Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Bimbang
“Apa kau benar-benar tidak bisa memaafkanku.. ??”
Arnold terdiam, melihat warna mata hijau muda milik Arlo, mirip seperti warna mata Katty adiknya. Arnold terdiam sejenak, mengingat wajah adiknya. Dia segera menggelengkan kepalanya pelan, mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya, lalu berpamitan pada Arlo.
“Maaf, aku harus pergi, ada beberapa urusan. Ini uang untuk membayar minuman, dan terima kasih.” Ujar Arnold berdiri dari kursinya, menaruh uang di atas meja, lalu berbalik berjalan menjauhi Arlo.
Sementara lelaki muda itu menghela nafasnya berat, sepertinya memang tidak mudah hanya untuk bisa kembali mendapatkan hati pamannya.
Dendam di dalam dirinya, sedikit sirna saat kondisi perusahaannya semakin memburuk, keinginannya untuk menjatuhkan Giovanni justru berubah. Harus dia akui, dia membutuhkan bantuan Arnold, atau Giovanni.
Arlo tidak memiliki pengalaman banyak di bidang perusahaan, dia hanya memiliki catatan dari mendiang ayahnya mengenai bagaimana cara mengurus perusahaan, itu saja untuk urusan lainnya, Arlo tidak memiliki banyak pengalaman.
Drrttt... Drrtt..
Handphonenya berbunyi, dengan lemah lesu Arlo meraih handphone di sakunya, layarnya memperlihatkan sebuah nomer yang tidak dia simpan, sedang menghubunginya. Arlo tertegun, ada keraguan untuk mengangkatnya, dia tahu siapa sosok itu, sosok yang selalu menerornya dan membuat pikirannya kacau.
Dengan perlahan, jarinya menekan tombol berwarna hijau, dan menekan mode speaker, tapi dengan mengecilkan volumenya, hingga sebuah suara sinis dan ketus terdengar dari sana.
“Hey, anak haram !! Aku dengar perusahaan dari ayahku sudah hampir bangkrut. Kenapa tidak kau jual saja padaku ?? Lagipula orang b*d*h sepertimu memang bisa apa ??”
Tangan Arlo mengepal, suara lelaki penuh nada menghina, jauh lebih menyakitkan daripada perkataan Arnold. Dia, Rico.. Anak dari Careline, istri sah Everald, yang terlihat sangat membenci Arlo. Lelaki itu terus saja menghubunginya hanya untuk menghina dirinya.
“Aku tidak berminat, terima kasih.” Ujar Arlo menahan emosi di dalam dirinya, meskipun rasanya dia ingin berteriak marah dan mencurahkan emosi pada Rico, tapi Arlo sadar..
Kesalahan kedua orang tuanya cukup besar, membuat banyak pihak tersakiti. Tapi bagi Arlo tetap saja ini tidak adil !! Dirinya hanya terlahir di dunia ini, dia tidak bisa memilih akan lahir dari pasangan yang sah ataukah tidak.
“Heh, kau cukup keras kepala juga, anak haram !! Ya terserah kau saja !! Tapi ingat, aku yang akan tertawa kencang di depanmu saat kau hancur nanti !!”
Telepon itu di matikan oleh Arlo langsung, dia tidak tahan lagi dengan hinaan itu. Alasan utamanya untuk bertemu dengan Arnold sebenarnya adalah...
Meminta bantuan.
Arlo tahu, dia tidak pantas, tapi siapa yang mau menolongnya lagi ?? Dia tidak tahu harus berlari pada siapa..
“Ibu.. Kesalahan terbesarmu adalah mencuri uang dari Paman Arnold !!” Ujar Arlo meremas rambutnya dengan frustasi, dia ingin menyalahkan Arnold, tapi ujung permasalahan utamanya adalah ibunya sendiri.
Disisi lain.
Arnold sendiri yang akhirnya memilih kembali ke perusahaan, dengan sopir pribadinya. Arnold terdiam, dia masih terbayang perkataan Arlo.
“Apakah terlambat bagiku untuk meminta maaf.. ??”
“Apakah kau tidak mengingat ibuku.. Dia adalah adikmu..”
“Kenapa harus aku yang mengalami semuanya ?? Ini tidak adil !!”
Perkataan Arlo yang terdengar putus asa, membuat Arnold menutup matanya sendiri. Ada rasa tidak tega yang terbesit di hati dan pikiran Arnold, tapi dia tahu.. Dia tidak bisa memutuskan semuanya sendirian, dia akan meminta pendapat istrinya dan anak-anaknya.
...
“Wanginya anak-anak mama.” Ujar Beverly setelah selesai memberikan baju kepada kedua putranya. Wanita itu tersenyum senang, saat kedua anaknya malah tersenyum dan tertawa kecil di sana.
“Siapa anak mama yang paling tampan ini, hmm~” Ujar Beverly mencubit lembut kedua pipi putranya.
Kedua bayi mungil itu tertawa kecil dan begitu senang melihat mama mereka di sana. Beverly melihat wajah tampan dari kedua bayinya, seketika dia mengingat Benny. Meskipun Beverly tidak mencintai Benny, tapi dia merasa bersalah membuat lelaki itu jatuh ke lubang kematian akibat perbuatan ayahnya.
Seandainya aku tidak hamil saat itu, mungkin saja kau masih hidup, maafkan aku.. Batin Beverly di dalam hatinya, dia merasa bersalah pada Benny, karena itu dia bertekad tetap menjaga kedua bayi di depannya, karena permintaan terakhir Benny.
“Beverly, aku tahu kita tidak saling mencintai, tapi tolong jagalah anak ini. Bagaimanapun mereka berhak lahir, dan menikmati kehidupan ini. Aku berjanji akan mencukupi semua kebutuhanmu, meskipun.. Aku tidak bisa berjanji untuk menikahimu.”
Perkataan dari Benny, menjadi tekad kuat bagi Beverly mempertahankan Oshea dan Oscar.
Sebuah suara dering handphone berbunyi, Beverly menoleh dan melihat ke arah layar handphone yang berada di sebelahnya, dia meraih handphone itu dan melihat sebuah nomer tidak di kenal menelponnya.
Ya, Beverly mendapatkan handphone baru dan nomer baru, karena handphone lamanya sudah di hancurkan oleh ayahnya sendiri, saat Beverly mencoba melarikan diri menyelamatkan kedua bayinya.
Beverly menekan tombol hijau itu, dan mendekatkan handphonenya pada telinganya.
“Halo ??”
“Apakah ini benar, nomer dari Nona Beverly Briel Caledon ??”
“Be.. Benar, siapa ini ??”
“Ah, Nona.. Bisa anda datang ke rumah sakit **** hari ini ??”
“Ada apa ?? Siapa yang sakit ??”
“Tuan Benjamin masuk ke rumah sakit, semalam dia mengalami penyerangan di bagian perut dan punggungnya terkena tembakan, kondisinya sudah baik, hanya saja dia meminta anda untuk datang menjenguknya.”
Beverly terdiam sejenak, ada perasaan bimbang di dalam hatinya. Menjenguk ayahnya ?? Apakah dia bisa ??
“Halo nona ??”
“Uh, aku akan kabari nanti ya, karena aku mengurus dua bayiku, aku akan mengirimkan pesan nanti.”
“Baik Nona Beverly.”
Telepon di matikan, Beverly menurunkan handphone dari telinganya, lalu menaruhnya di meja nakas di sebelahnya. Tatapan mulai berubah, ada kebimbangan dan kebingungan di sana. Oshea dan Oscar menatap ke arah mama mereka, seakan mengerti perasaan Beverly yang saat ini sedang bercampur aduk.
Dreett..
“Beverly..”
Beverly menoleh, dan melihat Catalina datang membawakan segelas susu khusus untuk ibu menyusui. Beverly tersenyum kecil.
“Mom.. Tidak perlu repot-repot..” Ujar Beverly dengan tidak enak, Catalina tersenyum kecil, dia menaruh segelas susu di meja nakas, lalu duduk di sebelah Beverly.
“Merepotkan apanya ?? Justru kau membutuhkan bantuan, kau tahu mengurus dua bayi itu bukanlah hal mudah Beverly.” Ujar Catalina tersenyum dengan tulus pada calon menantunya, lalu kemudian menoleh ke arah dua bayi mungil di depannya.
“Kau tahu Beverly, padahal dulu aku mengurus satu bayi saja sudah kewalahan, Giovanni dan Gregor benar-benar rewel saat masih kecil. Tapi dua bayimu ini justru terlihat lebih tenang.” Lanjut Catalina dengan nada gemasnya pada kedua bayi di depannya.
Beverly tertawa kecil, dirinya kemudian mengingat percakapan di telepon tadi. Mungkin dia harus membicarakannya pada Giovanni atau.. Pada Mom Catalina ??
“Mom...”
Catalina menoleh, “Iya ??”
“Kapan Giovanni pulang dari perusahaan ??”
“Sekitar jam 4 sore, ada apa ?? Kau membutuhkan sesuatu ??”
Beverly terdiam sejenak, sempat menundukkan kepalanya, lalu kemudian mulai membicarakan percakapan di telepon yang akhirnya membuatnya merasa bimbang.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
Kira-kira bapak Arnold mau enggak ya nolongin Arlo ?? dan kira-kira Beverly mau enggak ya jenguk Benjamin, bapaknya yang creepy ??
Hehehehe menurut kalian kira-kira Arlo mau bertobat dan berubah atau bakalan jadi antagonis yang penuh rasa iri dengki ??
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣