NovelToon NovelToon
WANITA SAMARAN UNTUK CEO

WANITA SAMARAN UNTUK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Demi pergi bersama selingkuhannya seorang wanita bernama Camila tega menempatkan saudari kembarnya bernama Camelia disisi suaminya bernama Dion. Camila lebih memilih pria selingkuhannya lantaran Dion selalu saja bersikap kasar dan menyiksanya saat sedang kesal kepadanya.

Malam pertama ketika Camelia berada di kediaman Dion, semua pelayan merasakan sesuatu yang janggal pada sikap Camelia yang mereka anggap adalah Camila. Tentu saja karena Camelia dan Camila memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, lagipula tidak ada yang mengetahui bahwa Camelia dan Camila adalah saudari kembar termasuk Dion.

Bagaimana hari-hari yang akan dijalani Camelia sebagai wanita samaran untuk Dion?
Apakah Camelia bisa menempatkan dirinya sebagai Camila tanpa sepengetahuan Dion?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa kau?

Di dalam kamar Camelia masih mengumpat kesal untuk Dion lantaran dirinya tidak diizinkan sama sekali keluar. Jangankan untuk keluar rumah agar ia bisa menemui sang ibu yang dirawat pasca operasi bahkan untuk melangkah keluar kamar saja dirinya tak bisa akibat pintu kamarnya di kunci Dion dari luar.

"Huh, dasar monster menyebalkan! Mentang-mentang disini aku sebagai istrinya dia terus saja sesuka hatinya ... pantas kalau Camila memilih pergi bersama pria lain karena tidak sanggup dianiaya terus sama monster menyebalkan itu!" gerutu Camelia sembari melucuti pakaiannya dan menggantinya.

Lalu sejenak Camelia menatap wajahnya di depan cermin. Ia melihat polesan makeup yang tampak sedikit berlebihan menurutnya.

"Heemm, benar juga yang di katakan monster menyebalkan itu ... dia menyuruhku untuk menghapusnya karena memang sedikit berlebihan! Tapi ini kan gayanya si Camila ... aku harus meniru gayanya kan supaya orang-orang tidak curiga kalau aku bukan Camila." gumam Camelia dalam hatinya.

Setelah berganti pakaian serta menghapus makeup yang ada di wajahnya, Camelia menjatuhkan dirinya berbaring diatas ranjang tidur. Matanya menatap langit-langit kamar sementara pikirannya terus tertuju pada Shofia yang masih terbaring lemah di rumah sakit pasca operasi.

"Haaaah, bagaimana kabar ibu saat ini? Sudah berhari-hari aku berada dirumah ini dan aku sama sekali tidak bisa keluar sekarang ... apa ibu sudah siuman pasca operasi?" gumam Camelia memikirkan ibunya dengan perasaan yang begitu khawatir.

Camelia lalu teringat akan sebuah ponsel yang diberikan Camila padanya.

"Oh iya! Ponsel yang diberikan Camila bisa aku gunakan untuk menghubungi pihak rumah sakit agar aku bisa mengetahui kondisi ibu!" seru Camelia langsung bangkit dan padangan matanya mulai menyapu setiap sudut ruang kamar untuk mencari ponsel tersebut.

Camelia turun dari ranjang tidur itu dan mulai mencari-cari ponsel itu di setiap sudut ruang kamar, bahkan ia mencarinya di bawah kolong tempat tidur, namun sampai lelah ia mencari ponsel tersebut tetap saja tidak ia temukan.

"Cih, dimana ponsel itu? Coba aku ingat-ingat dulu!" gumam Camelia lalu mengingat-ingat dimana terkahir kalinya ia menggenggam ponsel tersebut.

Camelia akhirnya mengingat bahwa terakhir kalinya ia memegang ponsel itu saat Dion menyeretnya masuk ke dalam kamar utama.

"Ponsel itu pasti ada di kamar si monster menyebalkan itu!" seru Camelia.

"Aaaah, bagaimana aku mengambilnya? Aku bahkan tidak bisa keluar dari kamar ini! Cih, kau memang benar-benar menyebalkan Dion!!!" gerutu Camelia kesal sendirian di dalam kamarnya.

Siang harinya ketika Camelia sedang menghadap keluar jendela sambil memikirkan ibunya, terdengar suara pintu yang akan dibuka. Camelia pun menoleh kearah pintu dengan perasaan yang sedikit gusar lantaran dirinya tak ingin Dion menemuinya.

Ceklek...

Pintu itu terbuka dan Camelia pun menghela nafas lega karena yang memasuki kamarnya adalah Fara dan Bella yang akan mengantarkan makan siang untuknya.

"Nyonya, ini makan siang anda." ucap Bella sembari tersenyum lebar.

"Cih, aku sedang tidak ingin makan sekarang," sahut Camelia dengan ekspresi wajah yang sangat datar.

"Tapi kalau nyonya tidak makan nanti tuan Dion akan marah sama kami!" sambung Fara.

"Lalu apa urusannya dengan ku? Itukan majikan kalian berdua!" gerutu Camelia dalam hatinya.

Camelia masih tampak berdiri sambil menatap keluar jendela.

"Nyonya ...."

"Ya, baiklah! Letakkan saja disana ... nanti aku akan memakannya," sahut Camelia.

Fara dan Bella pun meletakkan makanan itu diatas meja.

"Nyonya, selamat makan," ucap Bella pada Camelia.

Camelia hanya menoleh sejenak dan tersenyum tipis lalu kembali menatap keluar jendela. Saat Fara dan Bella akan keluar dari kamarnya, tiba-tiba saja Camelia menghentikan mereka berdua.

"Tunggu!" seru Camelia yang dapat menghentikan langkah Fara serta Bella yang sudah berada di ambang pintu kamar.

"Apa anda memerlukan sesuatu, nyonya?" tanya Fara.

Camelia melangkah menghampiri keduanya.

"Aku ingin mencari ponselku di kamar Dion," sahut Camelia.

"Tapi tuan Dion memerintahkan kalau nyonya tidak boleh keluar kamar." kata Fara.

Camelia berpikir bahwa ia tidak memiliki cara lain selain memohon kepada mereka berdua agar dirinya bisa mendapatkan ponsel itu untuk menghubungi pihak rumah sakit dan mengetahui kondisi ibunya.

"Aku mohon ... hanya sebentar saja." ucap Camelia pada Fara dan juga Bella.

Fara dan Bella menatapnya serta bingung untuk mengabulkan permintaan Camelia lantaran mereka juga takut pada Dion.

"Aku janji aku tidak akan membuat kalian dalam masalah!" ucap Camelia lagi untuk meyakinkan Fara serta Bella agar mengizinkannya untuk mencari ponsel itu di dalam kamar Dion.

"Tapi nyonya, tuan Dion tidak suka kamarnya dimasuki orang lain kecuali dia yang menginginkannya! Kami takut kalau nanti tuan Dion mengetahuinya." kata Fara yang sangat mengerti bagaimana sifat dan sikap yang sering Dion tunjukkan selama ia berkerja di rumah itu.

"Aku akan sudah bilang kalau aku tidak akan melibatkan kalian berdua bila nanti terjadi masalah ... aku hanya ingin mengambil ponselku saja yang tertinggal di dan setelah itu aku mendapatkannya aku pasti akan segera keluar," kata Camelia sedikit memaksa.

Fara dan Bella masih tampak bingung dihadapan Camelia.

"Oh, ayolah! Saat ini aku sangat membutuhkan ponsel itu!" ucap Camelia terus berupaya agar ia dapat meyakinkan Fara serta Bella untuk memberikannya izin untuk masuk keluar dari kamarnya.

"Eeemm, baiklah nyonya tapi nanti setelah anda mendapatkannya anda harus kembali ke kamar ini segera karena kami takut pada tuan Dion." kata Fara yang akhirnya memberikan izin pada Camelia untuk keluar dari kamarnya sebentar.

"Baiklah, aku hanya sebentar saja," sahut Camelia lantas melangkah cepat menuju ke kamar utama. Sementara Fara dan Bella menunggunya sampai Camelia kembali.

Setibanya Camelia di depan pintu kamar utama, ia langsung menggenggam gagang pintu kamar tersebut untuk membukanya namun sayang pintu itu tidak dapat dibuka lantaran Dion selalu mengunci pintu kamar tersebut setiap kali ia pergi.

"Aaahh sialan!!! Pintunya dikunci!" gerutu Camelia kesal.

"Dasar monster menyebalkan! Kenapa kau tidak mati saja Dion!!!" gerutu Camelia mengumpat habis-habisan.

Camelia menghempaskan gagang pintu itu dengan kasar lalu ia berbalik dan tampak kaget saat dua mata menatapnya dengan tatapan polos. Camelia kini beradu tatap dengan seorang anak perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Lisa.

"Ha-ha- hai!" sapa Camelia yang sama sekali tidak mengenal bocah perempuan yang terus saja menatapnya.

Camelia tampak kebingungan lantaran Lisa tidak tersenyum apalagi membalas sapaan darinya.

"Kenapa dia terus menatapku? Siapa anak ini? Sepertinya saat itu Camila tidak menyinggung tentang seorang anak dirumah ini." gumam Camelia dalam hatinya.

Camelia lalu berjongkok dan memberikan sentuhan lembut layaknya sedang memperlakukan anak-anak dengan baik.

"Hai, kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Camelia sambil tersenyum pada Lisa.

Lisa menatap mata Camelia dalam-dalam.

"Siapa kau?" tanya Lisa mengetahui bahwa Camelia bukanlah Camila.

Camelia terperanjat saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan bocah perempuan tersebut padanya.

"Kau bukan istri papa!" seru Lisa tanpa mengalihkan tatapannya sedikitpun dari kedua bola mata Camelia yang berwarna hitam kelam.

"Apa? Dia anaknya Dion?" ucap Camelia terkejut.

"Siapa kau?" tanya Lisa lagi.

Fara dan Bella menghampiri Camelia lantaran Camelia terlalu lama untuk kembali ke kamarnya. Disana mereka melihat Camelia sedang beradu tatap dengan Lisa.

"Lisa, kenapa kau ada disini sayang?" tanya Bella.

"Bella, dia bukan istri papaku!" seru Lisa seolah mengadu pada pengasuhnya tersebut.

Camelia seakan tidak bisa berkata-kata lagi saat Lisa begitu yakinnya kalau ia mengetahui bahwa dirinya memang bukanlah Camila. Lalu Camelia melirik pada Fara dan Bella yang tampak sedang menunggu dirinya untuk mengaku.

"Aaah, baiklah aku mengaku kalau aku bukanlah Camila," ucap Camelia.

Camelia pikir hal yang ia akui tersebut dapat membuat dirinya dalam masalah apabila kedua pelayan setia Dion akan mengadukannya, namun hal tak terduga malah terjadi. Fara dan Bella malah berusaha untuk menutupi semua kebenaran tersebut walaupun Camelia telah mengakuinya.

"Nyonya, ayo cepat ikut kami ke kamarmu!" seru Fara dan Bella menarik Camelia untuk segera masuk ke dalam kamarnya, begitu pula dengan Lisa yang juga ikut masuk ke dalam.

Camelia tampak bingung melihat ekspresi Fara dan Bella yang sedang melindunginya.

"Kalian ...."

"Nyonya, sebenarnya kami sudah tau kalau anda bukanlah nyonya Camila!" ucap Fara dengan nada berbisik saat bicara.

"Apa???" pekik Camelia kaget.

"Iya, nyonya ... kami sudah mengetahuinya saat pertama kali anda datang kerumah ini," sambung Bella.

"La-lalu kenapa kalian masih ...."

"Kami tau kalau anda orang baik ... semua itu terlihat dari cara anda bicara dan memperlakukan kami." ucap Fara memotong perkataan Camelia.

"Siapa namamu?" tanya Lisa pada Camelia.

Camelia merasa tidak ada yang perlu ditutupi lagi dari mereka.

"Namaku Camelia." sahut Camelia.

Bella lantas berpikir nama yang baru saja ia dengan tidak berbeda jauh dari nama istri majikannya.

"Nyonya nama anda ... apa anda memiliki hubungan darah dengan nyonya Camila?" tanya Bella.

"Ya! Aku saudari kembarnya." sahut Camelia.

Fara dan Bella seolah tak menyangka bahwa mereka sedang dihadapi dengan masalah yang begitu aneh.

"Jadi dimana nyonya Camila?" tanya Bella penasaran.

"Dia pergi bersama pria selingkuhannya dan menempatkan aku di rumah ini untuk mengelabui Dion," sahut Camelia membeberkan semuanya pada kedua pelayan tersebut.

Fara dan Bella semakin tidak menyangka bahwa Camila akan berbuat nekat untuk mengkhianati majikan mereka yang begitu tegas serta tak kenal ampun dalam memberikan balasan untuk orang-orang yang mengkhianatinya.

"Bisakah kalian membantuku untuk tidak mengatakan rahasia ini pada Dion? Aku hanya tidak ingin ibuku terkena imbasnya." pinta Camelia seolah memohon pada mereka.

"Apa yang terjadi pada ibu anda, nyonya?" tanya Fara.

Akhirnya Camelia pun menceritakan semua kebenaran yang terjadi dari awal hingga ia bisa tiba di kediaman Dion. Fara dan Bella sangat iba mendengar apa yang sedang menimpa diri Camelia. Mereka juga tidak menyangka bahwa Baren yang mereka kenal tega melakukan hal tersebut pada Camelia yang jelas-jelas putri kandungnya sama halnya seperti Camila.

1
petronela naimnule
Kecewa
petronela naimnule
Buruk
Dg Nambung
Luar biasa
Mamah Anisah
seru
Winda Puspa Anggraeni
ok
siti yanti
Hadeeuuhh bang Navier yang pingsan mulu nih
Panjilah Panjilah
MMG best mantap
Ica Susanti
sayang boleh tapi otak dipake buat berpikir klu sudah begitu kan yg rugi siapa
siti yanti
baca ke 3 kalinya tak bosan2 juga,selalu aja kangen kesomplakan,kegesrekan dan kocaknya para penghuni ini novel eh bukan ci author yg benar hihi, lope lope looe sakebon lah bwt ci author tercintah emuuaach
siti yanti
hahahaha cara daddy Simon sayang sama anaknya agar segera dirilis calon cucu dan segera launcing
siti yanti
wakwakwakwakwakwak haduuh Adam kocak somplak abis calon pamud
siti yanti
Sampe sakit ni perut ketawa ngakak ngikik ngekek benar2 Lucas somplak bin gesrek abis
siti yanti
hehehehe Camila dapat lawan yang sepadan yaitu Lucas
siti yanti
Seteah Navier ada Lucas
Kevinasaputri Putri Vina
🤣🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
dibongkar sama lisa 🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
ceritanya bgs thor 👍👍👍
chaaa
kocak bgt Camelia ini 🤣
chaaa
pantes Dion benci penghianatan. ternyata udh pernah d selingkuhi sblum nya sama mamanya Lisa.dan skrg sama si Camila..sebenar nya Dion ini baik kalau org itu setia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!