Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.
Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?
Ikuti terus kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencapaian
Hari ini, Alex bermaksud untuk menemui Meli dan meminta maaf padanya. Sebelumnya dia sudah datang ke rumah Meli, tapi selalu saja Meli menghindarinya. Hatinya tak tenang karena mereka terlarut dalam masalah ini tanpa solusi.
Meli membantu mbok Jum untuk merawat tanaman peninggalan ibunya. Disaat itulah Alex tiba di rumahnya. Meli tak bisa menghindar ataupun sembunyi kali ini. Dia menemui Alex dengan wajahnya yang tertekuk.
"Duduk gih!" ucap Meli jutek.
"Sayang, maaf ya. Oke aku yang salah, harusnya aku dengerin dulu penjelasanmu." sesal Alex.
"Gimana kita jalani hubungan ini ke depannya jika tak saling percaya?" ucap Meli menatap tajam Alex.
"Iya, maaf ya sayang." bujuk Alex memelas.
"Ya!" jawab singkat Meli.
"Jangan marah lagi dong, emangnya nggak kangen nih sama aku?" goda Alex.
Meli tersenyum mendengar ocehan kekasihnya. Mereka kembali mesra seperti biasanya. Mbok Jum selesai merawat tanaman dan bermaksud untuk memasak.
"Sayang siapa itu?" tanya Alex.
"Oh itu mbok Jum. Bibi yang mengirimnya untuk bantu urusin rumah sama nemenin aku." jawab Meli.
"Ow, yaudah yuk kita ke rumah, mamah kangen katanya." ajak Alex.
"Oke, aku siap-siap dulu deh." jawabnya.
Mamah Alex sudah menanti kedatangan mereka. Ada ikan bumbu rujak kesukaan Meli dan beberapa makanan lainnya yang tersaji di meja. Tak lama kemudian, Alex dan Meli tiba. Mamah Alex menyambut gembira karena akhirnya mereka berdamai.
Meli memeluk mamah Alex erat. Rasa rindu pada sang ibu sedikit terobati setelah memeluk mamah Alex.
"Sayang, ayo kita makan siang dulu. Mamah udah masakin makanan kesukaanmu lho." ucap mamah Alex tersenyum.
"Yeay... terima kasih mah!" seru Meli girang.
Mereka menikmati makan siang yang sudah disiapkan di atas meja. Sesekali mereka sedikit berbincang. Setelah selesai, Meli membantu membereskan dapur.
"Sayang, mamah mau ada arisan. Nggak apa-apa kan kalau mamah tinggal?" pamit mamah Alex mendekati Meli.
"Nggak apa-apa kok mah," jawab Meli tersenyum.
Mars dan Venus datang setelah mamah Alex berangkat. Mereka membawa banyak cemilan untuk menemani mereka ngobrol.
"Cie... udah baikan nih ye." goda Viko.
Meli dan Alex hanya tersenyum menanggapi ocehan Viko.
"Eh tapi kira-kira foto kemarin ulah siapa ya?" tanya Pia penasaran.
"Entahlah, kita nggak punya bukti apa pun." ucap Alex.
"Yaudah sih biarin aja, yang penting kan kita udah baikan." sahut Meli tersenyum.
Mereka memghabiskan waktu sampai sore untuk ngobrol dan ngemil.
"Ke panti yuk! Kita kenalin Meli ke mereka." ajak Alex.
"Panti?" tanya Meli heran.
"Yup, kami mengenal mereka dari Caca. Sejak saat itu kita sering ikut Caca untuk sekadar main atau memberi sedikit bantuan." jelas Yogi.
"Caca sayang banget sama ibu dan adik-adik panti." sahut Mhocan.
"Yaudah yuk kita ke sana sekarang!" ajak Meli semangat.
"Oke, kita ke minimarket dulu ya beli sembako." ujar Chika.
Setelah membeli beberapa sembako, mereka bergegas ke panti. Sesampainya di sana, Kiko berlari mrnghampiri mereka. Kiko terus menatap Meli yang belum pernah dia temui.
"Halo sayang... aku Meli. Siapa namamu jagoan?" ucap Meli ramah sambil berjongkok.
"Halo kak Meli, aku Kiko." jawab Kiko malu.
"Wah nama yang bagus, Kiko mau nggak temenan sama kakak?" ucap Meli mengulurkan tangannya.
"Kita teman..." jawab Kiko tersenyum menyambut tangan Meli.
Tak butuh waktu lama bagi Meli untuk bisa berbaur dengan ibu dan adik-adik panti. Meli berbincang dengan ibu panti dan bermain dengan adik-adik panti. Entah kenapa Meli merasa tenang dan senang di sana.
"Wah... siapa yang Kiko gambar?" tanya Meli mendekati Kiko.
"Ini kak Meli lho." jawabnya polos.
"O ya? Terima kasih sayang." ucap Meli meraih Kiko dan memeluknya.
Karena sudah larut malam, Mars dan Venus pamit pulang. Mereka bergegas kembali ke rumah masing-masing. Ketika Alex akan mengantar Meli pulang, tiba-tiba Meli teringat jika kuncinya ada di tas dan tertinggal di rumah Alex.
Mereka kembali ke rumah Alex untuk mengambil kunci. Meli selalu membawa kunci cadangan rumahnya agar tidak membangunkan mbok Jum jika pulang kemalaman.
"Mah Meli pamit pulang dulu ya," ucap Meli.
"Malam ini nginep di sini aja ya," pinta mamah Alex.
"Tapi..."
"Nggak apa-apa kan sesekali temeni mamah." potong mamah Alex.
"Emm... iya deh mah, Meli nginep sini." jawab Meli pasrah.
Kringg...kringgg
Ponsel Meli terus berdering.
"Halo mbok..."
"Mbok Jum istirahat aja, nggak usah nungguin. Meli nginep di rumah temen."
"Malem mbok." cakap Meli di sambungan telepon.
Mamah Alex memberikan satu set baju yang dulu dia beli untuk Caca. Baju itu masih terbungkus rapi di dalam plastik. Belum sempat Caca memakai baju itu.
Setelah berganti baju dan mencuci wajahnya, Meli menyusul mamah Alex ke kamarnya. Seperti wanita pada umumnya, mereka melakukan rutinitas perawatan wajah sebelum tidur.
Serangkaian produk perawatan tergeletak di ranjang. Toner, serum, mouisturizer, dan sleeping mask sudah selesai mereka aplikasikan pada wajah mereka. Sebelum tidur mereka sedukit berbincang hingga akhirnya Meli tertidur.
Alex mengetuk pintu kamar mamahnya untuk memastikan dua wanita istimewanya sudah beristirahat. Tak ada jawaban apa pun dari balik pintu kamar. Alex membuka pintu perlahan. Dia tersenyum melihat Meli dan mamahnya yang sudah tertidur pulas.
Setelah menyelimuti keduanya, Alex kembali ke kamarnya untuk istirahat. Malam ini Alex bisa beristirahat dengan tenang karena sudah berdamai dengan kekasihnya.
Keesokan harinya, Meli dah mamahnya bangun pagi untuk menyiapkan sarapan. Mereka memasak nasi goreng dan menggoreng beberapa sosis dan nuget. Tak lupa, Meli membuat tiga gelas susu untuk minumannya.
Alex keluar dari kamar lalu bersiap untuk sarapan. Dia terlihat tampan dan segar dengan pakaian kerjanya. Sepertinya Alex sangat bersemangat pagi ini.
Usai sarapan, Alex mengantar Meli pulang. Meli mengganti pakaiannya, lalu Alex mengantarnya ke kantor. Setelah itu Alex bergegas ke kantornya.
Saat selesai bekerja, Alex menjemput Meli. Mereka mampir ke kafe favoritnya. Di sana mereka bertemu dengan Anton dan Dian. Anton terkejut melihat hubungan mereka baik-baik saja. Justru mereka terlihat semakin romantis.
Dian menggerutu kesal karena ternyata rencananya gagal. Alex dan Meli sengaja bertingkah mesra untuk membuat Anton dan Dian kesal. Tak lama kemudian Mars dan Venus datang menyusul.
Anton dan Dian meninggalkan kafe itu karena kesal melihat kemesraan Alex dan Meli yang berkelanjutan. Mars dan Venus tertawa melihat Anton dan Dian berlalu dengan wajah masam.
Mars dan Venus membicarakan tentang rekaman seperti yang diinginkan Caca. Mereka memutuskan untuk lebih giat berlatih sebelum melakukan rekaman. Mereka sudah menyiapkan beberapa lagu untuk album pertama mereka.
1 bulan kemudian
Setelah sebulan berlatih giat, mereka memantabkan diri untuk rekaman. Mereka menjalani proses yang cukup panjang untuk merilis album pertama mereka. Mereka memasukkan dua lagu peninggalan Caca ke dalam album pertama mereka.
Ternyata album pertama mereka berhasil merebut hati masyarakat. Lagu mereka sangat booming saat itu. Di setiap mall ataupun kafe di kota itu memutar lagu-lagu mereka setiap harinya.
Mereka pergi mengunjungi makam Caca untuk menunjukkan keberhasilan mereka. Kesuksesan yang menjadi bagian dari mimpi Caca. Bersama Meli, mereka berhasil mewujudkan mimpi Caca.
Kesuksesan itu mempengaruhi kehidupan mereka saat ini. Secara financial, kehidupan mereka menjadi lebih baik dan mapan. Namun gangguannya juga semakin besar, banyak gosip yang beredar untuk memecahkan mereka.
Dengan santai mereka tak menghiraukan gosip-gosip itu. Bahkan mereka menjadi semakin solid. Para penggemar mereka menjuluki Alex dan Meli sebagai King and Quen Of Romance. Chemistri mereka yang begitu kuat berhasil membius penggemarnya.
Star Band semakin kesal dengan pencapaian Mars dan Venus. Selain gagal merusak hubungan Alex dan Meli, mereka juga gagal mencapai kesuksesan seperti Mars dan Venus. Kini mereka benar-benar menyadari jika pernah mendepak Meli dari Star Band adalah kesalahan besar yang mereka lakukan.
Mars dan Venus mengundang keluarga mereka beserta ibu dan adik-adik Panti Tersenyum untuk merayakan keberhasilan mereka. Semuanya tampak gembira dengan pencapaian Mars dan Venus.
Keluarga Caca dan Jhony juga menghadiri pesta tersebut. Mereka turut bahagia dan mendukungnya. Dalam pesta malam ini, Alex rupanya telah merencanakan sesuatu.
Alex meminta Meli untuk mengikat hubungan mereka dalam ikatan pertunangan. Hal ini mengejutkan semua yang ada di sana. Mereka juga senang dan berharap keduanya segera menikah.
Mereka saling memasangkan cincin pertunangan. Tepuk tangan meriah dan sorak gembira mengiringi pesta malam ini.
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget