NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OKSIGEN TERAKHIR

Tekanan air rawa yang keruh terasa menghimpit paru-paru Keyra, namun ketakutan kehilangan Ghazali jauh lebih menyesakkan. Di bawah temaram cahaya senter penyelam musuh yang mulai mendekat, Keyra bisa melihat wajah Ghazali yang kian membiru. Kapten itu telah mencapai batas kemampuan menahan napasnya, sementara darah dari bahunya terus mengepul di dalam air seperti asap merah yang mengundang maut.

Ghazali memberikan isyarat tangan terakhir perintah agar Keyra segera pergi bersama Yudha. Namun, Keyra justru melakukan hal yang tak terduga.

---

Keyra melepaskan masker oksigen kecil di wajahnya dan dengan paksa menempelkannya ke mulut Ghazali. Pria itu sempat menolak, namun tatapan mata Keyra yang penuh otoritas seorang dokter sekaligus tunangan membuatnya menyerah. Ghazali menghirup oksigen itu dalam-dalam, memberikan paru-parunya kesempatan untuk bertahan hidup beberapa menit lagi.

Sementara Ghazali menghirup napas darurat, Keyra menggunakan pisau bedah yang masih ia genggam untuk memotong akar bakau yang menyangkut di perban bahu Ghazali. Gerakannya cepat dan presisi. Begitu jalinan akar itu terputus, ia menarik Ghazali masuk lebih dalam ke celah di antara akar-akar raksasa yang tertimbun lumpur.

Tepat di atas mereka, penyelam musuh melintas. Laras senapan bawah air mereka hanya berjarak beberapa senti dari kepala Keyra. Detak jantung Keyra berdentum begitu keras di telinganya sendiri, hingga ia takut getarannya akan tertangkap sensor musuh.

Tiba-tiba, dari arah belakang penyelam itu, bayangan hitam melesat dengan kecepatan luar biasa. Itu Yudha.

Tanpa menggunakan senjata api yang bisa memicu riak air besar, Yudha menggunakan teknik beladiri taktis bawah air. Ia menyergap salah satu penyelam, memutus selang pernapasannya dalam satu gerakan cepat. Kekacauan terjadi di bawah permukaan. Air yang tadinya tenang menjadi keruh oleh lumpur yang teraduk dan gelembung udara yang meledak-ledak.

"Mmmph!" Keyra mulai merasa pusing. Oksigen di paru-parunya habis.

Ghazali menyadari itu. Ia segera mengembalikan masker oksigen ke wajah Keyra, lalu dengan sisa tenaganya, ia memeluk pinggang Keyra dan menendang kuat-kuat ke arah arus bawah yang lebih deras. Mereka hanyut mengikuti jalur air yang ditunjukkan Yudha melalui kode ketukan pada batang pohon di bawah air.

Beberapa menit kemudian, mereka muncul ke permukaan di sebuah ceruk kecil yang tertutup rimbunnya rumput liar. Keyra terbatuk-batuk, menghirup udara malam yang lembap dengan rakus.

"Ghaz... kamu... gila," bisik Keyra terengah-engah, air mata bercampur air rawa mengalir di pipinya.

Ghazali menyandarkan kepalanya di tepian lumpur, wajahnya sangat pucat tapi sudut bibirnya terangkat tipis. "Kamu... lebih gila, Dokter. Memberikan napasmu pada pasien yang sudah sekarat."

Yudha muncul dari permukaan air di samping mereka, membawa satu set alat selam milik musuh yang berhasil ia lumpuhkan. "Kapten, Dokter, kita tidak bisa lama di sini. Bastian sudah menemukan perahu nelayan yang disembunyikan di hulu. Tapi ada masalah."

"Apa?" tanya Ghazali, suaranya masih sangat lemah.

"Perahu itu dijaga oleh unit penembak sniper dari atas menara pantau mercusuar tua di ujung rawa," Yudha menunjuk ke arah struktur beton yang menjulang di kejauhan, terisolasi di tengah kabut. "Tanpa melumpuhkan penembak itu, kita akan menjadi sasaran empuk saat mencoba menyeberang ke laut lepas menuju Kota z.

Keyra menatap tas medisnya yang mulai menipis isinya, lalu menatap cincin kabel di jarinya. "Ghaz, biarkan aku yang menjadi pengalih perhatian. Aku punya kartu identitas RS Pusat. Jika aku muncul di dermaga sebagai warga sipil yang tersesat, mereka tidak akan langsung menembak."

"TIDAK," Ghazali memegang pergelangan tangan Keyra erat. "Aku baru saja bertunangan dengannya di tengah hutan, Yudha. Aku tidak akan membiarkannya menjadi umpan peluru."

"Lalu apa rencananya, Kapten?" tanya Yudha. "Adrenalinmu akan habis dalam tiga puluh menit. Setelah itu, kamu akan kolaps."

Ghazali terdiam sejenak, menatap mercusuar tua itu. Di kepalanya, ia mulai menyusun strategi.

"Bastian!" panggil Ghazali melalui radio panggil yang sudah kemasukan air. "Gunakan tabletmu. Retas sistem lampu mercusuar itu. Buat mereka buta selama sepuluh detik. Itu waktu yang cukup untuk Yudha mengambil posisi."

Di kejauhan, lampu mercusuar itu mulai berkedip-kedip tidak beraturan, menandakan perang siber Bastian telah dimulai.

---

1
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
Murni Asih
ish... sempet² nya ngegombal dulu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!