Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Diusir Dari Kontrakan
Langkah kakiku belum juga sampai dirumah kontrakan, namun Pak Handoko pemilik rumah kontrakan ini memanggilku. Aku pun mendekatinya dengan langkah kaki berjalan sangat lamban dan hati-hati.
"Win...Winda...Winda...Sini Win". Panggil Pak Handoko kepadaku, aku pun mendekatinya sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan Pak Handoko kepadaku.
"Iya Pak, Bapak panggil saya". Jawabku singkat kepada Pak Handoko.
"Maaf Nak Winda. Bapak dapat laporan dari para tetangga kontrakan sini kalau Nak Winda sering menerima tamu lelaki hingga menginap, Para tetangga sini resah dengan hal itu. Jadi Bapak mohon maaf agar Nak Winda segera mengosong rumah kontrakan yang Nak Winda tempati sekarang". Ucap Pak Handoko dengan sopan dan jelas kepada Handoko. Dengan wajah kebingungan, aku tak percaya kalau aku diusir secara halus olehnya.
"Baik Pak, saya minta waktu beberapa hari ya Pak untuk mencari tempat kontrakan yang lain". Ucapku dengan menguatkan hatiku didepan Pak Handoko.
Aku diusir karena aduan para tetangga sini yang sering melihat Alex menginap dirumah kontrakanku ini. Sial banget aku ini... Pas kandungan sudah membesar aku diusir secara halus oleh pemilik kontrakan rumah ini.
Kucoba hubungi Alex yang sebelumnya memintaku untuk tinggal di apartemen miliknya itu, namun nomer handphone nya tidak aktif lagi. "Kemana aku harus tinggal dan pergi dari sini, Secepatnya aku harus cari kontrakan rumah sebelum Pak Handoko mengusirku secara kasar". Batinku kesal dan jengkel.
Dengan wajah dan tubuh yang lelah dan letih ini pun aku sampai tertidur memikirkan harus pindah kontrakan rumah kemana lagi. Kuusap kasar wajahku yang kesal akan ulah dan perbuatanku sendiri.
"Kalau aku tidak berselingkuh meninggalkan Johan dan aku malah memilih Hendra tentu nasibku tidak seperti sekarang ini,.Diusir dari rumah kontrakanku ini". Batinku ngedumel berkali-kali.
Aku mau coba menghubungi Nadya teman dekatku ini namun melihatnya sekarang sedang menjalin hubungan mantan suamiku, Johan. Membuat batinku makin tersiksa bila mengingat yang barusan aku lihat.
Pak Rio pun menawarkan aku untuk pindah ketempat kontrakan milik temannya itu yang tidak jauh dari sini. Pak Rio itu tetangga kontrakanku yang baik, menolongku saat aku sedang kesusahan.
"Bu...Mau pindah kontrakan rumah dimana? Kalau belum ada saya punya kenalan teman pemilik kontrakan rumah yang letaknya tak jauh dari sini". Tanya Pak Rio kepadaku niat hati mau menolongku yang sedang kebingungan mencari rumah kontrakan.
"Saya belum tau mau pindah kemana, Pak ! Boleh saya minta nomer handphone temannya, Pak?". Jawabku dengan pelan kepada Pak Rio.
Pak Rio tetangga yang usianya mau memasuki lansia, usianya hampir seperti alhamrhum Bapakku namun Pak Rio lelaki yang perlente.
Gaya dan penampilannya tidak mau kalah dengan usia anak remaja lainnya.
Rasanya tubuh ini tak sanggup mengemas dan merapikan barang-barang ku untuk pindahan ke rumah kontrakan yang lainnya. Sudah kubayangkan capek dan remuk redamnga pasti tubuh dan jiwaku ini.
Keterlaluan sekali para tetangga yang mengadukan kepada Pak Handoko, pemilik kontrakan ini. Padahal mulutku tidak usil dan aku tipikal orang yang tidak mau tau urusan orang lain.
Ditengah keterbatasan tenagaku ini Pak Rio pun tanpa diminta membantuku selain mencari kontrakan, ia juga menawarkan jasa tenaganya untuk membantu mengepak dan mengemas serta membereskan barang-barang pemilik pribadiku ini