SEQUEL MY OLD WIFE
Seperti piano yang memiliki tuts hitam dan putih, seperti itu juga kehidupan manusia ada pahit dan manis.
Ini adalah kisah dua musisi berbakat yang jatuh cinta pada satu gadis, Melisa. Perempuan dengan senyum hangat bagai matahari yang berhati malaikat.
Peter seorang pianis yang memiliki Ibu gila karena ditinggal suaminya harus merawat ibunya seorang diri. Ia jatuh cinta pada Melisa gadis yang selalu membantunya.
Di sisi lain ada Niel, seorang pemain biola. Ia adalah Tuan Muda kaya raya, ibunya seorang jaksa ternama dan ayahnya dokter spesialis jantung. Namun, semua kemewahan yang ada padanya seolah sirna tidak ada artinya karena ia kesepian dan kurang akan kasih sayang. Melisa hadir dalam hidupnya dan membuat hatinya menghangat seperti musim semi.
Kisah cinta penuh pengorbanan dan perjuangan, mereka jatuh bangun hanya karena ingin mendapatkan kebahagiaan.
#Sweet Rommance
#Konflik kekeluargaan
#Kanada
#Empat musim
#Tanpa adegan dewasa
#Untuk semua kalangan
Cover: Editing by Little Ice Bear
Penulis: As-Sana
Harap menyiapkan hati sebelum membaca karena kisah ini akan menguras emosi dan membuatmu merasa dilemma.
Sebelum membaca cerita ini, bisa singgah dulu di MY OLD WIFE agar dapat lebih memahami alurnya..
Terimakasih ❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon As-Sana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hati yang Mati
~Ketika kesetiaan dalam hubungan telah dikhianati maka saat itu juga cinta itu menjelma menjadi rantai yang mengunci, membelenggunya dalam kesakitan dan penderitaan~
Secara berangsur-angsur luka di hati Mayna semakin menganga, tidak dapat tertutup hanya dengan menipu pikirannya bahwa ini cuma ilusi dan mimpi.
Tapi, sosok wanita yang menjadi penyebab laranya ada di sana. Berdiri sembari memegangi roknya, Mayna tahu ia sedang merasa sakit ditubuh bagian bawahnya sekarang. Sungguh luka itu semakin tertoreh tidak terkira berapa sayatan yang hatinya terima.
Mayna mulai sesak napas, jantungnya terasa sakit. Asmanya kambuh, ia memegangi dadanya memburu udara, napasnya kembang-kempis naik turun tidak menentu. Melihat penyakit istrinya kambuh Sam segera bertindak ia mencoba mendekati tubuh Mayna tapi perempuan itu terus menolak, menangis, dan mendorong tubuh Sam menjauh.
"Jangan sentuh aku! Jangan mendekat! Aku tidak mau kau menyentuhku dengan tangan kotormu!" teriak Mayna meninggi.
Sam tidak mempedulikan penolakan Mayna, nyawa istrinya dalam bahaya ia tidak bisa membiarkan perempuan yang dicintainya menderita lebih jauh lagi. Jadi Sam merengkuh tubuh Mayna, menutup telinganya mencoba menenangkannya, ia membantu Mayna mengatur napasnya.
Tubuh Mayna mengejang, dadanya semakin sakit saat melihat pahatan wajah Sam di hadapannya.
Plak..
"KU BILANG JANGAN MENYENTUHKU..!!" Maki Mayna menampar Sam yang sedang merengkuh tubuhnya.
Mayna menjauhkan tubuh Sam, "Minggir..!" bentaknya. Ia melangkah mendekati Jessy menamparnya lalu memakinya. "Kau juga seorang wanita, seharusnya kau memiliki hati yang lembut. Tapi? Aku salah. Hatimu seperti iblis, karena kau merebut seorang Ayah dari putranya! Dan kau juga mencurinya dari istrinya!"
Jessy hanya diam, ia menunduk ke bawah menerima semua makian dari Mayna. Perempuan itu tahu kalau ia sudah berbohong, tapi niat jahatnya ini terbesit ketika mendapati Mayna terlihat marah pada Sam. Jessy mengira mungkin Sam akan melihatnya saat ia membuat istrinya salah paham.
Namun sepertinya lelaki itu justru semakin membencinya, Jessy dapat melihatnya dari tatapan Sam yang penuh sorot amarah. Mungkin kebencian Sam padanya sudah mendarah daging sampai ke tulang- belulangnya.
Ketika Sam menolongnya tadi dari Max, Jessy merasa bahwa cintanya pada Sam semakin besar. Karena kebaikan lelaki itu mampu merobohkan dinding pertahanannya yang tidak ingin memilikinya.
"Mayna, berikan Sam padaku," kata Jessy sendu, ia berani melihat wajah perempuan yang menamparnya.
"Jessy! Apa yang kau katakan?!" teriak Sam sudah tidak tahan, sejak tadi ia menahan emosi agar tidak memukul Jessy karena dia perempuan. Tapi sepertinya kesabarannya sudah sampai pada batas kewajaran.
Sam melangkah dengan cepat, ia hampir saja melukai Jessy. Namun Mayna segera memegang tangannya, mencegah lelaki itu mengangkat tangan pada seorang wanita.
Mayna tertawa. "Hahahaha..., hanya dalam beberapa menit kau sudah berubah Sam. Lihat! Bukankah kau benci kekerasan? Lalu? Apa yang ingin kau lakukan? Memukul Perempuan yang sudah kau renggut kehormatannya!"
Mayna memegangi dadanya lagi, mencoba mengatur napasnya agar ia tidak kekurangan udara dan pada akhirnya ia justru yang mati karena asma.
"Aku yang pergi, kalian tetaplah bersama." Pungkas Mayna pada akhirnya, ia berjalan gontai meninggalkan kamar Jessy. Wanita itu tidak menangis, ia tersenyum. Senyum yang penuh luka dan kepalsuan.
Sam mencegah Mayna pergi, ia mencekal lengannya. Namun Mayna menepisnya. Sam terus mengikuti langkah Mayna yang sedikit terhuyung dan sesekali badannya menyentuh dinding.
Mereka pada akhirnya berada di luar, keduanya telah meninggalkan apartemen Jessy. Langit malam yang menghitam dan menggulung-gulung menjadi pemandangan utama bagi Mayna saat ia menghirup udara malam. Berharap mencari ketenangan.
Sam terus mengikutinya dari belakang, lelaki itu sedikit menjaga jarak. Saat tubuh Mayna roboh di tanah. Sam langsung menghampirinya membantu istrinya berdiri. "Lepas!" perintah Mayna terus menolak sentuhan Sam. "Mayna aku mohon percayalah padaku, Jessy telah berbohong, bukan aku yang melakukannya," ucap Sam cukup rendah.
Mayna menatap wajah lelaki itu secara seksama. "Lalu siapa dia?" tanya Mayna masih terdengar sinis. "Kekasihnya, kekasihnya yang melakukan itu pada Jessy. Aku hanya menolongnya," jelas Sam kembali.
Mayna mencoba percaya tapi ia tidak bisa. "Tidak ada siapapun di sana, selain kamu. Kancing kemejamu bahkan terlepas, itu sudah menjelaskan semuanya," tutur Mayna dengan nada bergetar. Sam memeluk tubuh Mayna, tapi lagi-lagi perempuan tersebut mendorongnya.
Sam tidak menyerah ia tetap mendekat ke arah Mayna merengkuhnya. Namun hal yang sama terjadi, Mayna selalu menolak.
"Sekali lagi kamu mendekat! Maka dapat ku pastikan kau akan melihat mayat ku besok!" peringat Mayna lantang.
Perkataan Mayna menggetarkan hati Sam, jantungnya seolah-olah terbelah menjadi dua antara rasa cintanya dan rasa takut kehilangan.
Sam berhenti ia tidak mengejar Mayna lagi, meski Mayna terjatuh ia tetap bertahan tidak akan mendekat ke arah Mayna atau perempuan itu benar-benar akan meninggal.
Aku mencintaimu Mayna, bagaimana kau melupakannya? Tidak ada wanita lain, hanya kau satu-satunya.
Suara guntur menggelegar di langit-langit, hujan turun begitu deras membasahi muka bumi sekaligus membasuh kesedihan kedua insan tersebut.
Sam masih memandang tubuh Mayna yang semakin menjauh, bahu wanita itu semakin sulit ia raih. Ada batasan dan dinding yang tidak dapat ia lewati. Garis pembatas begitu tegas antara dirinya dan wanita yang dicintainya.
Mayna pun sama hatinya menjerit dalam diam, sebuah kebisuan yang abadi. Ia tidak sanggup meninggalkan Sam dibelakang. Tapi? Lelaki itu telah mengkhianati cintanya, dan menancapkan pisau tepat ke ulu hatinya hingga akan berkarat sampai akhir hidupnya.
Bagaimana kau mengkhianati ku Sam? Menduakan diriku, apa kau melupakan Peter? Akankah cintamu untukku telah pudar? Karena ia lebih cantik dariku.
Malam itu mereka berdua terpisah, kepercayaan di antara keduanya terputus. Benang merah yang mengikat keduanya hanya Peter. Namun, bahkan kehadiran Peter tidak mampu membuat kedua insan itu kembali menyatu. Karena bahkan Sam tidak pernah kembali. Lelaki itu seolah di telan bumi, menghilang dan membuat dirinya terlupakan.
Satu bulan setelah peristiwa yang menghancurkan kehidupan rumah tangganya, Jessy baru datang pada Mayna, perempuan itu meminta maaf dan menyesali perbuatannya.
Akan tetapi semua terlambat, Sam telah pergi. Mayna tidak dapat menyuruh pria itu kembali di sisinya bersama Peter.
Hari berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Mayna terus mencari keberadaan Sam, ia menyebar poster, berita kehilangan, bahkan laporan orang hilang.
Segala cara ia lakukan demi menemukan Sam, bahkan ia keluar dari pekerjaannya sebagai guru musik dan memilih fokus mencari suaminya.
Berharap lelaki itu kembali. Tapi? Semua sia-sia tidak ada hasil. Pencarian yang ia lakukan tidak berbuah manis. Rasa bersalah Mayna semakin besar. Hingga setelah dua tahun mencari ia lelah. Jiwanya mulai tidak sehat, karena ia selalu melihat bayangan Sam dimana-mana.
Setiap lelaki yang lewat seketika menjelma menjadi Sam suaminya. Ia mulai gila, Mayna sudah pergi ke psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaannya tapi tidak berubah. Penyakitnya semakin parah.
Peter putranya, hanya menangis melihatnya. Namun anak itu begitu tegar, ia tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Peter mulai bekerja sebagai pianis jalanan berkeliling dengan regu orkestranya.
Bocah itu memilih meninggalkan pendidikannya, hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ibunya dan dirinya.
"Ibu makanlah, hari ini aku mendapat roti gandum. Seorang perempuan memberikan ini untuk kita, kita dapat memakannya untuk makan siang dan makan malam, besok aku akan bekerja untuk membelikan Ibu nasi," ucap Peter.
Itu adalah roti pemberian Keisha, wanita yang menjadi penghubung takdir cintanya dengan Melisa.
Mayna menangis, setiap ia sadar dari akal sehatnya ia selalu melihat luka di tangan Peter. Bocah itu bekerja kasar, dan banyak perban di tangannya.
"Maafkan Ibu Peter," katanya.
Tapi keesokannya kondisi kejiwaannya terguncang lagi, ia mulai linglung. Mentalnya tidak stabil. Orang-orang mulai menyebutnya gila, dan putranya mulai terasingkan. Oleh karena itu, Peter tidak banyak mempunyai teman semasa kecil. Hanya Tuan Mao dan beberapa orang yang mengenal baik dirinya yang menjadi temannya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Terimakasih banyak karena masih setia membaca Harmoni Cinta Melisa ❤️
Kalau kalian berkenan bisa berikan kritik dan masukan pada Sana agar Sana dapat memperbaiki cerita Sana.
Sana sempat berpikir bahwa ada yang kurang dengan cerita Sana, mungkin saran dari kalian baik keunikan, kekurangan, dan hal yang menarik dari cerita ini dapat kalian tuliskan dikolom komentar agar Sana mengetahuinya 🙏🙏💐
Salam sayang As-Sana.
udah Thor aku ketik tu 😀😀😀💜💜💜💜💜
semangat nulis ,biar aku punya bacaan yg bagus 💗as-sana💗
puasa puasa nangis gini batal gak sih 🤧
kenapa orang sebaik Sam punya nasib yg mengenaskan 😩
bahkan aku berhenti membaca novel yg populer sekalipun karna aku jenuh bacanya,dan gak menarik bagiku.
itu itu aja ceritanya.
tetap semangat menulis ya Sana,aku yakin suatu saat Sana dpt menjadi penulis yg handal 👍😊
ayah yang tidak mengetahui kondisi anaknya,
ayah yang menyedihkan, sama dengan ibunya,
mereka sama2 menyedihkan
bener2 bisa buat pelajaran sebagai orang tua
kita butuh uang, tapi uang bukan segalanya
kebahagiaan seorang anak tidak bisa ditukar dengan banyak harta
mantabbbbb Thor 👍👍👍
ttp semangat 💪💪💪