Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Kau siapa? Kenapa ikut campur dalam urusan keluarga kami?" tanya Mic dengan ketus.
"Perhatikan ucapan Anda, Tuan Zhang."
Tristan melangkah maju dengan tatapan dingin.
"Kami berasal dari Duan International Group. Dan pria yang berdiri di hadapan Anda adalah Direktur Duan. Pengacara Zhang merupakan pengacara pribadi Direktur Duan. Jadi, perusahaan kami akan memberikan dukungan penuh jika Pengacara Zhang ingin menuntut Anda atas tindakan kekerasan yang baru saja dilakukan."
Semua orang di ruangan itu langsung terkejut.
"Duan International Group? Perusahaan yang terkenal di luar negeri itu?" tanya Robert dengan wajah tidak percaya.
Jessi segera mengubah sikapnya.
"Direktur Duan, sebenarnya ini hanya masalah keluarga. Tidak perlu sampai melibatkan masalah hukum," ujarnya dengan gugup.
Calvin tidak menjawab. Tatapannya justru tertuju pada luka di kepala Ivy.
Ivy mengusap darah yang masih mengalir di sisi wajahnya, kemudian menatap keluarganya dengan tegas.
"Sebagai putri dan seorang pengacara, aku tahu hakku. Aku akan melayangkan tuntutan atas tindakan kekerasan yang dilakukan Tuan Zhang."
Ivy menunjuk luka di kepalanya.
"Luka yang aku alami adalah buktinya. Kali ini, aku tidak akan membiarkan siapa pun menganggap kekerasan terhadapku sebagai masalah keluarga yang bisa diselesaikan begitu saja."
"Ivy, apakah kau harus bersikap sekejam itu terhadap ayahmu sendiri?" tanya Jessi dengan nada kecewa.
"Lalu, ketika dia melemparkan gelas ke arahku, apakah dia tidak memikirkan betapa kejamnya tindakan itu terhadap putrinya sendiri?" balas Ivy.
"Kalau gelas itu mengenai bagian kepala yang lebih parah, aku bisa saja mengalami gegar otak dan harus terbaring di rumah sakit. Menyerang anak sendiri sudah merupakan kesalahan besar, terlebih yang diserang adalah seorang pengacara."
Ivy menatap keluarganya satu per satu.
"Karena kalian tidak pernah memberiku pilihan, untuk apa aku harus terus bersikap baik kepada kalian?"
"Ivy, kita ini satu keluarga. Masalah keluarga tidak perlu diperpanjang sampai ke ranah hukum," ujar Lola.
"Sejak kapan kalian menganggapku sebagai keluarga?" Ivy tersenyum sinis.
"Di mata kalian, aku hanya alat untuk mendapatkan keuntungan. Kalau kalian membutuhkan uang, carilah sendiri. Apa kalian tidak sadar? Dengan terus memanfaatkanku, kalian justru membuktikan bahwa kalian tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan apa pun tanpa mengandalkan anak dan keponakan kalian sendiri."
Ivy berdiri tegak meski darah masih mengalir dari luka di kepalanya.
"Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan siapa pun memanfaatkanku lagi. Sebagai seorang pengacara, aku tegaskan bahwa kasus ini akan kuusut sampai tuntas."
Suasana ruangan semakin tegang.
Calvin yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.
"Zhang Group bukan perusahaan besar dan tidak sulit dijatuhkan. Jika aku ingin menjatuhkan Zhang Group, aku hanya membutuhkan satu langkah. Jadi, pikirkan baik-baik sebelum kalian bertindak. Jangan sampai perbuatan kalian menyebabkan Zhang Group tidak bisa bangkit lagi."
"Tuan Zhang, Anda berhak menggunakan kuasa hukum. Aku siap menghadapi Anda," ucap Ivy tegas, kemudian beranjak meninggalkan ruangan.
Calvin menatap keluarga Zhang dengan dingin sebelum ikut berbalik.
"Yang kalian hadapi bukan hanya seorang kuasa hukum," ujar Calvin.
Ia berhenti sejenak di depan pintu.
"Tapi juga Duan International Group."
Setelah mengatakan itu, Calvin beranjak pergi bersama Tristan, meninggalkan keluarga Zhang yang terdiam dalam ketegangan.
***
Di sisi lain, Leo yang sedang berada di ruang rapat tiba-tiba mendapatkan laporan dari asistennya, Wendy.
"Tuan, Nyonya muda terluka. Saat ini dia sedang diantar ke rumah sakit oleh Calvin Duan. Orang yang melukainya adalah Mic Zhang," bisik Wendy.
Brak!
Leo menghantam meja dengan keras hingga membuat seluruh peserta rapat terkejut.
"Sepertinya mereka sudah bosan hidup," ujar Leo dengan wajah dingin.
"Tuan, Duan International Group juga sudah turun tangan dan melayangkan tuntutan terhadap Mic Zhang. Hanya dalam beberapa menit, saham Zhang Group langsung anjlok," lanjut Wendy.
Leo mengangkat kepalanya.
"Jadi, Calvin Duan memihak kepada istriku?"
"Karena Nyonya muda sudah menjadi pengacara pribadinya, kemungkinan besar Calvin Duan tidak akan tinggal diam dan akan ikut campur dalam masalah ini," jawab Wendy.
"Di rumah sakit mana Ivy dirawat?" tanya Leo.
"Rumah Sakit Pusat Kota, Tuan."
Wendy terdiam sejenak sebelum kembali berbicara.
"Ada satu hal lagi. Saya mendapatkan informasi bahwa paman Anda menemui atasan Nyonya muda. Sepertinya dia meminta agar Nyonya muda dipindahkan ke daerah lain yang cukup terpencil."
Tatapan Leo semakin dingin.
"Satu per satu mulai memberontak."
Tangannya mengepal di atas meja.
"Istriku... pamanku..."
Leo tersenyum tipis, tetapi tidak ada sedikit pun kehangatan di wajahnya.
"Luar biasa sekali."
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏