Sebuah Kerajaan di Dunia Fantasia melakukan pemanggilan 10 Pahlawan dari dunia lain untuk membantu Kerajaan itu menghadapi serangan Raja Iblis.
Upacara pemanggilan Pahlawan berjalan dengan lancar. Tapi karena energi yang berlebih saat upacara pemanggilan, tanpa sengaja ada seseorang dari dunia lain yang ikut terseret pergi ke dunia Fantasia.
Rein Alexander, seorang murid SMA yang tengah menikmati sensasi penggelontoran kotoran dari dalam perutnya, tiba-tiba dia tersedot masuk sebuah lubang sihir, dan sialnya dia terlempar tepat di tengah-tengah sebuah sungai.
“Bang**t, apa sebenarnya yang terjadi?.”
****
[Mau tahu kelanjutannya? silahkan di baca....]
[Update setiap hari, kecuali hari Minggu. Satu hari minimal satu BAB, tapi bisa dua atau sekaligus tiga BAB, tergantung kesibukan]
[Jangan lupa dukung Author dengan memberikan :]
[✓Like]
[✓Komen]
[✓Rate [5]]
[Vote [Seikhlasnya]]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEKALAHAN PASUKAN ALIANSI
Sebeluk membaca, jangan lupa selalu dukung Author dengan cara :]
[✓ Like]
[✓ Komen]
[✓ Rate [5] dan....]
[✓ Vote [seikhlasnya]]
[Silahkan sampaikan kritik jika ada yang kurang baik dari cerita ini 😊😊🙏🙏....]
[Selamat membaca....]
*****
Ratusan ribu serangan sihir yang begitu dahsyat melesat menuju gerbang benteng perbatasan Kerajaan Bradford.
“BOOOOMMMM....”
Bersamaan dengan suara ledakan yang begitu keras, dan tanah yang bergetar hebat, akhirnya hancur juga gerbang benteng perbatasan Kerajaan Bradford.
Melihat gerbang benteng yang dia jaga hancur berkeping-keping. Bukannya takut atau khawatir, King Rainhard justru tersenyum lebar.
“Mereka menginginkan peperangan, maka akan aku berikan mereka peperangan yang tak akan pernah mereka lupakan.” gumam King Rainhard, dan setelahnya dia menembakkan Skill Fireballs ke arah langit.
“BOOMM....”
Suara ledakan Skill yang King Rainhard bisa di dengar oleh banyak orang. Bersamaan dengan King Rainhard yang mengeluarkan Skill nya, puluhan ribu pasukan Elite Kerajaan Bradford mulai bergerak, dan dengan kecepatan yang sulit di lihat, pasukan Elite Kerajaan Bradford mulai memborbardir pasukan aliansi.
Pasukan aliansi yang sempat berpuas diri saat berhasil menghancurkan gerbang benteng perbatasan Kerajaan Bradford, kini mereka di buat kelabakan menghadapi serangan yang datang secara tiba-tiba.
Serangan Skill sihir, serangan panah sihir, dan serangan berbagai macam senjata segera memporak-porandakan formasi pasukan aliansi.
Puluhan ribu, bahkan ratusan ribu prajurit yang berasal dari pasukan aliansi sudah terbunuh dengan begitu cepat, sangat berbanding terbalik dengan Kerajaan Bradford yang baru kehilangan puluhan prajuritnya.
“Kekuatan musuh sungguh sangat mengerikan.” ucap salah satu Raja yang tergabung dalam pasukan aliansi.
Selain pasukan Elite, King Rainhard juga mengerahkan puluhan ribu Petualang yang memiliki Job Assassin.
Dengan gerakan para Assassin yang begitu cepat dan efisien, membuat pasukan aliansi semakin tak berdaya menghalau serangan yang mengarah pada mereka.
Beruntung bagi pasukana aliansi, saat mereka benar-benar sudah berada di ujung tanduk, bala bantuan dengan jumlah besar segera datang. Dari jutaan pasukana bala bantuan yang datang, terdapat 10 ekor naga terbang di atasnya.
Keberadaan 10 ekor naga yang masing-masing setidaknya memiliki level diatas 300, membuat tubuh pasukan Kerajaan Bradford sedikit bergetar, tapi mereka tak sedikitpun mengurangi intensitas serangan.
“Naga itu milikku.” teriak seseorang bersamaan dengan munculnya naga hitam dengan aura yang begitu mendominasi.
“ROOOAAARRRR....” teriak naga hitam, dan langit seketika menjadi gelap.
Peperangan sejenak terhenti saat semua orang merasakan keanehan dengan hari terang yang seketika menjadi gelap.
Beberapa orang prajurit yang tergabung dengan pasukan aliansi, mereka mencoba melihat apa yang tengah terjadi di atas tempat peperangan. Begitu menengadah dan melihat apa yang ada di atas mereka, banyak dari prajurit yang melihat segera jatuh terduduk dengan tubuh gemetaran.
“Na.. naga, da.. dan lagi jumlahnya ribuan.” ucapan salah satu prajurit dengan suara terbata-bata.
Rein dan naga hitam segera bergerak saat melihat seluruh pasukan aliansi bergerak masuk ke medan peperangan. Di tambah pasukan aliansi membawa pasukan naga untuk membantu mereka, tentu Rein tak ingin ketinggalan untuk menunjukkan pasukan naganya.
Untuk Ellie, Rein tak membawanya ke medan peperangan, karena dia ingin Ellie menjaga Grace dan Freya.
Melihat ribuan naga yang bergerak dari arah Kerajaan Bradford, pasukan aliansi mulai putus asa dan banyak diantara mereka menyerah dan menjatuhkan senjata.
Tak seperti saat melawan Kerajaan Herford, kali ini Kerajaan Bradford menangkap dan menawan prajurit yang menyerah.
Meninggalkan prajurit pasukan aliansi yang satu persatu mulai menyerah, Rein kembali melesat kearah kekuatan inti pasukan aliansi yang berada di barisan paling belakang.
10 naga pasukan aliansi sudah tak terlihat lagi keberadaannya saat ratusan naga yang mengikuti Rein mulai menyerang mereka.
Dengan menunggangi naga hitam, rein turun di dekat dua orang yang begitu dia kenal.
“Bagaimana kabar kalian, saudara Tiyo dan James?.” tanya Rein sambil melompat turun dari tubuh Drago. “Apa kalian merindukanku?.” Rein kembali bertanya sambil memainkan Black Sword di tangannya, dan perlahan dia berjalan kearah Tiyo dan James.
“Ka.. kau Rein.” ucap Tiyo dengan tubuh bergetar.
“Dasar sampah.” teriak James langsung menyerang Rein.
“Lightning Sword Slash....”
Sebuah serangan pedang ber elemen petir di keluarkan James dan di arahkan ke tubuh Rein. Namun serangan itu hanya mengenai udara kosong, karena Rein dengan begitu cepat berhasil menghindarinya.
“Apa kau ingin menyerangku? Kalau kau ingin menyerangku, serang aku di sini. Jangan kau justru menyerang tempat yang tak ada siapa-siapa, hehehehe.” cibir Rein dengan tawa yang begitu menghina.
“Bang**t, mati saja kau.”
“Thousand Strokes Lightning....”
Kali ini James mengeluarkan Skill area untuk menyerang Rein.
BOOMM
BOOMM
BOOMM
Ribuan petir mulai menyambar, mengarah ke tempat Rein dan sekelilingnya.
“Ini begitu menggelikan.” ucap Rein yang sama sekali tak menghindari Skill yang James keluarkan.
“Skill yang begitu lemah, tak akan mampu untuk melukai ku.” ungkap Rein sambil memamerkan tubuhnya yang tak sedikitpun mengalami luka.
Jangankan luka, pakaian yang Rein kenakan bahkan tetap bersih tanpa adanya noda.
“I.. ini? Tidak mungkin kamu lolos dari Skill terkuat ku tanpa luka.” seru James saat melihat Skill utamanya tak mampu memberikan luka pada tubuh Rein.
“Berisik.”
BOOOOMMMM....
Seketika tubuh James terlempar sejauh ratusan meter saat Rein memukulnya dengan menggunakan Skill Death Blow yang hanya mengandung 5% kekuatan Rein.
“Hanya dengan 5% kekuatanku, tapi kau sudah tumbang. Dasar lemah!.” cibir Rein sambil melihat kondisi James yang begitu memprihatinkan.
James hanya bisa mengerang menahan sakit, tanpa bisa membalas cibiran Rein.
BOOOOMMMM....
Bunyi tubuh Tiyo yang terhempas ke arah James.
Menggunakan Skill Lightning Step nya, Rein bergerak ke dekat Tiyo, dan dengan Skill Death Blow, Rein memukul Tiyo dan membuatnya dalam kondisi yang sama dengan James.
“Kalian cukup berdiam diri di sini dan menonton, biarkan aku menjadi malaikat maut untuk pasukan aliansi kalian.”
*****
Di medan peperangan.
Saat Rein bermain-main dengan Tiyo dan James, di medan peperangan, pasukan aliansi semakin tersudut dan tinggal menunggu waktu sebelum mereka benar-benar kalah.
Jenderal Georgeus, orang terkuat di pihak pasukan aliansi tak bisa berbuat banyak untuk pasukannya.
Sedangkan para Raja yang tergabung dalam aliansi, mereka saat ini sedang menghadapi kelompok yang di pimpin Sally.
King Rainhard sendiri sudah turun tangan dan mulai menyerang tiap prajurit yang tergabung dalam pasukan aliansi.
Untuk para naga yang di bawa Rein, begitu mereka menyelesaikan tugasnya, para naga sudah pergi meninggalkan medan peperangan.
“Drago, kembalilah ke bayanganku.” ucap Rein memberikan perintah kepada Drago.
Sebagai bawahan yang begitu menghormati tuannya, Drago segera melakukan apa yang di perintahkan Rein padanya.
“Saatnya bersenang-senang.” ucap Rein yang langsung melesat ke arah medan peperangan.
SREEKK
SREEKK
SREEKK
Dengan menggunakan Black Sword, Rein dengan mudah memenggal kepala musuh yang belum ingin menyerah.
BOOMMM
BOOMMM
BOOMMM
Sesekali Rein mengeluarkan Skill nya untuk menyerang sekelompok prajurit yang ingin melarikan diri dari medan peperangan.
“Kalian cuma punya dua pilihan. Mati, atau menyerah dan menjadi tawanan perang.”
SREEKK, BUGH....
Kepala prajurit pasukan aliansi yang mencoba kabur, seketika jatuh menggelinding begitu Rein menebas lehernya.
Melihat kekejaman Rein, banyak prajurit yang memutuskan untuk menyerah, tapi ada juga yang mencoba terus menyerang Rein dan akhirnya mereka harus meregang nyawa dengan kepala terpisah dari anggota badannya.
“KAMI MENYERAH....” teriak Jenderal Georgeus saat melihat kondisi pasukannya semakin buruk, di tambah para Raja yang tergabung dalam aliansi, satu persatu dari mereka menyerah dan akhirnya menjadi tawanan Kerajaan Bradford.
“Keputusan yang bijak.” ucap Rein yang muncul di samping Jenderal Georgeus.
*****
[Bersambung....]
[Mulai besok akan di usahakan update dua sampai tiga part tiap harinya]
[Dukung author biar semakin semangat]
[✓ Vote, ✓ Like, dan jangan lupa ✓ Rate ⭐ 5]
dengan jentikan jari musuh mokat, dengan lambayan tangan auto rata.