NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 24.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

Pagi pun menjelang di wilayah Jakarta, suasana Mansion Bukit Pondok Indah kembali dipenuhi oleh kesibukan yang hangat.

Setelah mereka sarapan, Regatta duduk di ruang keluarga bersama Xion dan Lodra serta Raka, sementara anak-anak sudah bermain di halaman belakang bersama kedua pengasuhnya.

Mereka mempersiapkan segala sesuatunya dengan cermat, sebelum mereka menuju Bandung beberapa hari lagi.

Beberapa berkas, tablet, serta denah bangunan Panti Asuhan 'Restu Bunda' sudah tergeletak di meja ruang keluarga itu.

"Lodra ..."

"Saya, Queen!"

"Pastikan seluruh pengamanan Mansion ini terkendali, selama kita berada di Bandung nanti. Rotasi personel penjaga di Mansion ini jangan berubah, agar aku tidak repot mengingatnya," ujar Regatta kepada tangan kanannya itu.

"Siap laksanakan, Queen!"

"Dan, Xion ..."

"Saya, Queen!"

"Kamu hubungi tim arsitek ternama di Jakarta ini untuk melakukan renovasi Panti Asuhan itu. Setelah kita sampai Bandung, kita akan melakukan survei lokasi bangunan tempat ayah dan bunda disana, agar tidak terjadi kesalahan fatal saat mereka membangun ulang bangunan itu," ujar Regatta kepada tangan kirinya, yang kini bekerja dengan Raka.

"Seluruh konsep renovasi itu harus sudah disiapkan oleh mereka, karena aku ingin bangunan itu tetap terasa hangat sebagai sebuah 'rumah' bagi mereka, bukan seperti institusi yang kaku ..." lanjutnya memberi penjelasan kepada Xion.

"Siap laksanakan, Queen!"

"Oh iya, Lodra ... bagaimana dengan persiapan proposal pembangunan klinik kesehatan, pembelian area di sekitar Panti, perpustakaan, ruang ketrampilan, dan asrama baru bagi anak-anak Panti?" tanya Regatta.

"Semuanya sudah siap, Queen. Tinggal menunggu persetujuan akhir dari Anda dan Tuan Raka," jawab Lodra dengan nada lugas.

"Bagus!" ujar Regatta menganggukkan kepalanya, puas dengan pekerjaan kedua kepercayaannya itu.

Setelah semuanya dirasa selesai, Regatta menyeruput kopinya dengan anggun, sampai~

"Mooommy ... Daaaaddy!"

Teriakan Triple D yang ceria langsung membuatnya tersenyum hangat.

"Apakah kita jadi pergi ke Bandung?" tanya Dewinta sambil memanjat ke pangkuan Regatta.

"Oh, tentu jadi dong!" jawab Regatta sambil mencium pipi Dewinta yang seperti mochi itu.

"Baiklah! Ayo, Bang Dion dan Bang Dewa, kita ambil koper-koper kita sekarang!" serunya dengan nada ceria.

"Ayo!"

Tidak lama kemudian, tiga koper ukuran sedang sudah tergeletak di ruang keluarga itu, dengan dua pengasuh yang berlari membawa barang-barang mereka dari arah kamar mereka masing-masing.

Selanjutnya sudah bisa dipastikan, jika ruang itu menjadi ajang pemilihan barang-barang mereka untuk dibawa.

Srak!

"Kak Lista, baju yang untuk ganti di Bandung nanti masuk sini semua, ya!" seru Dewanta dengan wajah serius.

"Mainan kami nanti masuk ke dalam koper ini," sambung Dionata.

"Jangan lupakan boneka kelinci Dewi, Bang!" seru Dewinta, sambil sibuk berlarian, membawa beberapa baju favoritnya.

Kalista dan Kaylin hanya bisa tertawa, saat melihat tingkah ketiga minions itu.

"Hahahahaha! Pelan-pelan Triple D, Bandung tidak akan kabur!" seloroh Kaylin sambil tertawa.

Setelah puas melihat kesibukan mereka, Regatta berjalan menghampiri mereka.

"Triple D ..."

Mereka langsung menolehkan kepalanya ke arah sang Ibu dengan serempak.

"Iya, Mommy?"

"Sebelum kita berangkat ke Bandung, kita akan mengunjungi sekolah baru kalian besok ..." ujar Regatta.

Mendengar informasi itu, mata ketiganya langsung berbinar cerah.

"Yeeeeaaayyy! Kita akan melihat sekolah baru kita!" seru ketiganya dengan gembira.

"Mommy sudah membuat janji dengan pihak sekolah untuk mengikuti 'School Tour', sebelum kalian masuk ke sana," ujar Regatta kepada mereka.

"Apa itu 'School Tour', Mommy?" tanya Dewinta.

"Itu adalah program sekolah kepada semua calon siswa-siswi baru mereka, agar mereka bisa melihat lingkungan sekolah, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, sampai guru-guru profesioanl yang nanti mungkin akan mengajar kalian," jawab Regatta menjelaskan.

"Aku sudah tidak sabar untuk memasuki dunia sekolah baru, Mom!" ujar Dewanta sambil tersenyum penuh semangat.

"Dewi juga sudah tidak sabar untuk belajar lagi! Dewi mau bawa iPad yang Mommy belikan untuk belajar!" sambung Dewinta dengan nada antusias.

Melihat suasana hangat itu, Raka langsung ikut bergabung dan duduk di samping Regatta.

"Kita besok datang bukan untuk pamer, tapi kita datang untuk mengenal lingkungan baru ..." ujar Raka kepada ketiga anaknya.

"Dih, siapa yang pamer sih, Dad?! Aku hanya ingin mulai belajar dengan menggunakan iPad dari Mommy, isssh!" rajuk Dewinta dengan wajah sebal.

Raka langsung menci-um pipi Dewinta dengan gemas.

"Unccch! Gemas banget sih?! Daddy hanya mengingatkan, agar kalian tidak boleh pamer nanti ..." ujar Raka.

Ketiga anak itu terdiam sejenak, lalu mereka menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Kami mengerti, Daddy!"

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Tepat pukul delapan pagi keesokan harinya, iring-iringan mobil keluarga Adinata memasuki area JIS ( Jakarta Intercultural School ), salah satu sekolah internasional yang dipilih oleh Regatta melalui beberapa pertimbangan yang matang.

Sebuah komplek sekolah yang hijau, bersih, dan modern langsung menarik perhatian Triple D.

"WAH, BESAR SEKALI SEKOLAHNYA, MOM!" seru Dewinta dengan wajah antusias.

"Ya, besar dan aman. Ini adalah sekolah kalian di masa depan. Harus rajin belajar, agar bisa terus sekolah di sini. Mommy harap, kalian semua akan betah belajar di sini ..." ujar Regatta sambil tersenyum.

Mereka turun dari dalam mobil, dan langsung disambut oleh seorang staf penerimaan calon siswa dengan ramah.

"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya Adinata," sambutnya dengan senyuman di wajahnya.

"Selamat pagi,"

"Selamat datang di Jakarta Intercultural School. Silahkan bergabung dengan yang lainnya untuk mengikuti 'School Tour' hari ini ..."

"Baik, terima kasih."

Rombongan itu pun mulai berkeliling sekolah internasional itu dengan antusias.

Triple D terlihat sangat senang saat melihat fasilitas perpustakaan yang luas, ruang sains yang sangat modern, studio mini, kantin, lapangan olahraga, hingga taman untuk mereka beristirahat dan belajar.

Setelah puas berkeliling, Raka dan Regatta langsung menemui pihak manajemen sekolah, untuk berdiskusi tentang kurikulum, keamanan, serta kegiatan ekstrakulikuler yang ada.

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Sementara itu di sisi lain koridor sekolah itu, terlihat seorang wanita berusia sekitar awal tiga puluhan yang baru saja selesai mengikuti tur bersama seorang anak perempuan seusia Triple D.

Wanita itu memakai gaun berwarna krem, yang membuat penampilannya terlihat sangat anggun.

Tatapannya tiba-tiba berhenti pada satu sosok yang dia lihat.

" ... Raka?"

Wajahnya terlihat sedikit terkejut saat melihat penampilan pria yang selalu ada di dalam hatinya sejak lama.

Pria itu terlihat masih seperti yang dia ingat bertahun-tahun lalu, namun sekarang terlihat lebih dewasa dan berwibawa.

Jantungnya berdegup lebih cepat, seolah-olah dia kembali ke masa silam. Namun lamunannya buyar, saat suara kecil yang lembut menginterupsinya.

"Mama ..."

Gadis kecil itu menarik tangannya perlahan, membuat wanita itu menoleh dan tersenyum kepadanya.

"Iya, Sayang ..."

Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya yang merupakan rekan bisnis lama Raka Adinata menghampiri mereka.

"Tuan Raka!"

Raka menoleh ke arah suara itu, lalu dia tersenyum.

"Wah, Tuan Arman. Apa kabar?" ujar Raka sambil menyodorkan tangannya.

Mereka pun langsung berjabat tangan dengan hangat.

"Kabar baik, Tuan. Sudah lama sekali kita tidak bertemu, ya? Anda terlihat sangat sehat sekarang, Tuan Raka ..." jawab Arman Wijaya.

"Benar sekali, Tuan Arman. Semuanya berkat Istri saya ..." ujar Raka dengan wajah sumringah.

"Apakah anak-anak Tuan Raka akan bersekolah di sini?" tanya Arman.

"Ya, mereka akan bersekolah di sini."

"Wah, kebetulan sekali! Cucu saya juga akan bersekolah di sini," ujar Tuan Arman.

Lalu, Arman menoleh ke arah wanita yang berdiri disampingnya.

"Kenalkan, ini putri saya. Namanya Nadira, putri semata wayang saya, Tuan Raka ..."

"Dan yang itu adalah cucu saya, namanya Clarasopha Reynold," ujar Arman, memperkenalkan mereka.

Nadira menundukkan kepalanya dengan sopan ke arah Raka.

"Selamat pagi, Tuan Raka."

"Selamat pagi," sahut Raka dengan wajah datar, namun terlihat profesional.

"Nadira sekarang membesarkan anaknya sendiri, karena suaminya sudah meninggal tahun kemarinn akibat kecelakaan," ujar Arman dengan tiba-tiba.

"Oh, saya turut berduka," jawab Raka sambil menganggukkan kepalanya ke arah Nadia, penuh empati.

"Terima kasih, Tuan Raka ..."

Percakapan tersebut berlangsung singkat dan sopan, namun tatapan Nadira beberapa kali tertuju ke wajah Raka tanpa disadari oleh siapapun disana, kecuali mata Regatta.

Wanita itu pernah memendam perasaan terhadap Raka, sejak ayahnya menjadi rekan bisnis pria itu, dan rasa itu tidak pernah bisa hilang sampai sekarang.

Dari Raka melajang, menikah, bercerai, dan menikah lagi ... dia sudah mengetahui kabar tersebut.

Kini disamping pria itu telah berdiri seorang wanita muda yang sangat elegan, dan dia adalah istri keduanya yang berasal dari Bandung yang hanya seorang ... yatim-piatu.

Nadia mengalihkan pandangannya kepada Regatta, dan tatapan mata mereka bertemu selama beberapa detik saja.

Retgatta menyadari hal tersebut, dan dia malah membalasnya dengan sebuah senyuman profesional dan sebuah uluran tangan.

"Senang bertemu dengan Anda, Nyonya Nadia ..." ujar Regatta.

Nadia menyambut uluran tangan Regatta dengan perasaan yang campur-aduk.

"Senang bertemu dengan Anda, Nyonya Adinata ..."

Meski bibirnya tersenyum, Nadia tidak dapat memungkiri jika ada sedikit rasa sesak di dalam da-danya.

Sedikit rasa tidak suka, karena pria yang dia suka dalam diam telah menemukan kebahagiaannya dengan wanita lain yang usianya jauh lebih muda.

Regatta yang terbiasa membaca ekspresi dan bahasa tubuh seseorang, menangkap bahwa wanita di depannya itu terlihat canggung dan emosional.

Namun, dia tidak ingin berprasangka macam-macam, tetap bersikap hangat dengan melanjutkan percakapan itu dengan wajar.

Usai mereka berbincang selama beberapa menit, akhirnya kedua keluarga itu berpamitan untuk melanjutkan kegiatan masing-masing.

Dan Regatta sudah menargetkan wanita yang bernama Nadia itu di dalam 'radar' pengawasannya, karena dia yakin, jika wanita itu akan mencoba untuk mendekati Raka dengan berbagai cara.

Di sepanjang perjalanan menuju gedung berikutnya, Dewinta yang berada di dalam gendongan Regatta berbisik di telinganya dengan suara lirih.

"Mommy ..."

"Hmm?"

"Aku lihat tante itu tadi sering lihat-lihat wajah Daddy, ya? Sepertinya dia suka sama Daddy, Mom ..."

Regatta tersenyum sambil mengusap rambut putri sambungnya yang lembut.

"Mungkin karena ayahnya tante itu adalah teman lama Daddy, Sayang ... kita harus bisa menjaga sikap di depan siapapun, itulah attitude terbaik di depan mereka," ujar Regatta dengan nada lembut.

"Oke, Mommy!" jawab Dewinta sambil menganggukkan kepalanya.

Raka yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum geli, lalu dia merangkul bahu Regatta dengan lembut.

"Abaikan saja hal yang tidak penting begitu, yang paling penting adalah kebahagiaan keluarga kita sendiri," ujar Raka dengan nada santai.

"Mas Raka benar, yang terpenting adalah kebahagiaan keluarga ..." sahut Regatta sambil tersenyum.

Tanpa mereka sadari, Nadia melihat keluarga kecil itu dengan raut wajah tidak suka.

Ada rasa iri dalam hatinya, saat melihat kehangatan mereka.

"Aku tidak akan membiarkan keluarga itu bahagia! Harusnya aku .. harusnya aku yang berada disana, mendampingi pria terkaya dan menjadi satu-satunya Nyonya Adinata, agar putriku ikut merasakan, bagaimana rasanya disayangi oleh seorang 'Ayah'!"

"Lihat saja, aku akan membuat Raka berpaling dari wanita miskin itu! Hanya aku yang pantas di sisinya! Keluargaku dari keluarga terhormat dan terpandang, sangat jauh dengan wanita yang tidak jelas asal-usulnya itu!"

...🍃☀†๏ вє ¢๏и†เиµє∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!