Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Di rumah sakit, tuan Hartawan datang dengan sangat marah, bagaimana tidak? putri tercintanya berada di ruangan operasi karena pendarahann yang cukup hebat.
Kronologi kejadian sudah di tanyakan pada pelayan yang mengantarkan Sandra ke rumah sakit. Tapi, mereka memang tidak melihat jelasnya. Mereka mendengar kedua majikannya bertengkar, berteriak dan saling memaki. Tapi tidak tahu apa yang terjadi sampai Sandra memekik kesakitan, dan pelayan itu memberanikan diri melihat kondisi Sandra.
Tangan tuan Hartawan terkepal, bukannya membawa anaknya ke rumah sakit. Dia bahkan tidak melihat batang hidung Geo.
Di tempat berbeda, laporan anak buah John sudah sangat cepat pada pria yang kerap memasang wajah gahar itu.
"Bos, nona Sandra berada di rumah sakit, kritis. Sedangkan suaminya, pria itu sepertinya membawa seluruh keluarganya meninggalkan rumah orang tuanya. Mungkin kabur!"
John yang mendengar suara anak buahnya bicara terlihat antusias. Dia belum melakukan apapun, dia baru merencanakan kehancuran untuk keduanya, tapi kedua orang jahat itu malah sudah menghancurkan diri mereka sendiri.
"Susul Geo, bagaimana pun caranya. Bawa Chia dalam keadaan baik-baik saja dari mereka. Aku akan lapor pada tuan terlebih dahulu!"
"Baik bos!"
Anak buah John pergi, mengikuti kemana perginya Geo membawa keluarganya. Dan mengupayakan untuk membawa Chia dari mereka.
Sedangkan John pergi menemui Ravi dan menjelaskan bagaimana situasinya. Malam itu suasana lorong rumah sakit tempat Arman dan Desy di rawat tampak lengang. Ravi malah diam sambil membaca laporan kesehatan ayah mertuanya setelah mendengar apa yang dikatakan John.
"Kedengarannya sangat bagus, kalau begitu bantu tuan Hartawan menghentikan Geo kabur. Sepertinya kita bahkan tidak perlu turun tangan John. Tuan Hartawan sendiri yang akan menghancurkan Geo, atau bisa jadi keduanya akan saling menghancurkan!"
Ucapan itu di angguki John. Dia juga tidak menyangka, Geo bisa berbuat sejahat itu. Dia menghilangkan anaknya sendiri yang ada di kandungan Sandra.
Di rumah sakit berbeda, Tuan Hartawan masih mengepalkan tangannya ketika mendengar pernyataan dokter tentang kondisi Sandra.
"Pukulan, atau lebih tepatnya mungkin tendangan yang sangat kuat di bagian perut. Membuat bayi dalam kandungan pasien tidak bisa di selamatkan. Kondisi pasien juga sangat lemah, dorongan yang mengakibatkan benturan pada kepala. Membuang sarafnya terganggu. Ada saraf yang putus, hingga kami dengan berat hati harus menyampaikan. Jika sudah dipastikan, dan bukan lagi kemungkinan, kalau pasien akan mengalami kelumpuhan seumur hidup!"
Jegerr
Bak sambaran petir bagi tuan Hartawan. Anaknya yang selama ini dia manjakan, dia rawat dengan baik, dia berikan apa saja yang di inginkan oleh Sandra. Akan mengalami kondisi seperti itu di sisa hidupnya. Lumpuh seumur hidup, tak bisa bicara, bergerak atau melakukan apapun. Hancur sudah hati Tuan Hartawan.
Amarahnya makin bergejolak, matanya, wajahnya dan lehernya terlihat merah padam.
"Geo, aku akan menghabisi mu!" pekiknya.
Melaporkan Geo pada polisi, rasanya juga tidak akan banyak membalas apa yang sudah Geo lakukan pada putrinya.
Tuan Hartawan berdiri tegap, dan menghubungi anak buahnya.
"Cari dimana Geo berada, habisi dia dan seluruh keluarganya!" geram Tuan Hartawan.
Pada akhirnya pilihan itu yang di lakukan oleh tuan Hartawan. Karena melaporkan Geo ke polisi, meski hukumnya seumur hidup juga tidak akan setimpal baginya.
Di tempat berbeda, John sudah sampai bersama dengan anak buahnya ke dermaga. Geo dan keluarganya memang berada di sana. Alih-alih menggunakan transportasi lain untuk kabur, mereka pikir kabur dengan kapal laut lebih aman daripada naik pesawat atau kereta.
John segera menghentikan Geo.
"Kalian mau apa?" pekik Dewi. Tangannya mencengkeram kuat tas kecil di pelukannya itu. Seolah takut John akan merampoknya.
"Kami hanya ingin membawa nona Chia dan pengasuhnya. Urusan lain, kami tidak ikut campur!" kata John.
Dan itu memang benar, tujuannya datang hanya untuk Chia dan bibi Nova. Mereka sudah tahu, pihak John sudah tahu kalau tuan Hartawan saat ini juga sedang mencari keberadaan Geo. Bukan dia yang menangkap Geo pun, Geo juga tidak akan selamat.
Singkat cerita, karena tidak mau mengambil resiko. Pada akhirnya Geo melepaskan Chia dan bibi Nova. Maksudnya membiarkan keduanya untuk pergi bersama dengan John dan anak buahnya.
Geo melihat John dan anak buahnya membawa Chia.
"Cepat, kapal sudah mau berangkat!" kata Dewi panik.
Geo dan yang lain pada akhirnya naik ke kapal itu untuk melarikan diri.
Chia yang berada di dalam mobil menangis, tapi kemudian John menghubungi Ravi. Dan Ravi segera memberikan telepon itu pada Diana. Bicara dengan ibunya membuat Chia menjadi tenang, dan akhirnya tidak menangis lagi sampai mereka tiba di rumah sakit. Ravi memastikan Chia dalam kondisi baik, Diana juga terus menemani Chia. Chia tampak senang sekali bertemu dengan Diana dan kakek juga neneknya.
Bibi Nova tersenyum melihat bagaimana Chia yang tadinya sempat menjadi pemurung, kembali ceria setelah bertemu dengan ibu dan keluarganya yang benar-benar menyayanginya.
Namun kebahagiaan itu berbanding terbalik dengan apa yang saat ini tengah dialami oleh Geo dan keluarganya. Kapal itu di cegat oleh kapal yang lebih besar. Yang tidak berkepentingan di minta turun paksa dari kapal itu. Geo dan kedua orang tuanya di ikat di kapal itu, dan....
Bomm
Kapal itu diledakkan oleh Tuan Hartawan. Bahkan peristiwa itu diabadikan sendiri oleh tuan Hartawan. Betapa putus asa ketiga wajah yang terikat di dalam kapal. Jeritan dan teriakan minta ampun dan minta tolong mereka yang sama sekali tidak membuat tuan Hartawan berkedip.
Dari jauh, anak buah John menyaksikan semua itu dan melaporkannya pada John. Ketika John melapor pada Ravi. Diana juga mendengar semua itu.
"Pada akhirnya, setiap orang akan mendapatkan hasil dari perbuatan mereka" lirih Diana.
Diana tidak membalas, rasa sakit yang sudah diberikan Sandra dan Geo. Tapi pada akhirnya, keduanya justru saling menghancurkan sendiri.
Rekaman itu ditunjukkan tuan Hartawan pada Sandra. Tapi, karena memang putus asa pada keadaannya. Sandra bahkan tidak bisa tersenyum sama sekali.
Satu tahun berlalu, Diana dan Ravi bersama keluarga kecilnya hidup dengan begitu bahagia. Arman dan Desy juga sudah kembali sehat seperti semula. Semua menghadiri pernikahan John dan Kinan dengan begitu senang. Semua orang tersenyum ketika fotografer mengarahkan mereka untuk lebih mendekat satu sama lain untuk foto bersama. Ravi menggandeng tangan Diana sambil menggendong Chia. Mereka... terlihat begitu bahagia.
***
TAMAT
tp puas siih ,, akhirnya semua org mendapat balasan yg setimpal sesuai ap yg mereka perbuat ,,
ad yg makin bahagia ,, ad pula yg malah terpuruk ,,
makasih buat cerita ny yx kak ,,
sukses buat karya terbaru ny kak ,,
kok kyk terburu buru kah?
tapi begitulah kalau kita sudah termakan nafsu duniawi semua nya akan berakhir tragis pada akhirnya.
terimakasih atas cerita indah nya Thor 😍🫰
semoga lekas pulih kembali
semangat berkarya
ditunggu karya selanjutnya 🫰
kyk artis yg Ono juga ntar..anggep perempuan yg baru dikenalnya paling lembut dan sempurna sampe sebegitu nya ngotot nyerein istri nya.
karma datengnya ga pernah salah alamat
selamet yeee🫣
boleh bikin slametan ga si kita
atas pemecatan mereka
ehhh,ga boleh ya senang diatas penderitaan orang lain🤣🤣🤣..
KA Noer up nya jangan lama lama🥹🥹🥹
lanjut kak
melihat mu dari jauh bersamanya.
walaupun pasti ku akan cemburu...
tapi pastikan kau jangan kemana-mana ...
aku merindu.
ku yakin kau tau
tanpa batas waktu...
ku terpaku...
akh meminta
walaupun tanpa kata
cinta berupaya
jiaaaah jadi nyanyi🤣🤣🫰