NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:360.7k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

PARIS POINT OF VIEW:

Aku masih setia mengikuti kemanapun Dhika pergi hari ini. Sampai pada saat ini aku masih setia menemaninya di dalam mobil yang sedang dikendarainya. Aku bahkan tidak tahu tujuan nya kali ini? Ke TKP lain lagi atau ke rumah sakit? Atau ke ruang kerja nya? Entahlah? Aku tak tahu.

“Kamu lapar?” Tanya dhika yang membuyarkan lamunanku tentang nya.

“Memangnya ada waktu untuk makan di tengah kesibukanmu?” tanyaku hati hati.

“Tentu saja, mana mungkin aku membiarkanmu kelaparan. Kamu sedang dalam masa penyembuhan, di bawah tanggung jawabku,” kata Dhika datar seraya melanjutkan tingkat kefokusan nya pada jalanan.

Kami berhenti di sebuah tempat makan, Dhika membukakan pintu mobil untukku. Dia menggandeng tanganku selama mencari tempat duduk yang nyaman untuk makan. Dia juga menarikkan tempat duduk untukku dan memesankan makanan untukku.

“Kamu bahkan tidak bertanya dulu aku mau makan apa?” kataku pelan.

“Aku harus memastikan gizimu selama masa pemulihan,” sahut nya datar.

“Bisa saja,” cebikku.

Tidak lama kemudian pesanannya datang. Perlahan kami memakan nya, makanannya lumayan enak dan rasanya selera makanku meningkat.

“Jangan makan dengan tergesa gesa, aku akan memesannya lagi jika kamu belum kenyang,” kata dhika seraya mengusap ujung bibirku yang sedikit belepotan terkena saus.

“Tentu saja aku akan memesan lagi, ini enak,” kataku masih mengunyah.

Dhika tersenyum melihatku yang makan seperti orang kelaparan.

DHIKA POINT OF VIEW:

“Paris,” tiba tiba seorang Pria muncul di hadapan meja kami dengan senyuman nya.

“Mike? Maaf, Aku tidak bisa ke tempat pemotretan untuk beberapa hari ke depan,” sambut Paris sumringah.

“Ada apa denganmu?” Tanya pria itu.

“Aku sedang tidak enak badan,” sahut Paris.

“Kenapa tidak mengabariku?” Tanya pria itu terlihat khawatir.

Aku sedikit berdehem membuat kedua orang yang asyik ngobrol itu melihat ke arahku, dari tadi mereka benar benar menganggapku tidak ada.

“Oh, iya Mike. Perkenalkan dia dokter Dhika,” kata Paris menatapku hati hati.

“Halo dokter Dhika, aku Mike teman Paris di dunia model. Kami sering memerankan iklan berdua dan—“

“Ya, aku sudah menonton nya,” potongku.

“Dokter dhika ini—“

“Dia dokterku selama dalam masa penyembuhan,” potong Paris menatapku tajam.

“Oh jadi begitu, lalu kapan kamu akan kembali bekerja?” Tanya Mike pada Paris.

“Setelah aku menyatakan jika dia benar benar sehat,” sahutku.

“Kirimkan alamatmu, aku akan menjengukmu jika ada waktu,” kata Mike tersenyum pada Paris.

“Aku rasa makanmu sudah selesai kan?” tanyaku pada Paris seraya mengusap mulutku dengan tissue.

“Tapi—“

“Kami masih ada urusan lain, jadi kami harus pergi,” kataku menarik tangan Paris.

“Maafkan aku ya Mike, kita bisa bertemu kapan kapan,” kata Paris menatap Mike dengan tidak enak hati.

“Ya, kapan kapan kita bisa bertemu lagi,” kata Mike tersenyum.

Aku berjalan dengan cepat menuju mobil dengan Paris yang mengimbangi langkahku. Aku membawa mobilku dengan kecepatan tinggi.

“Dhika, aku bisa muntah jika kamu membawa mobil dengan kecepatan seperti ini!” keluh nya menatapku.

Aku mulai mengurangi kecepatan mobil nya.

“Apa aku melakukan kesalahan?” Tanya Paris yang hanya ku tanggapi dengan wajah datar.

“Kita mau kemana?” Tanya nya lagi yang tak ada jawaban dariku.

“Ini bukan jalan menuju rumah kan?” oceh nya lagi.

“Diamlah! Aku tidak bisa konsentrasi menyetir,” sahutku dingin.

Akhirnya dia hanya diam memperhatikan suasana pegunungan yang di suguhkan dalam perjalanan kali ini. Kami berhenti di sebuah villa pribadi milik keluargaku, sebuah villa yang menawarkan pemandangan alam dan pegunungan serta pepohonan yang rimbun membuat suasana sejuk dan tenang untuk orang sekitarnya.

Villa minimalis dua lantai yang memiliki design khas dengan bahan dasar kayu memiliki sentuhan warna coklat dengan kesan menarik untuk dilihat.

Dengan mata berbinar, Paris mulai turun dari mobil. Dia tersenyum seperti anak kecil berlarian kesana kemari untuk melihat bunga bougenville yang berbunga dengan indah berwarna merah jambu.

“Ingatlah kondisimu,” kataku memperingati.

“Apa kita akan bermalam di sini?” Tanya nya senang.

“Jika kamu mau aku akan mewujudkan nya,” sahutku.

“Tentu saja aku mau, aku bosan di rumahmu,” sahut nya setia memperhatikan beberapa bunga yang tertanam di sana.

“Mas Dhika,” kata Pak Somad yang menghampiri kami.

“Kami akan menginap malam ini, Pak,” sahutku tersenyum.

“Sudah kami siapkan, mas. Nanti panggil saja Mak Mi kalau ingin disiapkan makanan untuk makan,” sahut Pak Somad.

“Baik, Pak Somad,” sahutku sopan.

“Nona itu—“

“Dia istri saya,” sahutku.

“Oh, iya. Panggil saja kami jika butuh sesuatu, mas Dhika,” kata pak somad sopan meninggalkan kami.

Aku bersandar di mobil masih memperhatikan Paris yang seperti anak kecil sedang mengagumi beberapa jenis bunga yang bermekaran di halaman villa. Setelah cukup puas, dia menghampiriku dan bergelayut manja di lenganku.

“Kenapa tidak bilang jika mau kesini? tau gitu kan bawa baju ganti,” kata nya dengan senyuman yang masih mengembang sempurna.

“Kamu suka?”

“Suka sekali,”

“Kamu akan sangat suka, jika melihat ke dalam bangunannya,”

“Tentu saja aku akan menyukainya juga,”

Kami berjalan masuk ke dalam bangunan villa yang masih terjaga kebersihannya karena memang ada yang menjaga dan membersihkan villa ini.

Kami menuju sebuah kamar yang akan kami tempati nanti malam, aku membuka tirai putih yang menutupi jendela hingga sinar matahari masuk menembus kamar.

“Kamu lapar lagi?” tanyaku lembut seraya mengusap rambut Paris.

“Mana mungkin lapar lagi, aku sangat kenyang tadi,” sahut nya tersenyum padaku.

“Dhika,” ucapnya ragu.

“Hem,” sahutku.

“Kamu terlihat aneh hari ini,”

“Aneh?” tanyaku bingung.

“Aku jarang melihatmu tersenyum, tapi hari ini kamu tersenyum beberapa kali padaku. Bersikaplah dingin seperti biasa, aku melihatmu seperti oranglain saja jika kamu banyak tersenyum,”

“Kamu ini,” aku sedikit terkekeh mendengar ocehan nya.

“Ya Tuhan, kamu bahkan bisa tertawa,”

“Tentu saja,” gumamku.

“Kenapa kamu bersikap dingin pada Mike? Dia temanku,” kata Paris menatapku.

“Aku tidak suka dengan nya,” sahutku datar masih menatap dalam mata nya.

“Kenapa?” Tanya paris seraya mengerutkan kening nya.

Aku memegang wajahnya dan sedikit membungkuk untuk mencium bibir nya. Dia tidak merespon ciumanku tapi dia memejamkan mata nya. Aku tahu dia juga menikmatinya hanya gengsi untuk mengakuinya.

“Kamu tidak perlu melakukan ini, hubungan kita hanya—“

Aku menarik pinggangnya dan memeluknya hingga dia tidak melanjutkan kalimatnya karena terkejut.

“Aku ingin melakukannya,” bisikku dengan suara berat.

“Kamu gila, Dhika,” kata nya menahan dadaku memberi celah diantara kita.

“Ya aku gila,” kataku kembali menjangkaunya dan melingkarkan lenganku di pinggangnya, menurunkan kepalaku ke lehernya yang sensitive.

Dia diam saja seraya memejamkan matanya, aku anggap diamnya adalah pemberian ijin atas tindakanku. Aku mencium dan menggigit lehernya dengan lembut, desahan dari mulutnya lolos begitu saja meskipun aku tahu dia menahannya daritadi.

Aku mengangkat nya dan membawa nya ke ranjang, membaringkan nya dengan lembut.

“Kita melakukan ini hanya demi kebutuhan sex saja?” Tanya Paris menahan tubuhku yang sedang berada di atas nya.

“Kamu ingin kita melakukan atas dasar apa?” tanyaku menatapnya.

“Apa kamu sering melakukannya dengan mantanmu?” Tanya nya serius.

“Kamu yang pertama,”

“Jangan membohongiku, Dhika!”

“Aku serius, aku tidak sepertimu yang hidup bebas di London. Bahkan aku muak melihat iklan parfummu itu,” kataku kembali emosi melihat iklan Paris dengan Mike di iklan parfum itu.

“Tapi—“

“Aku tidak menerima penolakan, Paris. Kita sudah menikah dan kamu milikku,” kataku seraya mencium bibir nya dengan rakus.

Entahlah, dia merespon dengan sungguh sungguh kali ini. Dia membalas ciumanku dengan penuh nafsu juga. Aku tidak peduli seberapa sering dia melakukan sex di London dengan laki laki lain semasa kuliah nya.

Kami benar benar terbawa suasana kali ini. Baju kami sudah berserakan di lantai dan nafas kami saling bersahutan.

“Dhika!” dia berteriak hampir terlonjak saat aku menyatukan tubuh kami .

“Kamu—“

“Sakit! Lepaskan!” isaknya seraya mencengkeram lenganku.

“Ini pertama buatmu?” tanyaku lumayan terkejut.

“Kamu pikir aku ini janda yang sudah melakukan nya dengan mantan suamiku! Lepaskan! Ini sakit!” protesnya berusaha bergerak melepaskan diri.

“Diamlah, aku akan melakukannya perlahan,” kataku seraya membungkam mulutnya dengan bibirku supaya dia tidak protes.

Aku mulai bergerak teratur saat dia mulai merasa tenang.

Kami benar benar menghabiskan waktu dengan liar untuk siang ini.

“Maaf,” kataku pelan seraya mengusap rambut nya dengan posisi dia yang berbaring di lenganku.

“Kamu harus membayarnya, Dhika,” ucapnya dengan malas, aku tahu dia sedang lelah.

“Tentu saja,” ucapku terkekeh seraya mencium puncak kepalanya.

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!