NovelToon NovelToon
DEKEKOUI

DEKEKOUI

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Matabatin / Vampir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Muka Kanvas

Ketika penyihir dan Pemburu Penyihir bertemu dalam satu wilayah yang tak pernah mereka sangka. Satu berburu dan yang lain diburu, bagaimana jika akhirnya mereka jatuh cinta?

Dua makhluk Kekal bertikai sejak berabad-abad silam dan tak pernah mampu berdamai, berperang, bersembunyi dan akhirnya tertangkap, berulang tanpa pernah istirahat.

Apakah pada akhirnya mereka mampu bersatu? atau malah menjadi alasan peperangan terjadi lagi, seperti dulu Dekekuoi hancur lebur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muka Kanvas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Batuk Asti 7

“Kau mendapatkannya dari mana?” Tentara itu merasa sudah mendapat umpan besar, tidak ingin melepaskannya begitu saja.

“Bisa dari mana saja kok, kau bisa beli di pasar.”

“Di toko apa?”

“Kemarin sih di toko yang tengah itu, kau tahu kan yang dekat ....”

“Ada apa ini?” Yelak keluar dari dalam rumah.

“Ini, bapak tentaranya suka sama wangi rumah kita, pewangi gantung ini. Dia bertanya kita beli di mana.”

“Hanya pewangi biasa saja sih pak, di jual di banyak tempat.”

“Oh ya, di jual di mana saja memang?”

“Di pasar banyak kok pak.”

“Oh ya, tapi apakah ini memang bisa dibeli sama semua orang atau orang-orang tertentu saja pak?”

Tentara itu mulai melancarkan serangan.

“Orang tertentu? Orang tertentu itu siapa saja ya? Saya tidak paham pak.” Yelak bersiap, dia akan mengeluarkan mantra jika ternyata tentara ini adalah Jagabaya Kasipin, dia takkan biarkan mereka mencabik keluarga ini secara terang-terangan.

“Bukankah pewangi gantung ini hanya bisa dibeli di luar negeri ya pak, yang bisa beli barang import gini kan cuma orang-orang tertentu.” Tentara itu mulai membuka tabir kecurigaannya.

“Hah! Nggak kok pak, sebentar ya!” Mama masuk berjalan ke arah jendela yang tidak ditutup tirai karena masih siang, jadi tirai ditarik ke arah samping kanan dan kiri.

Di tirai itulah pada sisi bagian dalam rumah digantung pewangi gantung.

Mama mengambil sesuatu yang digantung di sana, membawanya pada tentara itu dan memberikannya.

“Kain kasa ini wangi sekali.” Tentara itu terkesiap, dia menyadari sesuatu.

“Aku tidak paham apa yang bapak pikirkan dan mengarah kemana soal pewangi gantung ini, tapi kami tidak berbohong kalau pewangi gantung ini sungguh bukan dari luar negeri, ini hanya kain kasa yang memiliki serat dan pori-pori yang sangat longgar. Ini membuat sirkulasi udara berjalan maksimal, sehingga aroma sedap malam dan pandan bisa tercium kuat ke seluruh ruangan, saya pilih sedap malam dan pandan karena kombinasi bunga sedap malam dan irisan daun pandan akan mengeluarkan aroma wangi yang sangat kuat, terutama di sore hingga malam hari karena karakteristik alami sedap malam.

Saya tidak paham pewangi gantung mana yang bapak maksud yang harus dibeli di luar negeri itu, tapi yang saya punya ya yang ini, saya membuatnya sendiri karena kami sekeluarga tidak suka bau yang datang dari luar dan mengendap di rumah.

Makanya saya taruh di dekat tirai jendela, dari jendela itulah sirkulasi udara masuk, maka wangi akan tersebar ke seluruh ruangan. Tidak hanya di jendela itu, saya juga menaruhnya di pintu masuk setiap kamar agar kamar kami senantiasa wangi sepanjang waktu.

Kalau bapak memang suka, saya tidak keberatan untuk memberikannya, tapi ini jelas bukan dibeli dari luar negeri atau barang import, tiga bahan yang saya butuhkan ada di pasar, seperti yang suami saya bilang, bapak bisa dapatkan di manapun, di pasar manapun!”

Tentara itu diam, dia hanya mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.

“Ada yang salah kah dengan pewangi gantung ini?” Nyonya Yelak bertanya pada suaminya dengan suara yang tidak terlalu kencang, meski pintu sudah ditutup, mereka selalu berhati-hati.

“Dia bilang tadi beli di luar, barang import, pastilah PKI, mereka pikir kita anggota PKI karena pewangi gantung ini!”

“Hah? Apa pa? Kita PKI hanya karena pewangi gantung kain kasa ini!” Nyonya Yelak tak berpikir sejauh itu.

“Kau tahu kan, kalau para petinggi PKI itu sering studi banding ke Uni Soviet atau Tiongkok, karena itu para petinggi PKI seringkali memiliki barang import karena intensitas studi banding itu.”

“Ohhhh Tuhan! Hampir saja kita masuk perangkap lagi seperti di desa terakhir, waktu itu karena tetangga kita yang tidak suka kita membantu warga yang sakit dengan obat herbal hingga praktek dukunnya tak laku lagi, akhirnya tetangga itu memfitnah kita adalah anggota PKI, sialnya nama kita benar-benar ada di daftar anggota yang entah ditulis oleh siapa.

Masalah itu juga yang membuatmu dan Dekekuoi yang lain terpaksa bertemu dengan Jagabaya Kasipin secara tidak sengaja, hampir saja!” Nyonya Yelak menarik napas lega, karena dia tidak paham kalau perkataannya hampir membawa celaka bagi keluarga.

“Tidak Ma, bukan kau yang membawa celaka, tapi orang yang mencoba mengambil kesempatanlah yang membuat celaka pada orang yang tidak bersalah, tidak tahu apa-apa, karena untuk keuntungannya sendiri. Dia pikir kita adalah salah satu petinggi PKI yang mungkin bisa ditangkap lalu membuat mereka naik pangkat, dasar picik!”

“Pa, kita harus ekstra hati-hati dalam berbicara dengan mereka, hari ini kita hampir difitnah PKI, siapa yang tahu besok kita ketahuan, identitas asli kita harus tersembunyi selamanya!”

“Iya ma, lalu bagaimana dengan isolasi yang mereka lakukan ini? Kita tak bisa membantu Asti, kita juga akan di rumah beberapa hari, sementara itu aku tak bisa di rumah terus, kau tahu kan, masih banyak hal yang harus aku lakukan agar para Dekekuoi itu aman dulu, kami semua masih terus berusaha membantu semua Dekekuoi yang ingin pindah dan selamat dari desa-desa ke ibu kota ini, Kalau aku tidak datang, aku takut mereka akan tertangkap, kedatangan ke sini juga kan tak mudah.”

“Kita bisa keluar pa, tapi ... pakai sihir dan mantra.”

“Mama kan tahu, itu terlalu berbahaya, kita seharusnya tak memakai mantra dan sihir lagi, sampai kita yakin tak ada Jagabaya Kasipin di dekat sini.”

“Tapi kalau memang harus pergi, kita harus mengambil resiko.”

“Ini maksudnya untuk Asti juga kan, ma?” Yelak tahu, kalau baginya kelompok Dekekuoi itu yang sangat penting, maka bagi Nyonya Yelak, pasiennya juga sangat penting.

“Biar aku pikirkan caranya malam ini, jangan pergi dulu malam ini ya ma, karena kau takut kita akan tertangkap dan semakin dicurigai. Kasus pewangi gantung ini saja sudah sangat mencurigakan bagi mereka meski bisa kita tepis, tapi kalau ada kejadian besar lagi, siapa yang akan tidak semakin curiga?”

“Iya pa, aku akan bersabar.”

...

Tok, tok, tok, tok!!!!

Pintu rumah keluarga Yelak diketuk kencang sekali, membangunkan mereka semua. Yelak melihat ke jam dinding, ini masih jam 4 pagi, siapa yang mengetuk pintu sepagi ini.

Yelak ke luar rumah dan melihat tentara yang kemarin bertanya pewangi gantung itu adalah orang yang mengetuk pintu.

“Kami akan kunci pintu rumah kalian dari luar, kami akan kirimkan makanan melalui jendela, Asti telah meninggal dunia, kedua orang tuanya saat ini juga sedang sakit dan terpaksa kami para tentara yang menguburnya dengan cepat.

Kalian harus diisolasi lebih lama lagi, kalian harus tenang dan diam, kalau kalian mau selamat, tetaplah di dalam rumah!

Teman anak kalian yang bernama Rani itu juga sedang sakit saat ini, tidak hanya Rani, seluruh keluarga sakit dan dalam kondisi yang sangat burukl!” Tentara itu pergi setelah menggembok rumah Lira dan seketika rumah mereka sepi.

Yelak terdiam, nyonya Yelak yang ikut bangun dan mendengar semuanya juga terdiam tapi sejenak kemudian diam menangis dengan sesak, dia terlambat, Asti meninggal dunia, seharusnya dia datang semalam, seharusnya ....

“Kau tidak salah, aku yang salah, kau tidak salah!” Yelak tahu ini pukulan berat bagi istrinya, ini akan menjadi penyesalan yang besar baginya.

“Asti sudah meninggal Pa? Rani sama keluarganya gimana?” Lira yang ternyata terbangun juga terlihat menangis di depan pintu kamarnya.

Dia ingin menenangkan dua perempuan yang paling dia cintai itu, tapi dia juga tahu, menggembok rumah ini dan meninggalkan mereka begitu saja adalah cara membunuh mereka perlahan, para Tentara pasti ketakutan tertular, makanya mereka menggembok rumah dari luar meski berjanji mengirimkan makanan, tapi siapa juga yang mau mengirim makanan pada orang yang mungkin tertular virus mematikan.

 Mereka pasti akan dibiarkan kelaparan di rumah ini. Beruntungnya, mereka Dekekuoi, keluar dari rumah ini bukan hal yang sulit, tapi masalahnya bukan itu, Rani dan keluarganya harus bisa diselamatkan, Nyonya Yelak takkan bisa hidup dengan baik jika Rani juga ikut meninggal, tapi saat ini, mereka harus berduka terlebih dahulu, karena terlambat menyelematkan.

1
Vie Vie Sue
/Good/
Vie Vie Sue: iya. sama2 kk. aku masih disini cuma nungguin karya² kk. sukses selalu ya
total 2 replies
Betri kardina
berarti jagabaya kasipin jahat ya
Muka Kanvas: nah, akhirnya ada yang ngeh
total 1 replies
Tini Nurhenti
alurnya maju mundur ea thor,😁🤭💪💪💪
Muka Kanvas: Iya nih, stuck di 1965 dulu yaaaa
total 1 replies
Tini Nurhenti
penuh misteri 👍💪💪💪
Tini Nurhenti
hadir thor, cepy story lanjutane to ??
Tini Nurhenti: ok kk
total 2 replies
Arla
mungkin Dani atau orangtuanya
Muka Kanvas: bukan kok, bukan.
total 1 replies
Dea Suci
zombie ya kak
Muka Kanvas: Hampir
total 1 replies
Dea Suci
mei
Dea Suci
wadidaw,,, ternyata ohhh ternyata,, Dani pun sama.
Zakia
sambil nunggu PKJ3 baca ini dulu, sebenarnya heran kok eps beda karena sebelumnya sudah aku baca semua thor
Muka Kanvas: Sudah ganti judul, setelah melalui pertimbangan yang cukup berat, akhirnya aku memutuskan membawa kisah Dekekuoi jadi novel yang panjang.
total 1 replies
Arla
kenapa dihapus kak thor,, pantesan error tadi pas aku mau like🤭
Yosh Pontoh: Pantesan barusan aku cari di rak buku gak ada.
total 2 replies
Damn Nwtch
curiga sama pamannya,Napa Dani g boleh ikut
Muka Kanvas: Lanjt ya, udah ada part selanjutnya
total 1 replies
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Arla
kasihannya dokter itu
Arla
ngeri jiwa psikonya...
Ayuk Witanto
hiii serem
Ayuk Witanto
gila dia
Ayuk Witanto
bagus
Ayuk Witanto
seru sih...tapi gantung🤭
Wahyu ningsing: lha yaitu...gak enak digantung....pastinya sakit
total 3 replies
Tini Nurhenti
kek cerpen kk👍💪💪
Muka Kanvas: Iya betul, tapi lebih tepatnya antologi horor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!