Tujuh tahun.
Cukup lama untuk sebuah pernikahan.... tapi tidak sedikitpun cukup untuk membuat Noah Luca Tyga mencintai istrinya.
Evelyn Yarvi.
Wanita cantik yang ia nikahi karena sebuah perjodohan. Istri yang selalu ada, tapi tak pernah di anggap.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri cantik. Namun, putri itu lahir bukan dari cinta, melainkan dari bayi tabung. Karena bagi Noah, menyentuh Evelyn sama saja dengan mengkhianati hatinya yang masih terperangkap pada masa lalu.
Baginya, Evelyn hanya wanita yang menikahinya demi harta.
Setiap hari, Evelyn berjuang. Berjuang mendapatkan secercah perhatian dari suaminya yang bahkan tak sudi meliriknya.
Sampai kapan ia harus bertahan?
Haruskah ia menyerah dan pergi.... atau terus berjuang demi cinta yang mungkin tak akan pernah ia miliki?
Dan bagaimana jika mantan kekasih Noah kembali, siap menghancurkan sisa-sisa rumah tangga yang sejak awal sudah retak?
Mampukan Evelyn bertahan... atau justru ia pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ini Semua Salahku
Brianna membuka pintu kamar itu. Terlihatlah Skylar yang kini duduk di atas ranjang dengan kedua kaki dan tangannya diikat oleh tali tambang kasar. Pergelangan kecil itu sudah merah dan lecet.
Tentu saja Noah yang melihat putrinya diikat seperti itu langsung murka. "Apa yang kamu lakukan! Minggir!" ucap Noah. Ia ingin mendorong tubuh Brianna dari ambang pintu, tapi wanita itu tidak mau bergeser sedikit pun. Tubuhnya menghalangi seperti tembok.
"Santai, sayang... Putrimu baik-baik saja. Hanya saja aku sedikit memberi dia pelajaran," ucap Brianna sambil tersenyum manis yang palsu. Senyum iblis berbalut gaun pengantin.
"Papi... Hiks... Hiks..." ucap Skylar sambil menangis. Suaranya serak dan lemah.
"Minggir!" perintah Noah. Rahangnya mengeras.
"Tidak... Aku tidak akan minggir sebelum kamu menikahiku. Lihat, sayang, aku sudah berdandan dengan sangat cantik. Aku juga sudah memakai gaun pernikahan yang kita impikan dulu," ucap Brianna. Jarinya mengelus dada Noah dengan lembut, seolah mereka masih sepasang kekasih.
Noah menepis tangan wanita itu dengan kasar. "Jangan sentuh aku."
"Papi... Hiks... Hiks... Tangan Sky sakit... Hiks... Hiks..." Skylar menangis sambil merintih kesakitan, memanggil Papinya dengan putus asa.
" Minggir!" Noah mendorong tubuh Brianna sampai wanita itu terdorong ke samping dan terhuyung.
Dengan cepat Noah melangkah ke arah putrinya. Dengan tangan gemetar ia melepaskan tali yang mengikat kedua tangan dan kaki putrinya itu. Simpulnya keras, sampai ujung jarinya tergores.
"Noah... Ayo kita menikah," ucap Brianna. Ia berdiri di belakang Noah sambil memegang pisau tajam di tangannya. Ujungnya berkilat memantulkan lampu kamar.
Noah segera menggendong Skylar yang menangis. Bocah kecil itu langsung memeluk leher Papinya erat, seolah takut dilepas lagi.
"Kalau kamu tidak menikahiku sekarang, maka aku akan menusuk leherku sendiri. Dan semua orang akan mengira yang melakukan ini adalah Tuan Noah Tyga, pemilik Tyga Group. Nama baikmu akan hancur. Perusahaannya juga. Ditambah lagi kamu akan dipenjara," ucap Brianna sambil mengancam. Pisau itu ia tempelkan ke lehernya sendiri.
Tapi Noah hanya diam. Ia berdiri di hadapan wanita itu dengan Skylar di gendongannya. Malam ini ia benar-benar melihat sisi lain dari Brianna. Sosok wanita yang selama ini ia cintai, bahkan rela ia abaikan istrinya demi rasa cintanya pada wanita yang berdiri di hadapannya saat ini. Sekarang ia sadar... ia mencintai monster.
"Jangan bergerak!" suara seorang polisi terdengar tegas. Seorang anggota SWAT tiba-tiba muncul sambil mengarahkan pistol ke arah Brianna.
Sementara itu, kedua anak buah yang disewa Brianna kini sudah berhasil ditangkap oleh tim kepolisian di luar.
"Aaaarrrgggh... Sial! Noah, kamu mengkhianatiku!" ucap Brianna. Ia menatap pria itu dengan tatapan tajam penuh kebencian.
Noah sedikit menarik sudut bibirnya. Senyum tanpa kehangatan. "Aku tidak mengkhianatimu. Aku hanya melakukan yang harus aku lakukan. Bukankah yang kamu lakukan saat ini adalah tindakan kriminal?"
Brianna menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak... Tidak... Aku melakukan ini karena aku mencintaimu! Aku ingin menikah denganmu!" Wanita itu melangkah maju, pisau di tangannya bergetar.
"Jangan bergerak, Nona!" ucap polisi itu lagi. Kini Brianna terkepung. Tidak ada jalan keluar.
"Tuan, keluar dari sini," ucap salah satu petugas.
Noah mengangguk. Lalu ia segera melangkah pergi sambil menggendong Skylar yang menangis di pelukannya.
"Tangkap dia!" perintah polisi itu pada timnya. Dengan cepat dua orang polisi melangkah ke arah Brianna dan segera memborgol tangan wanita itu di belakang punggungnya.
Klak!
"Lepaskan! Aaaarrrgggh! Noah! Kamu tega sama aku!" teriak Brianna sambil memberontak. Tapi percuma. Ia tidak akan bisa lepas dari borgol baja itu.
Noah saat ini sudah berada di dalam mobilnya bersama Skylar yang masih menangis di dekapannya. Mobil pria itu segera melaju meninggalkan tempat itu, dikendarai oleh Asisten Arlo.
"Maaf, Tuan. Saya baru saja dapat kabar dari tim polisi yang mengepung kediaman keluarga Dexter. Katanya mereka sudah berhasil menangkap Tuan Amon dan juga putranya, Giovano. Saat ini mereka sudah berada di kantor polisi," jelas Asisten Arlo sesuai yang ia ketahui dari radio komunikasi.
Noah tidak berkata apa-apa. Karena ia merasa tubuh Skylar terasa dingin. Tubuh bocah kecil itu terasa semakin lemas di pelukannya.
"Sky, kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Noah. Wajahnya terlihat sangat khawatir. Ia melepaskan pelukan Skylar dari lehernya untuk melihat wajah putrinya.
"Pa... papi... Ma... mami... Sky... ke mana..." ucap Skylar dengan suara lemah. Lalu, gadis kecil itu tidak sadarkan diri lagi. Wajahnya terlihat sangat pucat. Tubuhnya terasa dingin seperti es.
"Sky! Skylar!" Noah mengguncang tubuh putrinya pelan. Matanya berkaca-kaca. Jantungnya serasa berhenti.
"Arlo, ke rumah sakit sekarang! Cepat!" perintah Noah. Suaranya bergetar, tapi penuh kepanikan.
"Baik, Tuan!" ucap Asisten Arlo. Ia langsung menambah kecepatan mobilnya sampai meraung.
Untuk pertama kalinya, Asisten Arlo melihat Tuan Noah seperti ini. Noah menangis. Air matanya jatuh tanpa suara. Wajahnya hancur karena khawatir melihat kondisi lemah putrinya saat ini. Pria setegar batu itu akhirnya rapuh juga.
.
.
.
Sesampainya di rumah sakit, seorang dokter anak dan beberapa suster segera mendorong brankar Skylar dengan cepat menuju ruang UGD. Lampu merah "SEDANG DITANGANI" menyala.
Noah dan Asisten Arlo berlari menyusul brankar itu. Bible yang kebetulan keluar dari lift melihat keberadaan Abangnya bersama Asisten Arlo.
Dengan cepat gadis remaja itu menghampiri Abangnya. "Bang!" ucap Bible. Ia menyusul Noah sampai di depan pintu ruang UGD yang tertutup rapat.
"Apa yang terjadi? Kenapa Skylar bisa seperti itu?" tanya Bible sambil menatap Abangnya yang sedang berdiri termenung di depan pintu.
Asisten Arlo menghampiri Tuan Noah. "Kalau begitu saya ke kantor polisi dulu, Tuan, untuk mengurus kasus ini," ucap Asisten Arlo.
Noah menatap asistennya itu. "Terima kasih, Arlo," ucap Noah dengan suaranya yang terdengar pelan dan lelah.
Asisten Arlo mengangguk. Ia menepuk pundak Tuan Noah pelan. "Sama-sama, Tuan. Ini memang sudah jadi tugas saya sebagai asisten pribadi Anda." Lalu pria itu melangkah pergi dengan langkah buru-buru.
"Bang... Kenapa Abang hanya diam saja? Apa yang terjadi sama Skylar?" Bible kembali bertanya. Air matanya sudah menetes.
Noah menghela napas panjang. Tanpa berkata apa-apa, pria tampan itu langsung memeluk adiknya erat sambil menangis. Isakannya pecah. Hal itu membuat Bible kaget.
"Bang... Apa yang terjadi? Kenapa Abang seperti ini?" tanya Bible. Ia membalas pelukan Abangnya itu sambil ikut menangis.
"Bil... Ini semua salahku. Ini salahku, Bil... Hiks... Hiks... Hiks... Aku dibutakan oleh cinta dan sisi polos yang dimiliki wanita itu," ucap Noah di sela pelukannya. Suaranya hancur.
Bible melepaskan pelukan Abangnya. Lalu ia menarik Noah untuk duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang UGD.
"Jangan menyalahkan diri Abang seperti ini. Walaupun memang ini semua terjadi karena kecerobohan Abang sendiri yang mencintai wanita seperti Brianna dan mengabaikan wanita sebaik Kak Evelyn... Tapi terkadang penyesalan memang datangnya dari belakang, Bang," jelas Bible sambil menggenggam tangan Abangnya.
.
.
.
Jangan lupa dukungan ya guys 😊🥰🤗🙏.
tu hnya org siirik yg tak mampu bikin story kayak kk ,,
justru kebanyakan klo yg nuduh org niru pdahal org tu laa yg meniru ,,
jd ttap semangat kak ,,
byk yg dkung kk dsnii ,,
pov buaya & ular : semoga kami gx keracunan 😒😒😒😒
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nyesellll g ada gunanya noah...
mantan adalah maut....
sukurin.... salah siapa mmberi ruang untuk mntan merusak rumah tanggamu...
untuk ap km mnyesali noah... andai km tak tau kbusukn sabrina... km pasti kmbali dgnnya....
skrg km kalang kabut mncari evelyn.... yg hnya km jdikn pelarian saat km tau siapa jalang yg sll km berikan kebebasan keluar masuk rumahmu...
tK ada perempuan yg sanggup brtahan saat khadirannya sll di abaikan suami jga anknya....
selamat khilangan perempuan cantik... baik & tulus yg slm ini km sia" kn noah...
bntr lgi km bkl gelojotan.... saat evelyn bneran prgi jauh...
dan itu real... bukan trik sprti yg sll km tuduhkn untuk evelyn...
ap kah pelakor idamanmu akn ttp brtahan di smpingmu saat km jatuh...