NovelToon NovelToon
Mayat Gudang Kimia

Mayat Gudang Kimia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Dunia Masa Depan
Popularitas:357
Nilai: 5
Nama Author: Martin deBs Komarudin1670

" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Robin pakai motor trailnya mencari Heru

Tiba-tiba ada Doni muncul menyapa Robin dengan tergesa-gesa. Sepertinya Doni memang sudah terbiasa datang ke rumah Robin yang dipakai sebagai kediaman resminya. Dari arah pandangannya Doni sudah bisa terlihat Robin yang sedang duduk sendirian di bangku teras rumahnya yang cukup asri karena terdapat beberapa pot tanaman yang sengaja dipajang disamping kanan kiri teras rumahnya yang merupakan hasil pemberian orang tuanya dan bukan pula sebagai pemberian warisan yang harus ia dapatkan. Dan semuanya itu hanya Robin yang tau, kalo menyasar ke arah itu nanti dianggap Robin kita kepo ?.

" Bin....! Robin....! Robin....!! ? " Triak Doni teman dekatnya sambil melangkah cepat. Suaranya sangat mengejutkan Robin yang sedang duduk merenung. Akibatnya renungan Robin pun jelas menjadi buyar begitu saja dan arah wajahnya langsung dibelokkan ke Doni temannya.

" Doni.....? " Robin menoleh temannya berucap singkat, tatapannya rada aneh.

" Gawat Bin.... gawat.... Gawat Bin....! " Seru Doni dengan suara agak keras dihadapan Robin yang terlihat menatap Doni yang seperti ada kabar kurang baik terhadap dirinya, namun Robin berusaha tenang sambil perlahan lahan bertanya pada Doni yang sepertinya sangat kesulitan mengatur nafas yang keluar tapi gak beraturan , ngos ngosan gitu kayak orang abis dikejar-kejar setan.

" Bin.... Sebaiknya kamu pergi darisini.....Sebab

orang orang itu mencari cari kamu bersama

polisi.... ?? " Kata Doni dengan suara yang sedikit terpotong potong karena menahan detak jantungnya nafasnya yang kencang itu.

" Tenang dulu Don.... Tenang, atur pernapasan

 kamu agar bicaramu bisa menjadi jelas.... "

Kata Robin mencoba menenangkan Doni yang kedatangannya sedikit panik. Kemudian Robin masuk sebentar untuk mengambil air minum buat rekan dekatnya agar suasana yang tadi tegang bisa menjadi dingin. Tak lama Robin muncul dari dalam sambil membawa botol kecil yang berisi air putih berikut gelasnya.

" Minum dulu.... Biar tenggorokan kamu gak

kering dan kepalamu menjadi dingin.... Dan

pastinya kamu haus juga kan....? " Kata Robin sambil meletakkan botol minum bersama gelasnya di dekat Doni. Pria yang batal nikah gara gara perusahaan garmen tempat kerjanya terkena krisis di negeri ini, ia harus relah menjadi pengangguran. Doni menuang air botol itu kedalam gelasnya dan meminumnya untuk beberapa tegukan. Kini Doni nampak lebih ringan lalu perlahan meneruskan laporannya pada Robin.

" Begini, Bin.....Saya sendiri juga sebenarnya

gak tau kalo tiba-tiba ada polisi datang ke

pos yang biasa kita nongkrong bersama

orang orang yang datang kemarin..... Saya

khawatir dia pasti mencari tempat tinggal

kamu.... Saran aku sebaiknya kamu kabur aja,

Bin.....?! Daripada urusannya makin kusut

lebih baik menghindar dulu.....? " Jelas Doni

memberitahu kemudian melanjutkan minum lagi satu, dua tegukan. Robin berpikir sejenak tapi tak lama. Pria itu berusaha tenang tidak lantas panik mendengar polisi mencarinya.

" Saya gak mungkin lari, Don.....Sebab kalo saya

 lari, itu artinya saya salah..... " Ucap Robin membuat Doni bingung dan bertanya tanya.

" Bin..... Ini bukan persoalan salah atau benar,

melainkan kita sedang menghadapi gugatan

 hukum pada Pak Chandra.... Gimana jadinya

nanti, Bin....?? " Kata Doni sedikit protes atas keputusan Robin yang dianggapnya dapat menghambat proses di pengadilan.

" Saya tau itu, Don..... Tapi kita harus melihat

 realitanya.... Saya memang gak pernah

menculik orang apalagi menghilangkannya....

 Itu tuduhan yang tidak beralasan..... Polisi

seharusnya membuktikan itu dulu sebelum

menangkap orang..... " Kata Robin mencoba

menganalisis tentang struktur penangkapan.

" Iya itukan menurut versi kamu, Bin.... Tapi

 mungkin mereka ada cara lain yang bisa

menguatkan kalo kamu pelakunya..... Ingat

 Bin jaman sekarang, orang benar aja bisa

dipenjara.... Yang salah justru bisa bebas.... "

Ujar Doni mengingatkan Robin dengan tulus. Ya kenyataannya memang demikian, hanya karena ucapannya saja, orang bisa masuk penjara.

Mungkin saja bukan persoalan penculikan itu yang dipermasalahkan, sebab polisi pun pasti perlu bukti dan saksi tapi ada persoalan lain yang membuat polisi penting untuk menangkap

Robin, mungkin dari perkataan Robin yang kurang berkenan sehingga bisa melaporkan pria itu ke polisi. Sebab yang semua Doni tau kelompok Toha itu terkenal licik. Mereka bisa menggunakan cara apapun seenaknya yang penting tujuannya bisa tercapai. Doni seringkali mendengar kalo ada dari kelompok itu pernah juga mendatangi bekas pabrik garmen yang sebagian halamannya sudah tertutupi rumput liar yang cukup tinggi.

" Saya harus ke rumah Heru.... Tapi saya gak

tau dimana rumahnya..... " Celetuk Robin di sela sela ucapan Doni yang terus menerus menekan Robin agar lari meninggalkan rumah nya untuk sementara.

" Aduhhh, Gimana sih kamu Robin..... Mau ke

 rumah orang tapi gak tau dimana rumahnya...

Sudahlah.... Sebentar lagi polisi pasti datang

sebaiknya kamu pergi dulu.... Biar urusan kita

cepat kelar.....! " Desak Doni membuat Robin menjadi gembling, serba salah. Padahal dirinya sangat perlu menemui sahabatnya itu supaya permasalahannya menjadi cair. Robin yakin sahabatnya yang pernah dikalahkan dalam pemilihan pengurus Serikat pekerja pasti mau menerimanya. Apalagi antara Robin dan Heru

tidak pernah punya masalah.

" Baiklah.... Saya bukan mau menghindar.... Tapi

 bagi saya perlu untuk menemui dia..... " Ucap Robin pelan namun antusias. Doni menatap Robin agak aneh.

" Maksud kamu dia siapa, Bin....?? " Tanya Doni samnil menatap Robin serius.

" Heru.... Siapa lagi kalo bukan dia yang bisa

 menyelesaikan masalah ini.....Saya juga akan

berusaha mencari rumahnya sampai dapat,

agar persoalan ini tidak berlarut larut..... " Ujar Robin sambil mempersiapkan dirinya untuk pergi mendatangi rumah Heru sahabatnya itu.

" Aku ikut, Bin.....! " Cetus Doni seketika saja meminta pada Robin untuk disertakan.

" Sebaiknya jangan, Don.....Lebih baik kamu

jelaskan pada mereka, kalo saya sedang ke

rumah Heru..... Dan lagipula saya juga kan

belum tau rumah Heru dimana..... Saya cuma

 tau tempat nongkrongnya.... Nanti saya bisa

 tanya tanya disana..... " Kata Robin menolak tawaran Doni namun Robin mempunyai alasan yang bisa dimengerti Doni . Pasalnya jika Doni ikut bersama Robin, siapa yang akan memberi

keterangan ke polisi dan kelompok Toha. Dianggapnya Robin melarikan diri dan itu suatu kesalahan besar, berarti Robin dianggapnya emang terbukti salah. Tapi jika ada Doni sudah pasti pria itu yang akan memberi penjelasan pada mereka yang antipati pada Robin.

" Ok lah, Bin kalo gitu.... Hati-hati dan ingat.....

Jangan terlalu percaya pada orang yang tidak

tau asal usulnya..... " Tegas Doni memberi

masukan pada Robin yang seringkali gampang

mengenal orang yang tak di kenal.

" Pastilah.... Kamu juga hati hati.... Saya jalan

dulu, ya..... " Ucap Robin yang terakhir kalinya kemudian melangkah dengan segala keperluan

yang dibawanya.

" Ok, Bin.... " Jawab Doni singkat saja sambil menatap rekannya melangkah dan menghilang bersama motor trailnya yang keluaran terlama.

Motor itu memang jarang sekali dipakai Robin kalo bukan untuk keperluan yang sifatnya darurat. Motor yang lain ada juga, seperti motor cowok biasa , tapi itu sekedar buat gajak gijik aja di sekitaran lingkungannya.

1
Luneaa
wah sepi kayak punyaku, semangat ya🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!