Alicia gadis remaja 18th yang sudah menjadi yatim pintu sejak 2th yang lalu..
Dia bekerja disebuah Cafe untuk menghidupi dirinya juga untuk membiayai kuliahnya..
Saat menyeberang jalan dia tertabrak sebuah mobil mewah milik seorang CEO muda bernama Steve..
Bagaimanakah kehidupan Alicia setelah bertemu dengan dengan Steve
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24 Terima Kasih Steve
Steve terus menemani Alice dan tidak meninggalkannya sedetikpun, Hampir tiap hampir tiap detik, menit, jam bahkan haripun Steve selalu berada di sampingnya..
Dia bahkan meninggalkan semua Perusahaannya dan menitipkannya kepada Andri asistennya di Kantor, sedangkan urusan luar kantor semua Hendra yang akan mengerjakannya..
Wajah Alice sudah kembali segar dan tidak terlihat pucat, sebenarnya dia sudah sangat tidak betah tinggal di Rumah Sakit namun Steve masih melarangnya pulang, dia takut Alice akan kembali sakit setelah pulang Nanti..
" Steve,, Aku bosan,, kita pulang ya,, rengek Alice dengan memeluk lengan Steve yang duduk di sampingnya..
" Engga,, kamu masih belum sehat Sayang,,
" Aku udah sehat,, aku bakal tambah sakit kalo tetap berada di sini..
Steve menatap wajah Alice yang sedang memelas, sebenarnya dia tidak tega melihatnya namun jika di rumah Alice tidak akan istirahat..
" Aku janji bakal nurut sama kamu, tapi kita pulang ya..
Steve hanya terdiam, dia memikirkan ucapan Alice..
" Kamu serius bakal patuh dengan ucapan aku,,
Alice mengangguk dan tersenyum..
" Janji,,,
Steve tersenyum dan mengusap pipi Alice..
" Biar Hendra yang akan mengurus semua..
" Makasih,, kamu memang suami yang terbaik,, ucap Alice sambil mencium pipi Steve dan memeluknya..
" Kalo ada maunya aja langsung peluk cium,, goda Steve..
Alice cengengesan mendengar ucapan Steve..
Steve membantu Alice bersiap sedangkan Hendra mengurus Administrasi, dan salah satu pelayan rumahnya membereskan barang-barang Alice..
Steve berjalan dengan memeluk pinggang Alice yang terlihat membawa sebuah boneka beruang kesukaannya,
Hendra membatu pelayan membawakan barang-barangnya mereka berjalan menuju mobil..
Di dalam mobil Alice selalu bersender di dada Steve dan tangan Steve masih terus memeluk pinggangnya..
Hendra juga Pelayan yang melihatnya pun tersenyum melihat keromantisan Tuannya..
Mereka memang sangat terlihat serasi cantik dan juga tampan..
Mobil mereka memasuki halaman rumah dan Hendra dengan segera membuka pintu mobilnya,, Steve membantu Alice berjalan masuk ke dalam kamarnya..
" Steve,, aku mau duduk di sana aja nunjuk balkon kamarnya..
" Tapi sayang, kamu masih harus istirahat..
" Badan aku pada sakit kalo tiduran terus,
" Apa mau aku pijitin,, ucap Steve dengan memainkan alisnya..
" Engga,, engga,, pasti ujung-ujungnya mesum lagi..
" Lagian mesum sama istri sendiri boleh dong,,
" Kamu gag kasihan liat istri baru sembuh mau minta jatah..
" Sayang,, siapa yang minta jatah coba..
" Lah kamu barusan,,
" Aku gag ada ya ngomong minta jatah,, kamu mau ya,, kamu kangen kan,,
Wajah Alice langsung memerah mendengar ucapan Steve, jujur memang dia selalu puas dengan permainan Steve, dia selalu mampu membuatnya mencapai puncak berkali-kali..
" Sayang,, kok muka kamu merah,,
" Engga,, aku cuma panas,, ucap Alice dengan memalingkan wajahnya..
Steve tersenyum melihat tingkah Alice dia pun mengacak-acak rambut Alice dan berjalan menuju kamar mandi..
Tidak lama dia keluar dengan menggunakan pakaian santai, celana pendek abu dan kaos hitam polos..
Alice tertidur dengan masih memeluk bonekanya, boneka yang Steve belikan saat dia berada di Rumah Sakit..
Steve duduk disebelahnya dan menatap wajah polos Alice..
Istri kecilku sangat menggemaskan,, ucapnya lirih..
Dia pun keluar dan menuju ruang kerjanya untuk mengecek email yang dikirimkan Andri selama dia tidak pergi ke perusahaannya..
Andri memang bisa diandalkan, selama Steve tidak berada di perusahaan dia selalu bisa menghandle semua dengan sangat baik.
Andri memang sudah lama bekerja dengannya bahkan sebelum kedua orang tuanya meninggal..
Tok,, tok,, tok,,
" Permisi Tuan,, ucap Hendra masuk menumuinya
" Hem,, kenapa Hen,, ucap Steve dengan masih menatap leptopnya..
" Maaf Tuan, semua akses kerja sama dengan Perusahaan Alex Wahid sudah di tutup dan dalam sehari keluarganya akan langsung jatuh miskin,,
" Bagus,, biarkan mereka merasakannya,, ini akibat anak mereka menghina Alice
" Baik Tuan, saya permisi..
Hendra keluar ruangan Steve, dan Steve kembali fokus membaca email dari Andri..
Alice di dalam kamarnya sudah bangun dan terlihat duduk di atas ranjang sambil terus memeluk bonekanya,,
Dia merasa bosan karena terus berbaring, dan dia pun berjalan keluar dari kamar dan mencari Steve..
Dia turun ke bawah dan tidak melihatnya di sana, dia hanya melihat Hendra yang sedang berjalan menuju dapur..
" Em,, Pak Hendra,, Steve dimana ya.. Ucap Alice
" Non Alice,, Tuan ada di ruang kerjanya Non
" Ooh,, Makasih Pa, aku ke sana aja deh..
Alice pun berjalan menuju ruang kerja Steve,
Dia langsung masuk saja karena memang sudah terbiasa,
Steve langsung menoleh saat mendengar pintu terbuka..
Dia pun tersenyum karena ternyata istrinya yang masuk..
Alice langsung berjalan mendekatinya dan melihat Steve yang tersenyum menatapnya..
Alice langsung duduk di meja kerja Steve,,
" Kamu udah bangun hem,, ucap Steve dengan mengusap pipi Alice
" Udah,, kamu lagi ngapain,,
" Lagi ngecek email dari Andri,,
" Kalo kamu mau ke perusahaan gapapa kok aku kan udah sembuh,,
" Emang kamu gapapa aku tinggal,,
" Kan kamu cuma ke perusahaan,,
" Sayang,, lusa aku harus pergi ke Jerman karena ada yang harus aku selesaikan di sana
" Apa,, Jerman,, berapa hari,
" 5hari Yank,
" Kenapa lama banget,, kenapa gag Andri saja yang ke sana..
Steve tersenyum dan menarik Alice untuk duduk dipangkuannya, Dia memeluk pinggang Alice dan menempelkan wajahnya di bahu Alice..
" Gag bisa digantikan Yank,, dan harus aku yang ke sana..
" Ya Udah,, ucap Alice menunduk
" Hei,, kenapa hem,, apa kamu mau ikut ke sana
" Emang Boleh aku ikut,,
" Aku malah sangat senang kalo kamu akan ikut Yank,,
" Aku mau Steve,, aku mau ikut,, ucap Alice dengan langsung memeluk Steve..
Steve merasa sangat gemas, tingkah Alice selalu membuatnya bahagia..
Entah mengapa dirinya sangat mencintai istri kecilnya padahal semua yang ada di dalam diri Alice bukan tipenya..
Namun selama bertemu dengan Alice, hidupnya berubah,,
Dia tidak lagi sering emosi, sikapnya pun sedikit berubah.
Alice benar-benar membuatnya berubah mungkin ini yang membuatnya sangat mencintainya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai,, Hai,, Hai,,
Raider Kesayangan.. 😘😘
Maaf kalo sering telat Up, Author udah berusaha cepat Up tapi terkadang masih di review 😣😣
Tapi,, kalian masih setia ikuti kan,,
Like, Vote juga Komen kalian dong,,
Love You All.
💋💋💋
g yg mau jidup midkin, susah.. begitu juga Alice ...ya semoga nasib mereka bisa ketukar.. gantian Nesya yg hidup susah..