NovelToon NovelToon
My Fake Husband

My Fake Husband

Status: tamat
Genre:Action / Duniahiburan / Trauma masa lalu / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Menjadi artis terkenal tidak selalu membuat bahagia, Ivy Brown harus menyaksikan adiknya diperkosa dan dibunuh, dia melarikan diri dan mengalami kecelakaan hebat. Mobilnya hancur sedangkan kondisinya mengenaskan, ia tidak sadarkan diri dan mengalami koma.

Saat dia tersadar, Ivy tidak mengenali dirinya sendiri dan yang lebih membuatnya kaget,seorang pria tampan berada disisinya dan mengaku sebagai suaminya. Ivy mencoba bertahan di samping pria itu dan pada saat ingatannya kembali, sebuah konspirasi yang dia dapat.

Pengkhianatan, cinta, persahatan dan dendam menjadi satu saat dia tahu siapa dalang atas kematian dan orang yang memperkosa adiknya.
Akankah dia mampu bertahan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya? Sedangkan sebuah bukti dikirimkan untuknya yang membuktikan jika pria itu ikut terlibat atas pemerkosaan dan pembunuhan adiknya.

Bisakah dia membalas dendam? Sedangkan cinta mulai tumbuh di hatinya untuk pria yang telah terlibat menghabisi keluarganya.

Antara cinta dan dendam, yang mana harus dia pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24. MFH: Jangan putus asa

Saat itu Henry sedang rapat dikantornya, dia harus meninggalkan Ivy karena harus menghadiri rapat penting.

Tentu saja dia tidak meninggalkan Ivy sendirian, dia meminta seorang perawat untuk menjaga Ivy selama dia pergi.

Dia ingin ada yang membantu Ivy dengan cepat jika Ivy membutuhkan sesuatu dan lagi pula, tidak saja harus menghadiri rapat saja, dia juga harus menyelesaikan pekerjaannya.

Selagi Henry mengikuti rapat, asisten pribadinya berdiri disampingnya. Pria itu adalah asistennya yang setia yang akan melakukan apapun yang diperintahkan Henry dengan cepat.

Tentu segala sesuatu akan beres ditangannya dan dia jugalah yang membuat berita kematian Ivy dan membayar media masa untuk mengeluarkan berita yang dia buat.

Pada saat bosnya sibuk berbicara dengan para pengusaha yang ada didalam ruangan rapat, ponsel pria itu bergetar.

Dengan cepat dia mengambil ponselnya dan membaca pesan yang dikirimkan oleh seseorang.

"Kak, beberapa hari belakangan ada beberapa orang yang mencari keberadaan Ivy Brown dan menurut sahabatku yang bekerja dirumah sakit lain, disana juga ada yang mencari keberadaan Ivy Brown." itu pesan dari adiknya yang bekerja menjadi perawat disebuah rumah sakit.

Setelah selesai membaca pesan dari adiknya, pria itu kembali menyimpan ponselnya dan kembali serius.

Setelah menyelesaikan rapatnya, Henry tidak juga beranjak dari sana dan setelah para rekan bisnisnya pergi, asisten pribadinya menghampirinya.

"Bos, ada laporan dari adikku."

"Apa?" Henry menatap asisten pribadinya dengan tajam.

"Beberapa hari belakang adikku mengatakan jika ada beberapa orang yang mencari keberadaan nona Ivy dibeberapa rumah sakit."

"Siapa yang mencarinya?" Henry mengerutkan dahinya, apa sudah ada yang menyadari jika berita kematian Ivy adalah palsu?

"Tidak tahu bos." jawab asisten pribadinya.

Henry tampak berpikir, satu tahun lebih telah berlalu tapi kenapa baru ada yang menyadarinya sekarang? Tapi hal ini tidak jadi masalah karena Ivy sudah sadar dari komanya jadi dia akan membawa Ivy pulang.

Tapi siapa yang mencari Ivy? Apa orang yang sedang mencari Ivy adalah para penjahat yang telah membunuh adik Ivy dan yang telah membuat Ivy mengalami kecelakaan?

"Franks, awasi orang-orang itu dan cari tahu apa tujuan mereka mencari keberadaan Ivy." perintahnya.

"Siap bos, apa perlu aku menangkap salah dari orang-orang itu untuk di introgasi?"

"Tidak perlu, biarkan mereka mencari karena mereka tidak akan menemukan Ivy dan kau cukup awasi mereka saja."

"Baik." jawab Franks.

"Apa pekerjaanku setelah ini?"

"Kau harus mengecek beberapa dokument dan menandatanganinya."

"Baiklah." Henry bangkit berdiri dan berjalan keluar dari ruangan rapat sedangkan Franks mengikutinya dari belakang.

Dia akan mengerjakan pekerjaannya dengan cepat agar dia bisa segera kembali kerumah sakit untuk menemani Ivy, mungkin hari ini dia harus mengajak Ivy pulang karena dia khawatir, orang-orang yang mencari Ivy dapat menemukannya saat dia sedang tidak ada.

Jangan sampai Ivy dibawa pergi tanpa sepengetahuannya karena hal ini bisa membuatnya kehilangan Ivy dan dia akan kesulitan menemukan Ivy apalagi Ivy sedang hilang ingatan dan lumpuh.

Setelah pekerjaannya selesai, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Tidak ingin membuang waktu, Henry mengambil jasnya dan meminta Franks mengantarnya kerumah sakit.

Saat tiba dirumah sakit, dia berjalan dengan cepat menuju ruangan dimana Ivy sedang dirawat. Didalam sana, seorang perawat sedang memijit kaki Ivy dan berbicara dengannya.

Henry menghampiri Ivy dengan senyum diwajahnya dan berdiri disisinya.

"Bagaimana kabarmu hari ini, Ivy?" Henry menunduk dan mencium pipi Ivy dengan lembut.

"Seperti yang kau lihat." Ivy juga mencium pipi Henry dan itu membuat Henry sangat senang.

"Kenapa kau sudah kembali, apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Ivy.

"Tentu saja, aku segera kemari setelah selesai karena aku sudah tidak sabar untuk melihatmu." jawab Henry.

Ivy tersenyum dengan wajah memerah sedangkan Henry duduk disisinya.

Disamping Ivy terdapat beberapa buku dan Henry mengambil buku itu bahkan melihatnya.

"Apa yang kau baca?"

"Itu hanya cerita dongeng anak-anak Henry, aku hanya bosan dan meminta perawat membawakan beberapa buku untukku, siapa tahu aku bisa mengingat sesuatu dari membaca."

"Jika begitu aku akan memerintahkan Franks membelikanmu beberapa buku nanti."

Ivy mengangguk dengan senyum diwajahnya.

"Bagaimana dengan kakimu, Ivy?"

Saat ditanya demikian, Ivy melihat perawat yang sedang memijat kakinya dan wajahnya langsung tampak sedih. Dia sungguh tidak bisa merasakan pijitan perawat itu, entah sakit? Atau tidak!

Henry memegangi tangannya dan mengusap wajah Ivy untuk menghiburnya, dia tahu Ivy pasti merasa khawatir dengan kakinya tapi akan dia pastikan, cepat atau lambat Ivy pasti bisa berjalan lagi.

"Jangan khawatir Ivy, percayalah, kau pasti bisa berjalan kembali dan jangan putus aja. Sebaiknya kau berpikir positif dan percayalah jika kau bisa berjalan kembali dalam waktu dekat." hiburnya.

"Benar nona, jika nona selalu berpikir negatif dan selalu berpikir tidak bisa berjalan lagi maka pikiran itu akan meracuni pikiran nona dan seperti yang nona pikirkan, begitu juga yang akan terjadi. Sebaiknya nona berpikir positif, kaki nona pasti bisa bergerak kembali." sela perawat yang sedang memijat kakinya.

"Kau dengar itu, Ivy? Sebaiknya jangan putus asa. Aku akan membantumu saat dirumah nanti."

"Rumah?"

Ivy menatap Henry dengan lekat sedangkan Henry mengangguk, dia diam saja sampai perawat itu selesai memijat kaki Ivy dan keluar dari sana.

"Apa maksudmu rumah, Henry? Apa kau akan membawa aku pulang?"

Henry bangkit berdiri dan duduk disisi ranjang, sebelum menjawab pertanyaan Ivy, Henry meraih kedua tangan Ivy dan menggengamnya dengan erat.

"Ivy, selama kau dirawat disini aku tidak tenang jika meninggalkanmu jadi aku pikir, sebaiknya kau dirawat dirumah. Dokter pribadiku akan selalu datang melihat keadaanmu dan aku akan menempatkan dua orang perawat jika aku pergi kekantor. Jadi apa kau mau pulang kerumah? Jika kau keberatan tidak apa-apa, kau bisa tetap disini dan aku akan menempatkan beberapa penjaga untuk menjagamu."

Sebuah senyuman menghiasi wajah Ivy, tentu dia tidak akan keberatan dengan keputusan yang diambil oleh Henry karena dia tahu, Henry selalu memberikan yang terbaik untuknya.

"Henry, aku akan mengikuti apapun yang kau katakan. Aku percaya kau melakukan hal ini demi kebaikanku dan lagi pula, aku juga sudah bosan dirumah sakit. Aku ingin cepat pulang kerumah kita mungkin dengan begitu, ingatanku bisa kembali saat dirumah yang pernah kita tinggali berdua."

Henry hanya tersenyum saja, rumah yang pernah mereka tinggali berdua? Justru mulai saat ini, mereka akan membuat kenangan disana dan dia harap, Ivy tidak kecewa degannya nanti.

"Jika begitu, aku akan membawamu pulang hari ini juga."

Henry bangkit berdiri hendak melangkah pergi tapi Ivy menahan tangannya dan berkata, "Henry, terima kasih." ucapnya sambil memandangi mata Henry sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajahnya.

Henry mendekati Ivy dan memegangi dagunya dan sebelum mencium bibir Ivy, dia berkata, "Kau milikku Ivy." Henry mencium bibir Ivy dengan lembut.

Ivy memeluk lehernya dan menerima ciumannya, jika mereka selalu seperti ini lebih baik dia tidak mendapatkan ingatan lamanya kembali karena dia merasa saat ini, dia sudah cukup bahagia dengan kehidupannya tapi siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya? Karena ingatannya akan kembali lagi cepat atau lambat dan dia akan mengingat semuanya apalagi saat ini orang yang ingin melenyapkannya sedang mencari keberadaannya.

1
Rita Wati
Nah.... kl Ivy dikenakan dgn semua keluarga.
Kl Bella cuma bilang dikenalkan dgn semua..... blm titik, Bella usah seneng duluan😄
Sylvia Violetta
jadi ikan asiinn dong 🤣🤣
Sylvia Violetta
hahahaa .. jadi ikan deh 😄😄😄
Sylvia Violetta
bebaaalll si bela 👊👊👊
Naraa 🌻
lelet bgt njiir ivy sama Hendri. bapaknya ivy kaya tapi kemana2 ga ada bodyguard 👻🤬
Bungkusdong Dotcom
gimana itu duo M mimpin doa
Bungkusdong Dotcom
gpp lah... franks kan pasti belum sunat 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
kembar duo M memang paling top. dari kecil jiwa mafianya sdh membara....
Bungkusdong Dotcom
kan udah tradiai thor.... nanti lanjut sampe asisten si kembar
Bungkusdong Dotcom
michael sama xiaoyu udah gak ada ya?
Bungkusdong Dotcom
bisa2nya lupa
Bungkusdong Dotcom
untung masih ada buat para buaya
Bungkusdong Dotcom
eh ternyata clarina emang udh deket sama matt dr kecil
Bungkusdong Dotcom
kuncimya adalah KALAU.BISA BEBAS 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
bukannya udh jadi istrinya. cuma blm ada surat aja
Bungkusdong Dotcom
dgn semua peliharaan keluarga 🤣
Bungkusdong Dotcom
forgive but not forget
Bungkusdong Dotcom
apakah nanti ada percakapan.para buaya tua /Grin/
Bungkusdong Dotcom
padahal si george sempat kerjasama mau jahatin ivy
Bungkusdong Dotcom
hayooo clara atau megan yg jahat?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!