NovelToon NovelToon
Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:321.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

Salsabylla Dela Vinci, wanita keturunan Indo-Prancis, memutuskan untuk melabuhkan hatinya pada Ghani Alghibrani, lelaki bijak yang hidup dalam kesederhanaan.
Lelaki itu datang di saat Bylla sedang rapuh. Sikapnya yang tulus berhasil meluluhkan hati Bylla.

Namun, belum sempat mereka menjalin cinta, keadaan memaksa Ghani untuk pergi. Ia meninggalkan Bylla demi merintis karier.
Seiring waktu yang terus berjalan, Ghani berhasil menjadi bintang, banyak yang mengagumi dan bahkan mengidolakan.

Jurang terjal mulai terbentang di antara mereka, kedudukan yang setara malah membuat keduanya berada di titik terjauh. Ketika tak ada lagi jalan untuk bersama, sedangkan hati masih menyimpan rasa yang senada, keduanya hanya menggantungkan asa pada takdir dan kuasa Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Bylla

Seorang lelaki muda sedang melangkah keluar dari butik ternama. Dalam balutan setelan formal, ia tampak rupawan dan berwibawa. Sekali tatap saja, orang pasti tahu jika dia bukan lelaki biasa. Di sebelah kirinya, seorang wanita cantik dan anggun bergelayut manja di lengannya. Mereka melangkah bersama, dengan senyuman yang terus merekah di bibir keduanya.

Ghani mempercepat langkahnya, tak peduli meskipun beberapa orang memanggilnya untuk memberikan recehan.

Ghani benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi. Ini adalah hari pernikahannya, kenapa lelaki itu malah di sini bersama wanita lain.

"Mas Reymond!" teriak Ghani sambil melangkah menghampirinya. Kala itu, Reymond sudah berdiri di dekat pintu mobilnya.

Reymond menoleh, ia mengernyitkan keningnya sambil menilik wajah Ghani. Mencoba mengingat siapa gerangan yang berdiri di hadapannya.

"Sayang, kamu kenal sama dia?" tanya Sania sambil menatap Ghani dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.

"Aku sedikit lupa, mmm kamu siapa, ya?" tanya Reymond sembari menggaruk kepalanya. Ia gagal mengingat siapa sosok yang menjadi lawan bicaranya.

"Sayang, kalau kamu tidak kenal, ayo pergi saja! Setelah ini kita masih harus mencari cincin, dan seserahan juga. Hari ini aku cukup lelah, aku ingin beristirahat lebih awal!" kata Sania, sebelum Ghani sempat membuka suara.

"Baiklah! Mmm maaf ya, kami sedang buru-buru, kami harus pergi sekarang!" ucap Reymond sambil menatap Ghani sekilas, dan kemudian masuk ke dalam mobilnya.

Ghani masih mematung di tempatnya, bahkan sampai mobil Reymond menghilang di balik tikungan. Ia mencerna setiap kalimat yang baru saja didengarnya. Sayang, cincin, seserahan, apa maksudnya?

Ghani mendongak, menatap butik yang berdiri kokoh di hadapannya. Ia mengamati setiap huruf yang terangkai di sana. Dan tak membutuhkan waktu lama, Ghani sudah cukup memahami. Butik di depannya ini adalah butik yang menyediakan pakaian pernikahan.

"Lalu bagaimana dengan Bylla?" Gumam Ghani dengan pelan.

Disaat Ghani masih larut dalam pikirannya, tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang menghampirinya. Beliau mengulurkan beberapa lembar uang recehan yang sudah ditata dengan rapi.

"Ambilah! Ini dari kami semua. Kenapa kamu langsung pergi?" tanya Ibu itu.

"Mmm maaf Bu. Tadi, tadi saya melihat seseorang yang saya kenal," jawab Ghani sambil tersenyum, seraya menerima uang yang diberikan padanya.

"Terima kasih, Bu!" Ucap Ghani.

"Iya, sama-sama. Suara kamu sangat merdu, rasanya saya ikut hanyut dalam melodi yang kamu alunkan." Kata Ibu itu.

"Jangan terlalu memuji saya, Bu. Saya hanyalah pengamen biasa." Sahut Ghani.

"Tapi saya serius. Ya sudah, saya pergi dulu ya! Tetap semangat!" kata Ibu itu sambil melangkah pergi meninggalkan Ghani.

Ghani tersenyum, lalu ia melangkah menuju kedai kecil yang tadi ia datangi.

"Terima kasih untuk semua yang sudah berkenan memberikan sebagian rejekinya untuk saya, ini sangat berarti, saya benar-benar berterima kasih!" ucap Ghani sambil tersenyum ramah.

"Iya, sama-sama. Kami juga merasa terhibur dengan lagu yang kamu nyanyikan!" jawab salah seorang di antara mereka.

"Alhamdulillah, sekali lagi terima kasih ya, saya pamit pergi dulu!" ucap Ghani.

"Iya, tetap semangat!"

"Terima kasih."

Ghani bergegas pergi meninggalkan kedai itu, ia berjalan sambil menghitung uang yang ada dalam genggamannya. Total semuanya ada Rp.42.000,00 hanya cukup untuk membeli coklat.

Ghani menatap sang surya yang mulai condong ke arah barat, jika ia mengamen lagi, waktunya tidak akan cukup. Terpaksa Ghani harus berjalan kaki, agar bisa mendatangi kediaman Bylla.

"Demi Bylla, demi anak-anak, aku pasti bisa!" ucap Ghani pada dirinya sendiri.

Lalu Ghani merogoh saku celananya, ia mengambil kartu nama yang selalu ia bawa kemana-mana. Ia membaca alamat yang tertera di sana. Meskipun sebenarnya ia sudah mematrinya dalam ingatan, namun ia memastikannya sekali lagi, takut keliru dan gagal bertemu dengan wanita yang ada dalam ruang rindunya.

"Ini cukup jauh!" gumam Ghani sambil mengusap wajahnya dengan pelan, menyeka keringat yang terus membasahi kening dan pelipisnya.

"Tapi aku harus bisa, harus bisa!" kata Ghani mengobarkan semangat untuk dirinya sendiri.

Tanpa banyak kata, Ghani mulai menjejakkan kakinya, dan berlari menyusuri trotoar. Tak peduli meskipun keringat semakin mengucur membasahi tubuhnya, ia terus berlari di bawah sinar surya yang masih menghangat.

Di antara padatnya kendaraan yang berlalu lalang, di antara butiran debu yang beterbangan, di antara angin dan hangatnya jalanan beraspal, Ghani terus berlari. Rasa pegal dan nyeri di dalam tulang sendi, menjadi saksi akan keinginannya untuk bersua dengan pujaan hati.

***

Senja hampir menyapa, keperkasaan sang surya nyaris tenggelam di kaki langit barat. Sinar jingga mulai mempesona, mewarnai mega-mega yang bergerak pelan di angkasa raya.

Seorang lelaki berdiri di depan pintu gerbang sebuah rumah yang berada di kawasan elite. Ia menatap secarik kertas yang ada dalam genggamannya, memastikan jika alamat yang ditujunya sudah benar.

"Benar-benar tidak ada resepsi, mungkinkah pernikahan mereka batal?" gumam Ghani sambil mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.

Disaat ia masih terpaku pada tulisan yang ia baca, tiba-tiba seorang satpam datang mendekatinya.

"Ini, Mas!" ucap satpam itu sambil mengulurkan selembar uang puluhan ribu.

Ghani menoleh, awalnya ia mengernyit heran, namun akhirnya ia sadar. Saat ini ia sedang membawa gitar, wajar jika orang lain menganggapnya mengamen.

"Maaf Pak, saya tidak mengamen!" tolak Ghani seraya menyunggingkan senyuman lebar.

Satpam itu tampak kebingungan saat menatapnya.

"Apakah benar, ini rumah Salsabylla Dela Vinci?" tanya Ghani.

"I...iya benar, Anda siapa?" satpam balik bertanya sambil menilik wajah Ghani. Mungkinkah majikannya mengenal lelaki seperti Ghani?

"Saya Ghani, mmm bolehkah saya bertemu dengannya?"

Satpam menghela nafas panjang, dan menghembuskannya dengan kasar. Beliau menatap Ghani dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.

"Maaf, mungkin kedatangan saya mengganggu. Selama ini Nona Bylla sering datang ke tempat saya, dia sering sekali membantu anak-anak yatim yang tinggal bersama saya. Saya memang bukan temannya, tapi, tapi kami saling mengenal." Kata Ghani menjelaskan siapa dirinya.

"Oh begitu. Tapi maaf, saat ini Nona Bylla sedang tidak ingin diganggu. Dia butuh waktu sendiri, dan tidak mau bertemu dengan siapa pun." Ucap satpam dengan tegas.

Beliau tidak berbohong, karena kenyataannya memang demikian. Bylla menolak untuk bertemu dengan siapa pun, bahkan karyawan yang bekerja di kantornya, atau juga teman-teman yang datang menjenguknya. Sedetikpun, Bylla tak mau menemui mereka. Bylla mengurung dirinya di kamar, hanya Bu Mirna yang tidak ditolak kehadirannya.

"Apakah suasana hatinya sedang buruk, mungkinkah Reymond itu sudah menyakitinya. Ya Allah, hamba sangat ingin bertemu dengannya, tolong pertemukan kami, Ya Allah!" batin Ghani sambil mengusap wajahnya.

"Pak, boleh saya minta tolong!" kata Ghani.

"Minta tolong apa?"

"Tolong katakan padanya, jika yang datang adalah saya, Ghani. Kalau memang dia menolak, saya pasti akan pergi!" ucap Ghani dengan serius.

"Baiklah, akan saya sampaikan. Tapi jika Non Bylla menolak, saya harap Anda mengerti." Jawab satpam.

"Iya, saya pasti mengerti."

"Bylla, tolong izinkan aku bertemu denganmu," batin Ghani sambil memejamkan matanya.

Ghani menatap satpam yang sedang mengeluarkan ponselnya dengan harap-harap cemas. Takut jika perjuangannya kesini berujung sia-sia. Takut jika rindunya hanya terbelenggu pada harapan hampa.

"Hallo, Mbak Sari.

Ada tamu, katanya namanya Ghani, dia ingin bertemu dengan Non Bylla.

Iya, tolong sampaikan saja!

Iya, saya tunggu!" satpam mengakhiri sambungan teleponnya, dan kembali menyimpan ponselnya di dalam saku.

"Tolong tunggu sebentar!" kata satpam sambil menatap Ghani.

"Iya, Pak." Jawab Ghani. Ia mengulas senyuman getir, takut jika kenyataan tak sesuai dengan harapan.

"Kalaupun nanti kamu tidak mau lagi bertemu denganku, tolong sekali ini saja, Bylla! Menatapmu barang sedetik, sudah bisa mengobati rasa rindu yang kian menggebu. Jika kau tak menghendaki kehadiranku, bantu aku menghapus semua perasaanku padamu!" ucap Ghani dalam hatinya.

Bersambung...

1
S IE YU
bagai mana dengan kbr andra?
gaby
Halah Melani omong doang, nyatain cinta tapi Ghani beli soto mbayar, kasih gratis dong kalo emang cinta. Lagian kan itung2 amal sm anak2 terlantar di panti. Melani pelit, pantesnya pny jodoh org pelit jg.
MFay
ayo berakhir bahagia semua Thor
Lulu Nais
thor,,semua karyamu sudah aku baca..ad brp yg ku baca membuatku menangis..
karya mu thor lain dari yg lain.keren n bgus😘😘😘😘
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kakak🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Dewi Sariyanti
sebenernya reymond itu baik, dasarnya aja kena pengaruh orang tua yg jahat
Dewi Sariyanti
Kamu kan nyarinya yg fisiknya sempurna rey, udah dapet kan plus dapet bonus anaknya 😁
Dewi Sariyanti
pasti cuplikan yg awal itu pas ghani hilang kabar, bylla mau nikah sama ruben
Dewi Sariyanti
Aq gemes bgt pengen nonjok reymond. Dr awal waktu muncul sania pas jemput bylla yg mau pesta ulang tahun, aq kyak udah ada firasat, sania ini sahabat yg bakal menghianati bylla, ternyata benar kan.
Dewi Sariyanti
Si mika ini egois dan bermuka dua, di depan orang tua bilang takut kakaknya khawatir, tp dlm hati sebenarnya gk mau kalo kakaknya ada kasih sayang orang tua di bagi, ya namanya sama2 anaknya ya harusnya adil, bylla anaknya mama papa mu jg kok mika.
Dewi Sariyanti
Aku rasa si mika ini punya penyakit parah, trus ngelarang orang tua nya buat kasih tau bylla.
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , bnyk kalimat2 yg sangat bermakna d bab ini .
Jong Nyuk Tjen
ceritanya bagus thor , beda am cerita yang lain. Biasanya yg tajir itu s cowok tp kali ini yg tajir s cewekny .
Jong Nyuk Tjen
tlng tny thor , buku2 ny ad d NT ga ya ?
IG👉Salsabilagresya: nggak ada kak, hanya ada buku cetaknya aja. Kapan hari ada beberapa sampel bab di sini, tapi sekarang udah kuhapus
total 1 replies
Rini Haryati
keren dan mantap
Bundanya Robby
mampir ya Thor semangat 💪💪💪
IG👉Salsabilagresya: mkasih banyak kakak
total 1 replies
Mega
haisss,,, maaf thor aku jd ngk suka sm tokoh utama perempuannya,kesannya kayak perempuan gampangan,gampang bgt pindah2 ke hati laki2,apa segitu ngk lakunya atau gimana ya,perempuan itu HARUS punya rasa gensi dan egois walau pun dikit,tp di sini ngk ada sama se x,yg ada mlh kayak ngk laku jd mau sm laki ini sm laki itu,,, haisssss,,,,
Mega
mika org yg tdk mau bersyukur,begitu banyak yg menyayangi dia,tp dia berfikir picik,pengen semua di ambil tp ngk sadar diri,maaf bukan mendoa kan tp kl udh tau dia punya penyakit buat apa di bikin kacau semua,,,, pdhl mereka pd sayang sm mika tp kelakuannya tdk sadar,,, dgn berbuat bgni yg ada malah bencu karna sengaja memisah kan kasih sayang org2 terdekat dia,,,,
🌻Ruby Kejora
Sukses ya buat kk😍... Ga nambah karya baru, kk...
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak, Kak. Insha Allah bulan depan, Kak, sekarang masih namatin yg noda
total 1 replies
Siti Fatimah Fatimah
sweet banget 😊😊😊😊
Siti Fatimah Fatimah
bayi impor nih🤭🤭🤭
IG👉Salsabilagresya: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!