NovelToon NovelToon
Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Tak kusangka aku bahagia bisa memiliki keluarga kecil.

Sebuah cerita perjuangan gadis yang bernama Indira Mahesa, gadis yang memiliki karir begitu baik. Harus menghadapi pernikahan yang terjadi karena pembalasan dendam yang salah sasaran.

Pria tampan yang bernama Abian Malik seorang pengusaha kaya yang mampu mencuri hati semua wanita termasuk sang sekertarisnya yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Akankah pernikahan mereka mampu bertahan?


Mohon untuk tidak promosi di lapak ini🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Kamar Utama

Dalam kesenyapan dan heningnya malam Indira berdiri menatap kembali bintang yang bersinar di bali jendela kaca kamar. Zanna yang sudah menyuruhnya membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya kini melangkah keluar meninggalkan wanita itu seorang diri. Mata sembab Indira terlihat jelas air mata yang entah sejak kapan terus mengalir menemai perjalanan hidupnya.

Terdengar suara pintu yang terbuka, detakan jantung Indira semakin berdegup tak karuan tubuhnya berdiri kaku di depan jendela. Tatapannya masih terarah keluar jendela ia belum berani membalikkan tubuhnya melihat sosok yang bisa ia tebak kehadirannya.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucapnya dalam hati sangat bingung harus menggerakkan tubuhnya kemana. Ia sama sekali belum berani menatap pria yang sangat menakutkan itu. Abian begitu terlihat jahat, tidak tahu kapan nyawa Indira akan di lenyapkan.Terlebih lagi Indira sama sekali tidak rela jika harus melayani pria yang tidak ia cintai.

Namun jika ia melawan apakah Indira yakin bisa melawan suaminya itu, bagus jika ia berhasil mengalahkan kekuatan Abian. Tapi tentu Indira paham bahaya apa yang bisa ia dapatkan setelah berhasil melawan, tentu tidak akan mudah baginya lepas dari Cengkraman pria itu.

Penuh paksaan perlahan Indira membalikkan tubuhnya menghadap sosok pria tampan yang sudah sejak tadi menatapnya dengan pandangan  membunuh. Matanya terarah pada langkah Abian yang mulai mendekat padanya, ia pun mundur perlahan.

Abian yang menatapnya terus melihat sosok Maudi yang terbaring dengan kepala bercucuran darah, di langkah berikutnya tubuh Indira sudah tidak bisa menjauh lagi. Langkahnya sudah tiba di ujung tembok ruangan yang luas itu.

"Kau!" teriak Abian yang sudah melayangkan tangannya di wajah Indira. Seketika Indira tersungkur ke lantai sambil memegang pipinya yang memerah. Indira begitu ketakutan tubuhnya bergemetar hebat di ikuti dengan air mata yang sudah berjatuhan lagi. Wanita itu sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi ia hanya perlu menerima apa lagi yang harus di lakukan pria itu padanya,

Abian yang sudah kembali meraih kedua bahu Indira kini menariknya hingga berdiri tepat di hadapannya, tangan kekar itu mengarahkan kepala Indira ke jendela kaca yang baru saja ia buka lebar.

"Tolong jangan lakukan ini, ku mohohn." tangis Indira terdengar pecah ketakutan melihat tingginya bangunan itu jika ia terjatuh bukan hanya nyawa saja yang hilang mungkin seluruh organ tubuhnya akan berserakan di bawah sana.

"Kau pantas mati, kau pantas mendapatkan ini." ucap Abian yang sudah mencekik lehen Indira sampai membuatnya menengadah. Hanya kekuatan Abian yang bisa menahannya saat ini.

Jika tangan kekar itu melepaskan tentu tubuh Indira sudah terjatuh. Cukup lama Indira terus memohon pada Abian sampai akhirnya Abian melepaskan tangannya.

"Aaaaaaaa!" teriak Indira yang terkejut saat tubuhnya sudah hampir terjatuh, namun Abian yang dengan sigap kembali menangkap tangannya.

Kini tubuh Indira tergantung di bawah  jendela hanya tangan suaminya lah yang bisa menolongnya kembali ke atas. Abian yang menarik dengan dua kali tarikan membuat tubuh Indira kembali ke kamar, Indira yang baru saja di angkat tanpa sadar memeluk tubuh Abian dengan penuh ketakutan. Ia menangis tanpa hentinya tubuhnya yang bergemetar sudah tidak bisa lagi ia kendalikan.

Abian yang melihat Indira memeluknya dengan cepat menghempaskan tubuh wanita itu dan sukses Indira terjatuh ke lantai. Kini Abian melangkah ke kamar mandi dan langsung mengguyur tubuhnya dengan shower. Matanya memerah seakan penuh bayangan Maudi yang terus membuatnya ingin membunuh Indira.

Malam itu Indira yang masih merasa syok tubuhnya semakin lemas, sementara Abian yang sudah cukup dingin di kepalanya segera mengakhiri mandi malamnya. Kakinya yang masih basah melangkah keluar kamar mandi dan mata tajamnya kembali mentapa Indira.

"Ambilkan handukku." pintahnya dengan Indira.

Indira yang terkejut mendengar suara suaminya segera berusaha berdiri betapa terkejutnya mata wanita itu saat melihat sebuah benda menggantung dengan sempurna tepat di sel*ngkangan Abian. Tanganya dengan cepat menutup kedua matanya, Abian yang kesal melihat tingkah Indira hanya menghela nafas kasar.

"Cih, lagaknya saja sok kaget padahal sudah banyak macam yang ia rasakan pasti." ucap Abian dalam hati.

"Cepat apa lagi yang kau tunggu? ambilkan!" pintahnya lagi, Indira yang mendengarnya dengan cepat memegang pinggir kasur dan melangkah cepat menuju lemari. Melihat ketakutan Indira, Abian hanya tersenyum dalam hati ia berfikir ini belum seberapa masih akan lebih parah untuk kedepannya.

"Astaga  mengapa dengan santainya sih dia berdiri bugil di depanku?" Indira yang membelakangi Abian merasa malu melihat kepemilikan suaminya. Abian yang tengah meraih handuk itu kembali menatap punggung Indira.

"Mengapa hanya diam saja?" tanya Abian yang kembali membuat Indira bingung.

"Em-maksudnya?" tanyanya kembali.

Abian yang tidak mengatakan apa-apa kini melemparkan handuk itu tepat menutupi kepala Indira, melihat tingkah suaminya ia bingung harus melakukan apa saat ini. Tidak mungkinkan jika Abian memintanya mengelap tubuh basahnya itu seperti seorang bayi.

"Apa yang kau lakukan mengapa masih diam saja?" tanya Abian kembali membuat wajah istrinya menatap tidak percaya.

"A-aku mengelapnya?" lanjut Indira meminta penjelasan.

Abian yang hanya berdiri diam tanpa menjawab membuat Indira semakin gugup, perlahan ia melangkah mendekati tubuh suaminya. Indira kali ini tidak berdiri di depan Abian, ia memilih mengelap tubuh Abian dari belakang meskipun sangat memalukan baginya.

"Astaga apa-apaan ini mata sucinya kotor karena pemandangan menggelikkan seperti ini?" ucapnya dalam hati sambil mengedipkan mata seolah menutup penglihatan agar tidak melihat dua benda menonjol di tubuh belakang Abian.

"Apa kau gemas dengannya?" tanya Abian yang membuyarkan lamunan Indira.

"Hah? ti-dak." jawab Indira cepat.

Abian yang mendengarnya menepis senyuman kecil tanpa persiapan Indira, ia segera membalikkan tubuhnya menghadap sempurna di depan istrinya.

Indira yang tidak berani mengatakan apa-apa hanya mengalihkan pandangannya dari Abian ia tidak sanggup jika harus melihat benda yang seharusnya belum ia lihat.

"Aduh aku harus mengelap bagian mana lagi ini?" ucapnya dalam hati berusaha menghindari bendar mengerikkan itu. Melihat tangan istrinya bergemetar Abian semakin ingin memperdalam aksinya, perlahan tangan kekar pria itu meraih tangan mungil Indira ia meletakkan tepat di kepemilikannya.

Indira yang ingin menarik tangannya segera di genggam erat oleh Abian, seakan memberi tahu harus melakukannya. Adegan tarik menarik kini terjadi, Indira masih terus berusaha menjauhkan tangannya namun Abian lagi-lagi menekan dengan kuat. Sampai akhirnya Indira kesal dan menonjok kepemilikan Abian.

"Aw." teriak pria itu sambil memegang tubuh juniornya. Matanya menatap tajam pada Indira.

"Mampus, memang enak yah aku tonjok haha."Indira yang menatap pria itu seakan penuh ejekan yang sudah lama tertahan.

"Beraninya kau!" teriak Abian yang mengejar langkah Indira menuju sofa di sudut kamar itu. Indira segera membalikkan tubuhnya melihat Abian yang kini sudah berada di hadapannya.

"Lepaskan!" teriak Indira yang berusaha menjatuhkan tubuhnya dari gendongan Abian, namun sayangnya suara itu tidak di gubris olehnya.

Abian segera menghempaskan tubuh istrinya dengan kasar di atas kasur, Indira yang ketakutan mulai menjauhkan diri namun apa daya tubuhnya sudah tersandar sempurna di pojok kasur. Sementara Abian terus merangkak dan saat ini berada di atas tubuh Indira menatap dengan dalamnya seakan sudah siap menlahap habis.

"Jangan, jangan lakukan ini ku mohooooon." ucap Indira sambil menangis. Ia menyesal telah berani melampiaskan kekesalannya pada Abian.

1
falea sezi
rejeki ya gia/CoolGuy//Facepalm/
Riri Khoeriah
visual nya cocok kak👍👍👍👍👍
Meliala Kolompoy
tuan damar suaminya nuonya nigrum atau MantaN suami..??
membaca smbil meraba2 jalN ceritanya...
rada bingung
Lena Sari
hebat kamu Abian,terus hargai apapun hasil potongan rambutmu.
Lena Sari
dasar ya pasangan somplak.
nokdenok
minyak srimpi itu udah poll wanginya torr
Margaretha Sukmawati
indira terlalu lemah dan cengeng. seharusnya dgn setiap masalah harus menjadi wanita Tegar dan kuat.
Fatimah's
bener banget Thor , nasehat yg sangat bagus👌👍
itanungcik
cerita 👍👍👍👍
may Saka
ceritanya sangat seru aku menyukainya 🥰🥰
GALAXY GAMING
bian, Indira memang tak selembut dan sesabar diba, tapi demi dia kau bersedia melakukan banyak hal konyol, dia mewarnai hidupmu
cloe
males x, cewek lemah
ria onits
aku lagi maskeran pas baca ini ngakak seketika😂😂😂
Kalee Chan
huuwooooowwww.... mari kita ikuut main yok
Kalee Chan
ini adegan malam pertama...
apa latiahan karate...
oohh AQ tkungfuu Jecky Chen
Kalee Chan
hahahaha... gia kocakk abisss
Kalee Chan
saudara Bram_bang bin almarhum Pram_banan...
naah ituu baru nama panjangnya thorrrr....
😅😅
Kalee Chan
oh yaa ampunnn gia..
ternyata kau bisa juga malu2 meong...
Dinar David Nayandra
gw jarang ketawa klo baca novel walau ada yg lucunya tp ini bikin gw ketawa ngakak 😅😅😅😅😅😆😆😆😆
Roha12
thanks for u Thor
karya mu luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!