Novel ini bercerita tentang Direktur tampan yang ditinggal mati oleh sang istri, Sang istri pergi untuk selamanya, Meninggalkan satu anak yang masih berusia 1 tahun lebih.
Sebelum meninggal sang istri memberikan amanah pada suaminya, Untuk menikahi Baby sister anaknya.
Sebenarnya sang Baby sister juga sudah mempunyai kekasih, Namun karena sebuah amanah akhirnya sang baby sitter terpaksa menikahi suami majikannya.
Ntah akan seperti apa kehidupan mereka kedepannya, Penasaran ikutin yuk ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.Gadis gila vs Suami dingin.
Wisnu semakin mendekatkan wajahnya ke Wajah Diana.
"Apa yang mau Mas Wisnu lakukan?" Pikiran Diana yang sudah traveling kemana-mana.
Detak jantung Diana lebih cepat dari biasanya, Kali ini Diana benar-benar merasakan hembusan nafas Wisnu yang begitu dekat dengan wajah.
"Apa aku harus melakukannya? Bibir munggilmu sangat menggodaku." Batin Wisnu yang ingin sekali mencicipi bibir mungil Diana.
Wajah Wisnu semakin mendekat ke wajah Diana, Diana mulai salah tingkah bahkan nafasnya mulai tidak teratur.
"Aduh mas, Kamu mau apa? Aku takut, Apa aku pura-pura bersin saja iya pura-pura bersin saja." Diana menggerutu dalam hatinya.
Gini jarak wajah mereka hanya beberapa centi saja dan Diana langsung pura-pura bersin, Membuat Wisnu langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Diana.
"Dasar jorok!" Omel Wisnu yang langsung menjatuhkan tubuh Diana dari pelukannya.
Brukkkkk..... Wisnu menjatuhkan Diana, Diana merintih kesakitan namun Wisnu malah Mengabaikan begitu saja.
"Bangun sendiri! Dasar gadis jorok." Wisnu membentak Diana karena rasa kesalnya.
"Aku heran sama diriku, Padahal aku tidak menyukainya aku juga tidak mencintainya, Tapi ntah hatiku begitu aneh ketika dekat dengan dirinya." Batin Wisnu dalam hatinya.
Diana hanya menggerutu dalam hatinya, Diana merasa kesal pada Wisnu karena Wisnu selalu saja bersikap semaunya sendiri. Kadang Wisnu galak, Jutek, Kadang juga tiba-tiba lembut, Ini tadi lagi asik main air tiba-tiba jadi galak lagi.
"Dasar suami tidak ada ahklak, Istri sendiri dijatuhkan dari pelukannya, Aduh pinggangku sakit sekali." Sumpah serapah untuk Wisnu keluar begitu saja dihati Diana.
Wisnu langsung pergi meninggalkan Diana begitu saja, Wisnu juga enggan membantu Diana berdiri dari tempat dirinya terjatuh.
"Bangun sendiri!" Wisnu ngedumel sambil terus berjalan menuju ke kamarnya.
Sesampainya dikamar Wisnu langsung menuju ke kamar mandi untuk segera mandi, Padahal dirinya baru mandi tapi karena ulah sang istri membuat Wisnu harus mandi lagi.
"Dasar Diana, Dia membuatku basah kuyup seperti ini tapi aku tadi menatap wajah cantik miliknya sungguh hatiku begitu senang, Rasanya ingin sekali mengecup bibir mungilnya." Ucap Wisnu dengan pikirannya yang sudah mulai kacau.
"Aduh Wisnu berhentilah memikirkannya, Dia hanya gadis yang terpaksa kamu nikahi, Jangan sampai kamu menyukainya apalagi sampai mencintainya." Pikiran Wisnu mulai berperang dengan hatinya sendiri.
Wisnu terus berendam di dalam bathtub sambil memainkan busa-busa sabun dengan tangannya.
"Aku bisa gila gara-gara gadis itu." Batin Wisnu dengan hayalan mesumnya.
Kali ini Wisnu sedang berhayal jika dirinya bermain diatas ranjang dengan Diana.
"Pasti miliknya masih begitu sempit." Wisnu mulai gila gara-gara pikirannya sendiri.
"Wisnu berhentilah berpikir yang tidak-tidak, Ingat aku hanya terpaksa menikahinya saja." Wisnu kembali berperang dengan hati dan pikirannya.
Wisnu selalu menyebut Diana dengan kata-kata gadis karena memang Diana adalah gadis yang dirinya nikahi, Sedangkan Wisnu sendiri laki-laki dewasa yang berstatus duda ditinggal mati oleh sang istri dan seorang bapak dengan satu anak.
Tapi biarpun Wisnu adalah seorang duda pesona Wisnu masih bisa memikat wanita cantik manapun, Namun sifatnya yang begitu dingin membuat wanita-wanita sulit mendekatinya, Hanya seorang Diana Putri yang mau mengajaknya bercanda bahkan mengombalinya, Tapi itu juga karena status dia sudah menjadi istrinya mungkin jika Diana berstatus sebagai baby sitter seperti dulu pasti Diana tidak akan berani melakukan semua itu pada Wisnu. Untung Diana sekarang statusnya sebagai istri.
Wisnu adalah suami yang begitu penyayang, Wisnu juga laki-laki yang sabar dan begitu perhatian pada Istrinya dulu, Tapi setelah kepergian sang istri dan Wisnu terpaksa menikahi Diana. Wisnu menjadi pribadi yang dingin bahkan sangat ketus pada Diana.
Diana langsung merapikan selang air yang berserakan, Karena ulah dirinya dan sang suami tadi asik main air.
Setelah selesai merapikan semuanya Diana langsung pergi menuju ke kamarnya untuk mandi, Kali ini Diana pergi ke kamarnya sendiri bukan ke kamar Wisnu.
Diana langsung menuju ke kamar mandi, Setelah selesei mandi Diana langsung berganti pakaian.
"Aku lapar sekali." Gumam Diana.
Diana langsung keluar dari kamarnya dan segera menuju ke dapur untuk membuat mie instan.
Didapur.....
Diana mengambil satu mie instan dari lemari dapur yang tidak terlalu tinggi, Lalu memasaknya setelah selesai Diana langsung membawa mie instan tersebut ke meja makan.
Diana meniup-niup mie instan buatannya dengan hati-hati Diana memasukkan mie instan tersebut kedalam mulutnya.
"Dingin-dingin makan mie instan jadi hangat." Ucap Diana yang sedang menikmati mie instan buatannya sendiri.
"Dingin-dingin itu main peluk-pelukan biar hangat." Timpal Wisnu tiba-tiba, Membuat Diana tersedak karena merasa kaget.
"Uhuk... uhuk....."
"Minumlah," Wisnu langsung menuangkan air putih kedalam gelas, Lalu memberikan pada Diana, Diana langsung meminum air putih yang diberikan oleh Wisnu.
"Mas Wisnu mengagetkan saja!" Omel Diana.
"Kenapa? Ini rumahku, Lagian kamu makan tapi bicara sendiri sudah seperti orang tidak waras saja." Wisnu balik mengomeli Diana.
"Dasar tukang ngomel-ngomel, Sudahlah Mas aku mau makan dulu berdebat juga aku butuh tenaga mas." Diana sengaja meledek Wisnu, Membuat Wisnu hanya bisa menahan tawanya dihadapan Diana.
"Diana-Diana, Jangan membuatku sampai aku memakanmu karena terlalu gemas padamu." Batin Wisnu.
Diana terus memakan mie instan buatannya hingga habis, Wisnu hanya duduk disamping Diana sambil memainkan ponselnya.
Setelah selesai makan Diana langsung membereskan semuanya, Diana kembali duduk disamping Wisnu.
"Aku kangen sama Hana mas." Keluh Diana tiba-tiba, Wisnu menoleh kearah Diana.
"Aku juga, Aturan kemarin Diana kita ajak saja." Wisnu juga merindukan Hana, Wisnu menyesal kemarin menitipkan Hana dirumah Orang tuanya.
"Itu semua salah kamu mas, Kan sudah aku bilang Hana diajak saja tapi kamu banyak alasan ini itu." Diana menyalahkan Wisnu membuat Wisnu menatapnya dengan tatapan kesal.
"Apa kamu sedang menyalahkanku, Kamu tahu sendiri kita disana sampai malam bahkan kita terjebak sampai tidak bisa pulang dan harus menginap di hotel." Wisnu tidak terima Diana menyalahkan dirinya.
Diana terdiam kini dirinya sedang mengingat kejadian romantis waktu di hotel, Diana ingat betapa lembutnya Wisnu pada malam itu. bahkan Wisnu mengijinkan Diana memegang tangannya saat tidur, Wisnu juga memeluk Diana membuat Diana merasa nyaman dan hangat malam itu.
"Mas bisakah kamu menjadi Mas Wisnu yang seperti malam itu?" Dalam hati Diana beharap.
Diana terus senyam-senyum dengan begitu menggemaskan, Wisnu menatap Diana dengan tatapan bingung.
"Apa gadis ini sudah tidak waras? Tadi ngoceh nyalahin orang tidak jelas, Nah sekarang dia senyum-senyum sendiri seperti orang tidak waras." Gumam Wisnu kesal.
"Berhentilah senyum-senyum sendiri, Atau Orang lain akan menganggapmu gadis gila!" Cetus Wisnu dengan tatapan kesal.
"Iya aku gila gara-gara suamiku yang suka panas dingin tidak jelas." Sambung Diana yang balik menatap Wisnu dengan tatapan kesal.
"Apa dia bilang aku panas dingin, Apa dia mau aku sungguh memakannya." Gumam Wisnu yang merasa kesal pada Diana.
Wisnu mengambil ponsel Diana yang ada diatas meja.
"Aku pinjam ponselmu dulu." Ucap Wisnu, Sebenarnya Wisnu penasaran siapa yang ditelpon oleh Diana di dalam kamar.
Diana hanya menganggukkan kepalanya, Diana lupa dirinya tidak menghapus panggilan masuk dari Reno.
"Reno..... Siapa dia? Aku yakin Diana sudah berbohong padaku, Awas kamu Diana."
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊