Edward yang dikenal sebagai playboy, dan selalu mempermainkan wanita dalam hidup nya mengatakan bahwa cinta nya telah mati saat orang yang mengkhianati nya telah tiada. Miranda yang selalu memperhatikan Edward dalam diam dan mencintai nya sejak dulu terus berusaha membuka hati Edward dan mendapatkan cinta setia dari si playboy itu, Apakah Mira bisa mendapatkan hati dan cinta dari Edward? Apa kah cinta Miranda bisa menumbuhkan hati Edward yang telah mati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24 - HANCUR
Pagi hari datang dengan sangat mengerikan. Ketika bangun, seperti biasanya Mira akan mengecek Handphone nya untuk memeriksa pesan yang masuk. Hati nya yang kacau semakin kacau ketika melihat banyak pesan chat dan telfon yang masuk ke handphone nya.
"Kenapa ini? Kenapa banyak sekali pesan yang masuk?" Mira mengecek pesan yang masuk satu persatu di Handphone nya.
Mira, Apa kau baik - baik saja?
Oh My, Teman ku....Aku merasa kasihan kepada mu.
*Mira, ku rasa kau harus segera bercerai
Bagaimana kabar mu? Apa kau baik - baik saja*?
Hampir semua pesan masuk ke chat nya menanyakan kabar Mira dan perasaan Mira. Entah kenapa hati nya bergetar ketakutan. Mira mendapat Link berita dari sahabat - sahabat nya. Mira meng-klik link tersebut dan membaca sebuah artikel pada halaman berita harian.
Suami yang memiliki istri kedua saat istri sedang hamil
Judul dari artikel tersebut membuat hati Mira semakin tidak enak. Dibaca nya berita itu perlahan, Suami berinisial E, Istri yang berinisial M dan sang wanita ke dua dengan inisial R. Mira bisa memastikan bahwa artikel ini mengenai dirinya dan beberapa foto yang diambil ketika Edward berada di Bar sedang berbicara bersama Rona yang perut nya terlihat membesar.
Drap......drap........drap....."Mira!!!!" Violet berlari dan membuka pintu kamar Mira dengan kasar.
"Vi, ada apa?" Tanya Mira sambil tersenyum.
Violet heran mengapa Mira bisa tersenyum dengan santai nya dikala satu kota heboh dengan gosip suami nya sendiri. Edward sudah menjadi bahan gosip satu kota dalam semalam.
"Mira berikan Handphone mu, kau tidak boleh membuka handphone mu, Di mana handphone mu?" Tanya Violet.
"Oh handphone? Ini?" Mira menunjukkan handphone yang telah ia buka.
"Kau sudah membaca nya?" Tanya Violet.
"Yah, begitulah" Jawab Mira.
Violet langsung memeluk Mira dan meminta maaf.
"Maaf Mira, seandainya dia bukan Abang ku, Mira aku merasa sangat bersalah kepada mu, seandainya aku tidak memaksa mu kembali ke kota ini karena pertunangan ku waktu itu"
Mira langsung melepaskan pelukan itu dan menaruh handphone nya ke meja di sebelah nya.
"Tidak masalah Vi, ini bukan salah mu, hanya takdir ku saja yang kurang beruntung"
Mira berusaha bangun dari duduk nya dengan susah payah, lantaran perut nya yang besar.
"Dari pada kau menyalahkan dirimu sendiri lebih baik kau membantu ku berganti pakaian, aku selalu kesusahan tiap kali berganti baju dengan perut sebesar ini"
Aku tidak boleh menangis, aku harus kuat, jika aku menangis sama saja aku kalah dari Edward. Jika aku menangis, Edward akan semakin tahu luka di hati ku, Aku harus tegar karena hanya ketegaran yang ku punya sekarang, Aku harus bertahan dengan ketegaran yang ku punya.
Mira mengatakan itu sambil berkaca di cermin nya. Mira dan Violet pun bersiap menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi. Edward sudah bersiap membantu Mira untuk turun melalui tangga dan menyodorkan tangan nya agar Mira bisa menggandeng nya.
"Selamat pagi Sayang" Ucap Edward dengan senyum cerah nya.
Tanpa Edward bayangkan, Mira hanya melewati nya tanpa melirik ke arah Edward sama sekali. Layaknya angin yang berhembus ke arah nya, Mira melewati nya dengan cepat, bahkan tanpa melihat dan melirik ke arah Edward. Edward merasakan hati nya tertusuk dengan sangat dalam.
"Huftt, rasaiin!!" Violet yang mengikuti Mira dari belakang menertawakan pemandangan itu dan mengejek Edward dengan sangat baik.
Violet merasa sangat puas, selama ini Edward tidak mengenal Mira dengan baik, Mira adalah orang yang sangat mengerikan ketika ia marah. Bahkan menurut violet, Mira sudah sangat menahan diri terhadap Edward.
"Selamat pagi Ibu" Mira menyapa ibu mertua nya dan duduk untuk menikmati sarapan nya.
"Bagaimana perasaan mu pagi ini?" Tanya ibu nya berusaha untuk tidak menunjukkan kekhawatiran nya terlalu jelas.
"Baik, seperti biasanya" Jawab Mira lalu meminum Susu nya.
"Mira.... Bagaimana jika kita berjalan ke kota? Kita belum membeli perlengkapan bayi kita" Tanya Edward dengan hati - hati dan lembut.
"Kau gila? Satu kota....."
"Vi!!" Ibu nya menyuruh Violet untuk diam.
Mira masih terus diam dan menikmati sarapan nya dengan nikmat. Tanpa memperdulikan Edward dan yang lain nya.
Kau kira aku mau jalan - jalan saat satu kota merasa kasihan kepada ku? Edward bukan jalan - jalan yang kuinginkan! Penjelasan lah yang kuinginkan!
Satu kota telah banyak mencemooh Mira dan mengomentari artikel itu. Terutama wanita - wanita Edward terdahulu. Mereka menertawakan Mira karena telah memonopoli Edward, dan sekarang mendapatkan balasan yang setimpal. Itulah yang mereka katakan.
"Mira?" Tanya Edward kembali.
"Kita harus menyelesaikan ini dengan baik! Apa kau bisa?" Tanya Mira masih sambil memotong Ham nya dengan pisau makan.
"Tentu saja, apa yang harus ku lakukan?" Tanya Edward dengan gembira.
"Aku ingin kejujuran dan penjelasan apa kau bisa mengatakan nya sekarang?" Tanya Mira dengan nada tegas.
"Mira, nanti.....aku akan menjelaskan itu nanti" Ucap Edward sambil memohon.
"Edward!!" Teriak violet kesal, tapi lagi - lagi ibu nya memandangi violet agar violet bisa diam.
"Baik, Aku mengerti" Mira segera menyudahi sarapan nya dan mengelap bibir nya.
Mira segera berdiri dari duduk nya dan hendak meninggalkan meja makan itu.
"Mau kemana? Dan apa maksudnya mengerti?" Tanya Edward.
"Sangat sederhana sebenarnya, Aku ingin penjelasan dan kejujuran, jika kau tidak bisa ya tidak masalah berarti aku juga tidak bisa memberikan apa yang kau inginkan, saat aku tahu kau tidak mencintaiku"
Mira tahu bahwa Edward sangat menginginkan hubungan mereka kembali seperti biasa, tapi Mira tidak ingin mengabulkan hal yang Edward inginkan. Mira ingin sedikit lebih egois dan tidak terus berada dalam lingkaran Edward.
"Mira, please jangan begini....kau tahu bahwa kau sangat penting bagiku" Ucap Edward dengan nada sedih dalam kalimat nya. Mungkin saja itu hanya Mira saja yang merasakan nya.
"Sama pentingnya dengan wanita itu atau lebih penting dari wanita itu? Apa kau mencintai nya? Apa kau juga meniduri nya? Hah tapi tidak mungkin kau tidak meniduri nya, kalian kan punya anak juga bersama" Mira mengatakan itu dengan maksud untuk menyakiti hati Edward.
Mira ingin Edward juga merasakan sakit yang ia rasakan meski hanya sedikit saja.
"Mira!!!!" Bentak Edward. "Kau sudah keterlaluan"
"Kalau begitu katakan!! Katakan yang sebenarnya!!! Buktikan padaku!! Apa anak itu anak mu atau bukan!! Lalu apa perduli mu terhadap ku? Bahkan kau tidak mencintaiku!!"
"Mira, satu hal yang pasti aku harus selalu perduli padamu" Ucap Edward dengan tegas.
Anak, yang kau maksud dengan harus perduli karena aku mengandung anak mu, sama saja dengan wanita itu yang mengandung anak mu.
-bersambung*-
di tunggu season selanjutnya ya thor
kirain spongebob 😂