NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak di Dalam Kandang

Dari cara Ellara menatap sudut kandang itu, Noah tahu gadis itu baru saja menemukan sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Tatapan gadis itu terlalu fokus, terlalu tegang. Sejak tadi Ellara memang terus memperhatikan Star, tetapi sekarang perhatiannya tidak lagi tertuju pada kuda hitam itu. Matanya terpaku ke satu titik di sudut paling belakang kandang. Sudut yang sejak tadi membuat Star gelisah. Sudut yang terus ditatap kuda itu seolah menyimpan sesuatu yang menakutkan.

Tidak ada yang bergerak selama beberapa detik.

Suasana mendadak sunyi, bahkan para pekerja yang tadi berbisik-bisik kini ikut diam. Mereka mengikuti arah pandang Ellara dengan rasa penasaran yang semakin besar. Wajah gadis itu perlahan memucat. Bibirnya sedikit terbuka, sementara napasnya terdengar lebih cepat dari sebelumnya. Ia tampak seperti seseorang yang baru saja menyusun potongan-potongan teka-teki yang selama ini tersebar dan akhirnya menemukan sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana. Noah langsung melangkah masuk ke dalam kandang. Pintu kayu berderit pelan saat ia melewatinya.

"Apa yang kau lihat?" Suaranya rendah, tetapi cukup untuk membuat semua orang semakin tegang.

Ellara tidak segera menjawab, tatapannya masih terpaku ke arah yang sama. Lalu perlahan ia mengangkat tangan dan menunjuk ke sudut kandang.

Gerakannya kecil namun cukup untuk membuat Noah mengikuti arah jarinya. Awalnya ia tidak melihat apa-apa, hanya tumpukan jerami yang berserakan tidak beraturan di dekat dinding kayu tua. Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah papan kandang membentuk bayangan panjang di lantai. Tidak ada benda mencurigakan, tidak ada orang, tidak ada sesuatu yang langsung menarik perhatian. Tetapi Noah tidak mengabaikan reaksi Ellara. Jika gadis itu mengatakan ada sesuatu, berarti memang ada sesuatu.

Ia berjalan mendekat. Langkahnya pelan dan hati-hati. Semakin dekat, semakin jelas terlihat bahwa bagian sudut itu memang berbeda dari area lain di dalam kandang. Jerami tampak lebih berantakan seolah seseorang pernah berdiri di sana cukup lama. Noah mengernyit, lalu menggunakan ujung sepatu botnya untuk menyingkirkan sebagian jerami yang menutupi lantai. Beberapa helai jerami bergeser dan saat itulah rahangnya langsung mengeras.

Di atas lantai tanah yang sedikit lembap, terlihat bekas jejak sepatu. Terlalu jelas untuk dianggap kebetulan. Noah berjongkok, tatapan abu-abunya langsung meneliti jejak tersebut dengan cermat. Bukan hanya satu tapi ada beberapa. Sebagian sudah sedikit memudar, tetapi masih cukup terlihat untuk menunjukkan pola yang sama.

Jejak itu berasal dari pintu masuk. Lalu bergerak menuju bagian belakang kandang tepat ke sudut yang sejak tadi membuat Star ketakutan, kemudian kembali lagi ke arah pintu keluar seolah seseorang masuk ke dalam kandang, melakukan sesuatu di sana, lalu pergi. Harold yang ikut masuk beberapa detik kemudian langsung berhenti di samping Noah. Pelatih senior itu menatap bekas tapak tersebut cukup lama sebelum ekspresinya berubah serius.

"Itu bukan jejak pekerja kandang."

Beberapa pekerja yang berdiri di luar pagar saling berpandangan. Suasana yang tadinya hanya dipenuhi rasa khawatir kini berubah menjadi kecemasan yang lebih besar. Karena jika Harold mengatakan itu bukan jejak pekerja ranch, berarti ada orang luar yang berhasil masuk ke area kandang VIP tanpa diketahui siapa pun.

Dan itu tidak seharusnya bisa terjadi.

Noah mengulurkan tangan. Jarinya menyentuh salah satu bekas tapak di tanah. Masih cukup utuh, artinya jejak itu belum terlalu lama. Mungkin semalam, mungkin hanya beberapa jam sebelum mereka menemukan Star dalam keadaan seperti ini.

Tatapannya semakin tajam. Ia memperhatikan ukuran jejak tersebut lebih besar daripada ukuran sepatu yang biasa digunakan para pekerja kandang. Solnya juga berbeda, pola tapaknya lebih dalam dan lebih tegas. Bukan sepatu kerja biasa, melainkan sepatu yang dirancang untuk aktivitas luar ruangan. Sepatu yang biasanya digunakan seseorang yang terbiasa berjalan jauh atau bergerak di medan berat.

Dan yang paling mengganggu Noah adalah lokasi jejak itu. Tepat di area yang terus ditatap Star sejak tadi, tepat di titik yang membuat kuda itu panik selama hampir satu jam seolah Star sedang berusaha memberi tahu mereka sesuatu. Seolah ia mengingat apa yang terjadi di tempat itu. Perasaan dingin perlahan menjalar di sepanjang tulang punggung Noah. Untuk pertama kalinya sejak semua kekacauan ini dimulai, ia mulai percaya bahwa kejadian aneh yang menimpa Star bukan sekadar masalah perilaku. Bukan karena stres kompetisi, bukan karena kesehatan, dan bukan pula karena perubahan suasana hati. Seseorang memang masuk ke kandang ini semalam.

Seseorang yang berhasil melewati keamanan Blackwood Ranch, seseorang yang berada sangat dekat dengan Star, dan entah apa yang dilakukan orang itu...hasilnya cukup untuk membuat seekor kuda juara ketakutan hingga kehilangan kendali.

Noah perlahan berdiri, rahangnya mengeras, tatapannya menyapu seluruh kandang sebelum kembali berhenti pada jejak-jejak di lantai. Sebuah firasat buruk mulai tumbuh di dalam dirinya. Karena jika seseorang berani masuk ke kandang Star secara diam-diam menjelang Autumn Equestrian Cup...maka kemungkinan besar ini bukan kebetulan. Ini adalah sebuah peringatan.Atau lebih buruk lagi...awal dari sebuah sabotase.

Satu jam kemudian seluruh aktivitas ranch dihentikan sementara. Noah memerintahkan semua staf keamanan berkumpul di ruang kontrol. Rekaman kamera pengawas mulai diperiksa, suasana ruangan terasa tegang. Edward Blackwood bahkan ikut hadir setelah mendengar apa yang terjadi pada Star.

Pria tua itu berdiri dengan wajah muram di belakang kursi Noah. Layar monitor menampilkan rekaman sepanjang malam. Pukul sembilan malam, sepuluh malam, sebelas malam. Tidak ada yang mencurigakan semua terlihat normal. Hingga tepat pukul 01.37 dini hari, Harold yang sedang memperhatikan layar tiba-tiba menegakkan tubuhnya.

"Tunggu."

Video dihentikan. Kemudian diputar ulang. Semua orang langsung mendekat. Di layar terlihat sosok berpakaian gelap berjalan di area belakang kandang VIP. Wajahnya tertutup topi, serakannya cepat seolah tahu titik-titik kamera yang harus dihindari. Orang itu berhenti di dekat kandang Star selama beberapa menit lalu menghilang. Ruangan langsung sunyi. Noah menatap layar tanpa berkedip, rahangnya mengeras, tatapan matanya berubah dingin.

"Perbesar."

Petugas keamanan segera memperbesar gambar. Namun wajah pria itu tetap tidak terlihat jelas. Satu-satunya hal yang bisa dikenali hanyalah lambang kecil pada jaketnya. Sebuah simbol berbentuk huruf L berwarna emas. Harold mengerutkan kening.

"Aku pernah melihat lambang itu."

Edward ikut menyipitkan mata. Beberapa detik kemudian ekspresinya berubah, dan perubahan itu tidak luput dari perhatian Noah.

"Ayah."

Edward terdiam.

"Noah..."

"Apa?"

Pria tua itu menghela napas panjang. "Lambang itu milik Laurent Group."

Ruangan mendadak membeku, Noah menatap ayahnya tidak percaya. Laurent Group adalah keluarga Bianca. Sponsor utama Autumn Equestrian Cup, Mitra bisnis terbesar Blackwood Ranch, dan juga...keluarga calon tunangannya. Tidak ada seorang pun yang berbicara karena jika seseorang dari keluarga Laurent benar-benar masuk ke kandang Star secara diam-diam...maka masalah ini jauh lebih besar daripada yang mereka kira.

Sementara itu, di sisi lain ranch...Bianca berdiri sendirian di taman belakang mansion. Angin siang memainkan rambut pirangnya, tatapannya mengarah ke perbukitan yang membentang jauh di depan. Wajahnya tampak tenang seperti biasa, namun ketenangan itu perlahan memudar ketika suara langkah mendekat dari belakang. Seorang pria muda berpakaian formal berhenti beberapa meter darinya.

"Nona Bianca."

Bianca menoleh. Ekspresinya langsung berubah. "Kenapa kau ada di sini?"

Pria itu terlihat gugup. "Saya diperintahkan Tuan Laurent."

Bianca menghela napas kesal. "Aku sudah bilang jangan datang ke ranch."

Pria itu menunduk. "Saya hanya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai rencana."

Mata Bianca langsung menyipit. "Sesuai rencana?"

Pria itu tampak sadar telah salah bicara. Terlambat. Karena Bianca sudah menangkap maksudnya. Dan untuk pertama kalinya hari itu...wajahnya kehilangan senyum.

"Sesuai rencana apa?"

Pria tersebut terdiam, keringat mulai muncul di dahinya. Sementara Bianca perlahan merasakan firasat buruk menguasai dirinya. Karena tiba-tiba ia teringat satu hal Semalam tepat sebelum tidur ia melihat seseorang berjalan menuju area kandang VIP. Dan saat itu...ia mengira orang tersebut hanyalah petugas keamanan. Kini ia tidak lagi yakin, dan jauh di dalam hatinya muncul satu pertanyaan yang membuat darahnya terasa dingin. Bagaimana jika seseorang memang sengaja membuat Star ketakutan? Dan jika itu benar...siapa target sebenarnya? Star? Blackwood Ranch? Atau...Ellara?

1
TriAileen
kok gak up Thor.
Mia Camelia
lanjut thor😄cerita makin seru bikin penasaran
plis kasih clue siapa sih orang yg mau celakaiin star🤔🤔🤔😂
Andrea Ann
cerita yg menarik..semangat Thor 5 star untuk mu😁
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!