bunga tengah hamil muda, dia khawatir akan terjadi hal yang tidak di harapkan.

" Aaaah.... Aaah... " Bunga tersadar dan berteriak histeris seperti yang ketakutan.

" Sadar... Bunga... Istighfar!... Bunga... Istighfar..." Ucap Angga setengah berteriak, karena merasa panik.

" Itu... Itu... Apa itu?... " Telunjuknya Bunga menunjuk ke sudut ruangan.

Matanya melotot ketakutan, jantungnya begitu berdegup kencang.

Dadanya berdebar menahan rasa takut

Mata Angga mengikuti arah telunjuk Isterinya, ke sudut atas ruangan itu.

Di sana nampak terlihat, sesuatu bayangan hitam panjang berjuntai ke bawah, setengah badan bagian atasnya tidak kelihatan. Entah makhluk apa itu namanya.

Hanya sekilas Angga melihatnya, bayangan hitam itu lenyap entah kemana, tak terlihat lagi.

Tinggalkan Angga dan Bunga terpaku, dalam ketakutan yang teramat sangat.

Kakinya seakan tertancap sangat kuat, hingga susah untuk di gerakan.

Selangkahpun kaki mereka tidak mampu untuk di gerakan.

1
Ira Noviana
ada bagian yg typo
Rosananda: iya, kak ma'af🙏 maklum baru belajar hehe.
Makasih kak sudah mampir, dan makasih pula komennya.
Salam kenal
total 1 replies
Siti Arbainah
trus si Bu Mar jdi bikin usahanya Bunga dan Angga bermasalah gak thor
Siti Arbainah: iya kak😊
total 5 replies
Siti Arbainah
boleh gak sih curiga sama si Eyang Kurdi itu kan dia pernah bilang klo penghuni pohon beringin itu minta tumbal jangan" itu cma rencana dia aja dan skarang rumah itu bnyak teror jga gara" dia lgi
Irka NaArra
nurustunjung aki aki teh,,
Irka NaArra
semangat,,next bikin cerita horror lgi y,
Rosananda: InsyaAllah, terimakasih sudah mampir... dan makasih juga jejaknya.
total 1 replies
Rosananda
makasih sudah mampir
Kak Ya
sukurin kurdi
Kak Ya
jgn d ksh bu 🤭😁
Kak Ya
hindun nya cengeng bgt thorr .. takut dikit nangis. balapan nangis ma anak nya kalo lg ketakutan.
Alief As Syaikh
kok namanya ganti ganti lurr
Jhulie
wah suka nih ma novel horor, aq masukin rak dulu
Rosananda: makasih sudah mampir.
total 1 replies
Bayu Ridwan
mudah"an si kurdi kecebur got kepalanya dulu
Putri Handayani
aku mampir di sini ya kak, semangat upnya 💪💪💪
Edi yuzzardy
action nya kurang...jdi bnyak d skip n males baca lagi,banyak obrolan2 yg gk ke inti cerita...
Rosananda: ma'af kak 🙏 bukannya nyeleweng ke cerita majalah hidayah, tapi itu kan salah satu tokoh yang pernah menempati rumah di samping kuburan itu, dan meninggalnya dengan cara seperti itu. Begitu ceritanya kaka... Terimakasih sudah mampir.
total 2 replies
Edi yuzzardy
jadi nyeleweng ke cerita majalah hidayah ya wkwkwkw..pdhal tema rmh smping kuburan..apa hubungannya...ni jdul nya jgn rmh samping kuburan tp yg lain aza seauai cerita di mjlh hidayah,eyang kurdi susah di kubut hahahahaa....anehhh....jdi gk penting ke isi cerita
Nova Marlina
maaf thor nma ustadz ny soleh apa sulaiman ?
Rosananda: ma'af salah nulis.
total 1 replies
Yuzu💕
semangat thor..

salam dari "Ternyata aku keturunan RPD" mampir kak
Rosananda: makasih sudah mampir.
Salam kembali 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
maaf 🙏🙏

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin.

itu ☝️☝️ ga mungkin di terbangkan angin 🤔🤔
Dhina ♑: semangat berkarya, pantang menyerah
total 2 replies
Nova Marlina
ini nama suaminya anjar ap angga sih ?☺️
Rosananda: terimakasih koreksinya 🙏
total 2 replies
Nova Marlina
suka deh ceritanya..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!